cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pencemaran Meso- dan Mikroplastik di Kali Surabaya pada Segmen Driyorejo hingga Karang Pilang Bagas Ari Wijaya; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.203 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46000

Abstract

Kali Surabaya memegang peranan penting sebagai sumber air baku air minum. Namun Kali Surabaya mengalami penurunan kualitas, akibat pembuangan sampah ke sungai. Jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah plastik. Partikel plastik dari jenis meso dan mikroplastik memiliki dampak negatif bagi ekosistem sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelimpahan meso- dan mikroplastik di Kali Surabaya pada segmen Driyorejo hingga Karang Pilang, serta menentukan dan mengkaji distribusinya. Sampling dilakukan secara grab pada tiga kedalaman sungai (atas, tengah, dasar) dari tiga titik menurut lebar sungai (sisi kanan, tengah, dan kiri). Sampling dilakukan dengan dua kali pengulangan. Pengambilan sampel pada permukaan menggunakan manta trawl dan pada setengah kedalaman serta dasar kedalaman menggunakan modified trawl. Pengambilan sampel air untuk pengukuran parameter suhu, pH, berat jenis air menggunakan Van Dorn sampler, dan pengukuran kecepatan arus menggunakan current meter. Ekstraksi meso- dan mikroplastik dilakukan menggunakan hidrogen peroksida dan larutan NaCl. Kemudian meso- dan mikroplastik diamati dan disortasi menggunakan stereomicroscope. Kelimpahan tertinggi mesoplastik berada di permukaan sungai pada titik Driyorejo (1,22 partikel/m3). Adapun, kelimpahan tertinggi mikroplastik berada di permukaan sungai pada titik Driyorejo (13,33 partikel/m3). Distribusi longitudinal mesoplastik dan mikroplastik pada tiga titik sampling menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Dari titik Driyorejo ke titik Bambe kelimpahan mikroplastik menurun, sedangkan dari titik Bambe ke titik Karang Pilang terjadi peningkatan. Kelimpahan mesoplastik pada tiga titik cenderung menurun dari permukaan hingga dasar. Sedangkan distribusi vertikal mikroplastik berfluktuasi: menurun dari permukaan hingga ke setengah kedalaman, kemudian meningkat di bagian dasar sungai.
Analisis Pengaruh Variasi Heat Input Pengelasan FCAW pada Sambungan Baja BKI Grade A terhadap Sifat Mekanik Muhammad Ichsan Rosidin Yuniarto; Herman Pratikno; Dirta Marina Chamelia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.761 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47184

Abstract

Kegiatan eksplorasi minyak dan gas di laut membutuhkan fasilitas anjungan lepas pantai khususnya berupa struktur terapung, karena dapat berpindah tempat sesuai kebutuhan. Salah satu rangkaian pekerjaan untuk memproduksi struktur lepas pantai tersebut adalah proses pengelasan. Flux Cored Arc Welding (FCAW) merupakan proses pengelasan yang cocok untuk kegiatan fabrikasi karena memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi heat input terhadap kekuatan tarik dan pengamatan struktur makro-mikro pada pengelasan baja BKI Grade A dengan metode pengelasan FCAW. Variasi heat input yang digunakan pada penelitian ini adalah 1,19 KJ/mm, 1,32 KJ/mm, dan 1,46 KJ/mm. Pada hasil pengujian tarik, pengelasan dengan heat input 1,46 KJ/mm memiliki nilai kekuatan tarik terbesar, ultimate strength 453,85 MPa dan yield strength 349,76 MPa. Lebar daerah HAZ tiap spesimen tidak jauh berbeda, adapun pengelasan dengan heat input 1,46 KJ/mm memiliki daerah HAZ terlebar yaitu 18 mm. Sedangkan pada hasil pengamatan struktur mikro, pengelasan dengan menggunakan heat input 1,46 KJ/mm pada bagian weld metal memiliki presentase struktur ferrite paling kecil yaitu 61,1%, kemudian struktur pearlite 38,9%.
Analisis Teknis dan Ekonomis Penerapan Pipe Piece Family Manufacturing (PPFM) pada Instalasi Sistem Perpipaan Kapal Tanker 17.500 DWT Ainun Kunti Zahra; Heri Supomo; Imam Baihaqi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.855 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47463

Abstract

Galangan di Indonesia sejauh ini masih menghadapi permasalahan yang sama yaitu keterlambatan pembangunan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Salah satu faktor  yang menyebabkan hal itu terjadi yaitu pergantian mitra kerja yang kerap dilakukan. Salah satu sistem yang memiliki beban kerja cukup besar yaitu sistem pipa. Metode eksisting yang saat ini diterapkan yaitu berdasarkan setiap sistem pipa yang ada. Metode pembangunan eksisting tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap waktu penyelesaian pekerjaan dan tidak mempercepat proses produksi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk  menganalisis secara teknis dan ekonomis penerapan metode Pipe Piece Family Manufacturing (PPFM) pada instalasi sistem perpipaan kapal tanker. Metode tersebut dilakukan dengan mengelompokkan pipa yang memiliki atribut desain dan manufaktur yang cukup mirip. Sistem perpipaan yang menjadi objek penelitian diantaranya cargo oil piping system, fresh water piping system, dan machinery cooling piping system. Teknis pengerjaan sistem perpipaan tersebut dikelompokkan berdasarkan klasifikasi pipa sesuai metode PPFM diantaranya PPFM No. 01 (Straight, ND ≤ 50 mm), PPFM No. 04 (Straight, ND ≥ 200 mm), PPFM No. 07 (Straight, ND ≥ 250 mm), PPFM No. 51 (Assembled, ND ≤ 50 mm), PPFM No. 54 (Assembled, ND ≥ 200 mm), PPFM No. 57 (Assembled, ND ≥ 250 mm), dan PPFM No. 95 (Unit Assembled). Tahap pembangunan (level manufacturing) dalam metode PPFM terdiri dari tujuh tingkat pengerjaan yaitu material receiving, pipe fabrication, pipe piece assembly, pipe piece joining, testing & coating, dan palletizing. Waktu pembanguan yang dibutuhkan dalam penerapan metode tersebut yaitu 32 hari kerja, berkurang hingga 20% apabila dibandingkan dengan kondisi eksisting. Biaya pekerja yang dibutuhkan dapat berkurang hingga 1.917% apabila dibandingkan dengan kondisi eksisting. Biaya investasi dalam penerapan metode PPFM sebesar Rp 111,330,000 (Seratus Sebelas Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah).
Pemodelan Numerik Run Up dan Overtopping Struktur Seawall Buis Beton Pangestu Ari Wicaksono; Haryo Dwito Armono; Muhammad Zikra; Juventus Welly Ginting
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.118 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47498

Abstract

Bangunan pelindung pantai banyak macam dan jenisnya, namun memiliki tujuan yaitu untuk melindungi kawasan pantai dari gelombang. Dikarenakan gelombang akan bersifat katastropik apabila terlalu besar. Penelitian terhadap bangunan pelindung pantai banyak dilakukan pada analisa transmisi, refleksi, limpasan dan rayapan. Pemilihan buis beton untuk penelitian dikarenakan masyarakat pesisir banyak menggunakannya sebagai bangunan pantai. Karena buis beton mudah dijumpai, murah dan mudah dalam pengaplikasiannya. Namun belum ada analisis secara ilmiah mengenai buis beton sebagai bangunan pantai. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis run up dan overtopping dengan berdasarkan gelombang regular uji fisik buis beton Balai Pantai menggunakan pemodelan CFD Flow-3D. Penelitian ini memvariasikan tinggi freeboard buis beton yaitu 0,05 m dan 0,2 m, variasi kemiringan untuk masing-masing freeboard 45°, 26,56° dan 18,26° dengan mengubah perletakan buis beton secara vertikal. Untuk hasil variasi, model dengan freeboard 0,05 memiliki hasil run up sama 0,05 m atau tinggi maksimal struktur, sedangkan nilai run up pada struktur dengan freeboard 0,2 hasil run up terendah yaitu pada model B3.60 dengan kemiringan 18,26° sebesar 0,17 m. Untuk overtopping relatif struktur dengan freeboard 0,2 lebih kecil dari pada struktur dengan freeboard 0,05. Hasil dari run up dan overtopping dilakukan perbandingan dengan pengaruh kemiringan, tinggi freeboard dan irribaren parameter dari penelitian lain, namun perbandingan dilakukan hanya untuk melihat trend persebarannya karena struktur yang diteliti berbeda dengan yang dilakukan oleh peneliti lain.
Optimasi Berat Konstruksi Sekat Melintang Kapal dengan Variasi Penegar Sekat Alfath Lathiful Ikhwan; Mohammad Nurul Misbah
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.881 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48071

Abstract

Sekat merupakan salah satu konstruksi di kapal yang secara umum berfungsi sebagai pemisah antara kompartemen atau ruangan di kapal. Menurut aturan konstruksi standar IACS, ada beberapa sekat yang wajib dipasang pada kapal, seperti sekat tubrukan, sekat kamar mesin, dan sekat buritan (stern tube). Dalam mendesain konstruksi sekat yang optimal, haruslah dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan direct calculation untuk mengetahui kekuatan struktur sekat tersebut, untuk selanjutnya dapat diputuskan apakah optimasi masih dapat dilakukan dengan mengecilkan ukuran penegar sekat atau merubah susunan struktur sekat tersebut. Apabila konstruksi sekat optimal, maka berat sekat menjadi minimum, sehingga akan menurunkan biaya produksi juga. Hal ini dapat menguntungkan terutama bagi industri galangan kapal. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan optimasi berat konstruksi sekat melintang. Metode optimasi yang digunakan adalah “optimization by design trial and error”, yaitu dengan menentukan variasi dan batasan optimasi dari pertimbangan desainer sendiri. Dalam penentuan variasi dan batasan tersebut, akan berpedoman pada ilmu di bidang teknik perkapalan. Dan untuk direct calculation dalam proses optimasi, akan menggunakan metode elemen hingga (FEM) dibantu software. Dari hasil penelitian optimasi sekat melintang, didapatkan bahwa variasi struktur sekat melintang yang paling ringan adalah sekat dengan variasi jarak penegar 600 mm, 1 penumpu horizontal, dengan ukuran profil desain custom, yaitu seberat 9045,4 kg, dengan tegangan maksimum yang terjadi sebesar 174,6 MPa dan berat yang lebih ringan sebesar 1,47% (134,7 kg) dari konstruksi sekat melintang data asli. Adapun sekat tersebut menggunakan profil bulb yang dapat menurunkan berat konstruksi sekat hingga 3,26% lebih ringan jika dibandingkan profil unequal legs angles dan 5,96% jika dibandingkan profil equal legs angles dengan susunan struktur konstruksi sekat yang sama
Analisis Tegangan Lambung Kapal Tanker Akibat Tubrukan Sholichatul Ilmiah; Achmad Zubaydi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.851 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48810

Abstract

Ketika suatu kapal mengalami tubrukan, struktur lambung ganda dari kapal yang bertabrakan dapat mengalami deformasi plastik yang besar dan fraktur. Maka dari itu perlu dilakukan analisis lebih lanjut mengenai tubrukan yaitu respon kapal terhadap beban tubrukan serta kemungkinan – kemungkinan jika tubrukan terjadi di titik yang berbeda. Analisis dilakukan dengan finite element method. Cakupan analisis yaitu konstruksi wing tank yang diberi beban eksternal oleh konstruksi haluan kapal yang menubruk dengan kecepatan dinas. Tubrukan disimulasikan terjadi di dua lokasi, yaitu di antara web frame (skenario 1) dan tubrukan pada web frame (skenario 2). Hasil yang didapatkan berupa tegangan von mises, deformasi, internal energy dan kinetic energy. Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan von mises maksimum global; pelat contact (side plate); web frames; longitudinal pada waktu 0,02 s untuk skenario 1 dan skenario 2 (tubrukan di web frame) adalah 653 MPa dan 2130 MPa; 653 MPa dan 591 MPa; 176 MPa dan 2130 MPa; 192 MPa dan 293 MPa. Nilai deformasi maksimum global; pelat contact (side plate); web frames; longitudinal pada waktu 0,02 s untuk skenario 1 dan skenario 2 adalah 105 mm dan 224 mm; 105 mm dan 46,9 mm; 4,77 mm dan 224 mm; 15,6 mm dan 18 mm. Energi yang diserap (internal energy) oleh konstruksi wing tank pada waktu analisis 0,02 detik untuk skenario 1 dan skenario 2 adalah 42,4 kJ dan 251 kJ. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tegangan von mises maksimum pada skenario 1 lebih besar dari skenario 2 untuk tinjauan pelat contact namun untuk tinjauan global, web frames dan longitudinal nilai pada skenario 1 lebih kecil dari skenario 2. Hal ini juga terjadi pada deformasi maksimum pada tiap – tiap tinjauan. Internal energy akibat tubrukan menunjukkan nilai yang lebih besar untuk skenario 2.
Grey Water Treatment dengan Menggunakan Teknik Koagulasi pada Kapal Penumpang KM Labobar Dimas Ilham Akbar; Hari Prastowo; Taufik Fajar Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.822 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49223

Abstract

Kapal penumpang KM. Labobar membutuhkan air bersih. Air bersih akan tersedia jika kapal dalam keadaan bersandar di pelabuhan karena pada saat itu dilakukan pengisian air bersih yang ada di kapal. Jika kebutuhan air tawar di kapal penumpang KM. Labobar meningkat maka air limbah domestik gray water (non consumable) akan juga meningkat. Limbah pada dasarnya harus melalui suatu proses treatment agar nantinya limbah tersebut aman pada saat dibuang ataupun saat digunakan lagi. Proses treatment dilakukan untuk menghindari pencemaran laut dan menurunkan kualitas air laut. Adanya permasalahan tersebut maka harus dilakukan recycle yaitu suatu pengolahan kembali pada sistem pembuangan limbah gray water dengan menggunakan teknik koagulasi. Treatment ini dilakukan agar dapat menghemat kebutuhan biaya serta menghemat pengisian air tawar pada kapal. Koagulasi merupakan suatu proses destabilisasi partikel koloid dan kemudian mengendap selama selang waktu tertentu. Pembahasan yang ada pada tulisan ini meliputi mendesain sistem pengolahan air limbah, memodifikasi existing system dan general arrangement yang ada pada KM. Labobar, perhitungan biaya dari sistem pengolahan serta menganalisa kelayakan ekonomis jika sistem ini di aplikasikan di KM. Labobar. Berdasarkan analisa data dapat dibuat tangki treatment sebanyak 2 pada frame 70-75, treatment ini akan menghasilkan sebanyak 100,758 m3 setiap harinya. Selain itu dibuat 2 tangki holding tank pada frame 132-142 yang bisa menampung sebesar 14,4 m3 setiap tangki. Dilakukan juga analisa ekonomi menggunakan sistem Payback Period, yang akan mengalami keuntungan pada saat menginjak tahun kedua.
Analisa Penyebab Keterlambatan Proyek Pembangunan Sidoarjo Town Square Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Ridhati Amalia; M. Arif Rohman; Cahyono Bintang Nurcahyo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.47 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2105

Abstract

Setiap proyek konstruksi pada umumnya  mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal  pelaksanaan tertentu, kapan pelaksanaan proyek  tersebut harus dimulai, kapan proyek tersebut harus diselesaikan,  bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan, serta  bagaimana penyediaan sumber dayanya. Diharapkan dalam pelaksanaanya tidak terjadi keterlambatan karena keterlambatan yang terjadi akan mengakibatkan meningkatnya biaya proyek. Namun, dalam pelaksanaan proyek pembangunan Sidoarjo Town Square mengalami keterlambatan. Metode yang direncanakan dalam pembahasan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan yaitu Metode Fault Tree  Analysis (FTA) dan Method Obtain Cut Set (MOCUS). Didapatkan bahwa item pekerjaan yang mengalami keterlambatan yaitu: pekerjaan struktur GWT STP, pekerjaan finishing fasade dan canopy, dan pekerjaan atap. Dari hasil analisa FTA dari ketiga top event, didapatkan bahwa keterlambatan terjadi dikarenakan  perubahan desain serta perijinan, dimana keduanya akibat faktor penyebab keterlambatan dari pihak owner.
Studi Pengaruh Pembebanan Statis dan Dinamis Terhadap Pondasi Dangkal dengan Perkuatan Tiang Buis dari Komposisi Optimal Beton yang Menggunakan Material Limbah di Kabupaten Bangkalan (Pemodelan di Laboratorium) Wahyu Ady Sulistyo; Ridha Annisa Imaniar; Ignasius Rahmat Santoso; Trihanyndio Rendy Satrya; Ria Asih Aryani Soemitro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2107

Abstract

Pondasi pendukung suatu bangunan atau penyangga konstruksi yang paling dasar adalah tanah. Jenis tanah yang kita pakai adalah tanah andosol yang ada di kabupaten Bangkalan. Tanah andosol merupakan  tanah lempung yang berasal dari sisa abu vulkanik dari letusan gunung berapi yang  memiliki nilai kembang susut yang cukup tinggi, sehingga tanah tidak stabil dan mudah menimbulkan penurunan/settlement. Salah satu desain pondasi untuk struktur tahan gempa pada rumah sederhana adalah menggunakan buis beton sebagai perkuatan pada pondasi dangkal. Dengan inovasi baru pada konstruksi buis beton yaitu menggunakan material tambahan yaitu fly ash, copper slag, dan batu putih. Limbah batu putih yang digunakan dalam penelitian ini terdapat di Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium menggunakan tanah yang dikondisikan seperti tanah di Bangkalan dengan nilai LL 78,32%. Berupa campuran pasir 56,16% bentonite 43,84%. Pondasi menggunakan komposisi campuran 1:2:3 dengan perbandingan 50%:50% untuk tiap bahan utama dan limbah, yang memiliki nilai kuat tekan besar. Kemudian pondasi diberi beban statis vertikal 10 kg - 40 kg, untuk kombinasi beban statis dan dinamis digunakan boks getar. Pemodelan pondasi yang digunakan adalah segitiga dan persegi dengan dan tanpa buis beton, diameter buis 0,3m, jarak pemasangan tiang buis beton S = 3D dan kedalaman 1m dengan skala 1:10. Penelitian di laboratorium  mendapatkan hasil, pondasi dengan luas telapak pondasi terkecil memiliki penurunan terbesar dibandingkan dengan luas telapak besar. Pondasi tanpa perkuatan memiliki penurunan terbesar daripada pondasi dengan perkuatan dan penurunan pondasi pada percepatan gempa 0,2g lebih besar dari pada 0,15g. Semakin besar volume berat tanah (γt), geser tanah (C), derajat kejenuhan (Sr), dan Porositas (n) penurunan besar, sedangkan semakin kecil angka pori (e) penurunan semakin besar.
Studi Pengaruh Pembebanan Statis dan Dinamis Terhadap Pondasi Dangkal dengan Perkuatan Tiang Buis dari Komposisi Optimal Beton yang Menggunakan Material Limbah di Kabupaten Gresik (Pemodelan di Laboratorium) Jaka Propika; Ifnul Manaf; Agustina Dwi Atmaji; Trihanyndio Rendy Satrya; Ria Asih Aryani Soemitro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.041 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2109

Abstract

Tanah merupakan bagian penting dalam suatu konstruksi yang mempunyai fungsi menyangga konstruksi di atasnya. Salah satunya adalah tanah alluvial yang ada di Kabupaten Gresik. Tanah alluvial merupakan tanah lempung yang memiliki nilai kembang susut yang cukup tinggi, sehingga belum tentu tanah tersebut baik digunakan untuk pendukung kekuatan struktur. Tidak mengherankan apabila sering terjadi naik turunnya tanah pada pondasi bangunan rumah sederhana tiga lantai yang diakibatkan penurunan tanah. Dalam perkembangan konstruksi saat ini, kebutuhan material konstruksi semakin meningkat sehingga menghasilkan inovasi-inovasi baru teknologi konstruksi. Adanya berbagai material baru yang diambil dari limbah-limbah industri yang bisa digunakan sebagai pengganti beberapa material yang lain. Beberapa limbah industri yang masih bisa dimanfaatkan adalah flyash, batu putih, dan copper slag, yang ada di Kabupaten Gresik. Penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan tanah yang dikondisikan seperti tanah di daerah Gresik, yaitu tanah yang dibuat dari campuran pasir 66,34% bentonit 33,66% dengan nilai LL 62,43%. Pemodelan pondasi yaitu model segitiga dan persegi (L/B = 2) dengan/tanpa perkuatan tiang buis beton dengan beban arah vertikal sebesar 10 kg, 20kg, 30kg, 40kg. Pondasi dengan komposisi campuran 50%:50% memiliki penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan komposisi campuran 80% flyash:20% semen. Luas telapak pondasi yang lebih kecil (persegi L/B= 2) memiliki penurunan lebih besar dibandingkan dengan luas telapak besar (segitiga). Pondasi tanpa perkuatan memiliki penurunan terbesar dari pada pondasi dengan perkuatan dan penurunan pondasi pada percepatan gempa 0,2g lebih besar dari pada 0,15g dan semakin besar volume berat tanah (γt), geser tanah (C), derajat kejenuhan (Sr), dan porositas (n) penurunan besar sedangkan semakin kecil angka pori (e) penurunan besar.