cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Demografi pada Peran Social Media Marketing Efforts (SMME) : Studi Kasus Motor Listrik XYZ Hanung Ramadhan; Satria Fadil Persada; Bahalwan Apriyansyah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63514

Abstract

Berbagai perusahaan sepeda motor listrik di Indonesia mulai berkembang pesat, hal ini disebabkan oleh munculnya Peraturan presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Salah satu perusahaan motor listrik di Indonesia yaitu motor listrik XYZ masih belum berhasil dalam menjadi nomor satu sebagai top of mind oleh pelanggan, melihat persaingan motor listrik yang berkembang di Indonesia sangat kompetitif. Motor listrik XYZ bisa menggunakan media sosial dalam meningkatkan nilai merek yang kuat bagi konsumen dan mendapatkan tanggapan positif dari pengikut sosial medianya. selain itu, rendahnya nilai tingkat keterlibatan pada salah satu akun media sosial yaitu Instagram menjadi tantangan bagi motor listrik XYZ dalam merancang berbagai konten baru yang sepadan dengan karakter pengikut Instagramnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh Social Media Marketing Efforts (SMME) terhadap ekuitas merek dan respon konsumen merek XYZ serta mengetahui tingkat loyalitas pada merek motor listrik XYZ. Penelitian ini menggunakan desain konklusif–deskriptif–multiple cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan survei dengan menyebarkan kuesioner secara online. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden berdasarkan margin error 10% dan dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modelling (SEM).
Evaluasi Kinerja Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Rute Semarang – Kendal Ma`ruf Tsaghani Purnomo; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63585

Abstract

Trans Jateng adalah suatu sistem bus rapid transit (BRT) yang difungsikan sebagai angkutan aglomerasi perkotaan di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu rute yang dioperasikan Trans Jateng adalah rute Semarang – Kendal. Pelaksanaan operasional dan fasilitas di lapangan masih memiliki kondisi yang kurang memadai, sehingga diperlukan pendalaman dan evaluasi terhadap kinerja BRT Trans Jateng rute Semarang – Kendal. Studi yang dilakukan di dalam tugas akhir ini ialah melakukan perhitungan kinerja operasi berdasarkan aspek-aspek kinerja operasi yang tertera dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Lalu, perhitungan kinerja kenyamanan kendaraan menggunakan perumusan menurut Vuchic (2007). Kinerja yang telah didapatkan dari perhitungan kinerja, survei lapangan, dan instansi terkait dilakukan penilaian dengan standar kinerja. Standar kinerja yang digunakan ialah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 27 Tahun 2015 dan The BRT Standard 2016. Hasil perhitungan dan penilaian kinerja dibandingkan dengan kepuasan dan harapan penumpang terhadap kinerja tersebut yang dianalisis dengan metode importance-performance analysis (IPA). Dari hasil studi diperoleh kinerja operasi BRT Trans Jateng rute Semarang – Kendal berupa faktor muat, waktu tempuh, kecepatan perjalanan, waktu antara, frekuensi, dan waktu tunggu penumpang berdasarkan jam puncak pagi, non puncak, dan jam puncak sore. Tingkat kenyamanan yang belum memenuhi standar kenyamanan ialah tingkat kenyamanan tempat duduk dan tingkat kenyamanan tempat berdiri berdasarkan kapasitas aktual. Nilai kinerja berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 27 Tahun 2015 adalah sebesar 73 dan berdasarkan The BRT Standard 2016 sebesar 11. Kinerja yang perlu dijadikan prioritas peningkatan berdasarkan tingkat kepuasan dan harapan penumpang adalah kenyamanan halte, jarak antar halte, ketersediaan media informasi pelayanan di halte, kemudahan penyandang disabilitas, lanjut usia, dan wanita hamil dalam mengakses halte, kelayakan jam operasional, dan integrasi dengan transportasi umum lain.
Perencanaan Gedung Park and Ride di Terminal Benowo Kecamatan Benowo Kota Surabaya Dimas Dzaky Alhadi; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.63687

Abstract

Kota Kota Surabaya merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia. Jumlah penduduk pada kota Surabaya semakin meningkat. Pada Bulan Januari 2019 Jumlah penduduk kota Surabaya sebanyak 3,095,026 jiwa ( BPS, 2019 ) . Meningkatnya jumlah penduduk di Kota Surabaya mengakibatkan meningkatnya pergerakan masyarakat yang terjadi di kota ini. Kemacetan juga bertambah karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk ke Surabaya. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pembangunan Gedung Park and Ride di Terminal Benowo untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke pengguna kendaraan umum.Dalam perencanaan Gedung Park and Ride diperlukan beberapa data pendukung untuk mempermudah pengerjaan Tugas Akhir ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data volume penumpang dan survei kuisioner penumpang. Data ini diperoleh dengan cara melakukan survei langsung di lokasi perencanaan pada pukul 06.00-09.00 di Terminal benowo. Data disebut dianalisis dengan melakukan pengolahan data hasil survai kuisioner, perhitungan demand dan melakukan Analisa forecasting. Dari hasil pengolahan data tersebut menggunakan software Microsoft Excel didapatkan jumlah demand calon pengguna fasilitas park and ride untuk pengendara mobil pribadi sebesar 128 kendaraan, sedangkan untuk sepeda motor sebesar 2715 kendaraan dengan umur rencana hingga tahun 2026 (5 tahun). Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung Park and Ride yang dapat menampung 2.846 sepeda motor dan 148 mobil dengan jumlah lantai 9 dan 1 lantai untuk akses menuju Angkutan umum.
Perencanaan Lay-Out Gedung Parkir Berdasarkan Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Stasiun Wonokromo Surabaya Edna Rochmad Hermansyam; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64373

Abstract

Stasiun Wonokromo merupakan salah satu stasiun kelas besar tipe C yang berada di Provinsi Jawa Timur dengan tingkat pertumbuhan penumpang yang semakin bertambah tiap tahun. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan penumpang, penggunaan kendaraan pribadi ataupun yang masuk wilayah stasiun semakin bertambah. Hal ini mengakibatkan perlu adanya penanganan terhadap fasilitas parkir untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang layak kepada para penumpang. Bersumber pada kondisi yang ada, perlu dilakukan analisis fasilitas parkir guna mengetahui gambaran kapasitas parkir serta kebutuhan ruang parkir yang ada. Untuk memperoleh alternatif tersebut, analisis yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah diberikan pada pedoman perencanaan parkir. Pedoman yang akan digunakan “Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota 1998”, serta beberapa referensi lain yang berkaitan dengan analisa parkir. Data-data yang dibutuhkan dalam analisa parkir pada Tugas Akhir ini adalah data primer yang terdiri dari data survei waktu masuk dan keluar kendaraan bermotor di lokasi lahan parkir Stasiun Wonokromo. Untuk data sekunder terdiri dari jadwal keberangkatan kereta api di Stasiun Wonokromo, jumlah data penumpang di Stasiun Wonokromo dan jumlah data karyawan yang bekerja di Stasiun Wonokromo. Dari hasil pengolahan data tersebut menggunakan bantuan program aplikasi Microsoft Excel didapatkan jumlah demand calon pengguna fasilitas lahan parkir mobil pribadi sebesar 78 kendaraan, sedangkan untuk sepeda motor sebesar 2.058 kendaraan dengan rencana penerapan double-track. Dari jumlah demand tersebut direncanakan gedung parkir yang dapat menampung 83 mobil dan 2.264 sepeda motor dengan jumlah 1 lantai dasar dan 5 lantai parkir.
Perencanaan Gerbang Tol Probolinggo - Banyuwangi Fajar Ihsan Kresnandi; Wahju Herijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65488

Abstract

Transportasi secara umum adalah perpindahan manusia ataupun benda dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Jalan tol adalah suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau lebih (mobil, truk trailer, bis, dll.) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Namun seringkali jalan tol yang bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu mengalami hambatan. Hambatan terjadi karena antrian yang panjang di gerbang tol, oleh karena itu diperlukan perencanaan gerbang tol agar dapat menjawab permasalahan diatas. Metode yang digunakan dalam perencanaan gerbang tol Probolinggo - Banyuwangi adalah First In First Out (FIFO) dan untuk struktur dasar antrian menggunakan Single Channel – Single Phase sebagai struktur dasar dalam proses antrian yang menggunakan 3 sistem yaitu Gerbang Tol Otomatis, On Board Unit (OBU), Single Lane Free Flow dengan menggunakan aplikasi FLO, dan sesuai dengan yang direncanakan pemerintah yaitu Multi Lane Free Flow. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara melakukan survey pelayanan waktu gerbang tol yang akan dilaksanakan di gerbang tol Cengkareng. Metode survey yang digunakan adalah menghitung durasi waktu pelayanan menggunakan stopwatch. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan metode First In First Out (FIFO), didapatkan hasil untuk perencanaan gerbang tol Probolinggo – Banyuwangi pada gerbang Kraksaan arah masuk dan keluar terdapat 2 Gardu Tol Otomatis khusus, 2 Gardu Tol Otomatis, 1 gardu SLFF, dan 1 gardu OBU. Pada gerbang tol Paiton arah masuk dan keluar terdapat 1 Gardu Tol Otomatis khusus, 2 Gardu Tol Otomatis, 1 gardu SLFF, dan 1 gardu OBU. Pada gerbang tol Besuki arah masuk dan keluar terdapat 1 Gardu Tol Otomatis khusus, 2 Gardu Tol Otomatis, 1 gardu SLFF, dan 1 gardu OBU. Sedangkan untuk perencanaan Multi Lane Free Flow didapatkan hasil antrian 0 kendaraan dan delay 1-2 detik pada gerbang Kraksaan, antrian 0 kendaraan dan delay 1-2 detik pada gerbang Paiton, antrian 0 kendaraan dan delay 1-2 detik pada gerbang Besuki.
Evaluasi Penerapan Konsep Universal Design di Stasiun Surabaya Gubeng Aissyah Nabila Anjani; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan konsep universal design di Stasiun Surabaya Gubeng. Untuk mencapai tujuan tersebut, terlebih dahulu dilakukan identifikasi kriteria prinsip universal design yang dapat diterapkan di Stasiun Surabaya Gubeng dengan menggunakan alat analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Selanjutnya dilakukan penilaian penerapan konsep universal design di Stasiun Surabaya Gubeng berdasarkan penilaian kualitas pelayanan oleh pengguna, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis skoring. Dari penelitian yang telah dilakukan, prinsip universal design yang menjadi prioritas kriteria untuk diterapkan di Stasiun Surabaya Gubeng adalah Low Physical Effort dan Tolerance of Error. Dimana pada indikator Low Physical Effort, yang menjadi sub-kriteria prioritas yaitu Posisi Tubuh, dan pada indikator Tolerance of Error, yang menjadi sub-kriteria prioritas yaitu Pelayanan Keamanan dan Kesehatan. Sedangkan berdasarkan penilaian pengguna, fasilitas yang masih memerlukan pengembangan yaitu fasilitas pada variabel Metode Penggunaan dan Penyampaian Informasi. Fasilitas pada kedua variabel tersebut belum mengakomodasi kebutuhan pengguna berkategori difabel dengan baik. Dengan adanya pengembangan fasilitas pada kedua variabel tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan dan memberikan kemudahan aksesibilitas kepada seluruh pengguna.
Analisis Pariwisata Kota Probolinggo dan Fasilitas Pendukungnya Menggunakan Algoritma A* Shylvimira Anandicha Setiawan; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.66024

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah terkait pembuatan basis data spasial dengan PostgreSQL untuk menganalisis objek wisata dan fasilitas pendukung disekitarnya. Ketersediaan fasilitas pendukung pariwisata dilakukan dengan menggunakan geoprocessing tool yakni buffer dan analysis tool yakni count points in polygon. Pencarian rute pariwisata Kota Probolinggo dengan menggunakan objek wisata sebagai origin dan destination dengan memanfaatkan fungsi PgRouting menggunakan Algoritma A*. Penggunaan fungsi PgRouting menggunakan Algoritma ini didukung oleh pembentukan topologi yang dibangun, karena dari proses tersebut menghasilkan id source sebagai titik awal dan id target sebagai titik akhir yang digunakan dalam perhitungan langkah yang diperlukan untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menentukan rute dari suatu lokasi wisata satu ke lokasi wisata lainnya. Penelitian ini menunjukkan masih terdapat objek wisata yang jauh dari fasilitas pendukung pariwisatanya. Terlihat masih banyak objek wisata yang tidak berada dekat di area sekitar radius 455 meter dari objek wisata yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas pendukung yang ada tidak tersebar dengan rata dan masih terpusat pada pusat kota saja. Hal ini dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat sekitar dan sebagai pertimbangan pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan wisata ke depannya.
Pemodelan dan Analisis Karakteristik Dinamis Regenerative Swing Arm pada Scooter Pradhana Rizki Wibowo; Harus Laksana Guntur
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67650

Abstract

Energi pada kendaraan sepeda motor tidak semuanya digunakan untuk menggerakan sepeda motor tersebut. Menurut data dari Departemen Energi Amerika (2014), hanya sekitar 12%-30% dari energi bahan bakar yang dikonversikan pada kendaraan perkotaan. Energi yang terbuang dapat berupa energi panas pada mesin, elektrik, transmisi, dan getaran. Guna meningkatkan efisiensi kendaraan, maka dilakukan perancangan dan simulasi dari Regenerative Swing Arm (RSA) yaitu sebuah sistem Regenerative Shock Absorber dengan memanfaatkan transmisi dengan spur gear pada swing arm belakang sepeda motor untuk memanfaatkan energi terbuang pada bagian suspensi dengan cara memanfaatkan gerakan putar dari swing arm sepeda motor. Selanjutnya Gerakan putar tersebut disalurkan melalui spur gear yang dilengkapi dengan oneway clutch untuk menggerakkan generator sehingga generator menghasilkan listrik yang kemudian dapat disimpan untuk keperluan kendaraan. Karakteristik dari SA-RSA didapatkan dari hasil simulasi menggunakan MATLAB dan SIMULINK. Variasi yang digunakan adalah variasi jalan, digunakan dua variasi. Variasi pertama berupa random input dengan eksitasi jalan kelas A dengan variasi kecepatan sebesar 40km/h, 60km/h dan 80km/h. Variasi kedua merupakan input sinusoidal dengan amplitudo sebesar 10cm dan variasi frekuensi sebesar 1Hz, 1,5Hz dan 2Hz. RMS daya bangkitan, tegangan dan kuat arus paling besar dihasilkan pada saat diberi eksitasi sinusoidal dengan frekuensi 1 hz sebesar 6,058 x 10-8 Watt; 2,461 x 10-4 Volt; dan 1,44 x 10-6 Ampere. RMS percepatan vertikal terbesar pada system suspensi standar terjadi ketika diberi eksitasi sinusoidal dengan frekuensi 1hz sebesar 0,1256 m/s2, sedangkan pada sistem yang diberi RSA terjadi ketika diberi eksitasi sinusoidal dengan frekuensi 1hz dan hambatan 1ohm yaitu sebesar 0,09879 m/s2.
Evaluasi Park and Ride Mayjen Sungkono Sebagai Fasilitas Perpindahan Moda di Kota Surabaya Fitria Alifia Rosa Asnawi; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67593

Abstract

Salah satu strategi RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021 untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi adalah pembangunan dan pengembangan prasarana perpindahan moda/park and ride (PnR). PnR Mayjen Sungkono diselenggarakan untuk mengatasi parkir on-street dan kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono. Dalam penyelenggaraannya, penggunaan PnR Mayjen Sungkono masih belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya pengguna kendaraan pribadi (97,9%) dibandingkan dengan kendaraan umum (1%) di Jalan Mayjen Sungkono. Oleh karena itu, studi mengenai evaluasi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermodal perlu dilakukan. Metode analisis yang digunakan adalah metode Delphi untuk mengetahui kriteria-kriteria yang sesuai bagi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermodal. Selanjutnya metode analisis Skoring digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas alih moda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua puluh kriteria yang menjadi dasar evaluasi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermoda. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat tujuh kriteria yang telah sesuai, sepuluh kriteria yang termasuk cukup sesuai, dan tiga kriteria yang tidak sesuai. Secara keseluruhan, PnR Mayjen Sungkono menunjukkan kesesuaian pada kriteria yang berkaitan dengan aspek lokasi dan atribut fasilitas.
Evaluasi Penentuan Shelter BRT (Bus Rapid Transit) di Kota Serang As Sakinah; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67838

Abstract

Dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun semenjak Banten menjadi provinsi, pertumbuhan kendaraan naik sekitar 600%. (Renja TA 2016). Penggunaan angkutan umum/lyn merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Serang untuk memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan transportasi yang layak. Namun, minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum/lyn cenderung rendah dikarenakan angkutan umum/lyn tidak memiliki jadwal pemberangkatan yang pasti. Menurut RTRW Kota Serang 2010-2030 terdapat rencana pembangunan BRT untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal.. Saat ini sudah terdapat 15 kandidat shelter dari BRT sudah direncanakan oleh pemerintah daerah Kota Serang, namun, perlu adanya pengevaluasian penentuan shelter BRT agar lebih efektif dan efisien. Dalam penelitian ini, metode analisis pertama yang digunakan yaitu dengan analisis Delphi, AHP (Analytical Hierarchy Process), dan terakhir dilajut dengan metode analisis Skoring. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 4 kandidat shelter yang tergolong sangat sesuai untuk dibangun, 3 kandidat shelter yang tergolong sesuai untuk dibangun, 3 kandisat shelter yang tergolong cukup sesuai untuk dibangun, 2 kandidat helter yang tergolong kurang sesuai untuk dan terdapat 3 kandidat shelter yang tidak sesuai untuk dibangun Diharapkan penelitian ini dapat membantu stakeholder berwenang dan pemerintah daerah Kota Serang untuk melakukan perencanaan terkait penentuan lokasi shelter BRT di Kota Serang.