cover
Contact Name
Nursinah Amir
Contact Email
ina.thp79@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bambulaut@jurnal.unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM. 10, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 30474604     DOI : -
Bambu Laut : Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal pengembangan dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini memuat hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang seperti berikut: Agromaritim, Medikal, Teknosains, dan Sosial Budaya Humaniora. Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat pertama kali terbit pada tahun 2024 dan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat diterbitkan sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal nasional yang terdaftar pada Pusat Nasional ISSN Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Nomor SK : 30474604/II.7.4/SK.ISSN/05/2024.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Sosialisasi Stunting dengan Tema Gizi Optimal, Tumbuh Maksimal di Desa Ujung Labuang Hidayah, Andi Nurul; Kurnia, Muhammad
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.48077

Abstract

Masalah stunting masih menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun kebijakan nasional telah diarahkan untuk menurunkan angka stunting, beberapa wilayah seperti Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang, masih menghadapi tantangan dalam implementasi di lapangan. Berdasarkan data BKKBN (2025), tercatat 13 anak balita mengalami stunting di Desa Ujung Labuang. Kondisi tersebut mencerminkan masih perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait gizi anak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif dengan sasaran masyarakat yang memiliki anak balita, terutama yang terindikasi stunting. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan pengumpulan umpan balik pasca kegiatan. Hasil evaluasi terhadap 33 peserta sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, secara umum terdapat peningkatan pengetahuan pada mayoritas peserta. Hasil akumulasi dari empat aspek penilaian menunjukkan bahwa sebanyak 27 peserta (81,8%) mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan 6 peserta (18,2%) memiliki pengetahuan yang relatif tetap. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat desa untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pemahaman Tentang Kondisi Stok Ikan Kakap dan Kerapu di Desa Teluk Santong, Teluk Saleh Yuisniawaty, Aninditha; Buhari, Nurliah; Santika, Lora; Fahruddin, Muh.
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.48923

Abstract

Teluk Saleh memiliki potensi kakap–kerapu yang penting bagi masyarakat pesisir, namun peningkatan intensitas penangkapan memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan stok. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan Desa Teluk Santong mengenai kondisi stok kakap dan kerapu, risiko eksploitasi berlebih, serta pentingnya menerapkan ukuran minimum tangkap dan perlindungan musim pemijahan. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknik pendataan hasil tangkap berbasis foto. Informasi yang disampaikan bersumber dari pemantauan pendaratan ikan oleh Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B) Provinsi NTB setiap bulan dan program pendataan perikanan berbasis masyarakat yang menunjukkan kecenderungan penurunan ukuran tangkapan serta rendahnya nilai Spawning Potential Ratio (SPR) pada beberapa spesies kakap dan kerapu di Teluk Saleh. Materi utama mencakup kondisi stok kakap dan kerapu, aturan ukuran minimum tangkap, selektivitas alat tangkap, cara identifikasi ukuran ikan, serta pelatihan dokumentasi hasil tangkapan menggunakan foto standar. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari nelayan, aparat desa, penyuluh, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, serta lembaga pendukung seperti FIP2B Provinsi NTB, WCS Indonesia Program, dan pelabuhan perikanan Teluk Santong.
Kolaborasi Satu Tema Beragam Aktivitas: Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Lembang Sikuku’, Toraja Utara Mandey, Fredryk; Lebang, Sheldy Arung; Yustika, Nadia; Markus, Mayline; Sisilia, Derlis; Sarungallo, Ata; Arafah, Ibnu; Bakka, Irianto Paliu L. D.; Pasomba, Riadi Ina; Junianti, Widya
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.49615

Abstract

Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Toraja Utara, khususnya di Lembang Sikuku’, merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang menekankan keseimbangan antara pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi wisata berupa panorama alam, hutan adat, serta kekayaan budaya lokal seperti rumah adat tongkonan dan ritual tradisional menjadi daya tarik utama yang perlu dikelola secara inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin Gelombang-114 dilaksanakan dengan pendekatan Single Theme Multiple Activities (S-T-M-A), yaitu strategi pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan berbagai program dalam satu tema besar “Pengembangan Desa Pariwisata Berkelanjutan.” Maksud kegiatan ini adalah mendukung pembangunan desa wisata berbasis kearifan lokal, sedangkan tujuan utamanya memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi, promosi digital, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Manfaat yang diharapkan adalah terciptanya model pengembangan pariwisata yang inklusif, ramah lingkungan, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: (1) tersusunnya Buku Profil dan Peta Digital Lembang Sikuku’ sebagai sarana dokumentasi dan promosi wisata; (2) terlaksananya sosialisasi keselamatan berkendara, edukasi pelestarian budaya, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung aksesibilitas dan keamanan; (3) peningkatan kesehatan masyarakat melalui modul edukasi jajanan sehat, panduan pembuatan sabun ramah lingkungan, serta kegiatan kebersihan desa; dan (4) penerapan teknologi tepat guna berupa produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah, biopestisida nabati, serta bio-briket dari limbah pertanian. Luaran tersebut menunjukkan ketercapaian nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif lokal yang berorientasi pada keberlanjutan.
Pemberdayaan Pokdakan Aji Gunung Kab. Sampang Melalui Penerapan Sistem Aquaponik Terintegrasi Vernanda, Riska; Setyowati, Salsabela Indah; Yuhardi, Erick; Abida, Indah Wahyuni; Putri, Rizka Rahmana; Sholahudin, Muhammad Ma’sum; Roushan, Muhammad Evick; Wati, Anggih Sulistiya
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/3kek0d32

Abstract

Program penerapan sistem aquaponik terintegrasi di Pokdakan Lele Aji Gunung, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang dilaksanakan untuk menjawab permasalahan keterbatasan lahan, ketidakstabilan kualitas air, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah budidaya. Kegiatan ini meliputi observasi kebutuhan, pelatihan, demonstrasi instalasi, serta pendampingan operasional guna meningkatkan kapasitas teknis anggota pokdakan dalam mengelola sistem budidaya terpadu ikan–tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai konsep dan operasional aquaponik, peningkatan efisiensi penggunaan air, serta penurunan kekeruhan air kolam budidaya setelah sistem berjalan stabil. Pertumbuhan tanaman pada media rakit apung juga menunjukkan perkembangan yang konsisten selama masa uji coba. Sejumlah 70% responden menyatakan setuju terhadap penerapan teknologi ini meskipun kendala biaya masih menjadi perhatian utama. Dibandingkan program serupa di daerah lain, kegiatan ini memiliki keunggulan pada biaya instalasi yang lebih rendah dan metode pendampingan yang lebih intensif. Secara keseluruhan, program ini berhasil menghasilkan model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi, meningkatkan efisiensi budidaya lele, serta memperkuat kemampuan masyarakat dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan.
Program Sosialisasi Pajak “Sadar Pajak, Desa Berdaya” di Desa Ujung Labuang Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang Syarif, A. Astri; Kurnia, Muhammad; Amir, Muhammad Ikhsan
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/x9316j62

Abstract

Kegiatan “Sadar Pajak, Desa Berdaya: Sosialisasi Pengenalan dan Manfaat Pajak untuk Kemajuan Desa dan Kesejahteraan Masyarakat” dilaksanakan di Desa Ujung Labuang, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, sebagai upaya meningkatkan literasi dan kesadaran perpajakan masyarakat desa. Program ini dilatarbelakangi rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pajak, manfaatnya, serta prosedur administrasi perpajakan seperti pembuatan NPWP dan pelaporan SPT. Metode pelaksanaan meliputi observasi, koordinasi dengan KPP Pratama Pare-Pare, pre-test, pemaparan materi, diskusi interaktif, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pajak yang dibuktikan dengan perbedaan nilai pre-test dan post-test, serta tingginya partisipasi dalam sesi diskusi. Program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mempererat kerja sama antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan KPP Pratama Pare-Pare. Sosialisasi berkala, simulasi praktik administrasi pajak, dan kolaborasi berkelanjutan direkomendasikan untuk menjaga dan mengembangkan kesadaran perpajakan masyarakat.
Sosialisasi Pengelolaan Perikanan Kerapu dan Kakap Berkelanjutan di Desa Labuhan Kuris, Teluk Saleh Risgan, Rhazif Septian; Santika, Lora; Damayanti, Ayu Adhita; Gigentika, Soraya
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/ehdvv984

Abstract

Teluk Saleh merupakan kawasan perairan produktif di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menjadi pusat penangkapan kakap dan kerapu. Namun, tingginya tekanan penangkapan dan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan telah menyebabkan penurunan stok kedua komoditas tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan nelayan pesisir di Desa Labuhan Kuris, Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa Terhadap Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat No. 55 Tahun 2023 tentang pengelolaan perikanan kakap dan kerapu berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada 23 Januari 2024 di Desa Labuhan Kuris, Teluk Saleh. Kegiatan dihadiri oleh nelayan, pengepul, aparat desa, serta lembaga pendukung dengan jumlah perempuan 11 orang, jumlah laki laki 16 orang, dengan total peserta 27 orang. Materi yang disampaikan adalah kondisi stok ikan kakap dan kerapu di Teluk Saleh sejak tahun 2017 hingga 2022 masih banyak ikan kakap dan kerapu yang tertangkap dalam ukuran kecil atau belum dewasa. Aturan ini mencakup penetapan ukuran minimum ikan yang boleh ditangkap, pengaturan alat tangkap, aturan perdagangan serta sanksi administratif. Rekomendasi yang muncul meliputi pengaturan penggunaan kompresor, penyusunan awig-awig, dan perlunya kajian lebih lanjut terkait lokasi penangkapan. Secara keseluruhan, sosialisasi ini efektif dalam mendorong penerapan prinsip perikanan berkelanjutan di Teluk Saleh.
Edukasi Terumbu Karang untuk Keberlanjutan Ekosistem Laut di SMA Negeri 1 Kapongan Handayani, Creani; Dewi, Yuni Kartika; Elhany, Nurul Avidhah; Saputra, Gilang; Riyadi, Debby Novelina
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/pf00sa52

Abstract

Terumbu karang berperan penting dalam keberlanjutan ekosistem pesisir, namun rendahnya kesadaran generasi muda masih menjadi tantangan dalam upaya pelestariannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai fungsi, manfaat, serta upaya pelestarian terumbu karang sebagai ekosistem laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan keberlanjutan sumber daya laut. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kapongan mengunakan metode edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan persentase jawaban benar dari 45,2% pada pre-test menjadi 82,6% pada post-test. Siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif, dan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian terumbu karang di wilayah pesisir.
Peningkatan Kapasitas Administrasi dan Manajemen Keuangan Poklahsar Amertha Bahari di Desa Padak Guar Aini, Muslihuddin; Pawana, Zia Zannititah
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/eak73h40

Abstract

Kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Namun, kelemahan pada aspek administrasi dan manajemen keuangan sering menjadi kendala dalam penguatan kelembagaan dan keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas administrasi dan manajemen keuangan Poklahsar Amertha Bahari di Desa Padak Guar, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 22 anggota kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari 52 (pretest) menjadi 81 (posttest) atau meningkat sebesar 55%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator pencatatan arus kas (62%). Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan sederhana serta memahami pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha kelompok. Secara kelembagaan, kegiatan ini mendorong penerapan tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Meskipun demikian, keberlanjutan dampak kegiatan memerlukan pendampingan lanjutan dan monitoring berkala agar praktik administrasi dan manajemen keuangan dapat diterapkan secara konsisten.
Edukasi Rehabilitasi Terumbu Karang Melalui Pendekatan Transplantasi Terumbu Karang Masyarakat Dusun Kalangan, Pulau Pahawang Lahay, Almira Fardani; Putra, Muhamad Gilang Arindra; Kusuma, Anma Hari; Yulianto, Herman; Amiin, Muhammad Kholiqul; Putriani, Rizha Bery; Putri, Septi Malidda Eka
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/dw46r104

Abstract

Ekosistem terumbu karang atau coral reefs merupakan ekosistem di dasar laut tropis yang disusun terutama oleh biota laut pengahasil kapur atau batuan kapur (CaCo3) khususnya jenis karang batu dan alga berkapur dimana menjadi tempat hidup biota lainnya seperti moluska, crustacea, echinodermata, polichaeta, porifera, tunikata hingga biota bebas seperti plankton dan nekton. Terumbu karang memiliki nilai ekonomis diantaranya fungsi sebagai sumber makanan (feeding ground), tempat memijah (nursery ground), daerah asuhan biota laut (spawning ground) dan sebagai sumber ketersediaan plasma nutfah, sebagai lokasi penangkapan biota laut konsumsi dan hias, sumber bahan bangunan, sumber bahan baku farmasi hingga sebagai tempat rekreasi. Terumbu karang juga dimanfaatkan sebagai sumberdaya penangkapan ikan dan sumberdaya jasa lingkungan bagi manusia dan lingkungan. Secara global terumbu karang telah mengalami 10% kerusakan atau hancur dan 20% lainnya mengalami kerusakan bertahap hingga 20 tahun kedepan. Salah satu penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang yang saat ini banyak terjadi adalah diakibatkan belum adanya standarisasi atau guideline pada kegiatan ekowisata di terumbu karang. Upaya pengembalian kondisi ekosistem terumbu karang dapat rehabilitasi terumbu karang. Salah satu upaya rehabilitasi dapat dilakukan dengan edukasi dan transplantasi terumbu karang. Edukasi yang disampaikan meliputi nilai penting dan pemanfataan terumbu karang, guideline ekowisata terumbu karang hingga teknik transplantasi terumbu karang berdasarkan kajian ilmiah yang telah disampaikan. Melalui edukasi dan sharing pada kegiatan pengabdian diharapkan dapat memberikan dan meningkatkan pemahaman masyarakat Pulau Pahawang akan pentingnya pemeliharaan atau konservasi terumbu karang di Pulau Pahawang dalam upaya pelestarian dan keberlanjutan ekosistem terumbu karang Pulau Pahawang di masa depan.
Model Strategi Kolaboratif Berbasis-Satu Tema Beragam Aktivitas sebagai Pendekatan Partisipatif dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Maccorawalie, Sidenreng Rappang Mandey, Fredryk; Lestari, Syabrina; Magfirah, Nurul; Tauhidy, Haikal; Rasyid, Rasmawati; Yamin, Muhammad Faried Ramadhan; Thamrin, Sulaeha
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 2, OKTOBER 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/08mzzm57

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 di Kelurahan Maccorawalie, Kabupaten Sidenreng Rappang, menerapkan strategi Satu Tema Beragam Aktivitas (S‒T‒B‒A) dengan fokus pada inovasi daerah untuk percepatan pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan solusi berbasis potensi lokal. Program utama mencakup digitalisasi layanan publik, penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Luaran yang dihasilkan meliputi Buku Profil Kelurahan Maccorawalie, Identitas visual produk UMKM, prototipe green-wall untuk penghijauan sekolah, kebun percontohan dengan sistem irigasi tetes, serta produk kreatif berbasis eco-print. Analisis menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, mendorong ekonomi lokal berbasis UMKM, serta menumbuhkan budaya inovasi di tingkat akar rumput. Dengan demikian, kegiatan KKNT di Kelurahan Maccorawalie menjadi katalis penting bagi percepatan pembangunan berkelanjutan di Sidrap, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional dan global.