cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Experimen Lighting Decoration Berbahan Anyaman Bambu dengan Studi Kasus UKM Pengerajin Bambu Daerah Kedamean Gresik Prayogi, Sigit Firdaus; Sri Rumestri, Agatha Dinarah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i3.116087

Abstract

Indonesia hampir memiliki sekitar 159 jenis bambu dari 1.500 spesies yang ada di dunia, dan 88 diantaranya merupakan spesies endemik Indonesia. Salah satu bambu yang cukup populer sebagai kerajinan tangan di Indonesia adalah bambu Ori (Bambusa arundinacea) dan juga bambu Apus (Gigantochloa apus). Anyaman bambu di Indonesia memiliki beberapa macam jenis dan teknik. Dari berbagai banyak macam anyamanbambu dapat dikembangkan menjadi produk yang kreatif dengan beragam kebutuhan, seperti pembuatan lampion, tikar, pembatas dinding, sarang burung dan juga peralatan rumah tangga. Di desa Kedamean, kabupaten Gresikterdapat banyak pengrajin bambu tradisional yang kurang diperhatikan pemerintah kabupaten Gresik padahal produk yang dihasilkan rapi dan kuat, tetapi belum bisa bersaing bila dilihat dari segi desain. Hasil dari pengamatan peneliti para pengrajin bambu kedamean Gresik belum bisa bersaing karena menggunakan teknik tradisional yang turun temurun. Berdasarkan hasil observasi,para pengrajin bambu banyak menggunakan bambu Ori yang banyak ditemukan didaerah gresik dan sekitarnya. Karakteristik bambu Ori yang kuat dan awet namun memiliki jarak antar ros yang pendek sehingga menjadi hambatan bagi pengrajin menjadikan bambu Ori sebagai produk kerajinan tangan dan ini menjadi tantangan bagi peneliti. Penelitian ini ingin memberikan ide dan terobosan terhadap masalah UKM pengrajin bambu yang berada di daerah Kabupaten Gresik dengan mengenalkan teknik baru melalui metodedesign thinkinguntuk menghasilkan produk lighting decoration yang memiliki gaya konsep desain yang baru.Berdasarkan hasil eksperimentasi didapatkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan teknik yang baru dengan menggunakan bambu Ori; bambu khas Kedamean, dapat dihasilkan desain
Pra Desain Pabrik Produksi Semi-Refined Carrageenan dari Rumput Laut Euchemaa Cottonii Tsabisah, Nindya; Budihendrawan, Raden Muhammad Yazid; Taufany, Fadlilatul; Rahmawati, Yeni
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i3.124421

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang berpotensi besar dalam pembudidayaan rumput laut karena daerah perairannya yang luas. Rumput laut jenis Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang mempunyai peluang pasar cukup potensial di Indonesia. Eucheuma cottonii dikelompokkan dalam Alga merah (Rhodophyceae) sebagai rumput laut penghasil karaginan karena memiliki kadar karaginan yang demikian tinggi, sekitar 62-68% berat keringnya. Karaginan merupakan polisakarida yang linier dan molekul galaktan dengan unit-unit utamanya adalah galaktosa. Karaginan merupakan hasil ekstraksi rumput laut dengan air atau larutan alkali dari spesies tertentu kelas Rhodophyceae. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang terdiri dari ester kalium, natrium, magnesium dan kalsium sulfat. Terdapat dua metode yang berbeda untuk menghasilkan dua jenis karaginan. Metode tersebut adalah Refined Carrageenan dan Semi-Refined Carrageenan. Refined Carrageenan adalah jenis karaginan yang sudah murni tanpa ada selulosa. Sedangkan Semi-Refined Carrageenan adalah jenis karaginan masih belum murni (terdapat selulosa ) tetapi sudah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam pabrik ini adalah Semi-Refined Carrageenan karena proses pembuatannya cepat dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Dilakukan proses yang berurutan yang terbagi menjadi tiga unit proses, yaitu Unit Pre-treatment, Unit Perebusan dalam Alkali, dan Unit Pengolahan Lanjut. Unit Perebusan dalam Alkali bertujuan untuk mendapatkan karaginan yang terkandung pada rumput laut. Selanjutnya adalah proses pencucian dan memisahkan antara fitrat dan cake. Filtrat ditekan menggunakan Hidrolik Press, kemudian dikeringkan dengan Tray Dryer. Hasil menuju Ball Mill untuk menjadikannya tepung dengan ukuran 80 mesh. Dengan asumsi telah dilakukan perjanjian dengan vendor dan kontraktor bahwa peralatan dibeli pada tahun 2023 dengan menggunakan kurs mata uang saat kontrak ditandatangani. Instalasi peralatan dilakukan pada pertengahan tahun 2024 dan pabrik mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Hasil penjualan per tahun sebesar Rp 187.500.060.000, Internal rate of return sebesar 18,31%, pay out time selama 7,48 tahun, Break Event Point sebesar 38,21%, dan didapatkan hasil NPV sejumlah Rp. 330.605.060.776.
Pra-Desain Pabrik Mosof (Modified Sorghum Flour) Dari Biji Sorgum Dengan Proses Fermentasi Bakteri Lactobacillus Plantarum Sebagai Subtitusi Tepung Terigu Taufany, Fadillatul; Adrian, Faris; Maarif, Miftah Imam; Altway, Ali
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i3.124389

Abstract

Perancangan Pabrik MOSOF dari Biji Sorgum direncanakan mulai konstruksi tahun 2026 di Lamongan dan beroperasi pada tahun 2028 selama 330 hari/tahun. Lokasi dipilih berdasarkan hasil AHP dari ketersediaan bahan baku tertinggi di Jawa Timur, sekitar 13.500 ton/tahun pada 2022, ditargetkan mencapai 154.464 ton/tahun pada 2024, dengan Jawa Timur sebagai pasar terbesar. Produksi Tepung Sorgum mencapai 80.000 ton/tahun dengan bahan baku Biji Sorgum, Bakteri Lactobacillus Plantarum, dan nutrient. Proses produksi terdiri dari tiga tahapan: continous pre-treatment untuk mengupas kulit biji sorgum dan pencucian, pengolahan produk melalui fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus Plantarum dengan suhu 30°C, dan proses continous meliputi pengeringan, penghalusan (penepungan 80 mesh), dan pengemasan.Studi evaluasi ekonomi pabrik menunjukkan estimasi modal (CAPEX) Rp 561.176.958.858,691 dan biaya produksi total (OPEX) Rp 592.571.491.247,285. NPV adalah Rp 576.219.666.223,592, IRR 24%, dengan bunga pinjaman bank BNI korporasi 8% per tahun. Waktu pengembalian modal (POT) 3,6 tahun dan BEP 45,731%. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik MOSOF dengan kapasitas 80.000 ton/tahun layak didirikan secara ekonomis.
Peran Social Media Marketing dalam Value Co-Creation Brand Equity Merek Kecantikan Lokal Hanifah, Syifa Millah; Gunawan, Janti; Hakim, Nabila Silmina
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.84226

Abstract

Masa pandemi COVID-19 membawa perubahan bagi industri kecantikan, seperti pergeseran preferensi konsumen untuk memilih merek kecantikan lokal, meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan merek dalam berinovasi dan menghasilkan produk baru, serta preferensi untuk berbelanja di platform digital. Selebihnya, terdapat tuntutan bagi perusahaan untuk dapat terdiferensiasi di pasar. Value co-creation melalui social media marketing merupakan suatu proses yang mulai banyak diterapkan merek kecantikan untuk menghadapi perubahan ini, namun, belum banyak penelitian seputar hal ini, khususnya di industri kecantikan Indonesia. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran social media marketing dalam value co-creation yang dilakukan merek kecantikan lokal, dan pengaruhnya terhadap brand equity. Penelitian ini berjenis konklusif-deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana pengumpulan data dilakukan  menggunakan kuesioner daring kepada konsumen merek kecantikan lokal yang menerapkan co-creation—Rosé All Day, Mad for Makeup, dan Dear Me Beauty. Telah diperoleh 116 sampel yang diolah dan dianalisis dengan analisis deskriptif dan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap value co-creation, dan memiliki hubungan tidak langsung yang positif dan signifikan dengan brand equity melalui value co-creation. Kelima dimensi social media marketing juga ditemukan memiliki dampak tidak langsung yang signifikan terhadap value co-creation melalui social media marketing. Serta, penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara value co-creation dengan brand equity. Dari hasil tersebut, telah dirumuskan implikasi manajerial bagi pelaku bisnis kecantikan untuk dapat meningkatkan efektivitas strategi social media marketing, sehingga dapat terjadi peningkatan co-creation dengan konsumen, serta brand equity.
Pemodelan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia Menggunakan Geographically Weighted Ordinal Logistic Regression (GWOLR) Fariz, Fariz; Zain, Ismaini; Permatasari, Erma Oktania
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.83827

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai angka yang mengukur capaian pembangunan manusia berdasarkan tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. IPM dipengaruhi oleh beberapa faktor; yaitu angka kesakitan, rasio sekolah dan murid SMA, rasio guru dan murid SMA, persentase penduduk miskin, tingkat partisipasi angkatan kerja, dan kepadatan penduduk. Perbedaan kondisi geografis dalam mendapatkan faktor pembentuk IPM pada Provinsi di Indonesia menjadikan umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak di Indonesia merupakan permasalahan yang spasial. Model GWOLR dapat menjadi solusi untuk model regresi yang koefisiennya bergantung pada lokasi geografis diamatinya data. Maka dari itu digunakan analisis GWOLR pada penelitian ini. Hasil pemodelan GWOLR dengan pembobot gaussian dengan nilai AIC terkecil diperoleh model GWOLR terbaik dengan faktor . Hasil pengujian secara serentak model GWOLR terbaik diperoleh hasil bahwa nilai dari uji sebesar 124,276, yang berarti rasio sekolah dan murid SMA, rasio guru dan murid SMA, persentase penduduk miskin, dan kepadatan penduduk mempengaruhi kategori IPM secara bersama-sama. Hasil ketepatan
Pemodelan Kejahatan di Indonesia dengan Metode Regresi Nonparametrik Spline Truncated Cindy, Atma Aurelia Caroline; Ratna, Madu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.112958

Abstract

The Global Initiative Against Transnational Organized Crime (The Global Initiative) pada tahun 2021 mencatat indeks kejahatan terhadap 193 negara yang bergabung sebagai anggota PBB, yang dimana Indonesia tercatat berada di tingkat ke-25 dengan skor 6,38. Sedangkan berdasarkan publikasi BPS tahun 2021, jumlah kejahatan di Indonesia dari tahun 2018-2020 mengalami penurunan. Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan berdasarkan program SDGs, perlu diketahui jumlah kejahatan pada suatu wilayah, sebab dengan meningkatnya kejahatan berarti semakin rendah tingkat keamanan pada suatu wilayah. Penelitian ini akan memodelan kejahatan menggunakan regresi nonparametrik spline truncated sebab hubungan antara variabel respon yaitu kejahatan dengan kelima variabel prediktor yang diduga mempengaruhi tidak berpola serta terdapat perubahan pola hubungan pada sub interval terntentu. Berdasarkan penelitian, model regresi nonparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi titik knot (1,2,1,3,1) dengan menghasilkan koefisien determinasi sebesar 88,28% dan diperoleh tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejahatan di Indonesia tahun 2020 yaitu variabel laju pertumbuhan penduduk, IPM, dan rata-rata lama sekolah.
Analisis Pengendalian Kualitas Kantong Semen Pasted Woven di PT IKSG A'yun, Haiva Qurrota; Suharsono, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.115438

Abstract

PT Industri Kemasan Semen Indonesia (IKSG) sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan bidang usaha pembuatan kantong dan kemasan industri. Proses produksi kantong semen selama ini sudah melakukan pengendalian kualitas dengan Total Quality Control (TQC) dan Quality Assurance Framework (QAF) secara keseluruhan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap bulan masih didapatkan kantong semen pasted woven yang cacat pada saat proses produksi kantong semen. Analisis yang dilakukan peneliti yakni metode six sigma dengan model DMAIC tanpa tahapan improve dan control. Data fase I yang digunakan adalah jumlah produksi dan produk afval bulan Januari hingga Desember 2020 dan data fase II pada Januari hingga Desember 2021. Pada diagram P didapatkan fase satu tidak terkendali secara statistik sehingga digunakan diagram Laney p' di mana pada fase I yang telah terkendali secara statistik dengan rata-rata proporsi sebesar 0,0429 dan pada fase II terkendali secara statistik dengan 11 pengamatan. Kantong semen pasted woven cacat seringnya disebabkan oleh bahan baku yang rusak atau cacat, keadaan mesin yang tidak sempurna, dan ketidaktelitian pegawai atau operator saat proses pengecekan berlangsung. Nilai PPM defective dari proses sebesar 42.927,2. Persentase defect yang diproduksi sebesar 4,29% yang mana melebihi batas 3%, maka proses produksi kantong semen jenis pasted woven tahap converting masih belum capable. Nilai level sigma dari proses yakni 3,22 di mana proses produk kantong semen pasted woven termasuk dalam kategori baik dan dapat bersaing dengan perusahaan dalam negeri. Untuk mencapai level 6-sigma, PT IKSG maksimal harus menghasilkan sekitar 6 kantong semen pasted woven yang cacat pada saat proses produksi tahap converting.
Monitoring Pemakaian Masker Berbasis Video Menggunakan Metode Faster R-CNN Romadhon, Muhammad Syahrul; Setiyono, Budi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.83652

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menjadi masalah kesehatan utama yang menyebabkan penyakit pernapasan akut pada manusia. Tidak adanya kekebalan tubuh terhadap COVID-19 meningkatkan kerentanan terpapar virus, serta belum adanya approved drug mengakibatkan upaya dalam mengendalikan penularan wabah COVID-19 sangat bergantung pada intervensi non-pharmaceutical seperti upaya pencegahan secara perorangan, sebagai contoh penerapan protokol kesehatan. Pada 2020 lalu, WHO mengumumkan anjuran mengenai penerapan protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker guna mencegah penularan wabah COVID-19. Namun anjuran tersebut akan percuma, bila tidak ada kesadaran tiap individu masyarakat untuk memakai masker sesuai dengan prosedur yang ada. Dari permasalahan tersebut, dibutuhkan monitoring untuk menjamin pemakaian masker diterapkan sesuai dengan prosedur yang ada. Monitoring dapat dilakukan secara manual, tetapi membutuhkan biaya yang mahal dan sumber daya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang sistem monitoring otomatis dengan melakukan deteksi terhadap pengguna masker. Dalam penelitian ini, terdapat tiga jenis kelas (label) penggunaan masker, yaitu Pemakaian Masker Benar (Mask), Pemakaian Masker Salah (ImproperlyMask), dan Tidak Memakai Masker (NoMask). Proses pendeteksian penggunaan masker dalam penelitian ini dilakukan pada tahap testing, dengan langkah-langkah yaitu input video, akuisisi video, pendefinisian ROI, deteksi objek dengan menggunakan metode Faster R-CNN. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapatkan nilai rata-rata presisi sebesar 98.21%, nilai rata-rata recall sebesar 97.09%, dan nilai rata-rata akurasi sebesar 95.36%.
Penerapan Konsep Balinese Folk Art pada Interior Hotel Tematik di Bali Widnyani, Putu; Budiono, Budiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.100972

Abstract

Budaya dan keunikan adat istiadat Bali yang dikelola dengan berbagai kemasan membuat Pariwisata Bali semakin berkembang. Dengan berkembangnya bidang pariwisata, kebutuhan akan akomodasi pun meningkat. Salah satu diantaranya adalah Ramada Encore Hotel Kuta. Ramada Encore Hotel adalah hotel rekreasi bintang 4 yang kehadirannya sebagai penyedia akomodasi pariwisata liburan dengan konsep unik. Ramada Encore Hotel mengalami perubahan manajemen yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pariwisata Bali di kancah Internasional. Oleh karena itu, penyegaran interior juga diperlukan. Dalam mengoptimalkan rancangan interior, diperlukan konsep yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk menentukan konsep yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, terdapat tahapan-tahapan dilakukan yaitu: identifikasi objek, pengumpulan data, analisis data, ideasi dan solusi, pra desain dan validasi desain. Konsep perancangan yang digunakan yaitu “Balinese Folk Art” yang berarti mengaplikasikan kekayaan unsur identitas dan seni tradisional Bali pada perancangan interior Ramada Encore Hote Kuta dengan pengaplikasian yang mengikuti perkembangan jaman. Diharapkan, dengan menerapkan konsep ini pada perancangan Ramada Encore Hotel Kuta dapat menjadi hotel yang tak hanya memiliki daya tarik, namun juga dapat memperkenalkan kebudayaan lokal pada pengunjung sebagai salah satu bentuk pembangunan di bidang pariwisata Bali.
Membangun Kesadaran Masyarakat akan Nilai Budaya Daerah dengan Mengaplikasikan Pendekatan Interaktif pada Interior Museum Balanga Palangka Raya Sahay, Melania Tirza; Budianto, Caesario Ari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.104362

Abstract

Budaya merupakan salah satu aspek yang tidak bisa lepas dan sudah melekat di masyarakat karena aspek ini merupakan suatu cara hidup yang perlu dijaga atau diturunkan sehingga menjadi suatu kebiasaan khas daerah tertentu. Salah satu budaya yang ada di Indonesia adalah budaya Suku Dayak. Budaya Suku Dayak ini sudah ada sejak masa lampau dan banyak sekali meninggalkan warisan budaya. Namun, kebudayaan tradisional suku Dayak yang merupakan warisan nenek moyang sudah mulai terlupakan seiring berkembangnya zaman. Melihat dari hal tersebut, maka Museum Balanga Palangka Raya sangat berperan penting dalam hal melestarikan dan menyimpan benda-benda bernilai budaya dan sejarah suku Dayak. Namun, terdapat beberapa stigma “kuno” dan “menyeramkan” yang melekat pada masyarakat jika menyangkut pada museum budaya. Selain itu, museum banyak kehilangan pengunjung karena masyarakat lebih mengkonsumsi teknologi, game dan sosial media. Oleh karena itu, museum perlu menciptakan desain interior yang mampu mendukung upaya edukasi sejarah dan budaya Dayak melalui penerapan konsep interaktif yang menyajikan informasi secara unik dan menarik. Sehingga dapat mengurangi stigma negatif dan masyarakat zaman sekarang dapat menyatu dengan nilai-nilai budaya lokal. Penerapan konsep teknologi interaktif ini dilandasi dari pengumpulan data yang telah dilakukan melalui dokumentasi, kuesioner, wawancara dan observasi. Kesesuaian konsep desain dengan kebutuhan di museum kemudian ditinjau ulang melalui studi literatur yang berkaitan dengan museum. Dari data yang didapatkan akan diolah dan dianalisis sehingga didapatkan sebuah konsep desain. Hasil dari desain ini adalah perspektif desain interior Museum Balanga dengan pendekatan interaktif yang diharapkan dapat menarik masyarakat modern untuk mengunjungi museum dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya daerah. Sehingga konsep tersebut secara tidak langsung dapat mewujudkan visi utama Museum Balanga sebagai museum kebudayaan, pendidikan dan pariwisata.