cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Arahan Teknis Pengendalian Minimarket di Surabaya Timur (Kecamatan Gubeng-Mulyorejo-Sukolilo) Mohammad Riziq Syihab; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.2 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46233

Abstract

Di Kota Surabaya, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda berhasil memberikan kontribusi sebesar 27,63% dari PDRB Kota Surabaya. Sektor tersebut selain memberikan manfaat juga memunculkan beberapa masalah didalamnya seperti pertumbuhan minimarket yang berpotensi menimbulkan masalah padatnya keberadaan minimarket. Di Kota Surabaya, terdapat 105 minimarket yang beraglomerasi di 3 kecamatan di Surabaya Timur sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya perkembangan usaha mikro dan pasar yang ada. Selain itu terdapat pula masalah tidak terstandarisasinya syarat jumlah penduduk minimal terlayani dalam perizinan minimarket. Kemudian jika mengacu RTRW Kota Surabaya, disebutkan bahwa keberadaan minimarket dapat menyebabkan kemacetan, kurangnya lahan parkir dan kebutuhan ruang internal yang kompleks sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah lanjutan lainnya. Dalam mengatasi masalah tersebut, pemerintah Kota Surabaya sudah berupaya melakukan pengendalian dengan berdasarkan Perda No.8 Tahun 2014, namun tidak terlaksana dengan baik dan kurang relevan dengan perkembangan minimarket saat ini. Berdasarkan masalah tersebut, disusun penelitian ini yang bertujuan untuk merumuskan arahan teknis pengendalian minimarket di Surabaya Timur. Dalam menyelesaikan masalah tersebut dilakukan analisa KMO untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi di masyarakat. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sebagai input informasi. Kemudian dilakukan content analysis untuk menentukan arahan teknis pengendalian minimarket dengan menggunakan in-depth interview kepada stakeholder sebagai input analisis. Penelitian ini menghasilkan 17 variabel yang bermasalah yang diantaranya adalah variabel yang berkaitan dengan kesesuaian terhadap peraturan, lalu lintas, lahan parkir, pengelolaan ruang internal minimarket, penduduk terlayani, aglomerasi serta jam operasional minimarket. Hasil dari penelitian ini adalah arahan keleluasaan disperindag untuk mengarahkan lokasi pembangunan minimarket, pembangunan sistem layanan aduan dari masyarakat, serta alokasi CSR untuk lingkungan sekitar dan perbaikan pasar untuk variabel terkait kesesuaian terhadap peraturan, arahan lokasi minimarket minimal di fungsi jalan lokal dengan lebar jalan minimal 8 meter dengan menyertakan dokumen analisa dampak lalu lintas untuk variabel terkait lalu lintas, arahan penyediaan luas minimal lahan parkir 12x20 meter untuk setiap 100 meter luas lantai penjualan untuk variabel terkait lahan parkir, arahan luas minimal minimarket 100 meter untuk variabel terkait pengelolaan ruang internal, arahan untuk minimal melayani 2000 penduduk atau 500 KK serta mengadakan kerjasama distribusi barang dengan toko sekitarnya untuk variabel terkait kependudukan, arahan pembatasan jam operasional di jam 06.00-10.00 pagi untuk minimarket yang berjarak 500-1000 meter dari pasar untuk variabel terkait aglomerasi, serta pengecualian arahan untuk minimarket yang terintegrasi bangunan
Prediksi Perkembangan Permukiman Berbasis Cellular Automata dan Perspektif Developer di Sebagian Wilayah Kabupaten Sidoarjo Belia Fransiska; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46289

Abstract

Sidoarjo sebagai Kabupaten dengan aksesibilitas tinggi dan fasilitas yang lengkap, menjadi sasaran utama warga Surabaya dalam bermukim. Kabupaten Sidoarjo sebelah utara merupakan wilayah yang paling diminati, terutama Kecamatan Waru, Sedati, Buduran, Candi, dan Sidoarjo. Berdasarkan perhitungan GIS, dalam kurun waktu 9 tahun (2009-2018) lahan permukiman di 5 kecamatan tersebut mengalami peningkatan luasan sebesar 35.3% (1692.9 Ha) yang diikuti menurunnya lahan kosong, pertanian, dan tambak. Perkembangan lahan permukiman mengalami pelonjakan sehingga tidak terkontrol, sementara perkembangan lahan permukiman diperkirakan akan terus terjadi. Namun demikian tidak diketahui pola perkembangan lahan permukiman di masa mendatang. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu diketahui perkembangan lahan permukiman di masa mendatang. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan prediksi perkembangan permukiman di Kabupaten Sidoarjo berdasarkan perspektif developer sebagai salah satu pihak yang berperan tinggi dalam pengembangan lahan permukiman.  Pada penelitian ini menggunakan metode Delphi untuk mengetahui faktor pengaruh perkembangan lahan permukiman dan AHP untuk pembobotan setiap faktornya. Sedangkan untuk prediksi perkembangan lahan permukiman di masa mendatang digunakan metode cellular automata. Berdasarkan hasil prediksi tren perkembangan lahan permukiman pada tahun 2029 dengan cellular automata mengalami peningkatan sebesar 3762 Ha (78.43%) dengan tingkat akurasi prediksi sebesar 89.31%. kemudian dari hasil analisis overlay peta penggunaan lahan permukiman hasil prediksi tahun 2029 dengan RTRW Kabupaten Sidoarjo 2029, lahan permukiman mengalami potensi deviasi sebesar 7.43% (19922,82 Ha)
Pola Spasial Produksi dan Serapan Emisi CO2 Primer pada Sektor Perumahan di Kecamatan Sukomanunggal Baskara Adiena Hutomo; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.127 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46419

Abstract

Banyak dari kegiatan rumah tangga yang bisa menghasilkan emisi CO2, ditambah lagi tidak aktifnya beberapa stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menjadikan kurangnya data spasial terkait paparan dan serapan emisi karbon (CO2). Oleh karena itu diperlukan mempolakan data spasial terkait produksi dan serapan emisi CO2 yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pola spasial dari produksi dan serapan emisi gas CO2 di sektor perumahan yang terdapat di Kecamatan Sukomanunggal. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari (1) Mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi produksi dan serapan emisi CO2 pada suatu unit rumah di lahan permukiman di Kecamatan Sukomanunggal dengan menggunakan metode CFA (Confirmatory Factor Analysis), (2) Mengestimasi jumlah produksi dan serapan emisi CO2 pada sektor perumahan di Kecamatan Sukomanunggal dengan perhitungan Faktor Emisi, (3) Mempolakan secara spasial produksi dan serapan emisi CO2 primer pada sektor perumahan di Kecamatan Sukomanunggal dengan metode Interpolasi. Penelitian ini terletak di Kecamatan Sukomanunggal, pemilihan Kecamatan Sukomanunggal sebagai wilayah studi dikarenakannya dominannya lahan permukiman di Surabaya Barat yang dimana Kecamatan Sukomanunggal merupakan kecamatan di wilayah Surabaya Barat.Dari hasil penelitian ini, diperoleh bahwa produksi emisi CO2 banyak dihasilkan dari Rumah bertipe Mewah. Namun serapan terbesar juga dihasilkan di wilayah perumahan bertipe Mewah. Sehingga produksi Emisi (CO2) dengan serapan yang kecil terjadi pada perumahan bertipe sederhana yang berkarakteristik permukiman padat. Serapan dari Ruang Terbuka Hijau Privat masih memberi kontribusi kecil terhadap serapan Emisi CO2 tersebut.
Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo Ririn Putri Kusuma; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46525

Abstract

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) telah dilaksanakan di berbagai daerah yang diidentifikasi sebagai permukiman kumuh, salah satunya di Desa Tambak Cemandi, Sidoarjo dimana daerah kumuh terdiri dari 9,75 hectar. Area permukiman mengalami penurunan kualitas lingkungan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sebagian besar masyarakat membuang sampah dan buang air besar di sungai atau tambak, kondisi sungai di penuhi dengan sampah, dan belum menyediakan fasilitas infrastruktur yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Desa Tambak Cemandi, Sidoarjo. Tahapan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh dan mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah studi menggunakan metode content analysis. Langkah selanjutnya yaitu merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Desa Tambak Cemandi menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa arahan peningkatan kualitas permukiman berdasarkan hasil karakteristik permukiman kumuh dan faktor berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah studi, antara lain kondisi jalan, sanitasi, persampahan, pendapatan penduduk, partisipasi masyarakat dan perilaku masyarakat.
Optimasi Pemanfaatan Lahan Melalui Pendekatan Telapak Ekologis di Kabupaten Sukoharjo Tita Almira Desiana; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46842

Abstract

Adanya keragaman fungsi wilayah dan kegiatan yang pesat di tengah tuntutan keseimbangan pasokan dan permintaann sumberdaya membuat Kabupaten Sukoharjo memerlukan optimasi pemanfatan lahan melalui pendekaran telapak ekologis. Analisis ini dilakukan berdasarkn komponen biokapasitas atau ketersediaan lahan produktif, telapak ekologis atau konsumsi pemanfaatan lahan, dan defisit ekologis. Variabel penelitian ini adalah populasi, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, penyerap karbon, dan terbangun. Tahapan penelitian ini dimulai dari perhitungan biokapasitas (demand), telapak ekologis (supply), keseimbangan defisit ekologis, dan optimasi lahan. Kemudian dilakukan komparasi eksisting lahan 2017, telapak ekologis 2017, rencana pola ruang 2031 (RTRW Sukoharjo 2011-2031), dan telapak ekologis 2031. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Sukoharjo mengalami surplus pada level 1 dengan defisit ekologis 3.480.947 Gha atau 3.96 Gha/capita. Biokapasitas lahan lebih besar 186% dari 150% telapak ekologisnya. Kondisi biokapasitas wilayah masih bisa memenuhi kebutuhan penduduk dan lahan surplus dapat mensuplai kebutuhan wilayah lain yang mengalami defisit. Pertumbuhan penduduk perlu ditekan hingga 1,01 % agar tetap seimbang dalam mengalokasikan RTRW Kabupaten Sukoharjo hingga tahun 2031
Arahan Pengembangan Kawasan Agropolitan Berdasarkan Komoditas Unggulan Prioritas Tanaman Pangan Kabupaten Bojonegoro Chichik Ilmi Annisa; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.464 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46914

Abstract

Penerapan Konsep Agropolitan telah mulai dilakukan di Kabupaten Bojonegoro sejak tahun 2008 sebagai Pengembangan Kawasan Agropolitan. Pada masing-masing kecamatan telah memiliki potensi awal komoditas unggulan tanaman pangan untuk dikembangkan namun belum ditentukannya komoditas unggulan prioritas mengakibatkan belum optimalnya hasil pertanian sehingga belum maksimalnya peningkatan ekonomi yang diperoleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan kawasan Agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan empat teknik analisis, yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share Analysis (SSA) dan Tipologi Klassen yang digunakan untuk menentukan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan. Selanjutnya Analisis Delphi digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan agropolitan, analisis Analytical Hierarchy Process (ANP) untuk mengetahui prioritas arahan pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan. Hasil dari penelitian ini adalah komoditas unggulan prioritas tanaman pangan di Kabupaten Bojonegoro yaitu Padi dan Kedelai. Hasil analisis delphi menghasilkan 18 faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan agropolitan. Hasil analisis Analytical Network Process untuk mengetahui arahan prioritas pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan padi dan kedelai, dari hasil analisis Analytical Network Process di hasilkan bahwa variabel prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan padi adalah variabel Penyediaan air baku (0.237), Sarana industri pengolahan hasil pertanian (0.096), Sarana produksi pertanian (0.095), jalan antar desa-kota (0.085), dan Jembatan (0.0794) dan variabel prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan kedelai adalah Sarana Industri Pengolahan Hasil Pertanian (0.237), Sarana Produksi Pertanian (0.096), Penguasaan Teknologi. (0.095), Pasar (0.076), dan Penjemuran hasil pertanian (0.067).
Penentuan Lokasi Sentra Produksi Komoditas Telur Ayam Ras di Kabupaten Blitar Rohmi Nurlaili; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46980

Abstract

Kabupaten Blitar merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang dikenal sebagai sentra produksi peternakan . Hal tersebut dapat dilihat dari penyumbang tertinggi PDRB di Kabupaten Blitar adalah subsektor peternakan. Pada subsektor peternakan, produksi komoditas telur ayam ras di Kabupaten Blitar merupakan lebih dari sepertiga produksi telur di Jawa Timur, sehingga komoditas telur ayam ras merupakan komoditas yang cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Blitar. Berdasarkan RTRW Kabupaten Blitar Tahun 2011-2031, salah satu strategi pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Blitar adalah dengan mengembangkan sentra produksi peternakan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang kawasan peternakan berskala besar atau kawasan industri peternakan. Maka dari itu , penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi sentra produksi peternakan dengan komoditas unggulan telur ayam ras di Kabupaten Blitar sebagai tahap awal dalam pengembangan kawasan peternakan di Kabupaten Blitar. Dalam menentukan lokasi sentra produksi telur ayam ras di Kabupaten Blitar, penelitian ini menggunakan dua tahapan analisis. Tahap pertama, menggunakan analisis SLQ, DLQ serta gabungan dari analisis SLQ dan DLQ untuk mengklasifikasikan komoditas telur ayam ras pada setiap kecamatan di Kabupaten Blitar. Tahap ini menghasilkan 7 (tujuh) kecamatan dengan komoditas unggulan telur ayam ras di Kabupaten Blitar. Tahap kedua menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengindentifikasi ketersediaan infrastruktur yang mendukung kawasan sentra produksi komoditas telur ayam ras. Hasil penelitian ini menunjukkan lokasi yang sesuai untuk sentra produksi komoditas telur ayam ras di Kabupaten Blitar
Analisa Highest and Best Use Lahan Gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim Surabaya Eka Indriani; Retno Indyani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.373 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47080

Abstract

Lahan gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim Surabaya terletak di jalan Arief Rahman Hakim 131-133 Surabaya, dengan luas tanah sebesar 22.843 m2 dan luas gedung utama sebesar 4.847 m2. Ditinjau dari lokasi dan luas lahan, gedung ini sebenarnya cukup strategis dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai properti komersil tetapi nilai Koefisien Dasar Bangunan (KDB) lahan tersebut hanya sebesar 21,22%. Hal ini menunjukkan bahwa lahan pada gedung Convention Hall Arief Rahman Hakim belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperkirakan nilai lahan masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis Highest and Best Use (HBU). Analisis ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan produktivitas maksimum. Analisa legal berupa analisa zoning, analisa fisik meliputi analisa bentuk, ukuran lahan dan building code, dan analisa finansial meliputi analisa biaya investasi, pendapatan dan pengeluaran dan analisa arus kas. Analisa produktivitas dilakukan untuk nilai tanah yang memiliki nilai tertinggi. Dari hasil analisa didapat bahwa alternatif berupa perluasan convention hall dengan luas lantai dasar menjadi 7.355.m2 dengan hotel bintang 3 pada lantai 2 serta pembuatan outdoor exhibition sebesar 3.898 m2, merupakan alternatif yang paling optimum yaitu menghasilkan nilai lahan sebesar Rp. 42.309.482/m2 dengan nilai produktivitas sebesar 203%.
Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Ekternal Permukiman Kumuh di Kawasan Peri Urban (Studi Kasus: Sidoarjo Peri Urban Surabaya) Indira Kurnia Dewi; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47789

Abstract

Kurangnya ketersediaan lahan dan peningkatan kebutuhan rumah murah di Surabaya, mengakibatkan banyak masyarakat berpenghasilan rendah memilih kawasan peri urban sebagai salah satu solusinya. Namun peningkatan kebutuhan rumah di wilayah peri urban Surabaya khususnya di Kabupaten Sidoarjo tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan yang baik, sehingga terdapat kelurahan/desa yang termasuk kumuh. Ini terjadi di Desa Berbek dan Desa Wadungasri, dimana lokasi kedua desa yang berbatasan dengan Surabaya dan berhubungan erat dengan kegiatan yang orientasi ke Kota Suarabaya. Artikel ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor internal dan faktor ekternal yang terjadi di permukimanan kumuh kawasan peri urban.  Hasil penelitian faktor internal berupa karakteristik permukiman kumuh peri urban dan faktor eksternal berupa tantangan serta peluang penanganan permukiman kumuh peri urban yang didasari pendapat key responden dari hasil Content Analysis. Kedua desa, Desa Berbek dan Wadungasri, memiliki karakteristik, tantangan, dan peluang yang hampir sama sehingga dapat mewakilkan karakteristik permukiman kumuh di kawasan peri urban. Tantangan dan peluang di kedua desa terdapat sekitar 7 kesamaan tantangan dan peluang, dengan sekitar 2 tantangan dan peluang yang berbeda. Karakteristik yang dominan adalah kepadatan penduduk dari banyaknya migrasi datang dan kedekatan lokasi dengan tempat kerja, selain itu dari radius jangkauan sarana yang dapat dan dipilih masyarakat sebagian didapatkan dari Surabaya.
Pemodelan Perubahan Penggunaan Lahan Berbasis Cellular Automata pada Wilayah Peri Urban Kota Surabaya di Kabupaten Sidoarjo Mardiyah Rahmawati; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48484

Abstract

Kota Surabaya sebagai kota kedua terbesar setelah Jakarta, memiliki wilayah peri urban. Salah satu wilayah peri urban Kota Surabaya adalah Kabupaten Sidoarjo. Tidak semua wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai peri urban Kota Surabaya. Kecamatan Waru, Kecamatan Sedati, Kecamatan Taman, Kecamata Gedangan dan Kecamatan Sukodono sebagai wilayah peri urban kota Surabaya. Wilayah peri urban Kota Surabaya mengalami perubahan dari tahun 2009-2018, dengan penggunaan lahan yang bertumbuh cepat adalah permukiman, perdagangan jasa dan industri. Penggunaan lahan industri mengalami pertambahan 1298,05 Ha, perdagangan jasa bertambah 375,90 Ha dan permukiman bertambah 6696,79 Ha dari tahun 2009-2018. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengatahui perubahan lahan adalah Cellular Automata pada software LanduseSim versi 2.3.1. Adanya perubahan tersebut belum diketahui secara pasti mempengaruhi perkembangan lahan dimasa mendatang. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan menyusun model perubahan penggunaan lahan melalui prediksi berdasarkan tren perubahan lahan di wilayah peri urban Kota Surabaya (Kabupaten Sidoarjo). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lahan permukiman mengalami pertumbuhan seluas 2328,93 Ha (66,1%), perdagangan jasa mengalami pertumbuhan 115,74 Ha (3,1%) dan industri bertambah 1080 Ha (30,6%). Sedangkan lahan yang terkonversi adalah tanah kosong seluas 466,2 Ha (13,2%), pertanian 2659,86 Ha (75,5%) dan tambak seluas 398,43 Ha (11,3%). Validasi menggunakan tools map comparison di software LanduseSim dengan membandingkan antara hasil simulasi tahun 2018 dan peta kondisi eksisting tahun 2018. Hasil validasi menunjukan overall accuracy 83,63% yang artinya hasil simulasi sangat baik.