cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Unit Mesin Pendingin (Cold Storage) untuk Produk Karkas Sapi Kapasitas 25 Ton dengan Kombinasi Refrigerasi Kompresi Uap, Refrigerasi Absorpsi, dan Flat Plate Solar Collector di Kabupaten Pamekasan-Madura Canny Cado Dwi Putri Ayu; Budi Utomo Kukuh Widodo; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.267 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26684

Abstract

Pamekasan merupakan kota dengan potensi yang besar dalam bidang peternakan, yaitu produksi karkas sapi. Bahkan, proses ekspor sering dilakukan oleh masyarakat lokal ke berbagai daerah di luar Madura. Namun, mereka memilih cara yang salah dalam proses distribusi karkas. Mereka mengirim sapi dalam keadaan hidup dan melakukan proses penyembelihan di tempat tujuan. Proses ini akan lebih baik jika karkas terlebih dahulu dibekukan. Oleh karena itu, dibutuhkan desain cold storage. Pamekasan juga memiliki potensi iradiasi yang cukup, sehingga desain menggunakan solar collector jenis datar. Perancangan meliputi konstruksi dan sistem pendinginan, yaitu kombinasi refrigerasi kompresi uap dan absorpsi. Ammonia (R717) sebagai refrigeran dan Aquos-ammonia sebagai absorben-refrigeran pada absorpsi. Hal ini bertujuan agar karkas kapasitas 25 ton dapat didinginkan hingga temperatur -20℃. Variasi yang digunakan dalam proses perancangan yaitu persentase ammonia larutan lemah 10%, 20%, 30%, dan 40% untuk menentukan COP dan luas solar collector teroptimal. Hasil yang diperoleh yaitu beban maksimal 251,922 KW pada 15 jam pendinginan bulan Januari; nilai COP kompresi uap 3,375; COP optimal untuk refrigerasi absorpsi 0,794; luas solar collector 300,702 m2; dan pemilihan komponen sistem berdasar katalog.
Rancang Bangun Robot Omni untuk Mencari Sumber Gas Menggunakan Kontrol Logika Fuzzy Berbasis Mikrokontroler ARM STM-32 Azhar Dwi Rizqi Aljabar; Muhammad Rivai; Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.307 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27235

Abstract

Kebocoran gas yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan bahaya yang dapat mengancam penggunanya, seperti tejadinya kebakaran, atau meledaknya sebuah tabung gas. Untuk itu dibutuhkan sebuah metode penanganan cepat untuk mengetahui letak terjadinya kebocoran gas. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat suatu Omni Directional Wheels Robot yang berfungsi sebagai gas tracker untuk mendeteksi letak kebocoran gas. Rancang bangun gas tracker ini menggunakan platform lingkaran yang dilengkapi dengan tiga buah sensor gas semikonduktor MQ-4, yang ditempatkan pada tiap 120 udut platform robot. Robot ini menggunakan sistem fuzzy logic controller yang diolah menggunakan STM32F4-Discovery. Robot ini akan mencari sumber kebocoran gas dengan menggunakan hasil pendeteksian dari sensor gas. Input fuzzy logic berupa perubahan nilai tegangan sensor gas. Pada proses defuzzifikasi dihasilkan output berupa sudut datang dan jarak sumber gas terhadap robot. Hasil deffuzifikasi kemudian akan berfungsi sebagai input gerak robot sesuai dengan perhitungan kinematika robot. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa robot ini dapat menuju ke sumber gas dengan nilai rata-rata tertinggi adalah 93,33 % saat sudut 210
Analisis Pengaruh Tekanan Fluida Pemanas pada LPH Terhadap Efisiensi dan Daya PLTU 1x660 MW dengan Simulasi Cycle Tempo Muhammad Ismail Bagus Setyawan; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.015 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27452

Abstract

Salah satu upaya peningkatan siklus Rankine adalah penggunaan closed feedwater heater. Fokus penelitian ini adalah LPH (low pressure heater) milik PLTU 1x660 MW. Pembangkit ini memiliki 4 buah LPH yang fluida pemanasnya diambil dari ekstraksi LP (low pressure) turbine. Penelitian menggunakan variasi tekanan fluida pemanas LPH. Nilai tekanan yang digunakan adalah rasio perbandingan tekanan fluida pemanas LPH terhadap tekanan fluida masuk LP turbine. Penelitian menganalisis ke empat LPH secara individual, yaitu ketika satu LPH diubah tekanan fluida pemanasnya, tekanan fluida pemanas LPH yang lain tidak berubah dari keadaan existing. Analisis yang dilaksanakan dibantu oleh perangkat lunak Cycle Tempo versi 5.1 yang dikembangkan oleh Asimptote, sebuah perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang industri pembangkit. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa pada setiap LPH terdapat rasio optimum tekanan fluida pemanas terhadap tekanan fluida masuk LP turbine. Rasio optimum tekanan fluida pemanas LPH #5 dan LPH #8 terhadap tekanan fluida masuk LP turbine berada pada keadaan existing, yaitu 0,41 dengan tekanan kerja fluida pemanas sebesar 3,88 bar, dan 0,027 dengan tekanan kerja fluida pemanas sebesar 0,259 bar secara berurutan. sedangkan rasio optimum tekanan fluida pemanas LPH #6 dan LPH #7 terhadap tekanan fluida masuk LP turbine secara berurutan berada pada rasio 0,2 dengan tekanan kerja fluida pemanas sebesar 1,89 bar, dan 0,07 dengan tekanan kerja fluida pemanas sebesar 0,7 bar. Penelitian juga menunjukkan bahwa tekanan fluida pemanas LPH #6 cenderung dominan dibanding LPH yang lain di dalam pengaruh perubahan performa pembangkit. Dalam analisis pada saat tekanan fluida pemanas LPH #6 berada pada tekanan kerja 1,89 bar dengan rasio sebesar 0,2 dan LPH yang berada pada kondisi existing, daya yang dihasilkan adalah 660,378 MW dan efisiensi pembangkit yang dihasilkan adalah 40,028%. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa data desain PLTU 1x660 MW sudah optimum dengan daya total 660,289 MW dan efisiensi pembangkit sebesar 40,022%.
Analisis Pengaruh Passive Variable-Pitch pada Turbin Sumbu Vertikal Darrieus Cascade terhadap Efisiensi Turbin Hidrokinetik Berbasis Computational Fluid Dynamics Choirun Nisaa Firdausy; Ridho Hantoro; Nur Laila Hamidah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.151 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27494

Abstract

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performansi turbin hidrokinetik, diantaranya dengan penyusunan blade turbin secara rangkap pada satu lengan, atau biasa disebut dengan cascade dan juga penggunaan mekanisme passive variable – pitch, yaitu mekanisme yang mengatur blade sehingga dapat bergerak dengan sudut tertentu dengan diatur oleh stopper. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan studi eksperimental dan simulasi mengenai pengaruh penggunaan cascade foil terhadap performansi turbin, yang membuktikan bahwa susunan cascade pada turbin dapat meningkatkan performansi turbin. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis mengenai pengaruh penggunaan passive variable – pitch pada turbin Darrieus sumbu vertikal yang disusun secara cascade terhadap performansi turbin. Berdasarkan simulasi yang dilakukan dengan metode CFD, didapatkan hasil bahwa semakin besar kecepatan aliran air, akan semakin besar pula nilai gaya dan torsi pada turbin. Namun nilai koefisien performansi (Cp) justru semakin turun seiring dengan peningkatan nilai kecepatan aliran, dimana Cp terbaik didapatkan pada kecepatan aliran 0,8 m/s dengan nilai Cp sebesar39,76%. Selain itu, pada penelitian ini juga dilakukan analisis karakteristik aliran, ditinjau dari pola tekanan dan streamline kecepatan untuk mengetahui pengaruh perubahan kecepatan aliran terhadap persebaran kecepatan aliran dan tekanan di sekitar turbin.
Desain dan Analisis Sistem Pengkondisian Udara Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) pada Kereta Ukur Sulawesi di PT. INKA (Persero) Shinta Aprilia Safitri; Sarwono Sarwono; Ridho Hantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.007 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27522

Abstract

Sistem pengkondisian udara memegang peranan penting dalam menunjang tercapainya tingkat kenyamanan termal. Kenyamanan termal dalam kereta dapat tercapai apabila penumpang mendapatkan suplai temperatur, tingkat kelembaban, maupun pergerakan udara yang ideal dari lingkungannya. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, Kereta Ukur Sulawesi membutuhkan kapasitas pendinginan minimum sebesar 106.116,13 Btu/hr atau setara dengan 31,1 kW. Beban tersebut dapat ditangani dengan memasang 2 unit AC dengan kapasitas masing-masing sebesar 17,5 kW. Udara dari AC menuju ke dalam Kereta Ukur Sulawesi akan disalurkan lewat saluran udara yang dirancang dengan 2 bentuk, yaitu lurus dan bercabang yang masing-masing memiliki variasi sudut pengarah pada lubang keluaran udara. Analisis desain saluran udara dilakukan dengan menggunakan software berbasis CFD. Variasi sudut pengarah menyebabkan terjadinya perubahan temperatur rata-rata dalam kereta. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa desain saluran udara yang paling baik untuk diterapkan pada Kereta Ukur Sulawesi adalah saluran udara bercabang dengan variasi sudut pengarah 75 derajat. Variasi tersebut menghasilkan temperatur rata-rata 7,513oF dengan kelembapan relatif 78,3%.
Studi Eksperimen Unjuk Kerja Sistem Refrigerasi Single State Dengan Variasi Expansion Device Saiful Maulida Irsyad; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.902 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27525

Abstract

Air conditioner/AC (pengkondisi udara) telah menjadi kebutuhan umum pada rumah tangga dan perkantoran di kota-kota besar seperti Surabaya. Pengkondisi udara sangat diperlukan karena Indonesia memiliki iklim tropis dan kondisi udara yang cenderung lembab. Eksperimen kali ini adalah memodifikasi sistem pengkondisian dengan tipe AC split. AC split yang tersusun dari sebuah indoor unit dan outdoor unit dirangkai dengan alat ekspansi berupa Thermostatic Expansion Valve(TXV) dan pipa kapiler, serta alat ukur berupa flowmeter, termokopel, dan pressure gauge. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan variasi alat ekspansi Thermostatic Expansion Valve (TXV) dan pipa kapiler dengan beban evaporator (low, medium, high). Pada setiap variasi, pengambilan data dilakukan sebanyak tigabelas kali dengan interval 5 menit. Performa sistem refrigerasi yang telah dimodifikasi adalah COP untuk kecepatan fan low dengan nilai 3,622 dengan penggunaan TXV dan 3,779 dengan penggunaan pipa kapiler, COP untuk kecepatan fan medium dengan nilai 3,707 dengan penggunaan TXV dan 3,913 dengan penggunaan pipa kapiler, dan COP untuk kecepatan fan high dengan nilai 3,764 dengan penggunaan TXV dan 3,439 dengan penggunaan pipa kapiler. Sedangkan HRR untuk kecepatan fan low dengan nilai 1,276 dengan penggunaan TXV dan 1,265 dengan penggunaan pipa kapiler, HRR untuk kecepatan fan medium dengan nilai 1,270 dengan penggunaan TXV dan 1,256 dengan penggunaan pipa kapiler, dan HRR untuk kecepatan fan high dengan nilai 1,291 dengan penggunaan TXV dan 1,266 dengan penggunaan pipa kapiler. Terjadi peningkatan COP dan HRR seiring dengan peningkatan beban pendinginan.
Analisis Pengaruh Rasio Reheat Pressure dengan Main Steam Pressure terhadap Performa Pembangkit dengan Simulasi Cycle-Tempo Raditya Satrio Wibowo; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.69 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27529

Abstract

Pembangkit listrik modern memiliki setidaknya satu tahap reheat dalam pengoperasiannya. Pada siklus reheat, rasio reheat pressure dengan main steam pressure dapat berpengaruh terhadap performa pembangkit. Penelitian mengenai pengaruh rasio reheat pressure dengan main steam pressure ini dilakukan dengan analisis termodinamika yang dibantu dengan pemodelan dan simulasi menggunakan perangkat lunak Cycle-Tempo 5.1. Pemodelan dilakukan dengan memodelkan pembangkit listrik sub-critical berkapasitas 660 MW berdasarkan data design pada heat balance diagram. Dan variasi rasio yang dilakukan dimulai dari rasio 15%, berlanjut pada rasio 18%, 20%, 25%, 28%, 30%, dan 35%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio reheat pressure dengan main steam pressure akan mempengaruhi daya yang dihasilkan pembangkit serta energi panas yang dibutuhkan boiler untuk memanaskan fluida kerja. Sehingga dibutuhkan titik optimum dimana menghasilkan keuntungan yang maksimal dari kedua faktor tersebut. Titik optimum untuk pembangkit ideal reheat (teoritis) berada pada rasio 22.96% dan untuk pembangkit reheat-regenerative (pembangkit kompleks) berada pada rasio 30%. Pergeseran titik optimum ini disebabkan karena adanya batasan variasi tekanan reheat pada pembangkit kompleks oleh tekanan uap ekstraksi yang menyuplai panas untuk komponen feedwater heater. Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan siklus reheat-regenerative pada pembangkit, dapat menurunkan net turbine cycle heat rate secara drastis sebesar 1216.47 kJ/kWh.
Studi Eksperimen Pengaruh Viskositas Pelumas Terhadap Performansi Compressor Refrigeration Hairun Apriadi Ramadhan; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.548 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27531

Abstract

Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain untuk mengurangi dan memperkecil gesekan dan keausan diantara permukaan-permukaan mesin yang bergerak, pelumas juga berperan untuk menyerap panas yang timbul karena gesekan antara komponen-komponen mesin, hal ini membuat komponen mesin terhindar dari overheating atau panas berlebih. Akan tetapi ada kemungkinan performansi kompresor dapat bekerja dengan baik dengan oli kompresor yang memiliki viskositas yang stabil. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain AC split, refrigeran jenis terhidrogenasi chlrofluokarbon, pelumas jenis mineral oil. AC split yang tersusun dari sebuah indoor unit dan outdoor unit dirangkai dengan TXV (thermostatic expansion valve), inverter, serta alat ukur berupa flowmeter, termokopel, dan pressure gauge. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan variasi putaran evaporator fan (low, medium, high), pengguanaan oli seri 3GS, 4GS dan 5GS. Pada setiap variasi, pengambilan data dilakukan selama 1 jam dengan interval 5 menit. Hasil yang didapatkan dari studi eksperimen pengaruh viskositas pelumas terhadap performansi compressor refrigeration, dengan penggunaan viskositas 100cSt(5GS) efisiensi kompresor yang dihasilkan pada beban high mencapai 73.6% dan nilai tesebut lebih besar jika dibandingkan dengan kedua viskositas 55cSt(4GS) dan 30cSt(3GS), yaitu 72.1% dan 70.3% pada pada kondisi beban high. Penggunaan viskositas yang lebih tinggi, menghasilkan efisiensi kompresor yang lebih besar sehingga mempengaruhi kerja kompresor.
Identifikasi Persebaran Kualitas Batubara Nilai Kalori, Kandungan Abu dan Kadar Kelembapan dengan Menggunakan Metode Well Logging Dara Felisia Ardhityasari; Anik Hilyah; Mohamad Singgih Purwanto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.565 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27553

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode Well Logging di daerah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa nilai log densitas terhadap nilai kalori, kandungan abu dan kadar kelembaban pada lapisan batubara. Metode Well Logging yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Log gamma ray dan Log Densitas. Hasil analisa di daerah penelitian didapatkan nilai rata-rata nilai densitas 12937 gr/cc, Kandungan abu 3,79%, Kalori 5799 Kcal/kg dan Kadar kelembaban 32,69%. Didapatkan hubungan antara densitas yaitu untuk kandungan TM (Kadar kelembaban) dan kandungan abu (Kandungan abu) menunjukkan bahwa nilainya semakin rendah kearah dip (Utara). Berdasarkan hubungan korelasi tersebut kualitas batubara pada daerah penelitian memiliki kualitas yang baik.
Analisis Pemanfaatan Geothermal Brine untuk Pembangkitan Listrik dengan Heat Exchanger Aloysius Afriandi; Ridho Hantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.649 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27687

Abstract

Geothermal atau Panas Bumi merupakan salah satu sumber energi yang tergolong ke dalam jenis energi baru dan terbarukan. Dalam pemanfaatannya, proses pembangkitan listrik panas bumi pada PLTP dengan sumber panas bumi dengan entalpi tinggi seringkali membuang cairan panas bumi atau brine. Brine ini sendiri memiliki potensi termal dari 148-1730C sehingga masih berpotensi untuk dijadikan energi dalam pembangkitan dengan menggunakan siklus biner. Siklus biner sendiri merupakan siklus pembangkitan listrik yang dalam prosesnya menggunakan bantuan fluida sekunder atau fluida kerja bertitik didih rendah untuk mengoptimalkan vapor yang dihasilkan oleh fluida sekunder tersebut dengan panas yang tersedia. Fluida kerja yang digunakan dalam penelitian ini antara lain R134a, n-pentana, dan isobutana. Dari ketiga jenis fluida kerja tersebut didapatkan bahwa n-pentana merupakan fluida kerja yang paling baik jika ditinjau dari daya yang dihasilkan yaitu sebesar 14980kW dan ditinjau dari efisiensi eksergetiknya yaitu 68,7%.