cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Kinerja Traksi dan Redesign Transmisi Armored Personnel Carrier Komodo 4X4 Anggi Siregar; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29595

Abstract

Dunia militer belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu perkembangan teknologi transportasi bidang militer adalah mobil anti-peluru atau biasa disebut Armored Personnel Carrier (APC). Salah satu produk transportasi militer PT. Pindad adalah APC KOMODO 4X4 yang merupakan kendaraan tempur anti-peluru yang dilengkapi dengan persenjataan berat. APC KOMODO 4X4 berkapasitas 5 penumpang dan memiliki daya sebesar 158 kW namun hanya memiliki kecepatan maksimum sebesar 100 km/h serta daya tanjak sebesar 60%. Sedangkan kompetitornya, GKN Simba yang memiliki daya engine sebesar 160 kW dan berkapasitas 10 penumpang, memiliki kemampuan yang sama dengan beban yang dua kali lipat lebih besar. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa kinerja APC KOMODO 4X4 agar dapat meningkatkan performa kendaraan tersebut. Dalam penelitian ini telah dilakukan tiga tahap analisa. Tahap pertama merupakan analisa perhitungan grafik karakteristik traksi kendaraan. Tahap kedua, dilakukan analisa terhadap karakteristik tenaga kendaraan. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan evaluasi terhadap grafik karakteristik traksi standar kendaraan, kemudian meredesain rasio setiap tingkat transmisi menggunakan teori progresi geometri. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi standar kendaraan serta hasil redesain 6, 7, dan 8 tingkat transmisi. Setelah dilakukan analisa ternyata kemampuan tanjak kendaraan tidak sesuai dengan klaim yang ada pada brosur kendaraan dimana brosur tersebut mengklaim kendaraan mampu menanjak dengan 60% gradeability sedangkan pada analisa perhitungan hanya 50%. Setelah dilakukan redesign dengan 6 tingkat kecepatan, kendaraan mampu menanjak dengan gradeability 70% dan menempuh kecepatan maksimum sebesar 140 km/jam.
Perancangan dan Analisis Karakteristik Traksi pada Mobil Pedesaan Serbaguna WAPRODES Radian Fauzia Rahman; Alief Wikarta; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29825

Abstract

Mobil WAPRODES merupakan mobil serbaguna karena mempunyai tiga fungsi yaitu untuk memuat barang dengan kapasitas maksimal 1500 Kg, menggerakan alat pertanian, serta dapat memuat delapan orang. Mobil ini merupakan gabungan dari kendaraan Grandong yang mempunyai fungsi menggerakkan alat produksi pertanian serta mobil pick up yang mempunyai fungsi sebagai pengangkut barang. Perhitungan dalam penelitian ini yaitu pemilihan engine, pemilihan rasio transmisi mengunakan progresi geometris, perhitungan aliran daya, perhitungan prediksi performa kendaraan, pemilihan penggerak 2WD dan 4WD serta analisis slip. Hasil yang didapatkan pada tugas akhir ini adalah pada saat menempuh medan tanjakan maksimal dan kecepatan maksimal yang diinginkan maka rasio transmisi yang digunakan berturut-turut 5.66, 3.05, 1.65, dan 0.89 untuk rasio gigi 1 sampai 4, sedangkan untuk penggerak terakhir digunakan rasio bernilai 4.8. Dengan rasio tersebut mobil multiguna pedesaan memiliki kemampuan menanjak maksimal yaitu 47% dan akselerasi maksimal 3 m/s2. Penggunaan modifikasi sistem transfer case dapat mengintegrasikan antara mode produksi, 2WD, 4WD. Untuk 2WD menggunakan penggerak roda belakang dapat menghasilkan 7957 N ketika kendaraan pada jalan datar. Pada 4WD dilakukan pembagian torsi dengan porsi 45% untuk roda belakang menghasilkan traksi sebesar 3200 N dan 55% untuk penggerak belakang yang dapat menghasilkan traksi 3800 N.
Pengaruh Variasi Konstanta Pegas dan Massa Roller CVT Terhadap Performa Honda Vario 150 cc Irvan Ilmy; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29829

Abstract

Perkembangan dunia otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam pengendalian. Produsen otomotif khususnya roda dua (sepeda motor) telah memproduksi kendaraan yang memakai sistem transmisi otomatis yang disebut dengan CVT (Continuously Variable Transmission).. Tujuan dari tugas akhir ini untuk membandingkan nilai gaya dorong, kecepatan maksimum, percepatan maksimum kendaraan yang dihasilkan masing-masing pegas dan roller CVT, dan mencari pegas dan roller CVT terbaik untuk performa kendaraan. Pengujian ini menggunakan empat pegas CVT dan empat roller CVT dengan nilai konstanta dan berat yang berbeda. Pengujian dilakukan dengan memasang masing-masing pegas dan roller CVT pada kendaraan dan mengambil data melalui proses dynotest. Output dari pengujian dynotest adalah nilai daya, torsi, dan putaran mesin yang dihasilkan kendaraan. Dari data tersebut dikonversi menjadi nilai gaya dorong dan kecepatan kendaraan. Untuk memperoleh kecepatan maksimum kendaraan, perlu dilakukan perhitungan gaya hambat akibat gesekan ban dengan jalan dan gaya hambat akibat udara. Dari nilai gaya dorong, gaya hambat, dan massa kendaraan dapat diketahui nilai percepatan kendaraan. Pegas KTC 2000 rpm (k=31,59 N/mm) mampu menghasilkan gaya dorong kendaraan terbesar. Roller CVT dengan 18 gram mampu menghasilkan kecepatan maksimum senilai 128,29 km/jam. Pegas KTC 2000 rpm (k=31,59 N/mm) cocok digunakan untuk berakselerasi di jalan kota dan jalan lurus. Variasi roller 18 gram cocok digunakan untuk berakselerasi di jalan luar kota karena menghasilkan kecepatan maksimum paling besar. Roller 18 gram juga cocok digunakan di kedua medan jalan karena mampu menghasilkan kecepatan maksimum tertinggi
Analisis Pengaruh Perubahan Geometri Suspensi terhadap Dinamika Getaran Sepeda Motor Mukhamad Ilham Alfian; Unggul Wasiwitono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29898

Abstract

Sistem suspensi mempunyai peranan penting pada kendaraan sebagai penunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan performa sistem suspensi, salah satunya dengan menggunakan sistem suspensi aktif. Kebutuhan terhadap energi yang sangat besar pada sistem suspensi aktif menginspirasi banyak peneliti untuk meningkatkan performa sistem suspensi dengan kebutuhan energi yang tidak terlalu besar. Selain pemilihan pegas dan peredam yang sesuai, geometri sistem suspensi juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinematika dan dinamika sistem suspensi. Sehingga salah satu usaha untuk meningkatkan performa sistem suspensi adalah dengan memanipulasi geometri sistem suspensi atau yang dikenal sebagai variable geometry suspension. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh perubahan geometri terhadap dinamika getaran sistem suspensi roda belakang sepeda motor. Perubahan geometri yang dianalisis adalah perubahan posisi bottom mounting suspensi dan panjang link untuk konstanta kekakuan pegas yang juga divariasikan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwasanya apabila semakin dekat jarak bottom mounting suspensi dengan titik mounting pada connecting rod, maka semakin kecil respon percepatan yang diperoleh. Jika link semakin panjang, maka semakin kecil pula nilai respon percepatan yang diperoleh. Dan apabila semakin kecil kekakuan pegas yang digunakan, semakin kecil respon percepatan yang diperoleh. Selain itu, berdasarkan hasil simulasi, dibandingkan dengan suspensi Pro-Link, sistem suspensi yang dipelajari pada penelitian ini memberikan respon percepatan yang lebih baik.
Perencanaan Ulang LRT Jabodebek Lintas Pelayanan 3 (Cawang-Bekasi Timur) dengan Modifikasi Alinyemen Ditinjau dari Segi Kelayakan Ekonomi dan Finansial Muhammad Adnan; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1893.35 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32638

Abstract

Dalam perencanaan LRT Jabodebek Cawang -  Bekasi Timur dibutuhkan Analisis kelayakan aspek ekonimi dan finansial sebagai bahan pertimbangan dalam investasi agar proyek LRT Jabodebek Cawang -  Bekasi Timur menjadi efisien. Dengan dilaksanakannya Analisis  tersebut  didapatkan nilai penghematan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu sebelum dan sesudah adanya LRT Jabodebek Cawang -  Bekasi Timur. Sehingga akan diketahui kelayakan pembanguan LRT dari segi finansial dan ekonomi. Lalu akan dilakukan perencaan alinyemen jalur LRT Cawang -  Bekasi Timur dengan menggunakan rute alternatif. Metodologi untuk menganalisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu menggunakan metode Jasa Marga. Untuk menganalisis aspek kelayakan ekonomi menggunakan parameter BCR dan NPV sebagai acuan kelayakan. Sedangkan untuk menganalisis aspek kelayakan finansial menggunakan parameter BCR, NPV, dan IRR sebagai acuan kelayakan. Dari analisis aspek ekonomi didapatkan penghematan BOK dan nilai waktu sebesar Rp. 48.748.436.625.973 sehingga didapatkan nilai BCR sebesar 5,11 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp. Rp39.208.173.411.349 > 1. Sementara dari analisis aspek finansial didapatkan pendapatan dari penjualan tiket LRT sebesar Rp. 18.359.007.303.801 sehingga didapatkan nilai BCR sebesar 1,84 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp. 8.818.744.089.177 > 1 dan nilai IRR sebesar 10,98% > 7,25%. Maka dapat disimpulkan pembanguan LRT Jabodebek (Cawang – Bekasi Timur) layak secara finansial dan ekonomi. Sehingga dapat dilanjutkan dengan perencanaan alinyemen pada rute alternatif.
Model Probabilitas Penggunaan Moda Kereta Komuter Bagi Pekerja Ulang-Alik Sidoarjo-Surabaya di Kecamatan Waru Sovianita Natasha; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33377

Abstract

Kecamatan Waru merupakan wilayah suburban Kota Surabaya yang terkena ekspansi berupa perluasan permukiman, terutama bagi pekerja. Pergerakan ulang-alik dari Kecamatan Waru ke Kota Surabaya yang dilakukan oleh pekerja dengan menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor menyebabkan terjadinya kemacetan. Kereta Komuter Surabaya-Porong (SuPor) yang disediakan guna meminimalisir kemacetan masih belum digunakan secara efektif dan rendah peminat. Hal ini dapat terlihat dari load factor Kereta Komuter SuPor hanya 13% dan Stasiun Waru menjadi stasiun dengan jumlah penumpang terendah dibandingkan stasiun lainnya di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model probabilitas penggunaan moda kereta komuter bagi pekerja ulang-alik Sidoarjo-Surabaya di Kecamatan Waru dengan menggunakan analisis regresi logit biner. Hasil studi menunjukan bahwa probabilitas penggunaan moda kereta komuter dipengaruhi secara signifikan oleh variabel biaya, waktu, dan kemudahan mencapai tujuan.
Pemodelan Faktor – Faktor Pemilihan On-Street Parking di Kawasan Tunjungan dan Blauran Kota Surabaya Laura Andretha; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.44 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33414

Abstract

Kawasan Tunjungan dan Kawasan Blauran adalah kawasan – kawasan yang merupakan titik pusat kegiatan di Kota Surabaya dan juga memiliki parkir tepi jalan. Kedua kawasan ini mempunyai keadaan lalu lintas yang padat dengan derajat kejenuhan jalan – jalan di kawasan tersebut dalalm kategori tidak stabil serta merupakan kawasan yang termasuk dalam peraturan parkir zona dengan tarif lebih tinggi. Maka, implementasi kebijakan parkir yang telah ditetapkan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke pusat kota. Dalam praktiknya di berbagai kota, kebijakan parkir akan memberikan pengaruh terhadap perilaku parkir. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menyusun model dan mengetahui bagaimana faktor – faktor yang memengaruhi pemilihan on-street parking. Metode yang digunakan dalam mengembangkan model adalah analisa regresi logistik biner. Hasil dari studi menunjukkan bahwa variabel yang memengaruhi pemilihan on-street parking pada pengguna parkir kendaraan bermotor roda dua adalah pendapatan, durasi parkir, dan biaya parkir. Kemudian, pada pengguna parkir kendaraan bermotor roda empat, variabel – variabel yang memengaruhi pemilihan on-street parking adalah usia, maksud perjalanan, durasi parkir, dan jarak berjalan kaki.
Studi Eksperimen Pengaruh Temperatur dan Viskositas Pelumas Terhadap Performa Kendaraan Transmisi Manual (Honda Sonic 150R) Ladrian Rohmi Abdi Syahdanni; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33447

Abstract

Perkembangan dunia otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam pengendalian. Produsen otomotif khususnya roda dua (sepeda motor) telah memproduksi kendaraan berkapasitas besar. Para produsen berlomba-lomba untuk menciptakan kendaraan dengan performa dan akselerasi yang baik. Akselerasi dan performa yang baik salah satunya dipengaruhi oleh pelumas. Dengan banyaknya variasi jenis pelumas yang dijual di pasaran memiliki nilai viskositas dan bahan pembuatan pelumas yang berbeda, mengindikasikan bahwa pemilihan pelumas yang sesuai dapat memperbaiki performa kendaraan standart. Pelaksanaan eksperimen ini dilakukan menggunakan chassis dynamometer atau yang dikenal sebagai dynotest. Menggunakan tiga variasi jenis pelumas dimana tiap pelumas dilakukan sebanyak 30 kali running dynotest secara nonstop. Pada penelitian ini didapatkan bahwa setiap variasi pelumas memiliki performa dan viskositas kinematik yang berbeda. Pelumas semi sintetik (Oli 1) pada rpm engine rendah mampu menghasilkan performa yang paling tinggi. Pelumas sintetik (Oli 3) menghasilkan performa paling tinggi pada rpm engine tinggi. Pelumas sintetik (Oli 2 dan Oli 3) memiliki performa maksimum yang lebih tinggi dibandingkan pelumas semi sintetik (Oli 1). Pelumas sintetik (Oli 2 dan Oli 3) memiliki karakteristik viskositas yang lebih baik karena memiliki presentase angka penurunan viskositas kinematik terhadap temperatur yang lebih rendah dibanding pelumas semi sintetik (Oli 1).
Analisis Pengaruh Posisi Center of Gravity terhadap Stabilitas Arah Bus Double Deck Maslakhatuz Zahro; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.356 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33755

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia akan berdampak pada kebutuhan alat transportasi, terutama alat transportasi umum yaitu bus. Keselamatan dan keamanan sarana transportasi umum sudah menjadi perhatian masyarakat pengguna bus. Salah satu kejadian yang berhubungan dengan keselamatan dan keamanan penumpang adalah kecelakaan. Tingginya angka kecelakaan sebagian besar diakibatkan oleh kelalaian pengemudi dan kurangnya stabilitas kendaraan saat di jalanan. Oleh karena itu, dilakukan analisa stabilitas arah kendaraan bus double deck. Ada beberapa variasi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kecepatan, sudut belok, sudut kemiringan melintang jalan, jenis permukaan jalan, dan posisi center of gravity. Penelitian ini untuk mengetahui perilaku arah bus double deck yang dibagi menjadi tiga yaitu understeer, oversteer, dan netral. Ketiga perilaku arah belok kendaraan dapat diketahui dengan melakukan analisa slip, skid, dan guling. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah bus double deck mengalami kondisi paling stabil saat kondisi 4 (ekstrim depan) dimana hanya ada penumpang di bagian depan  pada kedua deck. Kendaraan ini mengalami kondisi paling stabil ketika melewati jalan miring daripada jalan datar karena sudut slip nya semakin kecil dengan bertambahnya sudut kemiringan melintang jalan. Kendaraan mengalami skid lebih cepat pada jalan basah daripada jalan kering.
Analisis Torsional Rigidity, Efek Jacking, dan Kekuatan Chassis Go-Kart Akibat Beban Belok Yulian Dwi Satria Wibisana; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2297.192 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36672

Abstract

Dalam berkompetisi, go-kart dituntut mampu lincah saat berbelok. Namun, differential gear dan sistem suspensi ditiadakan dalam komponen standar perlombaan. Padahal, komponen ini berpengaruh pada performa belok kendaraan. Kedua fungsi komponen tersebut dikompensasi melalui chassis go-kart yang didesain tidak hanya kuat menahan beban, namun juga harus cukup fleksibel (khususnya terkait kekakuan torsional). Go-kart memanfaatkan efek jacking dari chassis dalam meningkatkan kemampuan berbeloknya. Oleh karena itu, penelitian kali ini bertujuan melihat hubungan kekakuan torsional dari chassis go-kart dengan efek jacking yang mampu dihasilkan dalam kondisi pembebanan aktual. Analisis chassis tersebut akan dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga. Di mana tiga model chassis go-kart akan diberikan pembebanan torsional dan juga pembebanan belok. Pada pembebanan torsional, chassis akan diberikan beban torsional sehingga akan menghasilkan besar torsional rigidity yang menggambarkan nilai kekakuan chassis tersebut. Kemudian, simulasi pembebanan belok akan digunakan untuk mengetahui jacking dan karakter kekuatan  dari chassis tersebut. Selain itu, beban pengereman yang terjadi saat berbelok juga akan dianalisa efeknya pada efek jacking dan kekuatan chassis. Setelah simulasi dan analisis telah dilakukan. Maka, hasil memperlihatkan bahwa chassis tony kart merupakan chassis yang paling fleksibel daripada chassis lainnya dengan torsional rigidity 188,6 Nm/deg, dan chassis birell merupakan chassis yang paling kaku dengan torsional rigidity 277,7 Nm/deg. Dan chassis arrow dengan torsional rigidity 243,75 Nm/deg. Setelah diteliti diketahui bahwa semakin fleksibel chassis akan mempermudah terjadinya efek jacking pada kendaraan. Kemudian, kekuatan chassis yang paling baik dimiliki oleh go-kart dengan tipe chassis arrow. Sementara itu, beban pengereman dengan jarak pengereman 3 meter dan perlambatan 20,8 m/s2 saat berbelok didapatkan membuat go-kart lebih mudah mengalami jacking (rata-rata kenaikan jacking 67 %). Namun, beban ini dapat membuat tegangan maksimal yang diterima chassis bertambah (rata-rata kenaikan tegangan maksimal 21 %).