cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Kekuatan Sekat Bergelombang Kapal Tanker Menggunakan Metode Elemen Hingga Zaki Rabbani; Achmad Zubaydi; Septia Hardy Sujiatanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.282 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33232

Abstract

Pemasangan sekat bergelombang dalam tangki muat kapal tanker memiliki keuntungan dalam hal permbershan tangki dan penambahan kapasitas tangki muat. Pada tangki muat yang berukuran besar perlu dilakukanperlu dilakukan pemasangan konstruksi tambahan berupa lower stool dan diafragma sekat. Dalam sisi lain, pemasangan konstruksi tersebut dapat mengurangi volume tangki dan mengganggu proses pembersihan tangki. Penelitian ini akan membahas analisis kekuatan sekat bergelombang dengan konstruksi tambahan berupa lower stool dan diafragma sekat untuk mendapatkan ukuran konstruksi yang optimum. Data sekat bergelombang diperoleh dari data konstruksi kapal tanker 17500 LTDW dengan tinggi lower stool 1280 mm dan tebal diafragma sekat 14 mm. Dari data tersebut ditentukan variasi tinggi lower stool sebesar 895 mm, 1280 mm, dan 1790 mm; serta tebal diafragma sebesar 14 mm, 13 mm, dan 11 mm. Analisis dilakukan pada model variasi sekat bergelombang menggunakan metode elemen hingga. Dari proses analisis diperoleh nilai tegangan maksimum, deformasi maksimum, berat, dan volume konstruksi sekat. Tegangan maksimum terkecil terjadi pada tinggi lower stool 1790 mm, sedangkan perubahan ketebalan tidak berpengaruh pada tegangan maksimum konstruksi sekat. Nilai deformasi maksimum terkecil terjadi pada tinggi lower stool 1790 mm, dan tebal diafragma sekat 14 mm. Variasi yang memiliki berat paling rendah memiliki tinggi lower stool 895 mm, dengan tebal diafragma 11 mm. Volume tangki muat mengalami pengurangan terendah pada variasi tinggi lower stool 895 mm, dan tebal diafragma sekat 11 mm. Perhitungan tegangan ijin menunjukkan bahwa variasi dengan tinggi lower stool 895 mm tidak memenuhi kriteria. Dengan demikian, ukuran variasi mencapai nilai optimum pada tinggi lower stool 1280 mm dengan tebal diafragma 11 mm. Konstruksi tersebut memiliki nilai tegangan maksimum 278 MPa, deformasi maksimum sebesar 8,283 mm, berat konstruksi 59,167 ton, dan volume konstruksi 79,548 m3
Desain Kapal Pesiar Dengan Hydraulic Platform Untuk Pariwisata Di Pantai Nongsa, Batam Karina Dayusari; Hesty Anita Kurniawati; Ardi Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.456 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34809

Abstract

Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu di jalur pelayaran dunia internasional.Pantai Nongsa memiliki potensi yang sangat besar aktual untuk memberi kontribusi terhadap kemajuan ekonomi Kota Batam maupun daerah sekitarnya. Pantai Nongsa dan Kampung Tua berada di kawasan Nongsa, Pulau Batam. Nongsa adalah daerah di sebelah utara Batam. Untuk lebih menarik minat pengunjung maka diperlukan inovasi yang belum ada di Nongsa, yaitu Kirei Cruise. Adalah kapal wisata yang menawarkan fasilitas berupa platform hidrolik yang dijadikan tambahan sebagai tempat untuk bersantai menikmati pemandangan laut dari jarak yang lebih dekat. Ukuran utama yang didapat berdasarkan kapal yang nantinya membawa penumpang ke Kirei Cruise ini dari serangkaian proses desain yang sudah dilakukan, maka didapatkan LOA = 58 m, B = 12 m, H = 9 m, T = 4,5 m dengan jumlah penumpang sebanyak 24 orang dan 25 crew. Setelah di dapatkan ukuran utama ini, dilanjutkan dengan pembuatan Lines Plan, General Arrangement dan desain 3D.
Electric Waste Collecting Vessel (EWOV) – Citarum River Lam Khin Xiang; Ahmad Nasirudin
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.312 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42571

Abstract

This waste collecting vessel is specifically designed to assist with the clean up of the 300km Citarum River, the longest and largest river in Indonesia. This vessel has the capacity of cleaning at least 5.4 tons of waste per day. In a country highly dependent on cheap fossil fuel, Indonesia has yet to ride on the wave of clean energy revolution due to its high initial cost of investment. The vessel uses rechargeable batteries as a source of energy for propulsion and to reduce impact on the environment in contrast to using combustion engine. The method used for this design is The Parrent Vessel Approach. The main dimension of the vessel is determined to be LOA = 8 m, B = 3 m, T = 0.2 m, H = 0.7 m, B1 = 0.7 m, Cb = 0.977, with 3 knots service speed and operating duration of at least 1.3 hours, motor power requirement to be 0.756 kW with 2.685 Wh per battery capacity. The payload capacity is 1.8 tons per round of waste collection. Garbage’s density in general is 481 kg/m^3
Analisis Tegangan Pada Penegar Wrang Pelat Akibat Kemiringan Penegar Wrang Pelat Robertus Bimo Pamungkas Sukoco; Wing Hendroprasetyo Akbar Putra; Septia Hardy Sujiatanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.177 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34475

Abstract

Fitting yang tidak tepat pada penegar wrang pelat dan pembujur alas dalam menyebabkan terjadinya misalignmen. Misalignment tersebut diperbaiki dengan standard IACS sehingga penegar wrang pelat mengalami kemiringan. Dengan kemiringan yang terjadi pada penegar wrang pelat, tegangan yang terjadi pada sambungan wrang pelat dan pembujur alas dalam mengalami perubahan. Penelitian mengenai peningkatan tegangan akibat perbaikan yang dilakukan dibutuhkan agar perbaikan pada struktur dinyatakan aman.Perhitungan tegangan dilakukan dengan bantuan program elemen hingga. Variasi yang dilakukan adalah model konstruksi dengan misalignment pada penegar wrang pelat flatbar dan berprofil L, lalu dibandingkan dengan model konstruksi tanpa misalignment.Hasil analisis menunjukan peningkatan tegangan akibat misalignment sebesar 4.864% pada konstruksi dengan penegar wrang pelat berpenegar flatbar dan 0.439% pada penegar wrang pelat profil L. Peningkatan tegangan dan nilai tegangan terbesar terjadi pada penegar wrang pelat flatbar yaitu 4.864% dan 116.43 MPa. Tegangan yang terjadi pada model yang mengalami misalignment masih jauh di bawah tegangan ijin menurut Biro Klasifikasi Indonesia yaitu 230 MPa. Penegar wrang pelat dengan profil L lebih menguntungkan secara kekuatan karena memiliki peningkatan tegangan yang lebih kecil dibanding flatbar.
Desain 2-In-1 Catamaran Fishing - Tourism Boat dengan Variasi Deck Convertible di Perairan Jepara Byan Ajusta Resnaji; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.516 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34713

Abstract

Kapal ikan merupakan salah satu sarana yang dipergunakan nelayan untuk mencari dan menangkap ikan. Dalam proses penangkapan ikan banyak hal yang mempengaruhi operasinya seperti, pasang surut air laut, cuaca, bulan, dan hal lainnya. Sehingga tidak setiap saat nelayan dapat melakukan operasi penangkapan ikan. Oleh karenanya pendapatan nelayan dari hasil tangkap ikan tidak senantiasa stabil. Hasil tangkapan ikan nelayan Jepara mengalami penurunan pada kurun waktu terakhir. Di lain sisi, Jepara memiliki potensi wisata pantai yang menarik dan perlu dikembangkan. Untuk  menunjang kestabilan pendapatan  nelayan  Jepara  maka  diperlukan inovasi desain kapal ikan 2-in-1 yang dapat dimanfaatkan untuk menangkap ikan, sekaligus untuk kapal wisata. Konsep desain kapal 2-in-1 ini menggunakan lambung catamaran supaya mendapatkan deck kapal yang lebih luas dan stabil. Konsep desain deck menggunakan prinsip convertible. Desain kapal yang dihasilkan memenuhi analisis teknis yang meliputi stabilitas, trim, dan freeboard. Kapal yang didesain memiliki ukuran Panjang antar Garis Tegak (LPP): 15,4 meter, Lebar (B): 6 meter, Tinggi (H): 2 meter, dan Sarat (T): 1 meter dengan kecepatan: 9 knot. Dari ukuran tersebut dan berbagai asumsi yang dilakukan maka didapatkan nilai ekonomis yang sesuai, yaitu harga tiket untuk menaiki kapal 2-in-1 sebesar Rp. 100.000.,- dan nilai payback period selama 2 tahun 1 bulan 22 hari. Dengan rute pelayaran dari Pantai Kartini menuju Pulau Panjang dan dilakukan pemberhentian pada titik tertentu dengan total waktu pemberhentian selama 2 jam, kemudian kembali ke Pantai Kartini.
Desain Deck Cargo Barge sebagai Arena Konser Terapung untuk Daerah Perairan Gili Trawangan - Gili Meno - Gili Air, Lombok. Dwi Andrey Prayogo; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.84 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34876

Abstract

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki keragaman flora dan fauna yang beraneka ragam. Deck Cargo Barge atau tongkang banyak yang sudah tidak beroperasi dan diparkir dikarenakan sumber daya alam berupa batu bara mulai menipis. Dengan mendesain tongkang sebagai arena konser terapung nantinya bisa menjadi referensi bagi pemilik kapal mengenai alih fungsi tongkang karena berkurangnya sumber daya alam. Dari proses analisis teknis didapatkan ukuran utama yang sesuai untuk arena konser terapung adalah L=96 m, B=24 m, H=6.6 m, T=5 m. Desain safety plan ditambahkan pada The Kahakai Floating Arena (TKFA) adalah 1119 lifejacket, 12 lifebuoy dan 24 liferafts. Garbage disposal management menggunakan compactor yang diperuntukkan untuk sampah non-organic, comminuter dan macerator diperuntukkan untuk sampah organik. Sewage treatment management menggunakan comminuter dan penyediaan holding tank. Konfigurasi mooring system yang digunakan adalah spread mooring system dikombinasi dengan mooring buoy dengan symmetric 8 line (45°) dan mooring line berupa wire rope. Besarnya biaya pembangunan TKFA adalah sebesar Rp 34,356,976,561.92 dengan estimasi PP terjadi pada tahun ke 6 bulan ke 7 operasional serta nilai NPV sebesar Rp 25,306,981,018 dan IRR sebesar 24.73% untuk jangka waktu investasi selama 10 tahun.  
Studi Perbandingan antara Integrally Stiffened Plate (Combo Plate) dengan Pelat Berpenegar Konvensional Pada Geladak Uun Kusnul Khotimah; Achmad Zubaydi; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.677 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34968

Abstract

Combo plate merupakan produk dari perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi. aerospace. Keuntungan jenis pelat tersebut adalah mampu menghemat biaya dan mempercepat waktu produksi . Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kekuatan  combo plate dengan pelat berpenagar konvensional meliputi continous weld, chain weld dan staggered weld bila digunakan dalam konstruksi kapal. Perbandingan dilakukan dengan membandingkan nilai tegangan dari 3 variasi beban (lateral, bending dan puntir) dan  3 variasi besar beban. Adapun model yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 yaitu combo plate, continuous weld, chain weld dan staggered weld. Pada variasi pelat berpenegar konvensional dilakukan perbandingan tegangan sisa menggunakan metode elemen hingga. Hasil akhir yang didapat adalah combo plate memiliki tegangan paling kecil pada beban lateral yaitu saat beban 1000 N/m2 tegangan terbesar bernilai 66.03 MPa, beban lateral 2000 N/m2 menghasilkan nilai tegangan terbesar 132.07 MPa dan pada beban  3500 N/m2 menghasilkan tegangan terbesar 231.13 MPa sementara pada momen bending dan puntir memiliki tegangan paling besar dibanding pelat berpenegar konvensional. Untuk nilai tegangan sisa paling besar adalah continous weld sebesar 90.05 Mpa.
Desain Fast Displacement Ship untuk Lomba Kapal Cepat pada HYDROCONTEST Pieter Mario Fernandez; Wasis Dwi Aryawan; Gita Marina Ahadyanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.569 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35006

Abstract

HYDROCONTEST merupakan perlombaan kapal cepat dan efisien antar mahasiswa di tingkat internasional dalam format race menggunakan kapal yang didesain, diteliti, dan diproduksi sendiri oleh para mahasiswa. Perlombaan ini mendorong para peserta untuk berinovasi dalam menghasilkan kapal dengan performa keseluruhan yang baik dari segi hambatan, propulsi, maneuvering, dan efisinesi sistem elektrik. Melihat iklim riset dalam perlombaan dan berdasarkan pengalaman/keikutsertaan tim HYDRONE ITS dalam HYDROCONTEST 2017, dilakukan proses desain kapal yang akan digunakan tim HYDRONE ITS dalam HYDROCONTEST 2018 dimana dalam proses desain ini juga dilakukan analisa CFD pada 3 variasi bentuk haluan kapal dan optimisasi sistem propulsi (pitch propeller dan RPM) agar kapal memiliki kecepatan dan endurance yang optimal. Dari proses penelitian ini, diperoleh desain kapal monohull dengan haluan berupa axe bow dengan estimasi kecepatan maksimal 5.25 m/s dan jumlah jarak tempuh maksimum 24 lap lintasan tanpa mengisi ulang baterai.
Analisis Ketahanan Microalga pada Material Baja AH 36 dengan Menggunakan Metode Impressed Current Anti Fouling (ICAF) Gilang Rezha Mahardika; Herman Pratikno
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.191 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35134

Abstract

Biofouling merupakan salah satu penyebab korosi yang tidak dapat dihindarkan lagi khusunya pada daerah yang terkena lingkungan (air dan udara) secara langsung. Penyebab dari fouling ini juga bermacam-macam dan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu macrofouling dan microfouling. Macrofouling contohnya kerang, jamur dan sebagainya. Sedangkan microfouling contohnya bakteri, alga, dan sebagainya yang mana keduanya sama-sama menjadi penyebab utama korosi . Maka pada penelitian kali ini akan diuji ketahanan fouling yang diakibatkan oleh mikroalga pada umumnya terjadi pada sistem pendingin kapal dan sistem ballasting menggunakan metode Impressed Current Anti Fouling (ICAF). Objek yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 2 mikroalga jenis Chlorella vulgaris dan Spirulina platensis yang pada kasus di lapangannya kedua mikroalga ini sering menjadi penghambat masuknya air laut kedalam sistem pendingin kapal dan menyebabkan korosi pada logam didalamnya. Penelitian kali ini menggunakan air laut komersil yang sudah di filter yang memiliki salinitas sebesar 35 ppt dan menumbuhkan kedua mikroalga tersebut selama 10 hari. Pada penelitian kali ini digunakan variasi arus listrik dan waktu yaitu 0.3, 0.5 dan 1 A untuk arus listrik nya dan 5, 7 dan 10 menit untuk waktu nya yang mana setelah reaktor ICAF diaktifkan katoda yang berupa baja HSLA 36 dan anoda yang berupa tembaga dimasukan kedalam wadah yang sudah terisi oleh mikroalga aktif. Hasil eksperimen ICAF dengan mikroalga menunjukan bahwa reaktor sederhana yang menggunakan sistem ICAF ini berhasil membunuh mikroalga chlorella vulgaris dengan persentase tertinggi sebesar 99.98% untuk arus 1 A waktu 10 menit terkecil 97.57% untuk arus 0.3 A waktu 5 menit, sedangkan untuk spirulina platensis persentase tertinggi sebesar 99.17% untuk arus 1 A waktu 10 menit terkecil 77.50% untuk arus 0.3 A waktu 5 menit. Maka dari itu semakin besar arus dan lama waktunya maka semakin efektif pula pemakaian dari sistem ICAF tersebut.
Optimisasi Ukuran Utama Kapal Roll On – Roll Off (Ro-Ro) Menggunakan Software Visual Basic dan Maxsurf Rahardian Ahmad Fauzi; Hasanudin Hasanudin; Gita Marina Ahadyanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.824 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35313

Abstract

Kapal ferry Ro-Ro adalah moda transportasi yang paling banyak digunakan untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Di Indonesia intensitas bencana karena faktor alam  relatif tinggi, sehingga banyak kapal ferry Ro-Ro yang mengalami kecelakaan. Selain karena faktor alam kecelakaan kapal ini juga terjadi akibat karakteristik kapal yang kurang sesuai untuk kondisi alam daerah tersebut. Oleh sebab itu, penggunaan metode optimasi sangat tepat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan menghasilkan desain kapal baru yang memiliki karakteristik teknis yang lebih sesuai dengan kondisi perairan di rute pelayaran tersebut. Salah satu rute pelayaran yang sering terjadi kecelakaan adalah rute Pelabuhan Bajoe – Pelabuhan Kolaka. Metode optimasi yang digunakan adalah global optimization dengan menggunakan artificial neural network. Optimasi dilakukan dengan menggunakan software visual basic dan maxsurf dengan studi kasus kapal ferry (Ro-Ro) rute Pelabuhan Bajoe – Pelabuhan Kolaka. Dari hasil optimisasi yang dilakukan dengan 1-10 nilai train, didapatkan ukuran utama yang memenuhi batasan optimisasi dan ukuran utama yang paling optimum adalah Lpp = 56,258 m, B = 12,88 m H = 4,046 m dan T = 2,592 m dan fungsi objektif  yaitu meminimumkan biaya pembangunan kapal dengan nilai $8.523.954,64. Perbandingan estimasi biaya pembangunan kapal existing dan estimasi biaya pembangunan hasil optimasi adalah 10,58% dengan selisih biaya pembangunan sebesar $1.008.473,03. Sehingga hasil optimasi tersebut menghasilkan fungsi objektif yang lebih optimum.