cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Kemampuan Pendeteksian Pengujian Eddy Current terhadap Retak Memanjang Logam Las pada Sambungan Tee Joint Material Aluminium 5083 Dilapisi Non-Conductive Coating dengan Variasi Panjang dan Kedalaman Cacat Henry Haidar Jati Andrian; Wing Hendroprasetyo Akbar Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60245

Abstract

Material seringkali mengalami kerusakan atau retak yang diakibatkan oleh proses pengelasan, salah satunya berada di bawah lapisan pelindung material. Retak tersebut dapat diperiksa dengan metode Eddy Current Testing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas dari Eddy Current Testing (ECT) dengan menggunakan variasi dimensi retak pada sambungan las tee joint material aluminium 5083. Penelitian ini menggunakan lima buah test piece material aluminium 5083 dengan masing-masing material berkuran 200 mm x 50 mm x 10 mm. Tiap material tersebut disambungkan dengan cara dilas. Retak buatan dibuat dengan menggunakan Electrical Discharge Machining (EDM) dengan variasi panjang dan kedalaman retak dengan 4 retak tiap test piece. Variasi panjang retak yang digunakan yaitu: 5.0 mm, 7.0 mm, 9.0 mm, dan 15.0 mm. Untuk variasi kedalaman retak yang digunakan yaitu: 0.5 mm, 1.0 mm, 1.5 mm, 2.0 mm dan 2.5 mm. Dengan menggunakan pengaturan parameter pengujian sebagai berikut. Probe connector: BNC; Frequency mode: Single; Frequency: 30 kHz; Angle: 352o; H gain: 59.8 dB; V gain: 68.9 dB; didapatkan hasil tinggi rata-rata indikasi sinyal retak pada pendeteksian kedalaman retak sebagai berikut. Untuk kedalaman retak 0.5 mm tinggi indikasi sinyal retaknya 4.5 mm; kedalaman 1.0 mm adalah 11.75 mm; kedalaman 1.5 mm adalah 19.75 mm; kedalaman 2.0 mm adalah 26.5 mm dan kedalaman 2.5 mm adalah 31.25 mm. Tingkat ketelitian yang didapat untuk pendeteksian kedalaman retak ialah 93.57%. Untuk pendeteksian panjang retak didapatkan hasil rata-rata panjang terukur retak buatan sebagai berikut: panjang retak aktual 5 mm memiliki nilai panjang retak terukur 6.32 mm; panjang retak aktual 7 mm memiliki nilai panjang retak terukur 7.18 mm; panjang retak aktual 9 mm memiliki nilai panjang retak terukur 8.8 mm dan panjang retak aktual 15 mm memiliki nilai panjang retak terukur 14.48 mm. Tingkat ketelitian yang didapat untuk pendeteksian panjang retak ialah 91.31%.
Analisis Kemampuan Pendeteksian Pengujian Eddy Current Testing (ECT) terhadap Crack pada Bollard dengan Bahan Casting Steven Johanes Elia; Wing Hendroprasetyo Akbar Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61079

Abstract

Bollard merupakan perangkat yang ada di kapal atau di pelabuhan yang digunakan untuk menambat kapal di dermaga atau perangkat untuk mengikatkan tali pada kapal. Bollard biasanya terbuat dari besi cor dan ditanamkan pada fondasi atau bibir dermaga sehingga mampu untuk menahan beban tarik yang bekerja pada penambat kapal di dermaga. Terjadinya beban tarik yang bekerja pada bollard dapat menimbulkan masalah seperti deformasi, keretakan, kerusakan, dan lainnya. Oleh karena sebab diatas perlu dilakukan analisis kemampuan pedeteksian berupa crack pada bollard menggunakan metode Eddy Current Testing (ECT). Dengan metode tersebut, diharapkan dapat mengukur kemampuan pendeteksian crack pada bollard. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian terhadap material yang berbahan cast iron yang dibagi menjadi tiga spesimen. Tiap spesimen diberikan kedalaman retak dan panjang yang berbeda. Spesimen satu terdapat tiga retak yang berdimensi panjang 8 mm dan kedalaman 0.5 mm, 1 mm, dan 2 mm. Spesimen kedua terdapat tiga retak yang berdimensi panjang 1 mm dan kedalaman 0.5 mm, 1 mm, dan 2 mm. Spesimen ketiga terdapat tiga retak yang berdimensi panjang 2 mm dengan kedalaman retak 0.5 mm, 1 mm, dan 2 mm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan sinyal yang didapatkan pada variasi kedalaman retak. Semakin dalam retak yang terbentuk, semakin besar juga tinggi indikasi sinyal retaknya. Tetapi hal ini tidak terjadi pada variasi panjang retak. Tinggi sinyal yang didapatkan dari panjang retak yang berbeda dan kedalaman yang sama adalah tetap sama sehingga dalam hal ini, panjang retak tidak berpengaruh dengan ketinggian sinyal. Sinyal retak yang paling tinggi terdapat pada retak dengan kedalaman 2 mm dan ketinggian sinyal retak paling rendah terdapat pada kedalaman retak 0.5 mm. Tingkat sensitivitas pada alat eddy current ini adalah sebesar 100% dan tingkat ketelitian pada alat eddy current ini adalah sebesar 77.70%.
Studi Pengaruh Variasi Pengelasan Bracket terhadap Fatigue Life Struktur Kapal Patroli Cepat 40M Akibat Beban Gelombang Saniyyah Devi Pitaloka; Muhammad Nurul Misbah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61346

Abstract

Bracket merupakan salah satu struktur kapal yang berfungsi untuk menambah kekuatan sambungan antar konstruksi kapal. Pada struktur bracket terjadi stress raiser ketika terdapat penyimpangan dalam geometri yang menyebabkan gangguan pada aliran tegangan. Terdapat beban yang bekerja secara berulang-ulang pada struktur bracket yang disebabkan oleh beban gelombang yang mengenai badan kapal dan memengaruhi kekuatan dari struktur hingga membuat kegagalan pada. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan dan perbandingan umur kelelahan sambungan bracket pada Kapal Patroli Cepat 40M yang saling menumpu dan yang tidak saling menumpu dengan menggunakan metode fracture mechanics akibat beban gelombang. Beban gelombang yang ditinjau yaitu pada vertical bending moment dan vertical shear force. Pemodelan struktur dilakukan dengan pemodelan elemen hingga pada model global dan model lokal. Hasil dari analisis model global yaitu didapatkan tegangan terbesar pada sambungan bracket B5 sebesar 0,36 MPa. Setelah itu dilakukan analisis model lokal dengan tegangan yang berasal dari model global tersebut untuk mendapatkan nilai stress intensity factor (SIF), laju perambatan retak, jumlah siklus dan umur kelelahan braccket. Hasil dari analisis tersebut didapatkan nilai SIF retak awal pada bracket yang menumpu dan tidak menumpu masing-masing adalah 0,16 MPa√m dan 0,10 MPa√m. Jumlah siklus yang bekerja pada masing-masing bracket menumpu dan tidak menumpu hingga mencapai kegagalan yaitu 1,48x107 siklus dan 1,84x107 siklus. Umur lelah pada bracket yang saling menumpu adalah 3,78 tahun dan umur kelelahan pada bracket yang tidak saling menumpu adalah 4,71 tahun. Sehingga umur kelelahan pada sambungan bracket saling menumpu lebih cepat dibandingkan dengan bracket yang dipasang tidak saling menumpu.
Desain Self-Propelled Crane Barge untuk Menunjang Pembangunan Infrastruktur di Daerah Danau Toba, Sumatera Utara Simon Peres Pakpahan; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61288

Abstract

Danau Toba merupakan salah satu aset alam potensial yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Perkembangan kawasan tersebut didukung dengan adanya pengesahan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang merupakan fokus pemerintah dalam pembangunan infrastruktur serta pengembangan pariwisata di Indonesia. Menurut kajian Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), salah satu masalah dalam melakukan pembangunan infrastruktur di Danau Toba adalah akses darat yang rusak dan sulit dilalui ke tiap daerah pinggiran Danau Toba. Maka, dalam penelitian ini akan dibahas transportasi berupa Self-Propelled Crane Barge (SPCB) yang mengangkut bahan bangunan serta kegiatan konstruksi melalui akses danau yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, efektivitas, serta efisiensi pembangunan infrastruktur di Danau Toba. Kapal ini beroperasi ke seluruh Key Tourism Area (KTA) yang menjadi pusat pembangunan sesuai program KSPN Danau Toba. Langkah-langkah dalam melakukan penelitian ini meliputi pengumpulan data proyek pembangunan di Danau Toba melalui website Kementrian PUPR, menentukan payload kapal, menentukan daerah pelayaran, kemudian menghitung analisis teknis serta ekonomis kapal. Hasil dari desain SPCB ini adalah mendapatkan ukuran utama LOA : 68,7 m, LWL : 68,6 m, LPP : 66 m, B : 14 m, H: 4 m, T : 3 m. Kapasitas payload kapal adalah 1.425 ton dengan mengangkut 22 orang awak kapal serta telescopic boom crane. Kapal ini menggunakan dua mesin penggerak dengan daya 169 kW. Besar biaya pembangunan kapal adalah sebesar Rp 13.678.439.005,- dan investasi terhadap kapal ini layak dilakukan dengan Net Present Value Rp 17.098.077.350,- Internal Rate of Return 35 %, dan Payback Periode dalam 3 tahun.
Konsep Penataan Ruang Terbuka Hijau Gumuk di Lingkungan Perumahan Formal (Studi Kasus Real Estate di Kota Jember) Heri Prasetyo; Purwanita Setijanti; Muhammad Faqih
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59314

Abstract

Ekosistem gumuk merupakan bentang alam yang unik dan khas di Kabupaten Jember. Gumuk berfungsi sebagai penyangga kekayaan keragaman hayati, area konservasi dan hu- tan lingkungan. Saat ini sebagian gumuk sudah mulai ditambang dan dialih fungsikan menjadi lahan bangunan properti, sehingga sangat dimungkinkan akan terjadi kerusakan lingkungan dan bah kan hilangnya gumuk itu sendiri. Sebagian kecil lagi ada di ling- kungan perumahan dan menjadi bagian dari persyaratan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik perumahan. Sayangnya kebe radaan gumuk belum dimanfaatkan dan diolah secara optimal, baik bahkan cenderung dibiarkan terlantar. Tujuan penelitian adalah merumuskan konsep yang tepat dalam mengoptimalkan penataan RTH gumuk di lingkungan. Perumahan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif yang memakai triangulasi untuk metode sintesa data, dengan pendekatan aspek ekologi, sosial dan estetika lingkungan. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh jenis gumuk dengan ukuran menengah dengan puncak relatif datar adalah gumuk yang paling sesuai dan optimal untuk ungsi RTH perumahan. Kosep Taman lingkungan gumuk yang optimal adalah taman berkonsep eco-park yang berbasis rekreatif-edukatif, harmonis- terintegrasi, aman dan unik. Konsep tersebut akan lebih optimal apabila pengelolaan dan pemeliharaan dilaksanakan secara terpadu, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan menjadi prioritas dalam perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
Analisa Pondasi Gedung Maritime Tower di Tanjung Priok, Jakarta Utara Teguh Ismareza; Indrasurya Budisatria Mochtar; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60282

Abstract

Gedung Maritime Tower dibangun untuk mempermudah urusan pelayanan jasa kepelabuhan di Indonesia seperti operator pelabuhan, bea cukai, shipping line dan pihak lain saling terpadu di satu tempat. Gedung Maritime Tower akan dibangun dua gedung dengan ketinggian lantai yang berbeda. Gedung pertama memiliki ketinggian 6 lantai dan gedung kedua memiliki ketinggian 24 lantai. Dalam pembangunan gedung tersebut menggunakan tiang pancang, tetapi berdasarkan peraturan lingkungan tidak diizinkan untuk menggunakan tiang pancang dengan memancang atau dengan cara injeksi. Sehingga, diperlukan alternatif pondasi lain yang tidak mengganggu lingkungan. Pada tugas akhir ini, pembangunan gedung 6 lantai akan direncanakan dengan dua alternatif, yaitu dengan menggunakan pondasi dangkal dan pondasi dalam. Untuk perencanaan pondasi dangkal, direncanakan dengan pondasi rakit dengan adanya perbaikan tanah dengan preloading kombinasi PVD. Perencanaan preloading dilakukan dengan menghitung tinggi surcharge timbunan yang ekuivalen dengan beban bangunan gedung tersebut. Untuk alternatif lain, perencanaan gedung 6 lantai dilakukan dengan menggunakan pondasi dalam jenis bored pile tanpa adanya perbaikan tanah. Untuk perencanaan gedung 24 lantai direncanakan dengan pondasi dalam bored pile. Dari hasil analisa yang dilakukan, Perencanaan pondasi rakit dengan perbaikan tanah dibutuhkan biaya sebesar Rp. 10.911.251.237. Untuk perencanaan alternatif pondasi dengan pondasi bored pile,gedung 6 lantai Rp. 8.227.707.593 dan gedung 24 lantai dibutuhkan biaya sebesar Rp.10.132.03.365.
Analisis Highest and Best Use (HBU) pada Lahan di Jalan Gatot Subroto Kota Tangerang Lukas Adiputra; Retno Indryani; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60412

Abstract

Suatu lahan yang diatasnya telah berdiri bangunan yang tidak termanfaatkan lagi oleh pemiliknya terletak di Jalan Gatot Subroto Kota Tangerang. Lahan tersebut merupakan lahan milik PT. Sabar Subur Makmur Sentosa. Berdasarkan berita yang diliput pada tanggal 13 Juli 2019 oleh CNNBANTEN.ID, pemilik properti yang telah berdiri sejak tahun 2000-an tersebut berencana akan menawarkan kepemilikan lahan kepada Investor yang tertarik untuk melakukan akusisi. Namun lokasi yang strategis saja belum cukup untuk membuat investor tertarik untuk mengakusisi lahan ini, hal ini dibuktikan dengan belum adanya kegiatan baru yang terjadi di atas lahan tersebut selama lebih dari satu (1) tahun. Oleh karena itu diperlukan analisis lebih lanjut dan mendalam untuk mengetahui alternatif penggunaan yang memberikan nilai lahan tertinggi, sehingga investor tertarik untuk melakukan akusisi. Untuk mendapatkan nilai lahan tertinggi pada lahan di Jalan Gatot Subroto, Kota Tangerang ini digunakan metode Highest and Best Use. Analisis ini meliputi aspek legal, aspek fisik, aspek finansial dan produktivitas maksimum. Aspek legal menganalisis zoning dan building code; aspek fisik menganalisis ukuran dan bentuk tanah, utilitas, aksesibilitas, dan desain awal alternatif; aspek finansial menganalisis biaya investasi, pendapatan properti, pengeluaran operasional properti dan Net Present Value (NPV); dan produktivitas maksimum untuk menentukan alternatif properti yang memberikan nilai lahan tertinggi tertinggi. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa ada tiga alternatif yang memenuhi aspek legal, aspek fisik, dan aspek finansial. Alternatif tersebut adalah apartemen, pusat perbelanjaan, dan pergudangan. Dari analisis Highest and Best Use (HBU) didapatkan alternatif peruntukan terbaik yang memberikan nilai lahan tertinggi pada lahan di jalan Gatot Subroto Kota Tangerang adalah apartemen dengan penambahan nilai dari nilai lahan awal sebesar Rp. 7.500.000/m2 menjadi Rp. 17.996.615/m2 atau sebesar Rp. 10.496.615/m2, yang berarti pemanfaatan lahan untuk apartemen akan memberikan produktifitas lahan sebesar 140%.
Analisa Penetapan Harga Jual Rumah di Perumahan Tirtasani Royal Resort Malang Alfian Bagus Nurcahyo; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60879

Abstract

Perumahan Tirtasani Royal Resort merupakan salah satu perumahan yang terletak di Kota Malang. Developer perumahan melakukan pengembangan dengan pembukaan cluster baru bernama Royal River. Dalam pengembangan sebuah cluster perumahan, tentu ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya tersebut harus dikembalikan dengan harga jual. Faktor yang mempengaruhi besarnya harga jual ditentukan dengan besarnya biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga jual rumah di Perumahan Tirtasani Royal Resort cluster Royal River. Analisis penetapan harga jual dilakukan dengan metode Analisa Titik Impas melalui analisis biaya tetap dan biaya variabel dari rencana investasi, dengan margin keuntungan 10%, 20%, dan 30%. Dari hasil analisis untuk tipe rumah 40-84 dengan margin profit 10% didapatkan harga jual sebesar Rp 403.018.204, margin profit 20% didapatkan harga jual sebesar Rp 439.656.223, dan margin profit 30% didapatkan harga jual sebesar Rp 476.294.242. Sedangkan untuk tipe rumah 106-90 dengan margin profit 10% didapatkan harga jual sebesar Rp 731.205.216, margin profit 20% didapatkan harga jual sebesar Rp 797.678.418, dan margin profit 30% didapatkan harga jual Rp 864.151.619.
Analisis Sensitivitas Investasi Apartemen Begawan Paulus Pati Richardo Tenawaheng; Christiono Utomo; I Putu Artama Wiguna
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61284

Abstract

Dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk di kota Malang mengakibatkan jumlah kebutuhan akan tempat tinggal meningkat. PT. PP Properti, Tbk. melihat peluang untuk mengembangkan suatu hunian modern dalam hal ini yang biasa disebut Apartemen. Apartemen Begawan Malang adalah salah satu proyek yang saat ini sedang dibangun di jalan raya Tlogomas nomor 1-3 kota Malang. Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk investasi apartemen Begawan Malang maka diperlukan analisis investasi apartemen untuk mengetahui keberhasilan investasi yang dilakukan oleh PT. PP Properti, Tbk. Tujuan dari analisis ini untuk mengetahui besarnya penerimaan investasi dan batas-batas penerimaan investasi, sehingga dapat meminimalisir resiko kerugian dalam investasi apartemen Begawan Malang. Metodologi dalam analisis ini diawali dengan pengumpulan data, pengolahan data, analisis pendapatan dan biaya operasi, aliran kas serta meninjau aspek finansial dengan metode Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Tahap akhir dalam pengerjaan analisis ini adalah analisis sensitivitas terhadap variabel – variabel investasi seperti biaya investasi, harga jual unit, harga sewa retail, dan sebagainya. Berdasarkan hasil dari analisis investasi didapatkan Net Present Value bernilai positif yaitu Rp. 18.191.265.063 (NPV>0) dan nilai Internal Rate of Return yaitu sebesar 20,01% dengan MARR sebesar 9,94% (IRR>MARR). Dari anilisis sensitivitas, didapatkan batas proyek ini menjadi tidak layak jika kenaikan biaya investasi sebesar 4,80%, peningkatan suku bunga sebesar 40.49%, penurunan pendapatan sebesar 4,26%, penurunan penjualan unit tipe 1 sebesar 4,96%.
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Struktur pada Apartemen Cornell Citraland Surabaya Oktavia Putri Berlian; Akhmad Yusuf Zuhdy
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61830

Abstract

Proyek Pembangunan Apartemen Cornell berlokasi di Kawasan Citraland, Made, Sambikerep, Surabaya. Luas lahan dari proyek ini ±1490 m2 dan luas bangunan ±5778 m2. Proyek ini terdiri atas 32 lantai dan 1 basement. Struktur bawah menggunakan pondasi tiang pancang dan struktur atas menggunakan beton bertulang. Pada Proyek Akhir ini menggunakan 2 jenis bekisting, yaitu bekisting konvensional dan bekisting alumunium. Perhitungan waktu dan biaya dihitung berdasarkan metode pelaksanaan yang sesuai dengan teori dari berbagai referensi yang digunakan. Tujuan dari penyusunan Proyek Akhir ini adalah untuk mendapatkan titik optimal hubungan antara waktu dengan biaya proyek. Untuk penjadwalan tiap item pekerjaan dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi Ms. Project. Hasil akhir yang diperoleh yaitu metode pelaksanaan, durasi, rencana anggaran pelaksanaan dan kurva S. Berdasarkan Analisa didapatkan durasi 261 hari kerja dengan anggaran biaya pelaksanaan sebesar Rp. 20.769.723.924.