cover
Contact Name
Eka Poppi Hutami
Contact Email
jurnalycn@gmail.com
Phone
+6285194842985
Journal Mail Official
jurnalycn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda II, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91922
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 30896851     DOI : https://doi.org/10.71049/84qrhy71
Core Subject : Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran berfokus pada penerbitan hasil penelitian, kajian, dan inovasi dalam bidang pendidikan dalam pembelajaran. Inovasi pendidikan dalam Pembelajaran berupa perencanaan pembelajaran, pendekatan/strategi/metode pembelajaran, materi pembelajaran, media dan teknologi pembelajaran. Jurnal ini menyediakan platform bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan penelitian, teori, serta praktik terbaik dalam bidang pendidikan dalam pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa: Kajian Literatur Hastuti; Ratna Citra Agustina; Iki Yusran
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/9rns5d68

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor internal yang banyak dikaji dalam literatur pendidikan karena perannya dalam mendukung pencapaian hasil belajar siswa. Temuan empiris mengenai hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar masih tersebar dan beragam antarjenjang serta konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan-temuan penelitian terdahulu terkait pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian ini menggunakan metode literature review kualitatif dengan menyeleksi artikel-artikel relevan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis tematik guna mengidentifikasi pola umum, variasi temuan, serta implikasi konseptual dari studi-studi yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar secara konsisten berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa lintas jenjang pendidikan dan bidang studi. Sintesis tematik mengungkap bahwa pengaruh motivasi belajar tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga bekerja melalui mekanisme tidak langsung, seperti keterlibatan dan aktivitas belajar siswa. Meskipun besaran kontribusi motivasi belajar bervariasi antarstudi, pola temuan yang konsisten menegaskan perannya sebagai prediktor penting pencapaian akademik. Kajian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan temuan empiris yang sebelumnya terfragmentasi, sehingga memperkaya pemahaman konseptual mengenai peran motivasi belajar dalam konteks pendidikan formal dan memberikan dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih sistematis.
Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Bimbingan dan Konseling Untuk Siswa Inklusi Rahmatullah Azis; Rahmiani; St. Hardianti; Nur Aisyah; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/affc2x27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterlibatan orang tua dalam proses bimbingan dan konseling bagi siswa inklusi, mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan keterlibatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013-2024 dan diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, ERIC, dan DOAJ. Proses seleksi literatur mengacu pada alur PRISMA, sementara analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling pada pendidikan inklusif, terutama dalam aspek dukungan emosional, peningkatan motivasi belajar, serta perkembangan sosial-emosional siswa. Kolaborasi yang efektif antara orang tua dan pihak sekolah terbukti mampu meningkatkan kualitas intervensi pendidikan. Namun, keterlibatan tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman orang tua tentang pendidikan inklusif, stigma sosial, keterbatasan waktu, serta kurang optimalnya komunikasi dengan sekolah. Penelitian ini juga menemukan bahwa peran orang tua telah bergeser dari sekadar pendukung menjadi mitra strategis dalam proses pendidikan dan konseling. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, seperti pelatihan bagi orang tua, penguatan komunikasi yang dialogis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan keterlibatan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kolaborasi yang kuat antara orang tua, guru, dan konselor menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling pada pendidikan inklusif.
Persepsi Siswa terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur Putri Wahyuni; Noviani Sri Diyastuti; Nurul Istiqamah; Novi Safitri; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/dsrbe515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pendidikan inklusif melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu aksesibilitas layanan, kompetensi konselor, serta dukungan lingkungan sekolah yang inklusif. Layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta didukung oleh konselor yang memiliki kompetensi profesional dan empati yang baik cenderung membentuk persepsi positif di kalangan siswa. Selain itu, lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman serta mendorong kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua turut memperkuat efektivitas layanan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif dengan membantu perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusif perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kompetensi konselor, penyediaan layanan yang mudah diakses, serta penguatan kerja sama antar pihak di lingkungan pendidikan.
Literature Review Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy dalam Mengurangi Kecemasan Berbicara di Depan Kelas Firda Yuliani; Murni; Iki Yusran
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/ryzvs422

Abstract

Kecemasan berbicara merupakan masalah psikologis yang sering dialami mahasiswa dan memengaruhi kemampuan komunikasi serta kinerja akademik. Kondisi ini muncul ketika individu harus menyampaikan pendapat atau melakukan presentasi di hadapan orang lain. Meskipun pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) telah banyak digunakan untuk menangani berbagai bentuk kecemasan, kajian literatur yang secara khusus membahas efektivitas CBT dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan kelas dalam konteks pendidikan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan konseling dengan pendekatan CBT dalam menurunkan kecemasan berbicara di depan kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain narrative literature review. Sebanyak 20 artikel jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer-review dan diterbitkan pada rentang tahun 2021-2025 dianalisis secara sistematis. Sumber literatur diperoleh dari beberapa basis data akademik, yaitu Google Scholar, Microsoft Academic, ScienceDirect, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ). Kriteria inklusi meliputi penelitian empiris yang dilakukan dalam konteks pendidikan, studi yang menggunakan CBT sebagai intervensi utama, serta artikel yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi teknik CBT yang digunakan, faktor penyebab kecemasan, serta hasil intervensi yang dilaporkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi konseling berbasis CBT efektif dalam menurunkan kecemasan berbicara di depan kelas melalui teknik restrukturisasi kognitif dan latihan paparan perilaku secara bertahap. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri serta partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran setelah mengikuti intervensi CBT. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CBT berpotensi diintegrasikan secara sistematis dalam layanan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan untuk membantu peserta didik mengatasi kecemasan komunikasi akademik.
Keterkaitan Nilai Budaya Lokal dan Teknik Konseling Efektif: Tinjauan Literatur dalam Praktik Bimbingan dan Konseling Hastuti; Eka Oktavia Ningsih; Nurfani; Firda Sahrani; Rahmat Hidayat; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/gg5fve59

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara nilai budaya lokal dan teknik konseling efektif dalam praktik bimbingan dan konseling. Keberagaman budaya dalam masyarakat menuntut pendekatan konseling yang tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga mempertimbangkan sistem nilai yang dianut oleh konseli. Kajian sebelumnya cenderung membahas teknik konseling dan aspek budaya secara terpisah, sehingga integrasi keduanya masih belum dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai budaya lokal dan teknik konseling efektif melalui pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang relevan melalui penelusuran sistematis dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya lokal berperan dalam membentuk perspektif konseli, sementara kompetensi budaya konselor menjadi faktor penting dalam membangun hubungan terapeutik. Integrasi nilai budaya lokal dalam penerapan teknik konseling terbukti meningkatkan efektivitas intervensi serta memperkuat penerimaan konseli terhadap proses konseling. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan praktik konseling perlu mengedepankan pendekatan yang kontekstual, adaptif, dan berbasis budaya.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar pada Anak Usia Dini melalui Kegiatan Outbound Berbasis Bermain yang Terstruktur Uswah Mu’jizah; Edy Mustofa; Lailatul Fajriyyah Salsabilla; Annisa Apriliani; Lilis Suryanti
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/wefjrd27

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan keterampilan motorik kasar anak usia dini sebagai dasar kesiapan belajar, sementara praktik pembelajaran di lapangan belum sepenuhnya memberikan stimulasi yang terstruktur dan berbasis pengalaman. Kesenjangan penelitian terletak pada minimnya integrasi antara kegiatan outbound dengan tahapan experiential learning yang sistematis dalam meningkatkan kemampuan motorik anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar melalui penerapan permainan outbound berbasis pengalaman pada anak RA Nurul Itishom Bekasi. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan 17 anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja dengan indikator kekuatan, koordinasi, kecepatan, keseimbangan, dan kelincahan menggunakan skala 1-4 dengan skor maksimal 24. Pada kondisi awal, capaian motorik kasar anak hanya mencapai 41% (7 dari 17 anak tuntas). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari 63% pada siklus I menjadi 82% pada siklus II dengan seluruh anak mencapai kategori tuntas. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan outbound yang dirancang secara terstruktur dengan pendekatan experiential learning mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar secara menyeluruh.
Penggunaan Gawai terhadap Perubahan Perilaku Impulsif pada Siswa Sekolah Aghnia Sukma Rizqia; Nor Fatmah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/xy7m8273

Abstract

Penggunaan gawai yang intensif berpotensi melemahkan kontrol diri dan memicu perilaku impulsif pada siswa sekolah, namun proses subjektif di balik fenomena ini masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika perilaku impulsif yang muncul akibat penggunaan gawai berlebihan pada dua siswa di Kota Palangka Raya melalui pendekatan studi kasus eksploratif. Dua siswa dengan intensitas penggunaan gawai tinggi dipilih sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan member checking sebagai salah satu upaya menjaga kredibilitas temuan. Hasil menunjukkan indikasi penurunan kontrol diri yang termanifestasi pada tiga tema utama: aspek konsumtif yang ditandai kecenderungan pembelian impulsif (impulsive buying) di platform belanja daring, aspek emosional berupa kecemasan saat koneksi internet terputus yang sejalan dengan gejala nomophobia, serta aspek akademik berupa prokrastinasi dan penurunan konsentrasi belajar akibat distorsi waktu tidur. Kedua partisipan menunjukkan kesadaran kognitif atas dampak negatif tersebut, namun kesadaran ini bersifat sementara dan belum diiringi perubahan perilaku yang menetap. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan regulasi diri melalui kolaborasi pengawasan orang tua dan layanan bimbingan konseling sekolah, meskipun generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati mengingat keterbatasan jumlah partisipan.
Peran Nilai Budaya Lokal dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia: Tinjauan Literatur Maulidiah Lidya; Abelia Ardana; Nurul Hikmayanti; Aisyah Ramadhani; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/8z7v7158

Abstract

Keragaman budaya Indonesia menuntut layanan bimbingan dan konseling (BK) yang responsif terhadap nilai budaya peserta didik, tetapi bukti tentang peran nilai budaya lokal dalam layanan BK masih tersebar dan belum disintesis. Tinjauan literatur ini bertujuan (1) mengidentifikasi nilai budaya lokal yang dilaporkan dalam literatur BK di Indonesia, (2) menelaah cara nilai tersebut diintegrasikan ke dalam layanan BK, dan (3) menelaah bukti hasil serta tantangan layanan BK yang memanfaatkan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan desain tinjauan literatur deskriptif-analitis berdasarkan pedoman Snyder. Artikel terbitan 2020–2026 ditelusuri melalui Google Scholar dan Garuda, lalu diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 11 artikel yang dianalisis melalui tahap pengorganisasian, sintesis, dan identifikasi tema. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa nilai yang dilaporkan meliputi siri' na pacce (Bugis-Makassar); manuntung, sasanggan, dan basopan (Banjar); rukun, tepa selira, gotong royong, dan Dasa Pitutur (Jawa); serta dima bumi dipijak disinan langik dijunjuang (Minangkabau). Nilai-nilai tersebut diintegrasikan sebagai isi intervensi, media penyampaian, model konseling terstruktur, dan landasan sikap konselor. Bukti awal dari dua studi eksperimen dan satu studi kasus menunjukkan peningkatan harga diri dan kompetensi sosial, tetapi jumlah studi empiris masih sedikit dan berskala kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya kompetensi multikultural konselor dan perlunya uji empiris yang lebih ketat pada konteks budaya yang lebih beragam.
Dinamika Perkembangan Kognitif Anak melalui Aktivitas Permainan Strategi Tradisional Congklak Hasmaswaty Patria; Abriadi
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tcweac32

Abstract

Di tengah tingginya paparan media digital pada usia dini, pemanfaatan permainan tradisional congklak sebagai media stimulasi kognitif belum dieksplorasi secara maksimal pada aspek proses berpikirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai Dinamika Perkembangan Kognitif Anak melalui Aktivitas Permainan Strategi Tradisional Congklak dengan menggeser fokus dari sekadar hasil akhir numerasi menuju pembentukan pemikiran strategis. Secara spesifik, penelitian ini membedah fungsi eksekutif anak, yakni memori kerja dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus majemuk. Subjek penelitian melibatkan tiga orang anak usia dini yang dipilih melalui teknik purposive sampling, didukung oleh guru dan orang tua sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan micro-analysis of gameplay yang mencakup observasi partisipatif berbasis rekaman video, think-aloud protocol, dan wawancara semi-terstruktur. Selanjutnya, data yang terkumpul diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif yang meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data (melalui analisis per kasus dan lintas kasus), serta penarikan kesimpulan.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur etnopedagogi, serta menawarkan kontribusi praktis bagi para pendidik dan orang tua berupa alternatif media stimulasi kognitif yang murah, bebas layar, dan sekaligus berfungsi sebagai instrumen pelestarian warisan budaya lokal.
Strategi Promosi dan Pengelolaan Lab School UIN Palopo dalam Menarik Minat Orang Tua: Studi Kasus Layanan Day Care Berbasis Kampus Al Islamiah; Eka Poppy Hutami; Hamim Muzamil Alhairi; Mutia; Nur Aisa; Try Rahana
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/0pshdk97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan layanan dan strategi promosi Lab School UIN Palopo, sebuah layanan day care yang sekaligus berfungsi sebagai laboratorium praktik mahasiswa PG PAUD, serta mengidentifikasi faktor yang tampak memengaruhi minat orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan pada 19-20 Mei 2026 melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan penanggung jawab sementara Lab School sebagai informan utama, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diperiksa keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lab School menjalankan dua bentuk promosi, yaitu promosi digital melalui Instagram, TikTok, dan Facebook serta promosi dari mulut ke mulut (word of mouth). Promosi digital belum dikelola secara rutin dan terencana, sedangkan rekomendasi dari teman, kerabat, dan lingkungan kampus tampak menjadi jalur utama masuknya peserta didik baru. Minat orang tua tampak berkaitan dengan kepercayaan terhadap rekomendasi personal, pengalaman positif pengguna layanan, dan fokus layanan pada perkembangan motorik, sosial, dan emosional anak. Namun, karena sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga dosen, peran word of mouth tidak dapat dipisahkan dari kedekatan institusional dengan kampus. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada sekolah formal atau lembaga PAUD umum, penelitian ini memberikan gambaran kontekstual tentang promosi pada day care berbasis laboratorium kampus. Temuan ini bersifat kontekstual dan perlu dikonfirmasi dengan melibatkan orang tua sebagai informan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30