cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
STUDI PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN SATELIT AQUA MODIS R A, Dwi Ayu; Sukojo, Bangun Muljo; Jaelani, Lalu Muhamad
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1333

Abstract

Suhu permukaan laut (SPL) merupakan salah satu faktor penentu kualitas suatu perairan. Suhu mempengaruhi aktivitas metabolisme dan perkembangbiakan organisme di lautan.   Pemantauan gejala perubahan suhu secara berkala diperlukan dalam melakukan analisa pola sebaran SPL. Analisa tersebut menggunakan citra satelit AQUA MODIS. Pengamatan suhu dapat digambarkan dengan baik oleh kanal 20, 31 dan 32 citra AQUA MODIS.   Algoritma yang digunakan adalah algoritma Brown dan Minnet, 1999 (ATBD_25) untuk mendapatkan nilai SPL. Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan bahwa SPL rata – rata tahun 2010 sebesar 22,93 C. Uji validasi dilakukan  yang dilakukan bernilai 70,9%, yang menunjukkan SPL pengolahan citra mempresentasikan kondisi sesungguhnya. Data hasil analisis dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya.
ANALISIS PEMANFAATAN CITRA SATELIT ALOS-PRISM SEBAGAI DASAR PEMBUATAN PETA PENDAFTARAN TANAH (Studi Kasus : Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati) Utomo, Pandu Sandy; Supadiningsih, Chatarina Nurjati; Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1334

Abstract

Peraturan Menteri Negeri Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 (PMNA/KBPN 3/1997) pasal 142 ayat 1 menyebutkan peta pendaftaran tanah dibuat dengan memetakan hasil pengukuran bidang tanah pada peta dasar pendaftaran tanah. Sedangkan pada peraturan yang sama pasal 12 ayat 1 menyebutkan bahwa pengukuran dan pemetaan untuk pembuatan peta dasar pendaftaran diselenggarakan dengan metode terestrial, fotogrametrik, atau metode lainnya. Kemajuan dalam bidang penginderaan jauh dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pemetaan, khususnya dalam pembuatan peta pendaftaran tanah. Salah satunya adalah citra satelit ALOS-PRISM dengan resolusi 2,5 meter. Penelitian ini menggunakan dua data utama yaitu citra satelit ALOS-PRISM tanggal 16 Juli 2008 wilayah Kabupaten Pati Jawa Tengah dan Peta Dasar Pendaftaran Tanah skala 1 : 1.000 dengan nomor lembar 49.2.02.078.09.8. Wilayah studi adalah Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dimana kondisi pada daerah tersebut relatif datar. Koreksi geometrik menggunakan 9 titik kontrol tanah berupa titik orde 3 BPN di Kecamatan Gabus dan sekitarnya. Pengukuran lapangan (menggunakan pita ukur) dilakukan untuk mengetahui ketelitian planimetris citra. Dari data tersebut dihitung selisih perbedaan luasan bidang sawah di citra dan peta pendaftaran tanah, dengan ketentuan toleransi perbedaan luas oleh BPN sebesar KL £ (0,5ÖL) m2. Analisis terhadap jarak dan luasan bidang sawah pada peta pendaftaran tanah dan citra, dilakukan untuk mendapatkan tingkat kelayakan penggunaan citra satelit ALOS-PRISM di dalam pembuatan peta pendaftaran tanah. Dari hasil koreksi geometric didapatkan nilai RMSe sebesar 0,507 meter. Berdasarkan uji-t sampel berpasangan, terdapat perbedaan jarak dan luas yang signifikan. Citra satelit ALOS-PRISM tidak memenuhi kelayakan untuk kegiatan updating Peta Pendaftaran Tanah skala 1 : 1.000, namun memenuhi untuk skala 1 : 10.000 dengan pengkajian lebih lanjut terhadap skala tersebut.
STUDI PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT TERRA MODIS Harliyanti, Novi Ika; Sukojo, Bangun Muljo; Jaelani, Lalu Muhamad
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1335

Abstract

Sea Surface Temperature (SST) is an important parameter used to determine the quality of water. Many factors could affect the up tide or low tide of SST in a waters. That factors could be observed by comparing the SST in a waters for certain period. Madura Strait which is the estuary for large and small rivers have a SST that changes every season. The pattern of SST changes can be observed by using multi-temporal image. In this study used Terra / MODIS satellite images with 1 km of spatial resolution, so as to provide information on the distribution pattern of SPL in the Madura Strait region. The value of SST obtained from image processing by Brown and Minnet(1999) algoritm. To obtain the temperature value is used bands of 20, 31, and 32 which must be converted into brightness temperature.To get this SST pattern used in image data of Terra / MODIS for six years, from 2005 until 2010. The SST pattern results are the monthly and annual patterns. The results of data processing in the month that same with the month of groundtruth showed that R2= 71.91%. It means that imagery data could showed groundtruth data about 71.91%. Results of data processing for six years showed that the monthly pattern, the highest SST occurred in October, which the results of image processing is 33.87°C. The annual pattern shows that each year varies. The factors that cause SST changes are sunlight intensity, rainfall, and wind.
ANALISA PERUBAHAN VEGETASI DITINJAU DARI TINGKAT KETINGGIAN DAN KEMIRINGAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT DAN SPOT 4 (STUDI KASUS KABUPATEN PASURUAN) Maryantika , Norida; Jaelani , Lalu Muhamad; Setiyoko, Andie
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1336

Abstract

Vegetasi merupakan keseluruhan tumbuhan dari suatu area yang berfungsi sebagai penutup lahan. Tumbuhan tersebut bisa bersifat alami maupun hasil budidaya, homogen maupun heterogen. Persebaran vegetasi dalam suatu area dapat dipengaruhi oleh kondisi topografi. Wilayah kabupaten Pasuruan bagian barat memiliki kondisi topografi yang bervariasi, yaitu daerah pegunungan berbukit, daerah dataran rendah, dan daerah pantai, variasi ini berpengaruh terhadap persebaran vegetasi yang ada di wilayah tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengamati perubahan vegetasi adalah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan citra satelit Landsat 7 ETM+ dan citra satelit SPOT4. Hasil dari proses pengolahan citra adalah informasi mengenai indeks vegetasi citra dan tutupan lahan daerah penelitian. Pengamatan kondisi fisik topografi menggunakan data kontur peta RBI yang diterbitkan oleh BAKOSURTANAL. Hasil pengolahan data kontur peta RBI diperoleh informasi kelas ketinggian dan kemiringan lahan daerah penelitian. Berdasarkan nilai indeks vegetasi, ketinggian, dan kemiringan lahan maka akan diperoleh hubungan antara indeks vegetasi dengan ketinggian dan kemiringan lahan. Hubungan tersebut diperoleh melalui uji korelasi. Hasil uji korelasi antara indeks vegetasi (NDVI Landsat, EVI Landsat, NDVI SPOT 4) dengan ketinggian lahan diperoleh nilai korelasi tertinggi sebesar 0,542 pada NDVI SPOT 4, dari ketiga hasil penelitian termasuk korelasi sedang (0,40 – 0,599). Hasil uji korelasi antara indeks vegetasi (NDVI Landsat, EVI Landsat, NDVI SPOT 4) dengan kemiringan lahan diperoleh nilai korelasi tertinggi sebesar 0,517 pada EVI Landsat, dari ketiga hasil penelitian juga termasuk korelasi sedang (0,40 – 0,599).
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK HASIL RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009-2029 DAN EVALUASI TUTUPAN LAHAN S, Dian Octavia; Hariyanto , Teguh
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1337

Abstract

Propinsi Jawa Timur memiliki potensi yang strategis dan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Sumber daya alam yang bervariasi dan berlimpah selain memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat juga memiliki keindahan alam yang berperan dalam meningkatkan potensi pariwisata.Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWp) Jawa Timur tahun 2009-2029 merupakan langkah optimalisasi dari keseluruhan potensi yang dimilki Jawa Timur. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWp) Jawa Timur periode 2009-2029 mengacu pada UU No 26 Tahun 2007 dan PP No. 26 Tahun 2008 yang mana merupakan pengganti dari UU No. 24 Tahun 1992 dan PP No. 47 Tahun 1997. Kegiatan perencanaan ini berdampak pada perubahan tutupan dan penggunaan lahan Jawa Timur 20 tahun ke depan. Evaluasi tutupan lahan dilakukan untuk mengetahui besar perubahan tutupan lahan yang terjadi di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur, khususnya kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman.Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode overlay dan menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan adalah peta RTRWp Jawa Timur 2009-2029 dan peta tutupan lahan existing tahun 2009. Hasil dari evaluasi perubahan lahan menunjukkan bahwa kawasan RTH yang berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman di Jawa Timur yaitu sebesar 405,334 Km² dari luas keseluruhan 47.936,759 Km² atau 0,846%.Perubahan terbesar terjadi pada kelas sawah dan tegalan sejumlah 185,5087 Km² dan 170,1525 Km².Sedangkan Kabupaten/Kota yang mengalami perubahan terbesar yaitu Kabupaten Tuban sejumlah 75,6328 Km² dan Kabupaten Gresik sejumlah 51,9818 Km².
ANALISIS SEDIMENTASI PANTAI SURABAYA-SIDOARJO PASCA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU DAN PERISTIWA LAPINDO MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT-4 Mayasari , Ratna; Sukojo, Bangun Muljo; Setiyoko, Andie
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1338

Abstract

Sedimentation is the process of formation or deposition of sediment. Coastal areas north of East Java, especially Surabaya and Sidoarjo, is an entity that has a different pattern of development of coastal shoreline. This study used data satellite SPOT-4 and Landsat-7 ETM, where medium-resolution satellite has a swath width to the SPOT-4 60km and 185km for the Landsat-7 ETM. Sedimentation can be well described by using the red band of each satellite image was first converted into reflectance values to eliminate the atmospheric effects. The algorithm used is algorithm Budhiman to get the value of TSS (Total Suspended Solid). From the data processing and analysis we found that sedimentation along the coast of Surabaya-Sidoarjo dominated by TSS values 25-125 mg/L. In addition sedimentation can also be seen from the addition of 147.978 ha of land area between the years 2003 and 2006 and 213.888 ha between 2006 and 2009. From these results can be indicated that the sedimentation rate is increasing after the suramadu bridge construction and Lapindo events.
MODEL ESTIMASI UPLIFT DAN SUBSIDENCE DARI HASIL UKURAN GPS MENGGUNAKAN METODE POLINOMIAL DI AREA LUMPUR SIDOARJO Bukhori , Imam Yuli; Handoko, Eko Yuli
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1342

Abstract

Pada penelitian terdahulu oleh Abidin,dkk (2010) dijelaskan bahwa letusan gunung lumpur Sidoarjo telah memicu pergerakan tanah baik vertikal maupun horisontal, sehingga diadakan penelitian dengan menggunakan GPS untuk meneliti pergerakan tanah tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi subsidence sebesar 0,4 cm/hari hingga 4 cm/hari. Pada penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan metode polinomial untuk menggambarkan bentuk uplift dan subsidence. Data yang digunakan adalah data pengamatan. Dalam penelitian ini dilakukan analisa data setiap kala dengan menggunakan analisa regresi linier dan polinomial orde dua dan tiga. Dari hasil analisa tersebut didapatkan nilai penurunan tanah terbesar adalah sebesar -0,018 m yang berada di titik BT03 dan nilai kenaikan tanah terbesar adalah sebesar 0,012 m di titik 1304. Sedangkan nilai rata-rata penurunan tanah sebesar -0,012 m dan kenaikan tanah sebesar 0,006 m. Dengan menggunakan analisa korelasi dan determinasi, didapatkan rata-rata terbesar nilai korelasi dan determinasi terbesar pada regresi polinomial ordo 3 yaitu dengan nilai korelasi rata-rata sebesar 0,893 dan nilai determinasi sebesar 0,810. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa polinomial ordo 3 merupakan bentuk regresi yang paling sesuai untuk menggambarkan model estimasi uplift maupun subsidence.
PERHITUNGAN VOLUME SEMBURAN DAN SEBARAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN CITRA IKONOS BULAN JUNI, AGUSTUS, OKTOBER 2011 Akbari , Aulia Mustika; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1343

Abstract

Banjir lumpur panas Sidoarjo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renoenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak 29 Mei 2006. Sudah lima tahun sejak terjadinya kerusakan alam lumpur Lapindo di kabupaten Sidoarjo, tetapi luapan lumpur belum juga dapat dihentikan. Genangan Lumpur terus bertambah terutama di sekitar pusat semburan Lumpur. Sehingga tanggul penahan lumpur sudah beberapa kali jebol akibat luapan lumpur yang tidak dapat lagi dibendung. Pengamatan volume dan arah semburan lumpur diharapkan dapat membantu memprediksi penanggulangan lumpur Sidoarjo. Dalam penelitian ini citra satelit Ikonos yang memiliki resolusi tinggi dan ditunjang dengan data pengukuran tinggi volume semburan dengan metode trigonometris maka akan dihasilkan perhitungan langsung volume semburan lumpur Sidoarjo. Dengan citra satelit Ikonos bulan Juni, Agustus, dan Oktober 2011 selanjutnya dilakukan analisa perubahan dan sebaran lumpur Sidoarjo untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi tutupan dan sebaran lumpur Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi volume lumpur hasil dari pengamatan langsung sebesar 63.813,053 meter kubik per hari dan hasil volume lumpur pengamatan tak langsung sebesar 51.143,585 meter kubik per hari dengan arah sebaran lumpur dominan mengarah kearah barat dan selatan tanggul. Kondisi tutupan lumpur sampai dengan bulan oktober 2011 di dominasi oleh lumpur mengering.
Evaluasi Sedimentasi Pesisir Surabaya Sidoarjo Akibat Pembuangan Lumpur Sidoarjo Menggunakan Citra Satelit ALOS/AVNIR-2 Dan SPOT-4 Diyah, Chali Matussa; Cahyono, Agung Budi
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1344

Abstract

Sedimentasi merupakan proses pembentukan atau pengendapan sedimen. Proses sedimentasi umumnya terjadi pada daerah pantai yang mengalami erosi karena material pembentuk pantai terbawa arus ke tempat lain dan tidak kembali ke lokasi semula, sehingga terjadilah sedimentasi. Pembuangan material lumpur Lapindo dalam jumlah yang besar dan terus menerus mengakibatkan terjadinya sedimentasi di Kali Porong, tidak menutup kemungkinan bahwa adanya aliran lumpur Lapindo mengakibatkan material lumpur tidak banyak mengendap di sepanjang kali, tetapi mengendap di daerah muara Kali Porong. Beberapa metode dapat digunakan untuk memantau perubahan tingkat sedimentasi di wilayah pesisir, salah satunya menggunakan teknologi penginderaan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit ALOS/AVNIR-2 tahun 2009 dan 2010 serta citra satelit SPOT-4 tahun 2009 dan 2011. Untuk mengetahui tingkat sedimentasi di daerah penelitian, digunakan pendekatan nilai TSS (Total Suspended Solid) sebagai indikator tingkat sedimentasi di wilayah tersebut. Dalam pengolahannya, algoritma yang digunakan adalah algoritma Hendrawan dan Asai. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai TSS yang mendominasi daerah penelitian adalah 0 – 125 mg/L, sedangkan menurut Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) kandungan Total Suspended Solid yang normal lebih kecil dari 70 m/L, sedangkan menurut PP Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendallian Pencemaran air untuk air kelas I dan II kadar TSSnya kurang dari 50 mg/L, hal itu berarti perairan Surabaya – Sidoarjo memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi.
STUDI KAWASAN KERENTANAN LONGSOR DANAU MANINJAU, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT Martia, Nur; Taufik , Muhammad
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1345

Abstract

Perpindahan atau pergerakan batuan, massa, tanah secara menurun menuju bagian bawah suatu lereng disebut longsor. Tanah longsor dapat terjadi pada material tanah, batuan, atau campuran dari keduanya. Gerakan massa adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak, miring, atau mendatar dari kedudukan semula yang diakibatkan oleh gangguan keseimbangan massa pada saat itu yang bergerak ke arah bawah melalui bidang gelincir dan material pembentuk lereng. Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Danau Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Bencana tanah longsor sering terjadi di Indonesia, sejak rangkaian bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatra Barat, menyebabkan pergerakan tanah yang menyebabkan longsor. Hal ini membuat masyarakat sekitar Danau Maninjau yang dikelilingi bukit harus mencari tempat tinggal baru akibat longsor karena gempa bumi tahun 2009 lalu dan waspada akan bencana longsor yang akan menimpa kembali daerah Danau Maninjau. Penelitian ini menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan meng-overlay peta tematik dan metode scoring. Data yang digunakan yaitu Peta RBI Padang skala 1:50.000, Peta Geologi Padang skala 1:250.000 Tahun 1996, Data Curah Hujan Harian Danau Maninjau tahun 2000, dan Peta Satuan Lahan dan Tanah lembar Padang skala 1:250.000 tahun 1990. Hasil dari penelitian ini didapatkan, bahwa telah terjadi longsor dengan tingkat status bencana yang berbeda-beda (tingkat rendah, sedang, dan tinggi). Dari penelitian ini didapatkan informasi tingkat kerawanan longsor yaitu tingkat kerawanan sedang seluas 38.588.113,04 m2, kerawanan tinggi seluas 15.043.912, 34m2, dan daerah tingkat sangat rawan seluas 78.759.878,88 m2