cover
Contact Name
Ida Ida
Contact Email
jurnal.manajemen@eco.maranatha.edu
Phone
+62222-2012186
Journal Mail Official
jurnal.manajemen@eco.maranatha.edu
Editorial Address
Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65 Bandung - 40164, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Maranatha
ISSN : 14119293     EISSN : 25794094     DOI : http://doi.org/10.28932/jmm
Core Subject : Economy, Science,
Focus and scope of Jurnal Manajemen Maranatha areas include marketing management, financial management, human resource management, operation management, and entrepreneurship. JMM accepts articles in the form of quantitative and qualitative research results, conceptual studies, and various other similar scientific papers.
Articles 344 Documents
Penggunaan Currency Options untuk Mengurangi Risiko Ketidakpastian pada Kas Perusahaan Peter .
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 3 No 1 (2003)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v3i1.110

Abstract

Options merupakan hak-hak yang diberikan oleh penyedia jasa seperti halnya bank atau lembaga keuangan lainnya yang berani memberikan jaminan kepada nasabahnya yang menjadi pemegang surat options yang diterbitkan oleh lembaga tersebut.Options terdiri dari dua jenis yaitu call dan put di mana cara penggunaan dan fungsinya tidak berbeda yaitu memberikan hak-hak kepada pemegangnya. Dengan adanya hak-hak membeli mata uang asing dalam harga tertentu tersebut maka perusahaan sudah dapat melakukan estimasi yang lebih akurat terhadap jumlah pembayaran dan penerimaan dalam bentuk valuta asing yang akan didapatkannya di masa yang akan datang. Maka perusahaan tidak akan merasa khawatir dengan fluktuasi nilai tukar terhadap jumlah pembayaran hutang dan penerimaannya di masa yang akan datang.Kata kunci: exercis price, strike price, call option, put option, premium
Economic Value Added sebagai Salah Satu Alternatif Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Jacinta Winarto
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 3 No 1 (2003)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v3i1.111

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir ini telah berkembang suatu metode baru yang dikenal dengan EVA (Economic Value Added). Di Indonesia, metode ini masih jarang dipergunakan, tetapi di berbagai perusahaan besar di Amerika Serikat telah banyak digunakan.Berbeda dengan pengukuran kinerja akuntansi yang tradisional, EVA mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan mengurangi beban biaya modal baik dari hutang maupun dari ekuitas.Kata kunci: Economic Value Added, penilaian kinerja keuangan
Alat Kebijakan Moneter di Indonesia Wilson Bangun
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 3 No 1 (2003)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v3i1.112

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dana cadangan terhadap besarnya uang beredar dan alat kebijakan moneter yang digunakan pemerintah dalam mengawasi kegiatan ekonomi. Bank Sentral dapat menambah atau mengurangi jumlah uang beredar melalui komposisi dana cadangan.Yang merupakan alat kebijakan moneter adalah pengendalian kredit umum, pengendalian kredit selektif dan moral suasion. Pengendalian kredit umum terdiri dari tiga yaitu reserves requirement policy, open market operation, dan rediscount rate policy. Pengendalian kredit selektif dapat positif maupun negatif. Pengendalian negatif menurunkan penawaran atau menaikkan biaya kredit untuk keperluan tertentu. Pengendalian positif menaikkan penawaran atau menurunkan biaya kredit untuk keperluan tertentu. Kebijakan moral suasion merupakan metode untuk menghimbau para bankir dan pengusaha untuk mengikuti dan mentaati kebijakan yang telah ditetapkan Bank Sentral. Kebijakan moneter yang digunakan di Indonesia adalah operasi pasar terbuka, fasilitas diskonte, Giro Wajib Minimum (GWM), dan Moral Suasion (persuasi moral).Kata kunci: Reserves Requirement Policy, open market operation, rediscount rate policy, positive control, negative control, moral suasion, the money multiplier.
Peran Garansi untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dalam Perusahaan Jasa T. Elisabeth Cintya Santosa
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 3 No 1 (2003)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v3i1.113

Abstract

Jasa sebagai produk yang tidak bisa dipegang, dibau maupun dilihat tentu saja memiliki keunikan tersendiri. Baik bagi para penyedia jasa maupun pemakai jasa. Teristimewa bagi para pemakai jasa, hakikatnya jasa merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang sifatnya tidak berujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan. Karena bentuknya yang intangible tersebut, maka perusahaan menjadikan ini sebagai suatu tantangan untuk dapat lebih membuat para pelanggan merasa puas dengan jasa yang ditawarkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan jasa untuk memberikan pelayanan kepada pelanggannya adalah dengan memberikan garansi atau jaminan. Hal ini dilakukan agar para pelanggan memperoleh kepuasan atas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan jasa.Kata kunci: garansi, perusahaan jasa, kepuasan pelanggan, strategi unconditional guarantees
Nilai Pelanggan, Bauran Pemasaran dan Perspektif Low Involvement Burhanudin .
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 3 No 1 (2003)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v3i1.114

Abstract

Upaya konsumen dalam pencarian informasi berkaitan dengan produk yang akan dibeli dan alternatifnya merupakan sebuah fenomena perilaku konsumen yang berimplikasi pada strategi pemasaran. Perspektif low involvement mengacu pada upaya konsumen yang rendah dalam pencarian informasi berkaitan dengan produk yang akan dibeli dan alternatifnya. Sebuah pembahasan disajikan untuk menciptakan kesesuaian antara bauran pemasaran dan nilai pelanggan.Kata kunci: nilai pelanggan, bauran pemasaran dan perspektif low-involvement
Peran Pengambilgunaan Teknik Perbaikan Terus-Menerus (Continuous improvement Techniques) dalam Meningkatkan Kinerja Operasional Perusahaan Lena Ellitan
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 2 No 1 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v2i1.117

Abstract

Manufacturing excellence often results from the combined successive incremental improvement techniques and capital investment in technology. This research focuses successive incremental improvement techniques that considered as success factor of firms‘ competitive advantage. Succesive incremental improvement techniques could streamline the production process through the elimination of non-value added activities. Operational performance was evaluated in term of productivity, cost effectiveness, quality, flexibility and delivery. The hypotheses predict that adoption successive incremental improvement techniques e.g. Total Quality Management (TQM). Just In Time (JlT), Total Productive Manufacturing (TPM), and Manufacturing Resources Planning (MRP2) determine the operational performance of the organizations.The relationship between successive incremental techniques and operational performance is examined. as well. The information was collected through mailed questionnaires. Respondents were CEOs of large manufacturing firms in Indonesia. The questionnaires were sent to 500 CEOs of large manufacturing firms, a total of 104 responses were collected (a 21.05% response rate). The hypotheses were testedusing regression analysis. The results indicate: l. TQM is needed to enhance product and process quality. (2). JIT has an important role to improve productivity, cost efficience, flexibility, and delivery reliability. (3). TPM does not have a significant impact on the all dimensions of operational performance. (4) MRP2 is a practise that important to increase productivity, flexibility and delivery performance. It can be concluded that the hypotheses are partially accepted.Kata Kunci: Total Quality Management (TQM) Just In Time (JlT), Total Productive Manufacturing (TPM), and Manufacturing Resources Planning (MRP2)
Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Publik dengan Menggunakan Perbandingan EVA dan CVA Khaira Rizfia
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 2 No 1 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v2i1.118

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kinerja keuanganperusahaan publik dengan menggunakan alat ukur Economic Value Added (EVA) dan Cash Value Added (CVA). Pada konsep EVA, nilai perusahaan tercipta jika laba yang dihasilkan lebih besar dari biaya modal, formulanya NOPAT dikurangi dengan cost Qf all capital, sedangkan CVA mengukur kemampuan perusahaan untuk meningkatkan kekayaan pemegang saham, caranya gross cash flowdikurangi dengan depresiasi ekonomis dan capital charge. Data yang digunakan adalah laporan laba/rugi dan neraca perusahaan publik yang dijadikan sampel. Penelitian ini mengukur penilaian kinerja keuangan perusahaan publik antara yang berkapitalisasi besar dengan yang berkapitalisasikecil. Hipotesis yang digunakan menggunakan statistik uji beda dua buah harga rata-rata dengan tingkat kepercayaan 95%. Rata-rata EVA perusahaan publik yang berkapitalisasi besar. lebih besar nilainya dibandingkan dengan yang berkapitalisasi kecil. Dengan statistik uji beda didapat hasil yang tidak berbeda secara significant antara kedua kelompok perusahaan tersebut. Rata-rata CVA perusahaan publik yang berkapitalisasi besar nilainya lebih besar dari yang berkapitalisasi kecil. Dilakukan statistik uji beda didapat hasil yang berbeda secara significant antara kedua jenis perusahaan. Selain menilai kinerja perusahaan secara internal, sebaiknya manajer dan pemilik modal juga memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kondisi perekonomian secara makro dan prospek perusahaan.Kata Kunci : Economic Value Added (EVA), Cash ValueAdded (CVA)
Default dan Cross Default dalam Perjanjian Kredit Bank Johannes Ibrahim
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 2 No 1 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v2i1.119

Abstract

The formulating of covenant in bank credit agreement is under the authority of the bank as creditor. Covenants, which are formulating, from the financial and legal aspects are created in order to minimalize the risks in distributing credits. Two of the most important covenanrs are known as default and cross default covenants. Under these covenants, banks have the authority to terminate credit agreements and withdraw the rests of the loans from debitors. These covenants are created because as financial institutions funded by publics. banks need to keep their prudential banking policy in distributing their credits. However. in banking practice, the approprateness of these covenants are questioned since the freedom ofcontracts tends to be more beneficial for the banks than the debitors.Kata Kunci: Kredit, Perjanjian Kredit. Perjanjian Standar atau Baku. Klausula atau Covenant. Ingkar Janji (Default) dan Silang Ingkar Janji (Cross Default).
Pentingkah Manajemen dalam Home Industri (Kasus di PT. Bersama Parahiyangan) Nur .
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 2 No 1 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v2i1.120

Abstract

Setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil pastimembutuhkan manajemen dalam melaksanakan usahanya. Begitu juga home industri yang mempunyai skala usaha kecil dan jumlah tenaga kerja yang sedikit. Salah satu contoh home indUStri yaitu PT Bersama Parahiyangan. yang didalam menjalankan usahanya belum memiliki manajemen yang teratur. sehingga sering mengalami permasalahan yang sulit diatasi. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut harus diperbaiki manajemennya.Kata Kunci: Manajemen, Tata Letak Pabrik, Struktur Organisasi.Pemasaran` Laporan Keuangan.
e-Commerce dalam Manajemen Pemasaran Surya Setyawan
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 2 No 2 (2003)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v2i2.123

Abstract

Nowadays development of telecommunication technologies set out to the development of internet. It can be said that everyone over the world use internet as communication media to communicate to everybody in every place in the world. Marketing management has to follow this development in satisfiying customers ' needs. Commercial business move from traditional commerce to e-commerce by usinginternet as world wide communication device. And so does marketing management change from local to global marketing. There are lots of changes in management skills and knowledges in marketing. This article describes the change of global world by understanding the internet; include its advantages and disadvantages. It will aflect to thedevelopment of e-commerce in marketing management. e.g. loyalty and value added.Keywords: Marketing management, internet. e-commerce, e-tailer, loyalty. value added. on-line.

Page 9 of 35 | Total Record : 344