cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Amphibious Dredger Untuk Pengerukan Sungai Porong Sidoarjo di Daerah Buangan Lumpur Lapindo Aufa Dzulfikar Majid; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.33 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32391

Abstract

Kali Porong merupakan terusan sungai Kali Brantas (Floodway) yang berhulu di Kota Mojokerto (Bendung Lengkong Baru), mengalir ke arah timur dan bermuara di Selat Jawa. Sungai ini membatasi Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan. Dengan terjadinya bencana Lumpur Sidoarjo pada 30 Mei 2006 dan kemudian pada November 2006 pemerintah menetapkan bahwa Kali Porong sebagai tempat pembuangan Lumpur Sidoarjo menuju ke laut, maka fungsi Kali Porong selain sebagai floodway, juga berfungsi sebagai saluran yang mengalirkan endapan lumpur ke muara. Namun tidak semua endapan lumpur dari buangan Lumpur Lapindo terbawa sampai ke laut. Endapan yang tertinggal dapat menyebabkan pendangkalan Sungai Porong maka perlu dilakukan pengerukan sungai. Tugas Akhir ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis secara teknis mengenai desain kapal yang cocok untuk karakteristik Sungai Porong. Kapal keruk yang digunakan adalah jenis Amphibious Dredger karena sangat cocok dengan struktur geometris sungai. Dipilih kapal jenis tongkang yang mempunyai stabilitas yang baik. Terdiri dari dua kapal yang mempunyai tugas masing-masing, kapal pengangkut muatan yang dilengkapi peralatan amphibi untuk mengangkut sedimen hasil pengerukan dan kapal pengeruk yang dilengkapi backhoe module. Proses desain kapal menentukan payload untuk mendapatkan ukuran utama kapal awal kemudian dilakukan perhitungan analisis teknis menggunakan metode 256 untuk mendapatkan ukuran utama kapal yang paling efektif. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama untuk kapal pengangkut muatan sebesar Lwl = 11,83 m, Lpp = 11,38 m, B = 7,08 m, T = 1,99 m, H = 3,38 m. Lalu untuk kapal pengeruk sebesar Lwl = 8,9 m, Lpp = 8,53 m, B = 4,85 m, T = 1,44 m, H = 2,12 m dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp2.867.136.313,32.
Studi Pengaruh Pemanasan Awal pada Pengelasan Ulang Baja ASTM A36 akibat Reparasi terhadap Sifat Mekanis menggunakan Proses Las FCAW Bimantara Haryudanto Pangaribowo; Wing Hendroprasetyo Akbar Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.34 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32392

Abstract

Dalam industri perkapalan, sering terjadi kesalahan dalam proses pengelasan sehingga perlu dilakukan replating. Pemanasan awal (preheat) merupakan metode perlakuan panas yang dilakukan dalam proses pengelasan dengan tujuan memperlambat laju pendinginan pada logam las dan logam dasar sehingga menghasilkan struktur logam yang lebih ulet. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dilakukannya pemanasan awal pada pengelasan ulang dan sifat mekanis pada logam las akibat pengelasan ulang. Dalam penelitian ini dilakukan pengelasan ulang sebanyak tiga kali dengan perlakuan pemanasan awal. Suhu pemanasan awal maksimum sebesar 200ºC dan suhu interpass maksimum sebesar 200ºC. Proses pengelasan yang digunakan untuk pengelasan baja karbon ASTM A36 adalah flux cored arc welding (FCAW). Selanjutnya dilakukan pengujian yang mencakup: uji tarik, uji kekerasan, uji impact, dan uji metalografi. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa nilai kuat tarik tertinggi sebesar 607.33 N/mm² pada material dengan satu kali pengelasan (no rework) dan nilai kuat tarik terendah sebesar 550.88 N/mm² pada material dengan empat kali pengelasan (3 x rework). Nilai kekerasan tertinggi terdapat pada daerah weld metal dengan material dengan satu kali pengelasan (no rework) sebesar 182.4 HV dan nilai kekerasan terendah terdapat pada daerah base metal dengan material dengan empat kali pengelasan (3 x rework) sebesar 138.8 HV. Hasil pengujian impact pada weld metal diketahui bahwa energi absorb semakin besar, dengan nilai energi absorb terendah pada material dengan satu kali pengelasan (no rework) sebesar 132 Joule dan nilai energi absorb tertinggi pada material dengan empat kali pengelasan  (3 x rework) sebesar 139 Joule. Dari hasil uji metalografi dapat diamati bahwa butiran pearlite dan ferrite terbentuk semakin besar dan rapat karena terdapat pengaruh panas akibat dilakukan pengelasan ulang dan proses pemanasan awal (Preheat), dimana semakin besar ukuran butir maka akan semakin kecil angka kekerasan pada sebuah material.
Analisis Sideforce Kapal Katamaran Jenis Flat Side Inside Dan Simetris Terhadap Performa Maneuvering Kapal Dengan Metode CFD Aryo Tri Septya Nugraha; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.431 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32898

Abstract

Kapal katamaran memililki berbagai kelebihan dalam aspek hidrodinamika kapal secara teknis. Variasi konfigurasi lambung katamaran asimetris flat side inside dan lambung kapal katamaran simetris memberikan dampak yang berbeda dengan adanya pengaruh sideforce yang ada pada kapal katamaran. Sideforce yang mengenai setiap demihull dapat bersifat menghambat, mengingat adanya induced drag dari kedua demihull yang bersifat menghambat laju kapal. Kapal katamaran yang memiliki perngaruh dari perbandingan jarak melintang kapal dengan panjang kapal (S/L) sehingga dilakukan penelitian untuk S/L = 0.2, S/L = 0.3 dan S/L = 0.4. Selain hubungan pengaruh sideforce dengan variasi jenis lambung kapal sideforce juga mampu memberikan pengaruh dalam maneuvering kapal. Dalam proses maneuvering, kapal mengalami kondisi dimana kapal berbelok sehingga penelitian disimulasikan dalam variasi sudut kemiringan, yaitu pada sudut kemiringan 2’o, 4’o, 6’o, 8’o, 10’o, 12’o, 14’o terhadap sumbu Z. Dalam simulasi yang dilakukan dengan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) diperoleh nilai sideforce yang selanjutnya diubah menjadi nilai sideforce coefficient (CSF). Selain diperoleh nilai dari sideforce coefficient (CSF) juga diperoleh nilai CT, dimana nilai CSF  diperoleh berdasarkan besarnya nilai force pada sumbu y, atau sumbu yang sejajar dengan arah melintang kapal. Sedangkan nilai CT diperoleh berdasarkan nilai besarnya force berdasarkan sumbu x, atau sumbu yang sejajar dengan arah memanjang kapal. Perbedaan konfigurasi lambung pada kapal katamaran dapat menyebabkan nilai sideforce dan nilai CSF yang berbeda. Kapal katamaran asimetris flat side inside memiliki nilai sideforce yang lebih besar dibandingkan dengan kapal katamaran simetris. Pada kapal katamaran simetris dan asimetris flat side inside pada sudut kemiringan 2’o, 4’o, 6’o nilai CSF lebih kecil daripada nilai CT. Pada sudut kemiringan 8’o, 10’o, 12’o, 14’o CSF memiliki nilai yang lebih besar daripada nilai CT.
Analisis Kelelahan pada Struktur Bravo Wellhead Platform dengan Penambahan Luas Sub-Cellar Deck Menggunakan Metode Cummulative Damage dan Fracture Mechanics Bagus Panuntun; Nur Syahroni; Rudi Walujo Prastianto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.447 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32985

Abstract

Offshore fixed platform didefinisikan sebagai platform yang berada di atas permukaan air dan ditopang Piles dari dasar laut, dan juga lebih sering menerima beban berulang  sehingga menyebabkan kelelahan struktur. Kelelahan sturktur merupakan suatu proses dari kumulatif kerusakan yang disebabkan oleh pengulangan fluktuasi beban yang dapat mengakibatkan keruntuhan meskipun beban yang diterima tidak melebihi batas maksimum untuk beban statik. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan struktur Bravo Wellhead Platform yang beroperasi di Selat Madura  dengan kedalaman perairan di lokasi tersebut adalah 180.0 ft terhadap MSL (Mean Sea Level). Dalam tugas akhir ini penulis menggunakan metode cumulative damage dan fracture mechanics. Pada metode cummulative damage didapatkan umur kelelahan terpendek dibawah MSL sebesar 89,342 tahun pada tubular joint 303. Selanjutnya, dilakukan analisa lokal dan penambahan crack menggunakan metode fracture mechanics terhadap tubular joint 303. Tubular joint paling kritis selanjutnya dianalisa menggunakan metode fracture mechanics dengan memberikan crack sebesar a = 0.25 mm, ???? ⁄2????= 0.15 dan didapatkan umur kelelahannya. Kemudian diketahui selisih umur kelelahan dari kedua metode ini sebesar 22,241 tahun. Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah retak yang nantinya ditambahkan ke dalam struktur dapat mengurangi service life struktur secara signifikan.
Desain Konsep Kapal Perang Serbu Catamaran Tank Boat Dengan Sistem Penggerak Utama Turbojet Sebagai Kekuatan Pengamanan Wilayah Maritim Indonesia Kevin Alfinno Hasan Basri; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.171 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33027

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim yang terbesar di dunia dengan 80% dari wilayahnya yang berupa lautan. Hal ini menyebabkan susahnya pengawasan terhadap keamanan dan kedaulatan wilayah NKRI khususnya dalam sektor maritime. Oleh karena itu dibutuhkan desain kosep kapal cepat katamaran yang baik dan cepat tanggap sebagai alusista perang dan pengamanan wilayah maritim Indonesia. Tujuan dari desain kapal Tank Boat ini adalah 1. menentukan operational requirements kapal perang serbu Catamaran Tank Boat dengan Turbojet, 2. Memperoleh ukuran utama kapal perang serbu Catamaran Tank Boat dengan Turbojet, 3. Mendapatkan  lines plan dan rencana umum kapal perang serbu Catamaran Tank Boat dengan Turbojet, 4. Mendesain layout awal rencana umum dan model 3D kapal perang serbu Catamaran Tank Boat dengan Turbojet. Dalam proses desain awal kapal perang ini, dilakukan penentuan operational requirement kapal dan ukuran utama kapal yang diperoleh dari metode parent ship dengan ukuran utama LOA=18 m, B=6,6 m, T=1 m. Hasil akhir dari desain ini yakni operational requirement dari Catamaran Tank Boat dengan fungsi dan tugasnya sebagai Fast Patrol Boat armada pemukul bantu dan patroli penjagaan wilayah maritim Indonesia. Wilayah operasional Kapal, yakni seluruh perairan Indonesia khususnya ZTE, kecepatan maksimal kapal 55 knot, kecepatan saat pengejaran 45 knot, kecepatan patroli 25 knot. Untuk kemampuan operasional, kapal dapat beroperasi selama 148 menit dengan kecepatan 55 knot, 154 menit dengan kecepatan 45 knot dan 6,5 jam dalam operasi patroli. Hasil dari analisis teknis didapatkan ukuran utama akhir dengan LOA = 18 m, Lpp = 17.03 m, B = 6.6 m,H = 2.8 m, T = 1 m serta  hasil desain Lines plan, General Arrangenment, dan 3D kapal Catamaran Tank Boat
Analisis Pengaruh Variasi Flow Rate Gas Pelindung Pada Pengelasan FCAW-G Terhadap Struktur Mikro Dan Kekuatan Mekanik Sambungan Material Grade A Nabielah Khiyaarul A-immah; Nur Syahroni; Yoyok Setyo Hadiwidodo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.664 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33035

Abstract

Pengelasan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari dunia industri maritim terutama perkapalan karena hampir keseluruhan konstruksi badan kapal disambung dengan cara dilas. Salah satu metode pengelasan yang paling sering digunakan adalah FCAW (Flux Cored Arc Welding). Pengelasan FCAW sering digunakan karena produktivitasnya yang tinggi. Dalam penerapannya, pengelasan FCAW dapat digunakan dengan atau tanpa gas pelindung. Gas pelindung berfungsi sebagai pelindung logam las agar tidak terjadi interaksi dengan udara sekitar juga mempengaruhi kestabilan nyala busur yang dapat memengaruhi kinerja dari welder pada saat mengelas. Dalam penelitian ini akan dianalisis bagaimana pengaruh variasi flow rate gas pelindung terhadap struktur mikro, kekerasan, dan kekuatan tariknya. Variasi flow rate gas pelindung yang digunakan adalah 14 L/menit, 16 L/menit, dan 18 L/menit. Dari hasil pengujian akan didapatkan hasil pengaruh variasi flow rate gas pelindung terhadap struktur mikro, kekerasan, dan kekuatan tarik.
Desain Kapal 3-in-1 Multipurpose Container-Passenger-Vehicle dengan Variasi Bangunan Atas Portable sebagai Penunjang Tol Laut di Wilayah Indonesia Timur Anindra Ahmad Farras; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.51 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33046

Abstract

Sebagai penunjang untuk membantu penyebaran logistik di Indonesia, pemerintah membangun banyak kapal perintis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya adalah kapal perintis yang memiliki muatan 3-in-1 yang mampu membawa tiga muatan berbeda secara langsung untuk meningkatkan pendapaan. Faktanya, kapal-kapal berpelayaran multiport memiliki kekurangan jika terjadi fluktuasi penumpang karena terdapat perbedaan kebutuhan di tiap daerah. Hal tersebut berpengaruh terhadap penurunan pendapatan karena terdapat ruangan yang tidak terisi. Oleh karena itu dibutuhkan kapal dengan modul bangunan atas portable agar dapat mengatur ruangan kapal sesuai yang dibutuhkan. Jika penumpang berkurang ruangan akan diganti oleh kontainer. Kapal tersebut beroperasi di wilayah timur Indonesia pada rute pelayaran Makassar-Bitung-Tertate-Ambon-Sorong-Jayapura untuk memfasilitasi ketersediaan barang di wilayah timur Indonesia. Dalam mendesain kapal dilakukan analisis teknis yang meliputi perhitungan ukuran utama, perhitungan stabilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard. Kapal yang didesain memiliki ukuran Panjang antar Garis Tegak (Lpp): 139,8 meter, lebar (B): 24 meter, Tinggi (H): 12,8 meter, dan Sarat (T): 5,95 meter dengan kecepatan: 18 knots. Dengan ukuran tersebut kapal memiliki dua pilihan bangunan atas pada kondisi pertama kapal dapat mengangkut 1400 penumpang, 41 TEUs kontainer, 40 unit mobil dengan panjang kurang dari 5 meter, 12 unit truk atau bus dengan panjang 7 meter sampai 10 meter, dan 322 unit sepeda motor. Sedangkan untuk kondisi kedua kapal dapat mengangkut 1400 penumpang, 41 TEUs kontainer, 40 unit mobil dengan panjang kurang dari 5 meter, 12 unit truk atau bus dengan panjang 7 meter sampai 10 meter, dan 322 unit sepeda motor.
Analisis Prediksi Laju Korosi Pada SMAW Underwater Wet Welding Weldjoint Baja ASTM A36 Karena Pengaruh Variasi Coating Elektroda dan Heat Input Arifin Amanto Putra; Herman Pratikno; Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.145 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38287

Abstract

Sejalan dengan berjalannya zaman, teknologi konstruksi bangunan laut berkembang sangat cepat dan sudah banyak variasi metode reparasi bangunan laut yang dapat  menjadi alternatif. Tetapi perlu perhatian lebih pada metode reparasi yang digunakan agar reparasi tersebut menjadi maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi Coating Elektroda berupa pernis dan lilin serta heat input sebesar 1.0 kJ/mm dan 1.3 kJ/mm pada SMAW underwater wet welding baja ASTM A36. Pada prediksi laju korosi, nilai terendah didapatkan pada penggunaan coating elektroda lilin dan heat input 1.3 kJ/mm, yaitu 0.8 mmpy dengan kategori wajar (Fair). Kemudian untuk nilai prediksi laju korosi pada variasi pengelasan lain masuk kedalam kategori buruk (poor). Seperti pada pengelasan dengan coating elektroda pernis dan heat input 1.3 kJ/mm dan 1.0 kJ/mm mempunyai nilai berturut-turut  2.60 mmpy dan 3.61 mmpy. Selain itu, pada pengelasan dengan coating elektroda lilin dengan heat input 1.0 kJ/mm  mempunyai nilai 1.22 mmpy yang juga masuk ke dalam kategori buruk (poor). Selain prediksi laju korosi terdapat pengujian metalografi dan didapatkan presentase ferrite weld metal terendah terjadi pada pengelasan menggunakan coating elektroda lilin dan heat input 1.3 kJ/mm, yaitu 61%. Maka, prediksi laju korosi yang didapatkan sebanding dengan presentase ferrite weld metal.
Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kecelakaan Kerja serta Lingkungan dengan Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) pada Proses Scrapping Kapal Abdul Khamid; Yeyes Mulyadi; Mukhtasor Mukhtasor
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.498 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33216

Abstract

Kapal merupakan moda transpotasi untuk memindahkan penumpang atau barang dari satu tempat ke tempat lain melalui laut. Kapal dengan umur lebih dari 25 tahun secara umum tidak dapat dioperasikan lagi karena adanya Peraturan Menteri Perhubungan pada tahun 2005 . Ketika umur kapal bertambah, maka kapal tersebut menjadi tidak efisien untuk dioperasikan. Scrapping kapal pada saat ini dianggap sebagai solusi terbaik kapal yang tidak beroperasi. Kegiatan Scrapping kapal meliputi persiapan peralatan dan pekerja, bersandarnya kapal, pemotongan dan pengiriman material hasil scrapping. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyusun skenario risiko   dan menilai risiko yang ada pada industri scrapping kapal di Bangkalan Madura dengan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HAZOP merupakan suatu cara identifikasi suatu risiko yang terjadi pada setiap pekerjaan dengan menggabungkan 2 kata penting yaitu parameter dan guideword menghasilkan penyimpangan (deviasi) hingga memberikan usulan tindakan pencegahan pada risiko kecelakaan. Analisis data dilakukan mulai mempersiapkan perlengkapan dan kondisi pekerja hingga pengiriman hasil scrapping. Metode berfungsi untuk mengetahui tingkat/level kecelakan pekerja dan dampak terhadap lingkungan di usaha  scrapping kapal. Risiko terekstrim diperoleh oleh pembersihan sisa bahan bakar/oli dengan menggunakan sabun dengan nilai 19,32. Tindakan pencegahan meliputi Memperhatikan     faktor-faktor     keselamatan     pada     waktu perencanaan, pembangunan sistem keamanan, sistem keselamatan bagi pekerja ataupun lingkungan, hingga pengawasan atau pengecekan setiap pekerjaan, menyelidiki kerusakan yang terjadi pada kecelakaan dan memelihara kalender kejadian.
Desain Self-Propelled Barge Sebagai Fasilitas Pengangkut Block untuk Galangan Kapal dari Batam ke Singapura Rakadrian Nugraha Buana; Hesty Anita Kurniawati; Ardi Nugroho Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.136 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33223

Abstract

Salah satu jasa yang disediakan oleh galangan-galangan kapal di Batam dan Singapura adalah layanan pembuatan blok-blok kapal ataupun bangunan offshore  dimana blok tersebut akan difabrikasi di sebuah galangan lalu diantar ke galangan lainnya untuk kemudian dilakukan joint erection. Dalam tugas akhir ini akan dibahas sebuah moda transportasi berbentuk self-propelled barge yang berfungsi untuk mengangkut blok-blok tersebut dengan tujuan meringankan biaya produksi yang disebabkan oleh penyewaan tongkang beserta tugboat.  Analisis teknis yang dibahas yaitu penentuan ukuran utama kapal, koefisien bentuk, hambatan dan propulsi kapal, freeboard, stabilitas kapal, trim, serta prosedur loading dan off-loading. Serta perhitungan ekonomis yang dibahas yaitu perhitungan biaya pembangunan kapal, penentuan harga sewa kapal, break even point, serta perbandingan harga dengan moda transportasi yang sudah ada. Ukuran utama kapal yang didesain yaitu panjang per pendicular (LPP): 89,2 meter, lebar (B): 21,1 meter, sarat (T): 2 meter, dan tinggi (H): 4,3 meter, dengan kecepatan : 10 knots. Kapal ini memiliki kapasitas untuk mengangkut tiga blok bangunan kapal ataupun bangunan offshore  yang memiliki ukuran maksimal luasan tiap blok 20 x 18 meter dan berat maksimal 270 ton. Harga penyewaan self-propelled barge ini adalah Rp.6.700.000.000.