cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Konsep Walls’ Music : Perancangan Balai Pertunjukan dengan Pendekatan Desain Sensorik Ariefina Marta Rahmavani; Arina Hayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.70185

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai kegiatan termasuk dalam bidang kesenian dan kebudayaan, salah satunya konser musik. Namun, fasilitas konser musik masih sedikit yang mengakomodasi penampil dan penonton penyandang disabilitas untuk dapat menikmati kegiatan secara optimal dan mandiri. Disamping itu, musik memiliki pesan dan cita rasa untuk disampaikan pada penikmatnya, maka sudah sepatutnya hal ini dapat disampaikan dengan berbagai cara komunikasi yang dapat dimengeri berbagai kalangan. Lewat konser musik, pesan tersebut bisa dikomunikasikan tidak hanya dengan media audio, namun juga dengan media visual dan aural. Beriringan dengan hal tersebut, arsitektur juga memiliki kemampuan untuk menjadi media komunikasi untuk menyampaikan makna lebih dari apa yang ditampilkan, terutama dapat dipahami dan dialami melalui pengalaman sensorik. Pendekatan desain sensorik diterapkan untuk memberikan pengalaman eksplorasi ruang yang lebih lengkap dan setara bagi pengunjung disabilitas dan pengunjung pada umumnya. Optimalisasi objek rancang terhadap desain sensorik berfokus pada unsur-unsur dari DeafSpace. Konsep Walls’ Music ditentukan sebagai konsep besar dan diaplikasian pada desain formal arsitektur dan teknis pada objek rancang. Metode musical analogies diterapkan untuk mentranslasi kriteria rancang menjadi bentuk dan konfigurasi. Hasil rancangan berupa susunan massa yang masif dan dinamis sesuai dengan analogi dari musik. Juga, interior auditorium yang memaksimalkan sensorik visual, seperti intervensi pada material dinding yang dapat menerima proyeksi cahaya, dan aural, seperti nuansa kosong dengan memperbanyak void di ruangan.
Memori dan Ruang Publik pada Pusat Perbelanjaan Mal Bale Kota Fitri Amalia; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.70468

Abstract

Mal Bale Kota, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Banten, yang menawarkan berbagai kebutuhan gaya hidup, memiliki situasi yang cukup memprihatinkan. Kendati terletak di pusat Kota Tangerang yang ramai, suasana Mal Bale Kota justru sepi. Tidak banyak pengunjung yang berlalu-lalang dan banyak retail yang gulung tikar. Perancangan ini bertujuan untuk melakukan redesain terhadap Mal Bale Kota, melalui pendekatan kontekstual, dengan mempertimbangkan dan menganalisis aspek-aspek keadaan, sosial serta budaya, dan kebutuhan dari situasi eksisting Mal Bale Kota. Hasil objek rancangan merupakan redesain Mal Bale Kota dengan menggunakan konsep pusat perbelanjaann pada masa awal pusat perbelanjaan itu didefinisikan, yaitu sebuah area pergerakan linier pada suatu area pusat bisnis kota, yang lebih diorientasikan bagi pejalan kaki, dengan konsep berupa jalur pejalan kaki dengan kombinasi plaza dan ruang-ruang interaksional. Selain itu, objek rancangan juga menegaskan nilai memorable pada Mal Bale Kota.
Social Sustainability sebagai Pendekatan Rancangan Kontekstual Ruang Publik di Pamekasan Aini Halimia; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.71213

Abstract

Ruang publik sebagai salah satu elemen kota memiliki peranan penting terhadap kualitas sosial dan lingkungan sebuah kota. Pada jurnal ini, kajian berfokus pada permasalahan ruang publik di Pamekasan. Konteks tempat kajian tersebut sebagai batasan sehingga permasalahan menjadi lebih spesifik. Penemuan permasalahan didasarkan pada opini masyarakat secara langsung melalui metode kuesioner. Kemudian, hasil kuesioner dievaluasi berdasarkan teori place-making. Dari evaluasi tersebut, dapat di identifikasi permasalahan rancangan ruang publik di Pamekasan berkaitan dengan image dan uses & Activities. Pemilihan tapak yang memiliki bangunan eksisting dan memiliki cerita serta memori bagi masyarakat menjadi salah satu cara untuk menghasilkan ruang yang aktif dan berkelanjutan. Sedangkan program rancangan berupa community hub sebagai respon terhadap aktivitas serta kebutuhan masyarakat di ruang publik. Program bertujuan untuk menghasilkan ruang yang dapat meningkatkan ekonomi kota serta mengaktifkan aktivitas fisik bagi kesehatan masyarakat. Untuk merespon konteks dan permasalahan, maka pendekatan yang digunakan adalah social sustainability. Pendekatan tersebut memperhatikan aspek-aspek kebutuhan masyarakat, pola aktivitas dan perilaku, serta hubungan antara manusia dan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut rancangan memiliki fokusan terhadap eksplorasi aktivitas, preferensi, serta pola hubungan manusi dengan tapak. Sehingga dengan aspek-aspek tersebut diharapkan dapat menghasilkan ruang yang berkelanjutan.
Aplikasi Metoda Arsitektur Inklusif pada Ruang Ekspresi Seni bagi Penyandang Disabilitas Anggi Tri Gusti Chandra; Andy Mappa Jaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.74554

Abstract

Arsitektur merupakan satu hal yang muncul dari sebuah kebutuhan manusia, namun faktanya masih banyak fasilitas yang belum terpenuhi khususnya bagi penyandang disabilitas. Dalam kehidupan bermasyarakat, penyandang disabilitas kerap dianggap berbeda dan tidak sederajat dengan non-disabilitas karena keterbatasannya. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan apresiasi atas apa yang mereka lakukan tanpa didasari rasa iba. Oleh karena itu, seni diangkat sebagai media bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan diri dan emosinya melalui cara yang berbeda-beda sesuai dengan jenis disabilitasnya. Ada tiga aktivitas penting dalam implementasinya, yaitu ekspresi, interaksi dan apresiasi. Arsitektur inklusif hadir sebagai metoda dalam melihat suatu ruang sebagai sistem yang dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan khusus penyandang disabilitas tanpa harus memisahkannya dengan non-disabilitas. Tujuannya adalah untuk menyatukan penyandang disabilitas dengan non-disabilitas kedalam satu ruang dimana mereka saling berinteraksi satu sama lain. Rancangan menggunakan konsep Kacamata yang artinya bertukar perspektif. Dengan dibantu oleh prinsip-prinsip Universal Design, konsep diwujudkan dalam bentuk pengalaman yang berkaitan dengan indera manusia. Rancangan ini adalah wujud sebuah inklusi untuk memfasilitasi penyandang disabilitas dalam mengekspresikan dirinya hingga pada akhirnya dapat diapresiasi oleh non-disabilitas.
Penerapan Material Bambu pada Rancangan Wisata Perumahan Permatecture Wila Prakasita Scotiswara Supomo; I Gusti Ngurah Antaryama
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.77291

Abstract

Pengadaan material bangunan berdampak negatif terhadap lingkungan yang sebagian besar disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam dan penggunaan energi dalam kegiatan pembangunan. Pada rancangan wisata perumahan permatecture, pendekatan permatecture dihadirkan dengan melihat arsitektur sebagai sebuah siklus alam, siklus hidrologi, agar tidak menjadi kontras dan memberikan masalah baru pada keseimbangan alam sehingga menciptakan sistem tanpa sampah. Objek rancang berada di Desa Gandri, Ngawi dimana terjadi krisis air tanah. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, pemilihan, pemanfaatan, daur hidup material bangunan, hingga desain bangunan menjadi hal yang sangat penting. Dilakukan pengumpulan data melalui literatur dan survei, yang kemudian dilakukan analisis dan sintesis terhadap data tersebut sehingga dapat memunculkan ide desain. Pada lahan perumahan permatecture, bambu merupakan material yang banyak tumbuh sehingga material ini digunakan sebagai bahan bangunan utama. Bambu apus digunakan untuk kolom yang membutuhkan kuat lentur (melengkung), bambu petung untuk kolom tegak, dan bambu ori untuk ornamen seperti fasad, pintu, dinding, dan lainnya. Bambu mudah rusak sehingga perlu untuk mengganti bahan setiap 8 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pengadaan bahan substitusi, tanaman bambu juga akan ditanam di lahan tersebut. Bahan bangunan bambu menjadi lebih berkelanjutan untuk kedepannya.
Seeing the Unseeable: Kamuflase Ruang Terbuka Publik pada Pemakaman Vertikal Bawah Tanah Nashrisaf Muhammad Resal; Bambang Soemardiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.79364

Abstract

Urbanisasi penduduk menuju perkotaan menyebabkan kepadatan penduduk terus meningkat. Kontribusi positif ruang terbuka hijau (RTH) publik menjadi komponen terpenting penentu kualitas hidup warga kota, kian sulit ditemui di kota – kota besar Indonesia. Kenaikan angka penduduk di kota juga diiringi dengan meningkatnya angka kematian sehingga diperlukan perencanaan penyediaan RTH publik, terutama penyediaan area pemakaman. Akan tetapi sistem pemakaman konvensional yang masih diterapkan di Indonesia mengokupansi banyak lahan dan menyebabkan pemakaman gagal dalam memproduksi fungsi sekundernya pemakaman berupa ruang sosial untuk rekreasi, refleksi, dan pertemuan budaya disamping fungsi utamanya berupa penyediaan tempat persemayaman jenazah. Hal ini diperburuk dengan peningkatan angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia meningkat tajam mencapai 30.770 jiwa per tanggal 3 Februari 2021 (PPBK DPR RI, 2021). Selain itu, prosesi pemakaman saat ini juga terhambat dengan diterapkannya protokol kesehatan dimana pihak keluarga dan kerabat dilarang untuk menghadiri prosesi pemakaman korban. Padahal WHO merekomendasikan ruang terbuka sebagai tempat aktivitas utama masyarakat demi menghindari penularan virus. Lalu apa yang arsitektur mampu tawarkan? Gagasan arsitektural futuristik konstruktif pemberi nilai tambah terkait pemakaman dan RTH publik menjadi solusi.
Perancangan Sistem Manajemen Media Sosial untuk Integrated Marketing Communication Fakultas CREABIZ ITS Luqman Ali; Satria Fadil Persada; Imam Baihaqi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i2.64867

Abstract

Fakultas CREABIZ ITS menjadi Fakultas yang “unik” di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Hal ini dikarenakan Fakultas ini berperan sebagai “penghubung” berbagai Fakultas lain di ITS dalam memainkan perannya mulai dari merancang, membangun, dan mengelola. Akan tetapi keunikan tersebut tidak akan terkomunikasikan dengan baik ketika Fakultas ini tidak dapat memaksimalkan penggunaan media sosial yang dimiliki. Tidak adanya integrasi manajemen media sosial di Fakultas ini menyebabkan ketidakjelasan arah strategis branding Fakultas hingga penyuguhan content marketing yang tidak fokus. Akibatnya, target pasar media sosial Fakultas CREABIZ ITS tidak dapat menangkap value dari Fakultas tersebut. Dari semua permasalahan yang ada, maka penelitian ini akan memberikan luaran berupa buku panduan manajemen media sosial Fakultas CREABIZ ITS. Proses perancangan yang melibatkan berbagai perspektif, mulai dari pemangku kepentingan Fakultas tersebut, potential users media sosial Fakultas, hingga tim media sosial Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini akan menghasilkan empat luaran dengan menggunakan metode design thinking dan job analysis. Luaran pertama yaitu brand blueprint yang memuat foundation strategy, brand persona, creative strategy, serta communicative strategy. Luaran kedua yaitu brand guidelines yang memuat kaidah penggunaan logo dan warna primer maupun sekunder pada media sosial Fakultas. Luaran ketiga yaitu content guidelines yang memuat content approach, potential market, serta content marketing. Dan luaran terakhir yaitu rekomendasi tim media sosial Fakultas CREABIZ ITS yang akan memuat struktur organisasi dan detail job description hingga job specification masing-masing fungsional jabatan.
Investigasi Karakteristik Demografi dan Perilaku Bepergian Wisatawan Domestik di Masa Pandemi COVID-19 Vilar Kusumo Adhi; Janti Gunawan; Nabila Silmina Hakim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i2.65491

Abstract

Per Maret 2021, pandemi COVID-19 telah menyebabkan 118 juta korban. Sektor pariwisata global merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19. Situasi serupa terjadi di Indonesia. Wisatawan asing dan wisatawan domestik memiliki kontribusi terhadap sektor pariwisata, namun dalam situasi pandemi COVID-19 ini, wisatawan domestik memainkan peran penting untuk memulihkan ekonomi dan lapangan kerja. Manfaat penelitian ini untuk memberikan rekomendasi strategi marketing bagi para pemangku kepentingan sektor pariwisata berupaya memulihkan industri pariwisata secara aman dan berkelanjutan serta rekomendasi bagi konsumen dalam bepergian di masa pandemi COVID-19. Kuesioner disebarkan secara online dan dengan jumlah responden sebanyak 316. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas wisatawan mahasiswa atau pelajar berwisata dengan frekuensi tiga kali pada libur pendek atau cuti, berwisata dengan alasan ingin relaksasi, menggunakan kendaraan pribadi, berwisata bersama keluarga, menyediakan anggaran, dan sering mengunjungi wisata alam selama masa pandemi COVID-19.
Pengaruh Perceived Value dan Team Identification terhadap Purchase Intention Licensed Merchandise Klub Persebaya Muhammad Fahmi Nugroho; Janti Gunawan; Mushonnifun Faiz Sugihartanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i2.65498

Abstract

Sepakbola adalah olahraga yang paling digemari di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh Nielsen Sports menunjukan bahwa sepakbola menempati peringkat kedua sebagai olahraga terpopuler di Indonesia. Industri sepakbola semakin berkembang dan membuat sebuah klub sepakbola melakukan segala cara untuk terus bertahan, salah satunya dengan mengatur pendapatan klub itu sendiri. Terdapat beberapa pos pemasukan sebuah klub, menurut Annual Review of Football Finance yang dilakukan oleh Deloitte menunjukan bahwa sponsorship/commercial (licensed merchandise, hak atas stadion, iklan dan promosi) menempati posisi kedua dalam besaran pemasukan klub dengan besaran persentase 27%. Namun, di Indonesia masih minim sekali studi yang meneliti tentang pengaruh perceived value dan team identification terhadap purchase intention licensed merchandise. Hal ini mungkin dikarenakan masih terbatasnya pemahaman tentang perceived value, team identification, purchase intention dan licensed merchandise. Penelitian ini menggunakan kuesioner online dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Penelitian ini menggunakan kuesioner online dengan jumlah reponden 1.029. Hasil menunjukan bahwa perceived value dan team identification berpengaruh positif terhadap purchase intention, serta symbolic dan peer influence berpengaruh positif terhadap perceived value. Implikasi manajerial dapat diterapkan pihak Persebaya adalah memanfaatkan fitur ads pada media sosial dengan fokusan wilayah Jawa Timur, hingga membuat beberapa konten marketing yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk licensed merchandise Persebaya.
Karakteristik, Motivasi, dan Segmentasi Wisatawan Lokal Ekowisata Bendungan di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Jatiluhur Valley & Resort) Syarifatul Aisah; Janti Gunawan; Nabila Silmina Hakim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i2.67582

Abstract

Pariwisata mempunyai dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, adanya pandemi Covid-19, memaksa banyak industri wisata terancam bangkrut. Jatiluhur Valley & Resort merupakan salah satu unit usaha pariwisata di area bendungan Jatiluhur, bendungan terbesar dan bersejarah serta berpotensi menjadi daya tarik wisata unggulan di Jawa Barat. Adanya peraturan khusus dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat, memaksa perusahaan harus mampu beradaptasi. Dalam upaya tersebut, perusahaan perlu memahami karakteristik, motivasi dan segmentasi wisatawannya saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat eksploratif dengan data yang dikumpulkan melalui survei dan responden sejumlah 268. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor eksploratif dan segmentasi non-hierarki k-means. Sebagian besar wisatawan berumur 17-25 tahun yang berasal dari Purwakarta, Bandung, dan Jakarta. Dihasilkan dua dimensi utama motivasi berwisata pada ekowisata bendungan yaitu motivasi pengembangan diri dan motivasi rekreasi. Wisatawan juga dikelompokkan berdasarkan motivasinya menjadi empat segmen, yaitu segmen yang tidak memiliki motivasi berwisata khusus, segmen bermotivasi pengembangan diri, segmen bermotivasi rekreasi, dan segmen dengan motivasi ganda yaitu pengembangan diri dan rekreasi. Hasil dari penelitian ini memungkinkan perusahaan untuk dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.