cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penilaian Keandalan Sistem Tenaga Listrik Jawa Bagian Timur dan Bali Menggunakan Formula Analitis Deduksi Dan Sensitivitas Analitis Dari Expected Energy Not Served Adibtyo Putro Gumilang
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.544 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29094

Abstract

Penilaian keandalan sistem tenaga listrik dapat ditinjau dari banyak aspek. Salah satu parameter yang dapat digunakan adalah EENS (Expected Energy Not Served). Namun karena beban selalu mengalami peningkatan, sehingga harus diimbangi oleh pembangkitan pada sistem tenaga listrik. Penambahan jumlah dari komponen pada sistem tenaga listrik, mengakibatkan semakin banyak faktor yang mempengaruhi besarnya nilai keandalan dalam hal ini dikhususkan terhadap EENS. Oleh karena itu untuk mempermudah mendapatkan nilai EENS, dibantu dengan simulasi aliran daya optimal untuk mendapatkan nilai DNS pada setiap state daya. Kemudian indeks keandalan tersebut digunakan pada subsistem 150kV Krian-Gresik. Subsistem Krian-Gresik memiliki potensi EENS sebesar 397300.8 MWh/tahun. Dengan total kebutuhan energi sebesar  16777853 MWh/tahun. Sehingga EENS untuk subsistem 150kV Krian-Gresik bila dinyatakan dalam persen sebesar 2.368%. Untuk melihat pengaruh laju kegagalan maka dihitung sensitivitas EENS terhadap laju kegagalan untuk subsistem 150kV Krian-Gresik. Unit pembangkit GRESIKU54 memiliki nilai sensitivitas yang paling besar. Sehingga apabila unit pembangkit tersebut mengalami pemadaman, maka akan memiliki pengaruh yang cukup besar untuk EENS pada sistem.
Studi “Insitu Condition” Pengaruh Penambahan Fin Setengah Silinder yang Dimiringkan sebagai Extended Surface dan Vortex Generator Terhadap Efisiensi Kolektor Surya Pemanas Udara Harlista Dwi; Djatmiko Ichsani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29567

Abstract

Matahari merupakan energi yang terbesar di alam semesta. Energi yang diberikan oleh matahari berupa panas yang sangat ramah lingkungan, serta melimpah karena tidak akan pernah habis. Energi matahari sebagai sumber energy non konvensional dapat diaplikasikan pada kolektor pemanas udara yang berfungsi sebagai pengering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peforma kolektor surya jenis v-corrugated dengan penambahan obstacle dan fin berdiameter 6mm yang dimiringkan sebesar 67,5º pada insitu condition. Pengujian juga dilakukan dengan variasi laju alir massa sebesar 0,03kg/s; 0,05kg/s; 0,06kg/s; dan 0,08kg/s. Data diambil selama 5 hari dengan intensitas radiasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasil yang didapatkan pada penelitian energi yang berguna yang dapat diserap oleh fluida berbanding lurus dengan peningkatan laju alir massa dan intensitas radiasi namun berbanding terbalik dengan efisiensi kolektor. Quse tertinggi dicapai pada laju alir massa 0,06kg/s dengan intensitas radiasi 876 W/m2 yakni sebesar 785,80 Watt. Sedangkan efisiensi tertinggi dicapai pada laju alir massa 0,06kg/s dengan intensitas radiasi 654 W/m2 yakni sebesar 94%.
Eliminasi Efek Multiple pada Data Seismik Laut Dangkal Menggunakan Metode 2D Surface Related Multiple Elimination (2D SRME) Fikrizan Hilmy Andradit; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29621

Abstract

Multiple merupakan data penganggu pada data seismik yang dapat mengakibatkan tidak sesuainya penampang seismik dengan kondisi bawah permukaan bumi. Keberadaan multiple dapat mengakibatkan kesalahan informasi yang ditampilkan oleh data seismik sehingga multiple perlu dieliminasi. SRME merupakan metode yang berbasis data dan dapat memprediksi multiple yang lebih baik dari metode lain di near offset. Penelitian ini dilakukan menggunakan satu lintasan data sintetis laut dangkal yang akan diproses dengan perangkat lunak omega 2016. Pengolahan data seismik dilakukan dalam format data shot gather. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil eliminasi multiple dengan metode SRME yang efektif di near offset. Pada data far offset, perlu diaplikasikan kombinasi dengan metode lain untuk mendapatkan hasil yang efektif.
Perancangan Sistem Active Fault Tolerant Control (AFTC) untuk Pengendalian Posisi dengan Kontrol Cascade pada Sistem Servo Modular MS150 DC Tulus Indra Hermawan; Katherin Indriawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29715

Abstract

Kesalahan pada komponen seperti aktuator dan sensor dapat mengakibatkan kegagalan sistem salah satunya pada pengendalian posisi motor DC. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan sistem Active Fault Tolerant Control (AFTC) yang mampu bekerja ketika terdapat kesalahan pada komponen seperti aktuator dan sensor pada pengendalian posisi sistem servo modular MS150 DC sehingga performansi sistem tetap terjaga. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat pemodelan servo modular MS150 DC. Langkah kedua adalah merancang sistem kontrol cascade PI-P. Langkah ketiga adalah merancang sistem AFTC secara simulasi dan langkah terakhir adalah merancang sistem AFTC untuk aplikasi real time. Sistem tanpa AFTC pada kesalahan sensor secara real time mengalami error steady state sebesar 11% dan 91% sedangkan sistem dengan AFTC tidak mengalami error steady state. Sistem tanpa AFTC pada kesalahan aktuator secara real time mengalami overshoot sebesar 12,7% dan 28,6%, sedangkan sistem dengan AFTC mengalami overshoot lebih kecil sebesar 1,59% dan  11,15%. Hal tersebut terjadi karena sistem AFTC bisa menolerir kesalahan dari sensor dan aktuator sehingga respon sistem menjadi lebih baik.
Studi Numerik Karakteristik Aliran Melalui Backward Facing Inclinesd Step dengan Penambahan Paparan Panas dari Gedung pada Sisi Upstream Franciska Enstinita Puspita; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29811

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat karakteristik aliran fluida yang melalui backward facing inclined step dengan penambahan paparan panas dari high rise building pada sisi upstream. Peninjauan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CFD (Computational Fluid Dynamic). Pemodelan ini menggunakan aliran steady flow, incompressible flow, dan uniformflow pada sisi inlet. Simulasi ini menggunakan model turbulen k-ω SST dengan kecepatan angin pada inlet 3 m/s dan 9 m/s (Re=2×10⁴ dan Re=6×10⁴). Meshing menggunakan Hexa-hedral dengan jumlah node 2,5×10⁶. Variasi inclined step 30⁰, 45⁰, dan 90⁰. Kecepatan fluida panas dari gedung yaitu 1,5 m/s dengan temperatur 64⁰ C. Angin lingkungan memiliki temperatur 27⁰ C. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah variasi sudut inclined step mempengaruhi kecepatan fluida, panjang reattachment, dan luas wilayah yang mengalami kenaikan temperatur. Perbandingan kontur kecepatan memperlihatkan luas area backflow paling sempit berada pada inclined step 30⁰. Pada pathline tiap variasi inclined step diketahui bahwa reattachment paling pendek berada pada model dengan sudut inclined step 30⁰. Berdasarkan kontur pada posisi y/h=0,5 dan y/h=1 pada daerah downstream, persebaran temperatur paling sempit ada pada domain dengan sudut inclined step 30⁰. Selain itu variasi bilangan Reynolds juga berpengaruh terhadap persebaran temperatur. Semakin tinggi nilai bilangan Reynolds maka semakin kecil kenaikan temperatur lingkungan yang terjadi.
Dynamic Economic Dispatch Mempertimbangkan Rugi-Rugi Transmisi Menggunakan Quadratically Constrained Quadratic Program Kresna Bayu Ar-razi Arifin; Rony Seto Wibowo; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.705 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30870

Abstract

Optimasi pada pembangkitan energi listrik sangat diperlukan agar energi listrik yang dibangkitkan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Salah satu cara optimasi adalah Dynamic Economic Dispatch (DED). DED adalah pengoptimalan pembangkit listrik untuk memperoleh biaya pembangkitan minimal terhadap permintaan beban berdasarkan periode waktu dan beban tertentu. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengoptimalan sistem tenaga listrik adalah rugi-rugi daya pada saluran transmisi. Rugi-rugi daya pada saluran transmisi dapat menyebabkan pembangkitan energi listrik harus lebih tinggi daripada permintaan beban untuk mengatasi daya yang hilang pada saluran transmisi, sehingga dapat meningkatkan biaya pembangkitan energi listrik pada sistem. Pada tugas akhir ini menggunakan metode Quadratically Constrained Quadratic Program (QCQP) untuk menghitung biaya minimum pembangkitan energi listrik terhadap permintaan beban dengan mempertimbangkan rugi-rugi transmisi dan menggunakan batasan ramp rate dari unit pembangkit.
Aliran Daya Optimal dengan Efek Katup Menggunakan Grey Wolf Optimization Monica Amelia Oktaviani; Rony Seto Wibowo; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.398 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30906

Abstract

Perkembangan teknologi menjadi pusat sorotan masyarakat pada akhir-akhir ini. Semakin berkembangnya teknologi, semakin besar juga tenaga listrik yang dibutuhkan. Tenaga listrik yang dibutuhkan tidak sebanding dengan tenaga listrik yang dihasilkan karena mahalnya pembiayaan operasi pembangkitan. Analisa aliran daya optimal merupakan analisis yang tepat untuk menjawab masalah tersebut, dimana analisis ini bertujuan untuk meminimalkan biaya operasi dengan tetap mempertahankan daya output yang optimal dengan tetap memperhatikan batasan-batasan yang ada seperti efek katup dsb. Efek katup adalah efek pembukaan katup saat pembangkit beroperasi dimana dapat menyebabkan kurva biaya tiap unit pembangkit tidak mulus. Penyelasaian aliran daya optimal memakai metode-metode optimisasi matematika atau dapat disebut juga denngan metode kecerdasan buatan.Pada topik tugas akhir ini, pembahasan aliran daya optimal dengan efek katup akan diselesaikan dengan metode optimisasi yang bersifat heuristik yaitu metode Grey Wolf Optimization (GWO). Implementasi dari Grey Wolf Optimization adalah untuk menemukan daya output yang optimal dari masing-masing pembangkit yang diarahkan untuk mengecilkan fungsi objektif (harga) ketika memenuhi segala batasan. Data unit pembangkit menggunakan data sistem IEEE 9 Bus dan 30 Bus dan disimulasikan pada software Matlab. Harga operasi pembangkit yang merupakan hasil dari simulasi akan dibandingkan dengan hasil dari metode yang telah dilakukan sebelumnya
Alokasi Ekonomis Untuk Sistem Penyimpan Energi dengan Mempertimbangkan Distribusi Tenaga Angin Vicky Pria Permata; Rony Seto Wibowo; Vita Lystianingrum Budiharto Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30914

Abstract

Sistem penyimpan energi telah banyak digunakan, seiring meningkatnya penggunaan pembangkit listrik energi terbarukan. Salah satu kelebihan dari sistem penyimpan energi adalah dapat meminimalkan biaya operasi sistem dan memperbaiki profil tegangan. Namun, pemasangan penyimpan energi dengan lokasi dan ukuran yang kurang sesuai akan menyebabkan biaya operasi sistem yang kurang optimal dan mengancam stabilitas tegangan, khususnya pada sistem yang memiliki pembangkit listrik tenaga angin. Karena sifat angin yang tidak pasti, sehingga menyebabkan daya yang disalurkan pembangkit listrik tenaga angin ke sistem berubah-ubah. Algoritma Hybrid Multi-Objective Particle Swarm Optimization (HMOPSO) digunakan untuk mencari lokasi dan ukuran penyimpan energi yang optimal dalam pertimbangan ketidak-pastian distribusi tenaga angin. Algoritma HMOPSO mengkombinasikan algoritma Multi-Objective Particle Swarm Optimization (MOPSO) dengan teknik aliran daya Newton-Raphson dan five-point estimation method (5PEM). Metode 5PEM digunakan untuk mendiskritisasi distribusi tenaga angin. Selanjutnya, dilakukan analisis probabilitas biaya. Sistem IEEE 30-bus digunakan untuk melakukan beberapa studi kasus. Hasil simulasi dari setiap studi kasus menunjukkan perlunya alokasi sistem penyimpan energi secara optimal dan memperlihatkan keefektifan metode yang dilakukan.
Dynamic Economic Dispatch Mempertimbangkan Demand Response Menggunakan Particle Swarm Optimization Zico Musiano Sihombing; Rony Seto Wibowo; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.817 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30926

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, permintaan daya listrik pun terus mengalami peningkatan, peningkatan ini dapat terjadi karena jumlah penduduk yang semakin hari semakin bertambah. Biaya bahan bakar juga semakin meningkat yang menyebabkan biaya pembangkitan tenaga listrik juga akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu optimasi pada energi listrik tersebut, mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi manusia. Optimasi pada pembangkit tenaga listrik merupakan suatu proses untuk mendapatkan kombinasi daya output dari generator, yang dapat menghasilkan biaya pembangkitan yang minimal. Dynamic Economic Dispatch (DED) merupakan salah satu teknik optimasi pada pembangkit tenaga listrik, dimana DED digunakan untuk menentukan kombinasi daya output pada tiap-tiap generator pada setiap periodenya (24 jam). Demand Response Program (DRP) merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi biaya pembangkitan tenaga listrik, karena DRP digunakan untuk mengurangi permintaan beban pada suatu periode tertentu. Pada tugas akhir ini, metode DRP yang digunakan adalah Emergency Demand Response / Direct Load Control (EDRP/DLC). EDRP/DLC termasuk ke dalam incentive-based demand response program. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, penulis akan menggunakan metode particle swarm optimization (PSO).
Implementasi Sensor Kinect pada Mobile Robot untuk Inspeksi Objek yang Mengandung Bahan Kimia Muhammad Iqbal Fahmi; Muhammad Rivai; Hendra Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.576 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30955

Abstract

Adanya teror bom yang terjadi saat ini dengan cara meletakkan barang-barang mencurigakan di lokasi tertentu masih banyak terjadi. Metode saat ini untuk menjinakkan bom menggunakan rompi anti-peledak khusus masih merupakan risiko yang berbahaya. Pada penelitian ini telah dibuat sebuah Mobile Robot yang dilengkapi Sensor Kinect, Modul Sensor Gas MQ-5, Metode HSV dan Image Proccesing. Pada pengujian yang mengimplementasi sensor kinect pada mobile robot untuk inspeksi warna objek target dan dilengkapi sensor gas MQ-5 untuk melakukan aktifitas pemetaan terhadap gas Iso-Butane pada suatu lokasi objek. Hasil percobaan image proccesing dengan kamera sensor kinect ketika mendapatkan nilai  objek warna hijau dengan metode HSV adalah hue 29 - 84, saturation 86 - 255, value 6 - 255 dengan percahayaan ruangan 2000 lux, kesalahan nilai warna objek hijau dengan percahayaan ruangan 80 lux mengakibatkan mendeteksi warna objek kuning. Pada hasil pemetaan sensor gas menunjukan arah dan kecepatan angin melebihi 5 km/jam mempengaruhi kenaikan dan penurunan nilai pembacaan kadar gas, sedangkan ketika pengukuran jarak menggunakan depth sensor kinect antara jarak mobile robot dengan objek minimal 40 cm - 400 cm.