cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penentuan Jalur Evakuasi Potensi Jebolnya Tanggul Waduk Gondang di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Lalu Ilham Wirawan; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60434

Abstract

Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Salah satu bencana yang dapat terjadi adalah bencana banjir akibat jebolnya tanggul waduk, seperti peristiwa yang terjadi di Situ Gintung pada tahun 2009. Waduk Gondang sebagai salah satu waduk besar di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan mempunyai potensi bencana yang sama. Usia waduk yang cukup tua membuat tanggul waduk menjadi rentan. Desa Gondanglor dengan berbagai potensi ekonomi, pertanian dan pariwisata akan berhadapan dengan potensi bencana yang ada. Sehingga masyarakat setempat perlu meningkatkan kapasitas mereka dalam upaya pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan menyusun jalur evakuasi bencana. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini disusun untuk menentukan jalur evakuasi sebagai bentuk pengurangan risiko bencana potensi jebolnya tanggul Waduk Gondang berdasarkan kriteria dan kondisi faktual. Demi mencapai tujuan tersebut, peneliti menentukan titik kumpul dengan teknik analisa buffer, centroid dan triangulasi; menentukan lokasi evakuasi dengan content analysis dan Analitycal Hierarchy Process (AHP); serta menentukan jalur evakuasi dengan network analysis yang divisualisasikan dalam bentuk peta dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS. Data-data dari penelitian ini didapatkan melalui studi literatur, observasi langsung ke wilayah studi serta wawancara dengan para stakeholder terkait. Adapun hasil yang didapat adalah wilayah Desa Gondanglor dibagi ke dalam 7 unit yang lebih kecil yang mana masing-masing unit tersebut memiliki satu titik kumpul. Titik lokasi berdasarkan hasil identifikasi dan analisa ditentukan menjadi 7 lokasi evakuasi, serta satu jalur evakuasi di masing-masing unit.
Evaluasi Perancangan Jembatan Longspan Cililitan Proyek LRT Jabodebek Menggunakan Balanced Cantilever Precast Post-Tensioned Box Girder Muhammad Rifky Trisnawardhana; Bambang Piscesa; Priyo Suprobo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59804

Abstract

Dalam perencanaan proyek Longspan Cililitan Proyek LRT Jabodebek mengacu pada Perpres No 65 Tahun 2016, Kementrian Perhubungan selaku owner membawahi supervising consultant dan Project Government Auditor menunjuk PT Adhi Karya (Persero), Tbk. selaku design and built contractor dan PT. Kereta Api Indonesia sebagai operator. Kontraktor harus mememiliki beberapa konsultan yang tertera dalam kontrak sebagai syarat wajib dalam perencanaan proyek tersebut. Yang pertama adalah konsultan untuk membuat Detail Engineering Design (DED). Yang merencanakan detail dimensi dari proyek jembatan bentang panjang. Tetapi penyiapan dokumen Detail Engineering Design oleh konsultan perencana atau kontraktor belumlah cukup untuk meyakinkan dan menjamin kehandalan produk engineering dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Oleh karena itu diperlukannya pemeriksaan pembuktian oleh pihak ketiga seperti konsultan Independent Proof Checker (IPC) sebagai dasar pertimbangan dan memberikan masukan atau saran sebelum akhirnya desain yang digunakan dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi. Dalam tugas akhir ini, penulis akan merencanakan ulang Jembatan Longspan LRT Cililitan dengan menggunakan precast posttensioned box girder sepanjang 198 meter yang terdiri dari 3 bentang, masing masing 54 m, 90 m dan 54 m. Struktur jembatan yang direncanakan untuk double track. Dengan menggunakan metode balanced cantilever. Perencanaan harus memperhatikan stabilitas struktur dalam tiap tahap pengerjaannya. Dalam perencanaannya dilakukan perhitungan sebagai Independent Proof Checker (IPC) yang diharapkan dapat menjadi pembanding dari perhitungan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada.
Analisa Tingkat Rawan Banjir di Daerah Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Pembobotan dan Scoring Ian Hot Oloan Sitorus; Filsa Bioresita; Noorlaila Hayati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60082

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan daerah yang rawan terhadaap bencana banjir. Banjir terjadi akibat adanya genangan air pada suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Salah satu cara untuk dapat mengelola resiko terjadinya banjir adalah dengan memperkirakan daerah-daerah yang rawan terhadap banjir. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi tingkat kerawanan suatu daerah terhadap banjir, diantaranya parameter curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, ketinggian lahan, dan tekstur tanah. Parameter-parameter tersebut diolah dengan metode pembobotan dan skoring, kemudian di overlay untuk menghasilkan peta rawan banjir. Dari hasil pengolahan didapatkan hasil parameter curah hujan didominasi dengan curah hujan 1.500 – 2.000 mm/tahun dengan luas 93.523,655 ha. Parameter penggunaan lahan didominasi oleh pertanian lahan kering dengan luas 38.066,286 ha. Parameter kemiringan lereng didominasi dengan kemiringan lereng 25 – 40% dengan luas 38490,715 ha. Parameter ketinggian lahan didominasi dengan ketinggian lahan 500 – 1000 m dengan luas 68.030,334 ha. Parameter tekstur tanah didominasi oleh tekstur tanah sedang dengan luas 77.918,599 ha. Terdapat 4 kelas kerawanan banjir meliputi sangat rawan, rawan, kurang rawan, dan tidak rawan. Kabupaten Bandung didominasi kelas Kurang Rawan dengan luas 64.277,228 ha. Daerah-daerah yang tergolong kelas Sangat Rawan ada di Kecamatan Katapang, Margahayu, Dayeuh Kolot, Pameungpeuk, Bojong Soang, Margaasih, Rancaekek, Baleendah, Solokan Jeruk, Cangkuang, Kutawaringin, Soreang, Cicalengka, Banjaran, Cileunyi, Cikancung, Ciparay, Majalaya, Paseh, Arjasari, Cimaung, Rancabali, Pasir Jambu, Ciwidey, Ibun, dan Nagreg. Daerah yang memiliki persentase luas sangat rawan banjir per luas kecamatan terbesar berada di Kecamatan Katapang dengan persentase 95,06%, sedangkan persentase luas sangat rawan banjir per luas kecamatan terendah berada di Kecamatan Nagreg dengan persentase 0,01%. Hasil validasi menunjukkan bahwa seluruh kecamatan yang disebutkan dalam Peta Wilayah Siaga Darurat Bencana Banjir merupakan daerah yang tergolong kelas Sangat Rawan pada Peta Rawan Banjir.
Analisis Fenomena Densifikasi Perkotaan pada Wilayah Surabaya Timur dengan Metode Point Pattern Analysis Muh. Nafis Bahtiar Amirul Yasin; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60517

Abstract

pertumbuhan kota dan meningkatkan konsentrasi penduduk di Kota Surabaya. Hal ini mendorong terjadinya transformasi spasial berupa proses densifikasi perkotaan. Wilayah Surabaya Timur adalah bagian wilayah dari Kota Surabaya dengan jumlah penduduk tertinggi khususnya pada tahun 2015 dan 2016, dibandingkan dengan wilayah lain di Kota Surabaya (BPS, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial wilayah Surabaya Timur terhadap adanya fenomena densifikasi perkotaan berdasarkan pendekatan Point Pattern Analysis. Dalam menganalisis fenomena densifikasi perkotaan, penelitian ini menggunakan metode analisis Average Nearest Neighbor untuk melihat pola densifikasi perkotaan pada wilayah Surabaya Timur dengan menggunakan perhitungan yang mempertimbangkan jarak antar lokasi kejadian, jumlah titik lokasi kejadian, dan luas wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 31 kelurahan yang teridentifikasi mengalami densifikasi berdasarkan sudut pandang peningkatan kepadatan penduduk dan 21 kelurahan yang mengalami densifikasi berdasarkan peningkatan kepadatan bangunan. Terjadinya densifikasi perkotaan di wilayah Surabaya Timur dipengaruhi oleh beberapa variabel, antara lain: daerah rawan bencana genangan air, fasilitas kesehatan, jaringan telekomunikasi, jaringan jalur lingkar luar timur surabaya, jaringan air bersih, jalan lingkungan, penggunaan lahan industri, serta penggunaan lahan perdagangan dan jasa. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan Average Nearest Neighbor melalui aplikasi ArcGIS 10.6, lokasi densifikasi permukiman di wilayah Surabaya Timur sepanjang tahun 2001 hingga tahun 2016 menghasilkan ratio Nearest Neighbor sebesar 0,270834 dengan jarak rata-rata (Expected Mean Distance) 240,7652 meter dan z-skor -28,655880. Hal ini menunjukan bahwa lokasi densifikasi permukiman di wilayah Surabaya Timur sepanjang tahun 2001 hingga tahun 2016 membentuk pola mengelompok atau bergerombol (Clustered Pattern).
Identifikasi Daerah Kekeringan dengan Menggunakan Temperature Vegetation Index (TVDI) dan Landsat 8 Fauzi Shidqi; Noorlaila Hayati; Filsa Bioresita
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61122

Abstract

Kekeringan kerap terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (2018), Kabupaten Sumedang merupakan salah satu daerah di Jawa Barat rawan terhadap kekeringan. Kekeringan terjadi akibat berkurangnya air secara drastis pada suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Salah satu cara untuk dapat mengelola resiko terjadinya kekeringan adalah dengan memperkirakan daerah-daerah yang rawan terhadap kekeringan. TVDI (Temperature-Vegetation Dryness Index) merupakan indeks kekeringan yang dihitung berdasarkan parameter empirik dari hubungan antara temperatur permukaan (TS) dan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Indeks tersebut dikaitkan dengan kekeringan lahan yang diperoleh hanya berdasarkan input dari informasi satelit penginderaan jauh dengan menggunakan citra Landsat 8, dengan waktu pengamatan pada bulan Agustus-September 2018. Dari penelitian ini didapat dua persamaan TVDI di Kabupaten Sumedang berdasarkan cara pengambilan titik sample, persamaan pertama sample manual adalah TVDI = (LST – (6,881*NDVI +23,766))/((-16,4*NDVI) + 58,962), daerah dengan nilai TVDI 0,6 – 0,8 (agak kering) dan 0,8 – 1 (kering) memiliki luas secara beturut-turut yaitu 1921,477 Ha dan 152721,036 Ha, sedangkan persamaan kedua sample menggunakan toolsbox fishnet pada arcGIS adalah TVDI = (LST – (1,923*NDVI +29,456))/((-8,764*NDVI) + 0,576), dengan kondisi terluas 68881,947 Ha dengan nilai TVDI 0,8-1 (kering), sedangkan area terkecil 1031,886 Ha dengan nilai 0-0,2 (basah.
Aplikasi Pengajuan Izin Lokasi Usaha Perikanan Budidaya Berbasis Webgis (Studi Kasus : Kabupaten Sumenep) Johan Arif Herdiansyah; Yanto Budisusanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61674

Abstract

Salah satu aktivitas perekonomian yang banyak dilakukan di kawasan pesisir Indonesia diantaranya adalah kegiatan perikanan budidaya. Kabupaten Sumenep merupakan penghasil perikanan budidaya terbanyak di Jawa Timur dengan jumlah produksi mencapai 89.579 ton. Akan tetapi, masyarakat secara umum masih banyak yang belum memahami adanya prosedur pengajuan izin lokasi sehingga terjadi pemanfaatan lahan usaha perikanan budidaya yang dilakukan pada area yang tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang wilayah. Selain itu terjadi sengketa antar elemen masyarakat dikarenakan adanya lahan usaha yang ilegal. Peran serta pemerintah tentunya sangat diharapkan dengan menyediakan tahapan perizinan lokasi yang efektif dalam rangkaian pengajuan izin berusaha, agar tidak terjadi lagi konflik kepentingan antar elemen masyarakat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi pengusaha perikanan budidaya di Kabupaten Sumenep dalam melakukan pengajuan izin lokasi usaha dengan merancang aplikasi pengajuan izin lokasi usaha perikanan budidaya berbasis webGIS. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain data vektor RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Sumenep 2013-2033, data vektor lokasi usaha perikanan budidaya dan tambak garam Kabupaten Sumenep serta peta online google maps, mapbox, dan open street maps. Proses perancangan dan pembangunan basis data melalui platform XAMPP dengan MySQL digunakan sebagai sistem manajemen basis data. Konfigurasi elemen-elemen pada web dibuat dengan bahasa pemrograman HTML dan Javascript, kemudian menggunakan framework bootstrap sebagai library CSS. Konfigurasi input data melalui form pengajuan dibuat dengan bahasa pemrograman PHP dan library JavaScript Leaflet. Aplikasi ini juga memuat peta interaktif yang menyediakan informasi mengenai pola ruang RTRW, lahan tambak perikanan budidaya, dan tambak garam yang dibuat melalui platform ArcGIS Online sekaligus digunakan sebagai rujukan pengguna sebelum melakukan proses pengajuan.
Analisa SCF (Stress Concentration Factor) Menggunakan Pendekatan Numerik Pada Pelat dengan Fillet Asimetris Akibat Beban Tarik Muhammad Dzaky Bestari; Dony Setyawan; Muhammad Nurul Misbach
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59243

Abstract

Tegangan akan terkonsentrasi pada daerah-daerah yang megalami perubahan bentuk yang sangat drastis atau diskontinuitas. Terdapat beberapa macam diskontinuitas pada material seperti fillet, notch, hole, dan lain lain. Dalam penelitian ini model pelat asimetris yang digunakan memiliki diskontinuitas yaitu fillet. Bentuk pelat fillet sering dijumpai pada bagian-bagian kapal seperti bracket, Web Frame, Cantilever, dan lain lain. Pada penelitian ini perhitungan nilai SCF menggunakan pendeketan numerik yang dilakukan menggunakan software berbasis elemen hingga. Ukuran model pelat SS400 yang akan dianalisa yaitu 300mm x 60mm x 5mm. Jumlah model pada penelitian ini berjumlah 9 buah untuk 3 variasi H/h yaitu H/h=2, H/h=2.5, dan H/h=3. Masing – masing rasio H/h memiliki 3 variasi r/h yaitu sebesar r/h=0.4, r/h=0.6, dan r/h=0.8. Besar beban yang digunakan pada penelitian ini adalah 2700 N atau 2,7 KN untuk setiap model berdasarkan dari yield stress material. Tahapan konvergensi didapatkan pada ukuran mesh 0,75mm untuk setiap model. Nilai Faktor Konsentrasi tegangan pada pendekatan numerik untuk rasio H/h=2 adalah 1.427 pada radius 12 mm, 1.314 pada radius 18mm, dan 1.253 pada radius 24 mm. Nilai Faktor Konsentrasi tegangan pada pendekatan numerik untuk rasio H/h=2.5 adalah 1.436 pada radius 9.6mm, 1.325 pada radius 14.4mm, dan 1.253 pada radius 24 mm. Nilai Faktor Konsentrasi Tegangan pada pendekatan numerik untuk rasio H/h=3 adalah 1.434 pada radius 8 mm, 1.38 pada radius 12 mm, dan 1.27 pada radius 26 mm. Distribusi tegangan terbesar terdapat pada model rasio H/h=3 dengan radius 8 mm. pada rasio H/h yang sama, semakin besar rasio r/h maka nilai Faktor Konsentrasi Tegangannya semakin kecil. Pada rasio r/h yang sama, semakin besar rasio H/h maka nilai Faktor Konsentrasi Tegangannya semakin besar.
Evaluasi dan Optimalisasi Fasilitas Taman Hiburan Wisata Bahari Lamongan di Era New Normal Bramantyo Bhaskoro; Mahmud Mustain; Suntoyo Suntoyo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59577

Abstract

Terjadinya pandemi virus COVID 19 di Indonesia sangat berpengaruh bagi segala sektor, khususnya sektor pariwisata. Optimalisasi adalah suatu usaha untuk mencapai hasil yang ideal dengan mengamati secara detail sesuatu hal atau benda dengan cara menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau penyusunnya untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelayakan beroperasinya Wisata Bahari Lamongan di era new normal yang diharapkan mampu membuat masyarakat tak lagi takut untuk berpariwisata. Dasar teori yang digunakan untuk penilaian kelayakan adalah Integrated Beach Value Index dalam menilai kelayakan, Pembobotan materi yang akan dianalisa lebih dalam antara lain fasilitas pendukung, protokol kesehatan, ekonomi, dan pemahaman masyarakat. Pengambilan data penilaian untuk penelitian menggunakan teknik survei. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat membawa dampak positif pada lokasi penelitian serta membantu pihak
Analisis Kemampuan Pendeteksian Pengujian Eddy Current terhadap Crack Toe pada Sambungan Tee Material Aluminium 5083 yang Dilapisi Non-Conductive Coating dengan Variasi Kedalaman dan Panjang Crack Achmad Suseno Tony Prayuda; Wing Hendroprasetyo Akbar Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59780

Abstract

Dalam industri perkapalan, material aluminium sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembangunan kapal. Dengan karakteristik dan keunggulan tersendiri membuat aluminium menjadi pilihan utama dalam pembangunan kapal-kapal tertentu seperti kapal nelayan, kapal cepat dan patroli, dan kapal-kapal lainnya. Pengelasan merupakan salah satu faktor utama dalam pembangunan kapal. Pengelasan tidak sempurna yang terdapat diskontinuitas dapat menyebabkan kerusakan yang fatal jika tidak dilakukan pendeteksian dan dibiarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan pendeteksian crack toe dengan variasi kedalaman dan panjang pada sambungan tee material aluminium 5083 yang diberi lapisan non-conductive coating dengan metode Eddy Current Testing (ECT). Dalam penelitian ini dibuat spesimen dari material aluminium 5083 berjumlah lima buah dengan ukuran 200 mm x 50 mm x 10 mm yang dilas dengan sambungan tee. Tiap spesimen diberi crack buatan sejumlah empat buah yang diberi variasi kedalaman dan panjang crack. Setelah itu, spesimen dilapisi non-conductive coating dengan ketebalan 200 mikron. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan pengaruh variasi kedalaman dan panjang terhadap pendeteksian crack toe. Seiring dengan bertambah dalam dan panjang suatu crack, tinggi sinyal eddy current yang dihasilkan juga mengalami peningkatan ketinggian. Selain itu juga dilakukan perhitungan nilai sensitivitas dan ketelitian untuk mengetahui kemampuan pendeteksian crack toe dengan pengaruh dua variasi, yaitu panjang dan kedalaman dalam kondisi pengelasan yang diberi lapisan non-conductive coating serta kondisi alur las. Nilai sensitivitas pengujian eddy current pada penelitian ini adalah 100%. Pengujian eddy current berdasarkan kedalaman crack pada spesimen 5 memiliki nilai ketelitian tertinggi, yaitu 84,82%, sedangkan pengujian terhadap spesimen 3 memiliki nilai ketelitian terendah, yaitu 53,95%. Ketelitian pendeteksian terhadap panjang crack yang terbaca tiap spesimen berturut-turut adalah 77,55% untuk spesimen 1, 94,65% untuk spesimen 2, 94,26% untuk spesimen 3, 94,77% untuk spesimen 4, dan 94,74% untuk spesimen 5.
Kajian Fitoremediasi untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat di Wilayah Pesisir Menggunakan Tumbuhan Mangrove (Studi Kasus: Pencemaran Merkuri di Teluk Jakarta) Yulyana Suci Nursagita; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59848

Abstract

Indonesia merupakan negara besar yang memiliki sumber daya alam melimpah, sehingga kegiatan industri di Indonesia juga semakin meningkat. Salah satu pencemar yang terdapat di wilayah pesisir adalah logam berat. Pencemar logam berat dihasilkan dari limbah industri mulai dari industri elektronik, industri cat dan Industri yang lain. Pencemaran wilayah pesisir oleh logam berat dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem di wilayah pesisir. Hal itu menyebabkan terakumulasinya logam berat di tubuh biota di wilayah pesisir, yang mana dapat masuk kedalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Terakumulasinya logam berat di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan terganggunya Kesehatan. Diperlukan adanya metode dalam meremediasi polutan logam berat di wilayah pesisir. Dipilihlah metode Fitoremediasi sebagai cara untuk menurunkan konsentrasi logam berat di wilayah pesisir. Metode ini dipilih karena operasionalnya yang mudah, ramah lingkungan, murah dan dapat meremediasi dalam jangka waktu yang lama. Tumbuhan yang digunakan untuk metode ini adalah tumbuhan mangrove. Mangrove merupakan tumbuhan yang dapat bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrem salah satunya adalah kadar salinitas yang tinggi. Studi kasus di wilayah pesisir Teluk Jakarta menunjukkan bahwa wilayah pesisir tersebut telah tercemar logam berat dimana logam berat merkuri (Hg) sudah terakumulasi pada biota laut yang terdapat di sekitar Teluk Jakarta. Metode dalam mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dengan fitoremediasi menggunakan empat jenis mangrove Avicennia alba, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorizha, Rhizophora mucronate. Susunan penanaman berdasarkan zonasi mangrove yang ada. Kemampuan dalam menyisihkan logam berat tergantung dengan jumlah tumbuhan dan waktu remediasi. Semakin cepat waktu remediasi semakin banyak tumbuhan yang diperlukan, jika waktu remediasi yang digunakan cukup lama maka semakin sedikit jumlah tumbuhan.