cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kontrol Eksoskeleton Tangan dengan Sensor Taktil untuk Rehabilitasi Spesific-Task Practice pada Pasien Spastisitas Pasca Stroke Hanan Yumna; Achmad Arifin; Atar Fuady Babgei
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61832

Abstract

Pasien pasca stroke dengan komplikasi spastisitas dapat menyebabkan kurangnya kemampuan menggenggam objek sehingga mempunyai kebutuhan khusus dengan bantuan eksoskeleton tangan robotik. Setelah dilakukan berbagai teknik fisioterapi untuk menangani spastisitas, perlu dilakukan evaluasi kekuatan tangan pasien selama menggenggam. Meskipun banyak metode rehabilitasi specific-task learning dengan eksokskeleton, untuk mendapatkan pengukuran kekuatan selama interaksi genggaman masih menjadi hal yang menantang. Tujuan penelitian ini mengembangkan eksoskeleton dengan umpan balik dari sensor taktil untuk mengevaluasi distribusi kekuatan pada ujung jari pasien, lalu eksoskeleton membantu pasien menjaga kekuatan pegangan disekitar trehsold untuk meningkatkan kemampuan gerak. Pengukuran threshold genggaman tangan normal yang didapatkan untuk mengangkat sebuah cangkir adalah 2,254 N. Selama rehabilitasi, eksoskeleton mampu menjaga kekuatan pegangan disekitar threshold, ketika kekuatan pegangan subjek terdeteksi dibawah threshold, eksoskeleton mampu memberikan stimulus eksternal power sehingga menjaga kekuatan pegangan.
Perhitungan Frekuensi Kedipan Mata berbasis Convolutional Neural Network Atyantagratia Vidyasmara Daryanto; Eko Mulyanto Yuniarno; Ahmad Zaini
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61937

Abstract

Mata merupakan organ yang sangat sensitif, benda dan tekanan dengan ukuran kecil sudah dapat menimbulkan gangguan pada organ ini. Kedipan mata terjadi karena dipen- garuhi oleh sensitifitas kornea dan kekeringan mata. Terdapat dua parameter utama pada kedipan mata, yaitu frekuensi dan durasi, frekuensi berkedip dapat bertingkat salah satunya adalah saat orang dalam kondisi mengantuk. Pada peneli- tian ini dilakukan pendenteksian pada kondisi mata berkedip dari dataset video. Peneletian ini menggunakan disiplin ilmu Deep Learning dengan metode Convolutional Neural Network. Dataset berupa video akan diekstrak menjadi frame gambar, yang kemudian dilakukan labelling pada kondisi mata terbuka dan mata tertutup. Setelah mendapatkan hasil klasifikasi untuk mata terbuka dan mata tertutup, dibuat suatu model untuk mendeteksi kedipan mata pada video. Pada klasifikasi kondisi mata terbuka dan mata tertutup didapatkan akurasi sebesar 96% dan akan dilakukan pengujian pada video untuk deteksi kedipan mata secara otomatis
Studi Kelayakan Pemasangan PLTS 80 KW Pada Sistem Kelistrikan PT. Indonesia Kendaraan Terminal Pius Aditya Kurnia Ray; Rony Seto Wibowo; Feby Agung Pamuji
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59320

Abstract

PLTS sebagai salah satu pembangkit listrik terdistribusi adalah jenis pembangkit yang paling efisien untuk di terapkan pada lahan industri. Banyak industri menengah hingga besar di Indonesia yang tertarik untuk mulai menerapkan PLTS pada lahan usaha mereka. PT. Indonesia Kendaraan Terminal menjadi salah satu pelaku industri besar yang tertarik untuk menerapkan PLTS pada jaringan listrik mereka. Namun sebelum menjalankan menerapkan hal tersebut harus dilakukan analisa terlebih dahulu terhadap kelayakan investasinya. Pada tugas akhir ini akan dianaliasa alternatif-alternatif investasi, untuk mendapatkan alternatif investasi seperti apa yang paling cocok dan paling menguntungkan dalam penerapan rencana ini. Oleh karena itu analisa kelayakan ekonomi teknik perlu dilakukan. Pada penelitian ini penulis merencakan penggunaan 195 buah panel surya untuk diterapkan, dengan energi yang dihasilkan 89.83 MWh per tahun dan penghematan sebesar Rp 110.051.317,00. Metode ekonomi Teknik diterapkan untuk mendapatkan kelayakan dari investasi ini. Pada analisa ekonomi yang dilakukan didapatkan alternatif investasi terbaik dengan nilai NPV Rp 81.346.406,00, nilai IRR sebesar 0,54%. Sehingga proyek ini layak untuk dijalankan.
Evaluasi Koordinasi Proteksi pada Sistem Kelistrikan PT. Pertamina RU II Dumai Akibat Integrasi dengan Jaringan PT. PLN Victor Bramson Pardede; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59784

Abstract

PT. Pertamina RU II Dumai adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak dan gas bumi. Dalam perjalanannya, PT. Pertamina RU II Dumai berencana untuk melakukan integrasi sistem kelistrikan terhadap jaringan PT. PLN untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Dengan adanya pengintegrasian ini, keamanan sistem kelistrikan juga harus diperhitungkan. Keamanan pada sistem kelistrikan industri bertujuan untuk mengurangi atau memperkecil kemungkinan kerusakan peralatan akibat adanya gangguan yang dapat terjadi. Proteksi pada sistem kelistrikan dapat diatur dengan menggunakan rele proteksi. Pada praktiknya, kinerja pengamanan juga harus berdasarkan koordinasi yang tepat. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai evaluasi koordinasi proteksi pada PT. Pertamina RU II Dumai akibat integrasi dengan jaringan PT. PLN. Koordinasi yang akan dievaluasi dalam tugas akhir ini adalah rele arus lebih gangguan fasa dan gangguan tanah. Setting yang diperoleh akan disimulasikan pada software ETAP 12.6.0.
Sistem Kontrol Pencahayaan Matahari pada Aquascape Muhamad Hasri Pramadana; Muhammad Rivai; Harris Pirngadi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59809

Abstract

Aquascape adalah seni dalam mengatur dan menata tanaman air, bebatuan, ataupun kayu untuk memperindah sebuah akuarium. Dengan adanya tanaman serta biota laut tentunya dibutuhkan cahaya matahari untuk keberlangsungan hidup. Umumnya untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan cahaya buatan sebagai pengganti cahaya matahari. Penggunaan cahaya buatan tentu tidak sama dengan cahaya matahari langsung. Cahaya matahari berperan dalam proses fotosintesis untuk pertumbuhan setiap organ dan keseluruhan tumbuhan. Tanaman yang kekurangan cahaya matahari akan mengalami gejala etiolasi. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sistem kontrol pencahayaan matahari yang akan digunakan untuk menerangi aquascape. Sistem yang dirancang menggunakan lensa Fresnel sebagai pengumpul cahaya dan serat optik untuk menyalurkan cahaya. Dengan menggunakan photodioda sebagai pengukur intensitas cahaya matahari, sistem kontrol pencahayaan matahari dapat mengukur parameter masukan yang digunakan dalam sistem. Dalam sistem ini, jenis kontroler yang digunakan adalah proportional integral derivative (PID) dan komparator. Kontroler PID digunakan sebagai masukan komparator. Berdasarkan nilai PID, komparator akan menentukan respon dari sistem. Hasil dari komparator diteruskan ke aktuator berupa motor servo untuk mengatur posisi dari lensa Fresnel. Proses pengukuran dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat mengikuti arah cahaya matahari dengan rerata eror sudut sebesar 12%. Serat optik dapat menyalurkan cahaya matahari dengan rerata efisiensi sebesar 12,6%.
Studi Eksperimen Peningkatan Kinerja Turbin Angin Savonius dengan Penempatan Silinder Sirkular Berukuran d/D = 0,2 di Depan Sudu Returning pada Jarak S/D = 1,1 Damar AKbar Darusalam; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60566

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk tiap tahunnya. Energi primer Indonesia didominasi oleh energi fosil yang jumlahnya terbatas. Menyebabkan kita harus mencari alternatif energi terbarukan agar dimanfaatkan sebagai pengganti energi fosil yaitu energi angin. Kecepatan angin yang tidak terlalu besar sangat cocok dipilih turbin angin jenis Savonius. Turbin Savonius dapat ditingkatkan performansinya dengan menambahkan disturbance body didepan returning blade turbin sehingga mempengaruhi efisiensi dari turbin tersebut. Dalam penelitian ini digunakan silinder sirkular sebagai disturbance body. Studi eksperimen ini menggunakan turbin angin Savonius yang memiliki dua sudu dengan diameter sudu turbin (D) sebesar 165,2 mm, tinggi (H) sebesar 294,4 mm. Penelitian dilakukan menggunakan rasio diameter silinder terhadap diameter turbin d/D sebesar 0,2 dengan jarak yang konstan S/D=1,1 dan variasi kecepatan aliran udara U=4-10 (m/s). Hasil yang diperoleh, peningkatan kinerja tertinggi dengan pemasangan silinder sirkular didepan returning blade d/D = 0,2 pada jarak S/D = 1,1 didapat pada kecepatan angin 4 m/s dengan nilai CoP dan CM, yang masing-masing meningkat sebesar 44,5% dan 22,3%. Selain itu, ditemukan adanya pemasangan silinder sirkular didepan returning blade turbin memiliki self strarting capability, meskipun hanya pada kecepatan angin 5 m/s.
Studi Eksperimental Efek Penempatan Silinder Sirkular di Depan Sudu Returning terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Ahmad Rifqi Romadhani; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61092

Abstract

Indonesia mempunyai potensi energi baru terbarukan yang cukup besar untuk mencapai target bauran energi primer tersebut. Salah satu sumber energi yang berpotensi besar untuk dikembangkan secara optimal adalah energi angin. Energi angin di Indonesia mempunyai potensi sebesar 60,6 GW dan hanya sekitar 3.1 MW pemanfaatannya. Karakteristik angin di Indonesia memiliki rata-rata kecepatan 2 m/s sampai dengan 6 m/s. Alat yang cocok untuk kondisi ini yaitu turbin angin. Dari data kecepatan angin yang tidak terlalu besar makanya sangat cocok untuk memilih turbin angin jenis Savonius sebagai pemanfaatan energi angin di Indonesia. Studi eksperimen yang dilakukan menggunakan turbin angin Savonius yang memiliki dua sudu dengan dimensi yaitu diameter sudu turbin (D) sebesar 165,2 mm, tinggi (H) sebesar 294,4 mm, diameter poros (b) sebesar 19 mm, dan diameter end plate (Do) sebesar 321 mm. Penelitian ini menggunakan rasio diameter pengganggu terhadap diameter sudu turbin d/D sebesar 0,2 dengan jarak dari titik pusat turbin sampai titik pusat silinder pengganggu terhadap diameter turbin S/D = 2.3 dan variasi kecepatan aliran udara 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 (m/s).”. Berdasarkan pengukuran didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dengan menambahkan silinder pengganggu di depan returning blade dapat meningkatkan kinerja turbin angin Savonius. Hal ini berdasarkan meningkatnya nilai torsi statis turbin, Coefficient of Power, dan Coefficient of Moment dibandingkan turbin angin Savonius tanpa silinder pengganggu. Peningkatan nilai tertinggi diperoleh pada kecepatan angin 5 m/s dengan penggunaan silinder pengganggu pada jarak S/D = 2,3, d/D = 0,2 diperoleh peningkatan CoP maksimum sebesar 28,82% dan pada kecepatan 4 m/s diperoleh peningkatan CM maksimum sebesar 19,23%. Namun penggunaan silinder pengganggu dengan ukuran d/D = 0,2, dan jarak S/D = 2,3 untuk semua variasi kecepatan belum mampu menyebabkan turbin Savonius memiliki self-starting pada semua posisi angular sudu.
Studi Eksperimen Pengaruh Instalasi Silinder Sirkular di Depan Sudu Returning terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Andika Rizki Fadhila; Tri Yogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61368

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia tiap taunnya meningkat begitupun kebutuhan akan energi. Peningkatan kebutuhan energi ini pun menjadi tantangan bagi Indonesia dan mendorong Pemerintah untuk meningkatkan peran energi baru. Berdasarkan data Dewan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional, Indonesia memiliki potensi tenaga angin sebesar 60.647 MW dengan kondisi kecepatan angin 3-6 m/s. Dengan kecepatan angin yang terbilang rendah di Indonesia ini maka turbin angin yang cocok untuk dipakai adalah turbin angin Savonius. Tetapi turbin angin Savonius ini memiliki kekurangan dibandingkan dengan turbin angin jenis lainnya, yaitu turbin angin Savonius memiliki efesiensi yang rendah. Maka dilakukannya penelitian ini untuk meningkatkan efesiensi dari turbin angin Savonius dengan cara meletakkan silinder pengganggu di depan returning blade. Studi Eksperimen ini menggunakan turbin angin Savonius yang memiliki dua sudu yaitu advancing blade dan returning blade. Ukuran dari diameter sudu (D) yang digunakan yaitu 167 mm, tinggi turbin (H) 298 mm, diameter poros (b) 19 mm, dan diameter end plate (D) 321 mm. selain itu untuk silinder pengganggu, digunakan silinder dengan diameter (d) 33,4 mm dan tinggi (h) 500 mm yang diletakan didepan returning blade dengan rasio jarak titik pusat turbin dan titik pusat silinder pengganggu terhadap diameter sudu turbin (S/D) adalah 2,1. Hsil yang didapatkan menunjukan bahwa Turbin Savonius dengan silinder pengganggu didepan returning blade pada kecepatan angin 6 m/s paling efektif dalam meningkatkan Coefficient of Power dan Coefficient of Moment, dengan didaptkan peningkatan sebesar 29,46% dan 16,67%. Penambahan silinder pengganggu juga mampu menyebabkan turbin angin Savonius mempunyai kemampuan selfstarting pada kecepatan 10 m/s di semua posisi sudu.
Simulasi dan Uji Kemampuan Sistem Perpipaan Pemadam Kebakaran di Perumahan Salonsa, Sorowako, Sulawesi Selatan dalam Menghadapi Fenomena Water Hammer Menggunakan Software AFT Impulse 7 dan CAESAR II Raka Aditya Nugraha; Nur Ikhwan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.62166

Abstract

Sistem perpipaan pemadam kebakaran di perumahan Salonsa merupakan fasilitas yang vital, sistem ini tidak boleh rusak/gagal karena sistem harus bisa digunakan pada tiap waktu. Sistem perppaan harus mampu bertahan dari fenomena water hammer yang menyebabkan fluktuasi tekanan. Akan dilakukan simulasi menggunakan software AFT Impulse dengan skenario valve hydrant ditutup dengan cepat, dan pompa yang mati mendadak, simulasi dilakukan untuk mengetahui efek dari fenomena water hammer pada sistem perpipaan. Simulasi kedua menggunakan software CAESAR II untuk mengetahui pembebanan yang terjadi di sepanjang sistem perpipaan pada kondisi tekanan normal dan ekstrim. Simulasi bertujuan untuk mengetahui apakah sistem perpipaan yang sudah ada dapat bertahan saat terjadi fenomena water hammer, simulasi juga bertujuan memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan keamanan operasiona dari sistem perpipaan pemadam kebakaran yang sudah ada.
Efektivitas Penyediaan Perumahan oleh Perumnas dalam Menangani Masalah Housing Backlog di Kabupaten Gresik Hendy Eka Ardiansyah; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59278

Abstract

Surabaya Metropolitan Area merupakan wilayah konsentrasi berbagai kegiatan khususnya kegiatan pusat pemerintahan dan ekonomi. Hal ini mengakibatkan proses migrasi penduduk ke Kota Surabaya semakin lama semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk di kawasan perkotaan tidak dapat diimbangi ketersediaan perumahan yang layak dan terjangkau karena lahan yang terbatas. Sehingga penyediaan dan kebutuhan perumahan untuk perkotaan saat ini sudah melebar hingga ke daerah peri urban. Sebagai daerah penyangga Kota Surabaya, Kabupaten Gresik menjadi salah satu pilihan lokasi hunian bagi masyarakat urban Kota Surabaya. Kabupaten Gresik pada tahun 2018 memiliki jumlah housing backlog sebesar 16.482 unit rumah dan diproyeksikan pada tahun 2035 mengalami housing backlog sebesar 1.700.708 unit rumah dengan asumsi ketersediaan rumah dengan tipe landed housing. Perumnas sebagai kepanjangan tangan Pemerintah dalam bidang perumahan dan kawasan permukiman dapat menjadi alternatif solusi dalam penyediaan perumahan di Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penyediaan perumahan oleh Perumnas dalam menangani masalah housing backlog di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan tiga tahap analisis. Tahap pertama yakni menghitung jumlah housing backlog di Kabupaten Gresik dengan analisis backlog perspektif kepenghunian. Tahap kedua dilakukan analisis kebijakan dan implementasi Perumnas terkait penyediaan perumahan di Kabupaten Gresik menggunakan metode content analysis. Tahap ketiga dilakukan penilaian tingkat efektivitas penyediaan perumahan oleh Perumnas dalam menangani masalah housing backlog di Kabupaten Gresik. Berdasarkan tiga indikator efektivitas, didapatkan data bahwa bahwa penyediaan perumahan oleh Perumnas dalam menangani masalah housing backlog kurang efektif. Perumnas belum memberikan kontribusi yang signifikan dengan hanya mampu menjawab 0,78% dari jumlah housing backlog Kabupaten Gresik di tahun 2019.