cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Pabrik Pupuk Urea berbahan baku Batubara Kelas Rendah di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Andika Dwimasputra; Naomi Hurayah Aden; Rizky Tetrisyanda; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.835 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24838

Abstract

Pupuk Urea adalah pupuk kimia mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Bahan baku utama pada proses pembuatan pupuk urea adalah gas alam. Namun ketersediaan gas alam semakin menipis jumlahnya, sehingga perlu dikembangkan teknologi proses yang memungkinkan substitusi bahan baku gas sintesis. Bahan baku yang paling memungkinkan untuk menggantikan gas alam adalah batubara, baik melalui teknologi CBM (Coal Bed Methane) maupun teknologi gasifikasi. Produksi pupuk urea melalui 4 tahapan yaitu pembentukan syngas, pemisahan sulphur dari syngas, pembentukan ammonia, dan pembentukan urea. Perbedaan dari proses yang ada, lebih pada perlakuan awal untuk pembentukan syngas (CO dan H2). Hal ini disesuaikan kondisi bahan baku yang digunakan (batubara, gas alam, dan biomassa).Dari hasil analisa ekonomi tersebut terlihat bahwa IRR sebesar 34,84%, dengan POT pada tahun ketiga menginjak tahun keempat. Selain itu, terlihat bahwa fluktuatif bahan baku tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga pabrik pupuk urea dari bahan batubara kelas rendah berkapasitas 1.25 Juta ton urea/tahun dan 590000 ton ammonia/tahun ini layak didirikan di Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatra Selatan pada tahun 2019.
Dynamic Economic Dispatch pada Sistem dengan Wind Turbine dan Media Penyimpanan Energi Mempertimbangkan Energy Cycle Limit Galih Budi Virgiansyah; Rony Seto Wibowo; Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.915 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25116

Abstract

Kebutuhan daya listrik yang semakin meningkat seiring berkembangnya jaman berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan batu bara. Adanya inovasi dengan pengoptimalan energi terbarukan yang mulai digunakan menjadi solusi dari permintaan kebutuhan daya listrik yang semakin tinggi. Dengan cakupan wilayah yang semakin luas, juga diperlukan pembangkit tenaga listrik yang mampu untuk memenuhi permintaan tersebut. Berbanding lurus dengan permintaan daya listrik, suatu sistem diharapkan mampu menyuplai beban dengan optimal dan ekonomis. Dengan penggunaan Dynamic Economic Dispatch (DED), suatu pembangkit dapat dioptimalkan agar diperoleh biaya pembangkitan yang minimal terhadap permintaan daya listrik. Pada penelitian ini, digunakan perhitungan menggunakan file Matpower yang ada pada MATLAB dengan metode quadratic programming. Batasan yang dimasukkan adalah terkait keseimbangan daya pembangkit, ramp rate ataupun charging discharging yang ada pada media penyimpanan energi (baterai). Penelitian ini diharapkan mampu diperoleh pengaruh penambahan pembangkit renewable terhadap total biaya pembangkitan dan mengetahui lifetime dari baterai dari sistem tenaga listrik.
Studi Karakteristik Reduksi Getaran Translasi Dan Rotasi Sistem Utama dan Energi Listrik yang Dihasilkan oleh Mekanisme Cantilever Piezoelectric Vibration Absorber (CPVA) Akibat Ketidakseimbangan Posisi Sumber Getar pada Sistem Utama Wisnu Gilang Romadhon Arifiyanto; Wiwiek Hendrowati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25216

Abstract

Getaran berlebihan pada mesin industri dapat menyebabkan kerusakan pada mesin tersebut. Salah satu cara untuk mereduksi getaran tersebut dengan menggunakan Dynamic Vibration Absorber (DVA)[1]. Prinsip kerjanya adalah penambahan massa absorber dan pegas pada sistem utama. DVA akan menghasilkan getaran yang arahnya berlawanan dengan arah getar sistem utama[1][2][3]. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dorby[3], penggunaan DVA terbukti dapat mereduksi getaran sistem utama yang dioperasikan pada frekuensi natural pertama secara signifikan. Pada penelitian tugas akhir ini telah dirancang sebuah mekanisme Cantilever Piezoelectric Vibration Absorber (CPVA) sebagai vibration absorber dan energi harvesting. Sistem utama pada penelitian ini adalah plat datar yang ditopang oleh empat pegas. Plat tersebut menerima gaya eksitasi dari pegas yang dihubungkan dengan massa eksentris motor DC dibawahnya. Posisi sumber getar tidak berada pada pusat massa hal ini yang menyebabkan terjadinya getaran translasi dan rotasi. Pada penelitian ini dilakukan analisa dengan variasi kecepatan putar motor sebesar 2.5 rad/s hingga 50 rad/s dengan penambahan 2.5 rad/s. CPVA diletakkan pada pusat massa, digeser 0.2 m dari pusat massa, dan diletakkan sejauh 0.4 m dari pusat massa. Dan variasi jumlah piezoelectric yang digunakan sebanyak 1400, 1900, dan 2400 buah. Dari simulasi yang sudah dilakukan, didapatkan persentase reduksi dan energi bangkitan terbesar yang didapatkan berada pada frekuensi operasi natural pertama. Energi bangkitan berupa voltase yang direkomendasikan dan terbesar yang mampu dihasilkan oleh mekanisme CPVA ini sebesar 1.483E-03 volt dengan persentase reduksi sebesar 95.37%, yaitu saat CPVA diletakkan sejauh 0.4 m dari pusat massa dan dengan jumlah piezoelectric sebanyak 1400 buah.
Analisa Pengaruh Jarak Sistem Proteksi Water Hammer Pada Sistem Perpipaan (Studi Kasus Di Rumah Pompa Produksi Unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang 3 Distribusi Wonocolo PT PDAM Surya Sembada Surabaya) Firdaus Zakaria Nugraha; Nur Ikhwan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.889 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25248

Abstract

Sistem perpipaan digunakan sebagai instalasi umum untuk mengalirkan fluida. Pengaturan debit fluida dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan pengaturan` valve. Penutupan valve yang terlalu cepat akan menimbulkan kenaikan tekanan yang sangat tajam sehingga menyerupai suatu pukulan dan dinamakan pukulan air (water hammer). Beberapa cara untuk mengurangi dampak water hammer adalah dengan cara menambahkan alat proteksi water hammer seperti surge tank atau bladder suge tank. Pada penelitian ini, pemodelan sistem perpipaan dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. Sistem perpipaan yang disimulasikan merupakan sistem perpipaan di IPAM Karang Pilang 3 dengan alat proteksi surge tank dan bladder surge tank. Analisa yang dilakukan adalah untuk mempelajari fenomena water hammer pada saat kondisi transient yakni ketika tiga pompa operasi mengalami kegagalan beroperasi. Pemodelan ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk mempelajari fenomena water hammer yang terjadi pada instalasi perpipaan dan juga melihat peran penggunaan alat proteksi baik itu surge tank maupun bladder surge tank beserta variasi jarak sistem proteksi water hammer terhadap pompa yakni 50 meter, 35 meter, 20 meter terhadap forwarding pump. Sehingga dengan jarak alat proteksi yang berbeda dapat dilihat pengaruh jarak terhadap unjuk kerja alat proteksi water hammer. Hasil perbandingan hasil simulasi transient antara surge tank dan bladder surge tank dalam meredam efek water hammer memberikan hasil perbedaan yang cukup berarti, yakni pada pada pemodelan pompa 3 OFF hasil fluktusi tekanan maksimum pada pipa 23 dengan menggunakan surge tank dengan jarak 20 meter terhadap forwarding pump tekanan maksimum mencapai 29,102 bar sedangkan dengan menggunakan bladder surge tank dengan jarak 20 meter terhadap forwarding pump tekanan maksimum mencapai 25,255 bar.
Analisa Stabilitas Pada Lereng Tambang Terbuka Lapangan “TG” Robi Alfaq Abdillah; Mohammad Singgih Purwanto; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.304 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25249

Abstract

Sebagian besar eksploitasi batubara menggunakan sistem open pit, yang akan membentuk suatu cekungan. Cekungan hasil dari eksploitas mempunyai lereng. Kestabilan dari lereng pembentuk cekungan sangat penting karena menyangkut keselamat pekerja, alat, serta kelancaran produksi. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisa stabilitas pada lereng tambang dengan menggunakan metode Bishope dan Metode Spencer. Analisa stabilitas dilakukan pada 7 model geometri. Dari ketujuh model masing-masing mempunyai nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode bishop 0.643, 0.669, 1.086, 0.862, 1.58, 1.184, dan 1.428. Nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode spencer masing-masing 0.653, 0.695, 1.113, 0.893, 1.602, 1.208, dan 1.446
Valuating Indonesian Upstream Oil Management Scenario through System Dynamics Modelling Fariza Aulia Putri; I Ketut Gunarta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.162 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25400

Abstract

Under the existing regulation in Constitution Number 22 Year 2001 (UU No 22 Tahun 2001), Production Sharing Contract (PSC) continues to be the scenario in conducting oil and gas upstream mining activities as the previous regulation (UU No. 8 Tahun 1971). Because of the high costs and risks in upstream mining activities, the contractors are dominated by foreign companies, meanwhile National Oil Company (NOC) doesn’t act much. The domination of foreign contractor companies also warned Indonesia in several issues addressing to energy independence and energy security. Therefore, to achieve the goals of energy which is independence and security, there need to be a revision in upstream oil activities regulating scenario. The scenarios will be comparing the current scenario, which is PSC, with the “full concession” scenario for National Oil Company (NOC) in managing oil upstream mining activities. Both scenario will be modelled using System Dynamics methodology and assessed furthermore using financial valuation method of income approach. Under the 2 scenarios, the author will compare which scenario is better for upstream oil management in reaching the goals mentioned before and more profitable in financial aspect. From the simulation, it is gathered that concession scenario offers better option than PSC in reaching energy independence and energy security.
Identifikasi Zona Alterasi Hidrotermal Songgoriti Batu Menggunakan Metode Time Domain Induced Polarization (TDIP) Tricahyo Agung Budi Harjo; Ayi Syaeful Bahri; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.132 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25614

Abstract

Alterasi hidrotermal terjadi sebagai akibat dari interaksi aliran hidrotermal dan batuan disekitarnya. Aliran hidrotermal ini melewati batuan disekitarnya dan mengakibatkan terjadinya ubahan, baik kandungan kimia batuan ataupun tekstur batuan tersebut. Zona alterasi hidrotermal dapat diketahui melalui metode induced polarization dalam domain waktu. Area penelitian adalah manifestasi hidrotermal yang terletak di Songgoriti, Batu. Oleh karena itu pada penelitian tugas akhir ini dilakukan akuisisi data menggunakan metode induced polarization domain waktu dengan data pendukung vertical electrical sounding. Hasil yang didapat berupa adanya indikasi zona alterasi hidrotermal pada lintasan SONGGORITI 1dan SONGGORITI-2. Zona alterasi hidrotermal diindikasikan bertipe argilic dengan mineral penciri berupa clay mineral seperti montmorilonit dan halloycyte. Hal tersebut didukung dari nilai pengukuran PH pada manifestasi hidrotermal yang mendekati netral yaitu antara 6.31 - 6.51. Indikasi adanya zona alterasi hidrotermal ditandai dengan adanya zona konduktif yang berada di kedalaman dangkal mulai dari 9 meter sampai dengan 20 meter dengan nilai chargeability >22 msec.
Identifikasi Penyebaran Zona Korosi dan mentukan Tempat Pemasangan Anoda untuk Proteksi Katodik pada Lapangan Unit 7 & 8 PT. IPMOMI menggunakan Metode Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Alpha Yuri Syahwirawan; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.982 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25652

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang zonasi lingkungan korosif dan pencarian lokasi pemasangan anoda untuk proteksi katodik. Korosi merupakan proses perusakan pada permukaan logam akibat pengaruh lingkungan yang korosif. Pada PT. IPMOMI terdapat jaringan pipa transmisi yang dapat mengalami korosi dan mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan. Lokasi pemasangan jaringan pipa tersebut merupakan tanah reklamasi (tanah urukan) yang ditimbun di bibir pantai sehingga pengaruh air laut menjadikan potensi korosi sangat tinggi. Untuk mengetahui penyebaran lingkungan korosi dan tempat pemasangan anoda yang efektif dan efisien untuk proteksi katodik maka dilakukan penelitian geolistrik menggunakan metode resistivitas 2D dengan konfigurasi Wenner Alpha. Hasil pengukuran didapatkan pada kedalaman 0 meter sampai 4 meter didominasi oleh zona korosivitas sangat rendah dengan nilai resistivitas lebih dari 50 Ohm-m, sedangkan pada kedalaman lebih dari 4 meter didominasi oleh zona korosivitas sangat tinggi dengan nilai resistivitas dibawah 7 Ohm-m. Lokasi pemasangan anoda adalah pada nilai resistivitas 8 ohm-m hingga 20 ohm-m yaitu pada lintasan 1 diantara bentangan 10 meter sampai 20 meter di kedalaman ±3 meter, pada lintasan 3 diantara bentangan 20 meter sampai 28 meter di kedalaman ± 3 meter, dan pada lintasan 5 diantara bentangan 20 meter sampai 25 meter dikedalaman ±3 meter.
Kajian Eksperimental Permodelan Numerik Resistivitas-Korosivitas Hamzah Abdullah Mubarak; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25654

Abstract

Metode Resistivitas merupakan metode yang dapat memberikan informasi mengenai tahanan jenis sebuah media, salah satunya media seperti tanah. Tahanan jenis yang rendah pada tanah tersaturasi fluida dapat mengindikasikan kondisi lingkungan yang konduktif. Lingkungan yang konduktif berpotensi menciptakan korosi pada logam umumnya dan khususnya besi. Permodelan numerik resistivitas-korosivitas digunakan untuk mengkorelasikan parameter resistivitas dengan parameter korosivitas seperti laju korosi. Sehingga dari permodelan numerik tersebut dihasilkan persamaan numerik yang dapat mencitrakan laju korosi yang berpotensi terjadi dari hasil penampang resistivitas. Permodelan numerik resistivitas untuk menganalisis laju korosi ini dapat digunakan untuk melakukan kontroling pipa yang ditanam di bawah tanah. Pada tugas akhir ini dilakukan permodelan resistivitas terhadap laju korosi dari data uji labolatorium terhadap sampel besi AISI 1045 dengan memberikan variasi konsentrasi larutan NaCl terhadap media, dan variasi waktu pengukuran laju korosi. Hasil akhir dari penelitian ini berupa persamaan numerik yang merepresentasikan hubungan antara resistivitas terhadap laju korosi.
Studi Eksperimen Pengaruh Kecepatan Fluidisasi Terhadap Unjuk Kerja Swirling Fluidized Bed Coal Dryer Alim Jabbar Ibrahim; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.104 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26353

Abstract

Batubara dengan moisture content yang tinggi menyebabkan nilai kalor batubara menjadi rendah, selain itu juga menyebabkan beban pulverizer pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) meningkat. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dibahas tentang eksperimen pengeringan batubara dengan memvariasikan kecepatan udara pengering pada 75%, 100%, dan 125% dari kecepatan minimum fluidisasi. Untuk mendapatkan aliran swirl, udara di hembuskan oleh sentrifugal blower menuju vane pengarah aliran dengan sudut 10o. Batubara yang akan dikeringkan berbentuk granular dengan diameter rata-rata sebesar ± 6 mm. Beban awal pengeringan di setiap variasi kecepatan adalah 600 gram. Pada setiap menit pengeringan, dicatat temperature dan relative humidity dari udara pengering. Diambil pula sampel batubara sebanyak ±3 gram untuk menghitung moisture content batubara pada beberapa menit pengeringannya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa drying rate rata-rata pada kecepatan 15.9 m/s, 21.21 m/s, dan 25.61 m/s berturut-turut adalah 5.63 gr/min, 7.17 gr/min, dan 7.714 gr/min. Berdasarkan waktu pengeringan, pada menit ke-1 hingga menit ke-6 drying rate terbesar dicapai oleh kecepatan fludisasi 25.61 m/s (125% Umf), pada menit ke-6 hingga menit ke-14 drying rate terbesar dicapai oleh kecepatan fluidisasi 21.21 m/s (100% Umf), sedangkan pada menit ke-14 hingga menit ke-22 drying rate terbesar dicapai pada kecepatan fludisasi 15.9 m/s (75% Umf).