cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Pressure Drop pada Jaringan Pipa Pelanggan Biogas di TPA Supiturang Kota Malang Gigis Kintan Miyarthaluna; Ridho Hantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.014 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27699

Abstract

Pressure drop merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh jaringan pipa pelanggan biogas di TPA Supiturang. Penambahan 80 pelanggan baru akan meningkatkan pressure drop sehingga tekanan biogas menuju ke kompor menurun. Sedangkan, tekanan optimun biogas dan landfill gas menuju kompor sebesar 1,0 kPa. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan pressure drop jaringan pipa pelanggan biogas existing dan future. Jaringan pipa future pada branch XA, XB, dan XC terdapat delapan variasi model, yaitu antara lain model A1, A2, A3, A4, B1, B2, B3, dan B4. Hasil perhitungan jaringan pipa existing menunjukkan error hasil perhitungan kurang dari 3%. Tekanan biogas menuju ke kompor telah memenuhi minimun pressure. Hasil perhitungan jaringan pipa future pada branch XB dan XC menunjukkan bahwa tekanan tertinggi dihasilkan model A1. Pada branch XA, tekanan tertinggi dihasilkan model A2. Hal ini terjadi karena friction loss lebih kecil pada branch XB dan XC dengan model A1. Sedangkan pada branch XA, model A2 memiliki debit terkecil. Maka model A1 digunakan sebagai desain pada jaringan pipa future.
Perancangan Sistem Penjejak Matahari Dua Sumbu Dengan Metode Active Tracking Menggunakan Kontrol Fuzzy Tipe-2 Interval Mochamad Wahyu Ardiatama; Imam Abadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.014 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27733

Abstract

Seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Indonesia perlu adanya pemanfaatan sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan di Indonesia adalah energi surya. Untuk memanfaatkannya diperlukan panel surya. Namun penggunaan panel surya memiliki kendala yaitu efisiensi yang kecil. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi panel surya adalah dengan menerapkan sistem penjejak matahari (solar tracker). Pada penelitian ini telah dirancang sebuah sistem penjejak matahari dengan metode active tracking menggunakan kontrol fuzzy tipe-2 interval. Dari hasil pengujian didapatkan hasil bahwa fuzzy tipe-2 interval dengan FOU + 0,5 memiliki indeks performansi yang paling baik. Saat set poin sudut elevasi 600 akan memiliki Tr 0,404 sekon, Ts 1,279 sekon, Maximum Overshoot 0% dan Error Steady-State 0,29%. Dan saat set poin sudut azimuth matahari 600 akan memiliki Tr 0,222 sekon, Ts 0,495 sekon,Maximum Overshoot 0% dan Error Steady-State 0,31%. Selain itu didapatkan bahwa kontrol fuzzy tipe-2 interval dengan MF berbentuk segitiga memiliki respon terbaik untuk tracking sudut elevasi matahari. Sedangakn untuk tracking sudut azimuth matahari, kontrol fuzzy tipe-2 interval dengan MF berbentuk trapesium memiliki respon terbaik. Serta Panel surya dengan sistem penjejak dengan penerapan kontrol fuzzy tipe-2 interval mengalami peningkatan daya sebesar 89,43 persen.
Analisa Unjuk Kerja Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dengan Menggunakan Pendekatan Porous Media di PLTGU - Jawa Timur Nur Rima Samarotul Janah; Harsono Harsono; Nur Laila Hamidah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.133 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27811

Abstract

Untuk meningkatkan produksi energi listrik maka komponen-komponen utama Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) haruslah beroperasi secara optimal. Salah satu komponen utama dari PLTGU adalah Heat Recovery Steam Generator (HRSG). HRSG memiliki beberapa komponen utama yaitu superheater, evaporator dan economizer yang tersusun atas tube-tube yang memiliki struktur dan jumlah tertentu yang mempengaruhi performa HRSG. Pada penelitian ini dilakukan analisa unjuk kerja HRSG dengan menggunakan pendekatan porous media. Pada penelitian ini dilakukan tiga variasi yaitu variasi satu dengan jumlah tube aktual sesuai dengan real plant HRSG yang terdapat di PLTGU – Jawa Timur dengan jumlah tube 6976 buah. Variasi kedua yaitu dengan menambahkan tube sehingga jumlah tube total menjadi 7116 buah. Variasi ketiga yaitu mengurangi jumlah tube sehingga jumlah tube total menjadi 6836 buah. Jumlah tube ini berpengaruh pada jumlah tube pada setaip komponen di HRSG. Pada variasi I suhu HRSG yang ditunjukkan oleh suhu pada HP superheater II adalah 741 K, sedangkan suhu pada variasi II adalah 745 K dan suhu pada variasi III adalah 741 K. Suhu pada variasi II lebih besar dibandingkan dengan variasi I dan II dikarenakan variasi II memiliki jumlah tube yang lebih banyak sehingga area perpindahan panas yang dimiliki variasi II lebih besar. Kecepatan aliran outlet pada variasi I adalah 3,442 m/s, variasi II 3,463 m/s dan variasi III 3,319 m/s. Variasi II memiliki kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan variasi I dan III dikarenakan luasan bidang yang dilewati semakin kecil seiringnya dengan bertambahnya jumlah tube.
Analisa Performansi dan Monitoring Berbasis Web pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Fakultas Teknologi Industri ITS Riyan Cahya Pambudi; Ridho Hantoro; Hendra Cordova
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.186 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27827

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap listrik sangat meningkat dikarenakan semakin maraknya perangkat elektronik. Maka dari itu pemilihan PLTS sebagai alternatif karena indonesia merupakan negara yang berada di garis katulistiwa. Untuk menunjang kinerja PLTS dibutuhkan monitoring berbasis web untuk monitoring kinerja PLTS saat terjadi kerusakan. Dengan menggunakan sistem pemantauan nirkabel raspberry pi sebagai pengganti zigbee yang dirancang untuk menggantikan penggunaan kabel secara konvensional. Dari hasil analisa monitoring nilai rata-rata throughtput yang didapat adalah sebesar 0,60822047 Kbps. rata-rata nilai delay yang terjadi hanya bernilai 0,469370341 ms dengan packet loss yang didapat kan sebesar 0%. Efisiensi rata-rata PV array didapatkan sebesar 10% dan efisiensi sistem PV sebesar 4%. Dalam satu hari mendapatkan 4,26297 kWh, sedangkan Rp 1467,28 persatu kWh nya. Maka dalam segi ekonomi menghemat uang sebesar Rp 6254,965731 perharinya, Dan perbulannya menghemat sebesar Rp 187.648,9719. peramalan effisiensi rata-rata PV selama beroperasi sebesar 12%, sedangkan nilai effisiensi aktualnya 10%, kesalahan peramalan effisiensi sebesar 2%.
Aplikasi Transformasi Curvelet untuk Denoising Random Noise : Studi Kasus Data Seismik Sintetik 2D Darat “Antiklin" Diptya Mas Nugraha; Ayi Syaeful Bahri; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.331 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27883

Abstract

Denoising (reduksi noise) merupakan hal umum yang dilakukan pada pengolahan data seismik. Secara umum, kita telah mengenal berbagai filter konvensional seperti bandpass filter dan metode signal enhancemet seperti F-X Deconvolution. Metode tersebut telah lama digunakan dan memiliki kelemahan yakni belum mampu mengembalikan reflektor secara maksimal dengan baik sedangkan noise memiliki nilai frekuensi yang sama dengan nilai sinyal yang baik. Pada penelitian ini, penulis menggunakan data seismik sintetik. Noise yang digunakan adalah gaussian noise karena noise ini merupakan noise yang digunakan secara umum dalam dunia statistik. Setelah ditambahkan noise, maka data sintetik akan diolah menggunakan transformasi curvelet. Hasil dari pengolahan data adalah data seismik sintetik “Antiklin” memiliki nilai signal to noise ratio (SNR) yakni antara 27 hingga 28 dB. Data seismik sintetik ketika diberikan noise memiliki nilai SNR yakni antara 19 hingga 25 dB. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa transformasi curvelet mampu melemahkan dan menghapus random noise. Sementara itu, reflektor pada data masih memiliki bentuk yang hampir sama dengan data forward modelling
Analisis dan Pemodelan Inversi 3D Struktur Bawah Permukaan Daerah Panas Bumi Sipoholon Berdasarkan Data Gaya Berat Jobit Parapat; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.82 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27894

Abstract

Daerah panas bumi Sipoholon merupakan salah satu daerah berpotensi panas bumi yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara, dan berada pada zona patahan Sumatera dengan manifestasi permukaan berupa mata air panas, bualan gas dan solfatar. Penelitian rinci metode gaya berat telah dilakukan di daerah ini pada tahun 2005. Sebanyak 230 data gaya berat telah diukur di daerah ini dengan cakupan luas pengukuran sekitar 14 km x 16 km. Untuk melengkapi pemodelan 2D gaya berat terdahulu, maka penulis melakukan pemodelan 3D pada data gaya berat daerah ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bawah permukaan berdasarkan distribusi densitas batuan secara tiga dimensi (3D). Hasil pemodelan berupa blok berdensitas rendah maupun tinggi diinterpretasikan dan dikorelasikan dengan informasi dan data-data geologi. Hasil pemodelan inversi 3D gaya berat ini memperlihatkan bahwa adanya blok batuan berdensitas tinggi dengan nilai antara 2,80 – 3,00 g/cm3 yang berada di bagian selatan dan timur dengan kedalaman > 2 km. Blok batuan ini diinterpretasikan sebagai tubuh batuan beku intrusif dan diduga berperan sebagai sumber panas dari sistem panas bumi Sipoholon. Selain itu, model juga menunjukkan adanya blok batuan berdensitas rendah nilai antara 2,00 - 2,30 gr/cm3 dekat permukaan dan di sekitar mata air panas daerah penelitian. Blok batuan ini diinterpretasikan sebagai batuan yang berasosiasi dengan rekahan membentuk zona patahan yang mengontrol manifestasi permukaan daerah Sipoholon.
Penentuan Lokasi dan Kapasitas Optimal SVC (Static VAR Compensator) untuk Meningkatkan Keamanan Tegangan Habibur Rohman; Adi Soeprijanto; Rony Seto Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28486

Abstract

Tujuan dari sistem transmisi adalah menyalurkan daya listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban secara aman, efisien, handal dan ekonomis. Agar Penyediaan tenaga listrik dapat dilakukan dengan baik sistem tenaga listrik perlu memenuhi beberapa persyaratan diantaranya tegangan dan frekuensi yang stabil. Gangguan pada saluran transmisi dapat menyebabkan overload pada saluran, overvoltage dan undervoltage pada bus yang dapat mengancam keamanan dari sistem tenaga listrik. Dampak dari kontingensi pada tiap elemen sistem bermacam-macam. Voltage performance index adalah salah satu index yang dapat digunakan untuk  menentukan tingkat kontingensi pada tiap saluran transmisi. Pada tugas akhir ini analisis kontingensi diterapkan pada saluran 500 KV Jawa-Bali untuk menentukan tingkat keparahan kontingensi dan untuk mengevaluasi dampak dari kontingensi terhadap sistem.Static VAR Compensator (SVC) merupakan FACTS device yang dipasang secara shunt pada bus untuk memperbaiki profil tegangan pada kasus kontingensi terburuk. Penempatan FACTS device yang kurang optimal tidak mampu memperbaiki profil tegangan akibat kontingensi, sehingga pada tugas akhir ini  akan dilakukan optimasi penempatan dan penentuan kapasitas SVC menggunakan Voltage Performance Index dan Quantum Swarm Evolutionary Algorithm (QSEA).
Penempatan Optimal Kapasitor Dengan Memperhatikan Stabilitas Tegangan Akibat Penambahan Pembangkit dan Beban Di Kalimantan Selatan-Tengah Tahun 2021 Berdasarkan RUPTL Rizqi Aditya Pradana; Ontoseno Penangsang; Sjamsjul Anam
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28161

Abstract

Seiring dengan pertambahan beban, PLN mengimbanginya dengan cara membangun pembangkit baru. Hal tersebut dapat menyebabkan kontingensi tegangan dikarenakan perubahan aliran pada jaringan yang dapat menyebabkan pemadaman listrik. Peralatan Flexible AC Transmission System (FACTS) yang membantu mengatasi permasalahan kontingensi tegangan. Salah satu peralatan FACTS adalah Thyrisitor Controlled Series Compensator (TCSC). Karena performa TCSC bergantung pada lokasi pemasangan dan penentuan besar kapasitas TCSC diperlukan pemasangan dan penentuan ukuran TCSC yang optimal. Metode yang diajukan adalah dengan menggunakan Fast Voltage Stability Index (FVSI) sebagai acuan lokasi pemasangan TCSC. FVSI adalah salah satu metode untuk menentukan indikator index stabilitas tegangan. Untuk ukuran TCSC ditentukan dengan menggunakan metode trial and error. Metode tersebut akan diujikan pada jaringan transmisi 150 kV di Kalimantan Selatan-Tengah Tahun 2019 yang mengacu pada RUPTL. Dari hasil simulasi membuktikan peningkatan kestabilan tegangan dengan penambahan TCSC pada jaringan.
Analisa Pengaruh Doping Boron Terhadap Sifat Kapasitif Material Graphene untuk Aplikasi Superkapasitor Yurian Ariandi Andrameda; Susanti Diah; Haniffudin Nurdiansah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28265

Abstract

Media penyimpanan energi listrik merupakan salah satu material yang perlu dikembangkan di era ini. Salah satu media penyimpanan listrik adalah electric double layer capasitor (EDLC). Graphene adalah material karbon berlapis tunggal yang memiliki sifat-sifat unggul dalam aplikasi EDLC karena konduktifitas listrik dan luas permukaan aktif yang tinggi. Pendopingan graphene dengan boron diharapkan mampu meningkatkan konduktifitas listrik dengan mekanisme penambahan jumlah hole, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendopingan boron pada graphene terhadap sifat kelistrikannya dan struktur graphene. Metode hummer yang dimodifikasi diikuti dengan proses hydrothermal digunakan untuk mensintesis reduced graphene oxide (rGO). Penelitian ini menggunakan larutan asam borik H3BO3 1M sebagai media pendoping arom boron dengan variasi penambahan 1 ml, 2 ml, 3 ml. Material yang disintesis dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, SEM-EDX, FTIR, FPP, dan CV. Sifat kapasitif elektroda diukur dengan melakukan uji CV dengan rentang scan rate 5, 10, 50 dan 100 mV/s. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa doping boron berhasil meningkatkan kapasitansi spesifik dari 164.2 F/g sebelum didoping menjadi 192.5 F/g setelah didoping boron 4.37 at% dengan larutan Na2SO4 1M pada scan rate 5 mV/s
Praktik Manajemen Energi pada Industri Manufaktur Rifda Mufidah Lestari; Imam Baihaqi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.433 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28716

Abstract

Permasalahan energi di Indonesia berada di dua sisi, yaitu pada sisi persediaan cadangan energi tak terbarukan yang semakin menipis dan dari sisi konsumsi energi yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Pemerintah telah menyiasati permasalahan ini dengan menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik manajemen energi pada industri sektor manufaktur. Kueisioner disebarkan kepada perusahaan industri manufaktur yang telah menerapkan manajemen energi. Metode t-Test: Two Sample Assuming Equal Variances digunakan sebagai teknik analisis data. Dari 34 sampel perusahaan manufaktur, menunjukkan bahwa kelompok yang memiliki setifikat ISO 50001 dan kelompok tidak memiliki sertifikat ISO 50001 memiliki perbedaan persepsi mengenai komitmen manajemen, energy knowledge, dan audit energi, sedangkan pada dimensi energy awareness, kedua kelompok tersebut tidak memiliki perbedaan persepsi. Temuan lainnya adalah antara kelompok perusahaan yang memiliki pembangkit listrik dan yang tidak memiliki pembangkit listrik tidak ada perbedaan persepsi terkait komitmen manajemen, energy awareness, energy knowledge, dan audit energi.