cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Aplikasi Perhitungan dan Optimisasi Konstruksi Profil pada Midship Kapal Berdasar Rule Biro Klasifikasi Indonesia Aditya Rachman; Totok Yulianto; Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29732

Abstract

Perhitungan konstruksi kapal pada umumnya akan menghasilkan modulus penampang midship yang nilainya jauh diatas batas minimum. Kelebihan nilai ini berdasarkan peraturan bukanlah suatu masalah. Namun dari segi ekonomi akan dibutuhkan biaya lebih yang sebenarnya dapat dihemat. Salah satu cara untuk mengurangi perbandingan modulus penampang midship dengan batas minimum yaitu dengan melakukan optimisasi ukuran profil-profil. Perhitungan dan optimisasi konstruksi profil akan terbantu dengan menerapkan teknologi dalam prosesnya, seperti memanfaatkan aplikasi Solver dan pemrograman Visual Basic for Applications (VBA) dalam Excel. Dengan menggunakan pemrograman VBA pada Excel untuk otomatisasi perhitungan dan optimisasi, dapat diciptakan aplikasi untuk perhitungan konstruksi profil pada midship. Optimisasi menggunakan Solver dengan metode GRG Nonlinear menghasilkan perubahan nilai modulus penampang midship terhadap geladak dari 20.71% menjadi 19.55% terhadap batas minimal Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Untuk modulus penampang midship terhadap alas dari 51.92% menjadi 51.43% terhadap batas minimal BKI.
Analisa Hambatan dan Pitching Moment Equilibrium Pada Kapal Planing Jenis Monohull With Tranverse Step Pada Perairan Calm Water Pradipta Rahman Hakim; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.552 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29738

Abstract

Penggunaan transverse step pada bagian bawah lambung kapal memiliki beberapa keuntungan apabila digunakan pada kecepatan optimumnya, diantaranya mengurangi  momen pitching yang dialami kapal dan megurangi hambatan dalam hal ini adalah friction resistance. Transverse step diaplikasikan pada kapal planing dengan kecepatan tinggi. Untuk membuktikan hal tersebut, dalam studi ini dilakukan penelitian dalam bentuk simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan cara membandingkan dua lambung kapal planing jenis lambung tunggal tanpa dan dengan transverse step pada kondisi air tenang dengan menggunakan froude number 1,5 hingga 2,5. Hasil dari simulasi sudut trim pada kedua jenis kapal menunjukan perbedaan yang signifikan pada tiap variasi kecepatan. Kapal dengan transverse step memiliki sudut trim yang lebih besar dibandingkan dengan kapal tanpa transverse step namun memiliki perbedaan sudut trim yang lebih kecil pada variasi froude number 1,5 hingga 2,5 sebesar 50,62% yaitu senilai 1,51 derajat. Hambatan kapal pada kedua jenis kapal memiliki perbedaan pada simulasi yang dilakukan. Hasil yang didapatkan yaitu kapal dengan transverse step memiliki nilai hambatan yang lebih kecil pada froude number 1,75 hingga 2,5 yaitu sebesar 14,16% yaitu senilai 3001,16N  namun memiliki hambatan yang lebih besar pada froude number 2,5. 
Analisa Teknis dan Ekonomis Pembangunan Kapal Ikan Ukuran 10GT-20GT Konstruksi Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) Sesuai Standar Biro Klasifikasi Indonesia Aryo Baskoro; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.063 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29739

Abstract

Kapal ikan ukuran 10GT-20GT konstruksi fibreglass reinforced plastics yang dibangun untuk menunjang sektor perikanan sebagian besar memiliki sifat mekanik yang rendah pada konstruksi lambung sehingga sering mengalami kerusakan sebelum batas umur konstruksi yang direncanakan. Hal ini disebabkan karena kapal-kapal tersebut dibangun tanpa menerapkan standar susunan laminasi dan fraksi campuran resin dengan serat fibreglass yang benar untuk metode hand lay up agar mampu memenuhi sifat mekanik yang disyaratkan oleh klasifikasi (BKI). Belum adanya standar susunan laminasi dan fraksi resin FRP yang benar menyebabkan standar harga produksi untuk kapal ikan FRP juga belum diketahui. Untuk mengetahui standar komposisi campuran FRP yang benar maka dalam penelitian ini dilakukan pengujian spesimen material FRP meliputi pengujian tarik dan pengujian lentur pada beberapa variasi laminasi. Penentuan variasi laminasi ini berdasarkan pada data dokumen teknis dan observasi di kapangan. Hasil dari pengujian beberapa variasi material FRP dianalisa secara teknis untuk memperoleh susunan laminasi dan fraksi resin material FRP yang benar sehingga memenuhi kriteria sifat mekanik yang disyaratkan oleh BKI. Variasi-variasi laminasi ini kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan biaya material sehingga diperoleh korelasi sifat mekanik dengan harga pokok produksi kapal ikan konstruksi FRP. Dari pengujian material diketahui bahwa laminasi yang memenuhi sifat mekanik BKI membutuhkan jumlah serat menerus lebih dari sepertiga jumlah total lapisan dengan berat serat menerus 50% dari berat total serat. Pada sampel kapal ikan mini purse seine konstruksi FRP ukuran 10GT, apabila menggunakan variasi yang memenuhi BKI maka biaya produksi kasko adalah sebesar Rp 323.370.000,00. Kapal ikan konstruksi FRP ukuran 20GT jika dibangun dengan standar yang sama maka biaya pekerjaan kasko adalah Rp 472.342.175,00.
Analisa Teknis dan Ekonomis Pengembangan Industri Personal Watercraft Rizal Mataram Matovani; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.311 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29742

Abstract

Personal Watercraft atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jet Ski telah menjadi suatu wahana olahraga laut yang digemari di Indonesia karena kecepatan dan manuver-abilitynya yang sangat baik. Belum adanya industri personal watercraft di Indonesia menjadi peluang tersendiri untuk dibangun industri sejenis guna memenuhi lonjakan tren permintaan produk personal watercraft sebagai wahana rekreasi maupun kegunaan lainya. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menghitung kebutuhan, analisis teknis dan ekonomis dari industri personal watercraft di Indonesia. Penelitian ini diawali dengan melakukan forecasting terhadap permintaan produk personal watercraft, kemudian prospek penggunaan personal watercraft, serta analisis teknis dan ekonomis personal watercraft. Pemilihan dan perhitungan kontruksi material fiberglass sebagai material utama bagian lambung dan bangunan atas personal watercraft telah melalui perhitungan berdasarkan pada peraturan kelas ABS untuk kapal cepat. Proses laminasi fiberglass yang di gunakan adalah metode vacuum infusion dikarenakan investasi yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan metode compression moulding. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Industri ini membutuhkan tanah seluas 1.584 m², dengan luas bangunan tertutup sebesar 844,5 m². Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. 10,058 milliar payback period terjadi pada tahun ke 9 bulan ke 8 dengan nilai net present value sebesar Rp. 1,136 milliar, dan IRR sebesar 12,02% lebih besar dari suku bunga investasi yakni 11%, sehingga investasi ini dapat dikatakan layak
Analisa Teknis dan Ekonomis Pembangunan Galangan Kapal Pengangkut LNG Ukuran Kecil (Small Scale LNG Carrier) untuk Perairan Indonesia Rizain Andrian; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.726 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29745

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lautan luas dan perairan yang menghubungkan setiap pulaunya. Pada beberapa pulau yang jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi masih kesulitan mendapatkan sarana listrik karena lokasi tersebut tidak terhubung dengan jaringan listrik utama. Pemerintah melalui program 35.000 MW berencana membangun pembangkit listrik di beberapa daerah tersebut dan menggunakan LNG sebagai bahan bakarnya. Small Scale LNG Carrier menjadi solusi yang paling tepat untuk mendistribusikan LNG ke lokasi tujuan baik secara teknis maupun ekonomis. Selain karena faktor ukuran LNG Carrier yang tidak cocok untuk kondisi geografis Indonesia, penggunaan pipa gas tidak feasible untuk dibangun pada lokasi yang dituju. Dengan banyaknya pasar untuk untuk penggunaan LNG sebagai bahan bakar pembangkit listrik, dibutuhkan kapal dengan jumlah yang cukup banyak untuk membantu distribusinya. Saat ini, di Indonesia belum ada galangan kapal yang dapat memproduksi Small Scale LNG Carrier. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa teknis dan ekonomis pembangunan galangan kapal Small Scale LNG Carrier di Indonesia dengan memperhitungkan aspek pasar, standar pembangunan kapal, dan kelayakan investasi untuk proyek tersebut. Hasil dari analisa kelayakan investasi adalah diperlukan biaya sekitar 341 milyar rupiah untuk pembangunan galangan kapal Small Scale LNG Carrier dan perkiraan Payback Period pada tahun ke-9 bulan ke-1,5 dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar 82,3 miliar rupiah, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13,41% lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan, yaitu 11%. Sehingga investasi untuk pembangunan galangan kapal Small Scale LNG Carrier layak dilakukan.
Perancangan Database Online 3D Grafis untuk Pembuatan Gambar Produksi Kapal Zul Harris Olivianto; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.627 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29756

Abstract

Tujuan utama studi ini adalah merancang sistem aplikasi komputer database online untuk dapat menunjang engineer dalam pembuatan gambar produksi kapal. Pertama, dilakukan observasi terhadap proses pembuatan gambar produksi kapal yang dilakukan dengan penggunaan aplikasi grafis komputer berbasis 3D. Kedua, dilakukan perancangan sistem database online 3D grafis dengan melakukan pembuatan mockup. Ketiga, dilakukan uji coba sistem database dengan melakukan pembuatan gambar produksi dari sistem database untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sistem database yang telah dirancang. Penelitian ini memaparkan teknis pembuatan model 3D dan gambar produksi kapal serta melakukan analisis untuk membuat sistem database online 3D grafis. Database online yang dibuat telah dilengkapi data-data grafis 3D berupa contoh part-part konstruksi kapal dan outfitting seperti kontruksi pembujur, konstruksi melintang, pipa, serta plat-plat yang kemudian dapat diunggah dan diupdate oleh engineer untuk dapat menunjang kinerja engineer. Berdasarkan analisis yang dilakukan, pembuatan model 3D kapal dan gambar produksi kapal dengan aplikasi berbasis 3D dapat dilakukan lebih mudah dan cepat dengan dilakukan pembuatan sistem penunjang berupa sistem database/library berbasis internet.
Analisis Aliran Fluida Udara Akibat Pendaratan Helikopter Terhadap Permukaan Helideck pada Kapal M. Zain Fajar Ramadhani; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.087 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29773

Abstract

Heliport adalah suatu lapangan terbang atau suatu daerah tertentu di darat atau di perairan atau di suatu struktur, terdiri dari bangunan atau fasilitas (peralatan) yang dipakai sebagian atau seluruhnya untuk melakukan pendaratan, keberangkatan dan pergerakan pesawat helikopter. Helideck adalah tempat pendaratan dan lepas landas helikopter di perairan. CFD (Computational Fluid Dynamics) merupakan “pendekatan ketiga” dalam studi dan pengembangan di bidang dinamika fluida secara keseluruhan selain pendekatan teori dan eksperimen murni. Dari prinsip kekekalan energi, berkerjanya baling-baling adalah sama terhadap banyak energi yang diperoleh dari fluida per unit waktu. Bekerja per unit waktu, atau jumlah power yang dikonsumsi oleh baling-baling. Kecepatan 45 mph adalah kecepatan yang menyebabkan manusia akan terhempas. Kecepatan 45 mph tersebut memasuki kriteria angina kencang sekali. Adapun metode yang digunakan : Studi Literatur dan pencarian data, pembuatan model, meshing dan CFX, Validasi, penyajian. Kecepatan rata-rata angin tertinggi dihasilkan dari pendaratan helikopter sebesar 19,614 m/s. Kecepatan angin terendah dihasilkan dari pendaratan helikopter sebesar 7,142 m/s. Secara umum hembusan angin yang dihasilkan dari pendaratan helikopter aman bagi kru yang bekerja di helideck.
Analisis Pengelasan SMAW pada Baja ASTM A36 dengan Variasi Elektroda Terhadap Sifat Mekanik dan Ketahanan Biokorosi di Lingkungan Laut Muhammad Sultanul Azdkar; Herman Pratikno; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.984 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32118

Abstract

Pembangunan atau rekayasa industri maritim khususnya pembuatan bangunan lepas pantai pada saat ini sebagian besar menggunakan teknik pengelasan logam. Sambungan las pada material baja tidak lepas dengan yang namanya korosi. Korosi dapat menyebabkan menurunnya kekuatan material dan kerusakan pada kontruksi. Korosi adalah penurunan mutu logam yang disebabkan oleh reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu penyebab terjadinya korosi adalah bakteri. Bakteri hidup di lingkungan laut secara luas pada habitatnya dan membentuk koloni lalu menempel pada permukaan logam dalam bentuk lapisan tipis. Penelitian ini merupakan eksperimen laju korosi terhadap sambungan las tipe SMAW pada baja ASTM A36 dengan variasi elektroda. Varias elektroda yang dipilih adalah AWS E6010, AWS E6013, dan AWS E6019. Material sambungan las dikorosi menggunakan metode immersion corrosion test yaitu di rendam dengan menggunakan air laut buatan dengan salinitas 3,5% yang telah ditambahkan bakteri dan tanpa penambahan bakteri. Metode yang digunakan untuk mengambil data laju korosi sambungan las menggunakan metode weight loss. Laju korosi paling tinggi yaitu pada material sambungan las AWS E6019 dengan penambahan bakteri Thiobacillus ferrooxidans tertinggi sebesar 0,24886 mm/year, sedangkan laju korosi terendah pada jenis elektroda E6013 tanpa penambahan bakteri sebesar 0,19004 mm/year. Hal ini membuktikan bahwa penambahan bakteri dapat mempercepat laju korosi.
Desain Aquatic Weed and Trash Skimmer Boat dengan Sistem Penggerak Paddle Wheel di Sungai Kalimas Surabaya Arief Ega Pratama; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.139 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32187

Abstract

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki masalah yang cukup serius yaitu banjir setiap tahun yang disebabkan timbunan sampah dan tumbuhan air khususnya di sungai-sungai. Jurnal ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis secara teknis mengenai desain kapal yang cocok untuk karakteristik Sungai Kalimas itu sendiri. Dipilih lambung katamaran dengan conveyor dibagian haluan, buritan dan di ruang muat serta dilengkapi alat pemotong dibagian haluan dikarenakan katamaran memiliki geladak yang luas sehingga dapat mengangkut muatan lebih banyak. Selain itu kapal pembersih ini dirancang dengan sistem penggerak paddle wheel agar dapat bermanuver pada perairan yang cukup dangkal tanpa harus takut terhambat sampah maupun tumbuhan air sehingga cocok untuk kondisi Sungai Kalimas Surabaya. Proses desain kapal dilakukan dengan menentukan payload untuk mendapatkan ukuran utama kapal awal kemudian dilakukan proses optimasi dengan metode 256. Perhitungan teknis menggunakan rules untuk kapal katamaran dengan L < 50 m. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama Kapal Aquatic Weed and Trash Skimmer sebesar Loa = 9.6 m,  Lwl = 9,2 m, B= 6 m, Boa = 8 m, B1 = 1.3 m T = 0.7 m, H = 1.7 m, ,Cb = 0,5 dan VS = 4 knots. Selanjutnya dari ukuran utama yang diperoleh dibuat Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, dan Model 3D serta melakukan analisis biaya pembangunan.  
Analisis Fatigue Life Pada Konversi LCT Menggunakan Metode Spectral Fatigue Raja Andhika Rizki Ramadhani; Mohammad Nurul Misbah; Septia Hardy Sujiatanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34419

Abstract

Kapal yang beroperasi di Indonesia tentunya sangat beragam, salah satunya yaitu landing craft tank atau LCT. Kapal tersebut LCT banyak yang telah dikonversi menjadi kapal penumpang yang beroperasi pada Selat Bali. Kapal tersebut beroperasi dan mengalami beban berulang. Beban berulang tersebut merupakan momen lengkung vertikal dan horizontal yang beroperasi acak terhadap gelombang yang terjadi. Beban lengkung tersebut akan mengakibatkan suatu bagian konstruksi mendapatkan beban lelah atau fatigue. Karena beban berulang tersebut terus terjadi dan akan membahayakan keselamatan kapal, maka diperlukan perhitungan fatigue. Tujuan dari penelitian ini ialah memprediksi umur struktur kapal. Terdapat banyak metode perhitungan fatigue yang salah satunya yaitu dengan metode spectral fatigue. Analisis kapasitas lelah dengan spectral fatigue menggunakan variasi sudut hadap, kasus pembebanan, dan spektrum gelombang pada tiap sea state. Penggunaan software elemen hingga untuk membantu mendapatkan tujuan dengan skenario variasi yang telah disebutkan. Software yang digunakan yaitu software yang menganalisis respon gerak dan beban kapal terhadap variasi dengan bentuk elemen surface. Dari software tersebut akan didapatkan tegangan yang terjadi yang nantinya akan digunakan pendekatan statistik dalam ruang frekuensi untuk menghitung kapasitas lelah. Hasil analisis menunjukkan tegangan terbesar terjadi pada sudut hadap 135° atau quartering sea. Akibat tegangan tersebut didapatkan umur lelah dari masing-masing kasus pembebanan yaitu 20,13 tahun dan 31,30 tahun secara beruturut-turut untuk muatan penuh dan muatan kosong. Sehingga, umur lelah kombinasi tegangan yaitu 28,83 tahun. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa umur struktur dari kapal tersebut yaitu 28 tahun dan memenuhi kriteria yang ada dengan margin 8 tahun dari tahun desainnya yatu 20 tahun.