cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 504 Documents
LEAST SQUARE MATCHING 1 TO COMBINE THE TWO IMAGES OF NCU AREA Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1346

Abstract

Least square matching technique is included in area-based digital matching method. Conceptually, least square matching is closely related to the correlation method, with the added advantage of being able to obtain the match location to a fraction of a pixel. Least square matching (LS1)1 has merit to minimize the sum of squares for grayscale differences, so the result will be more accurate. The images covering the National Central University (Taiwan) area are aerial images taken from digital camera with sensor ultracam-D. Interior orientation parameter consist of focal length in 101.400000mm, principal point offset (0.000000e+000, 0.000000e+000)mm, and principal point symmetry (-2.110000e-001, 0.000000e+000)mm. The experimental result shows that the best accuracy of x direction is reached when the rotation angle is 9 degree, then those of y direction is reached when the rotation angle is 3 degree. The accuracy of both directions are getting worse when the scale of image is less than 0.8. The success rate 100% is reached in all of window size except 51 and 101. Then, the best accuracy of x direction is showed in 3x3 window size, those of y direction is employed when the work used the window size 11x11. Based on the experimental result, it can be concluded that using different rotation and scale can get the different result that it will be worse or better. Thus, to get the better result in matching image and better accuracy, the work should use the orthorectified image as base image to do rotation scheme and use small window size to minimize the number iteration, but it will be not significant with RMSe.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK INVENTARISASI DATA AIR TANAH DAN PERTAMBANGAN UMUM DI JAWA TIMUR Grafitasari , Adelia; Hariyanto , Teguh
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1347

Abstract

Potensi Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur membutuhkan pengelolaan yang berkesinambungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu menampilkan data spasial dan menampilkan atribut yang ada didalamnya. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi data Air Tanah dan Pertambangan Umum di daerah Jawa Timur secara praktis dan sistematis. Sistem informasi ini dapat mempermudah dan dapat memberikan masukan kepada instansi yang terkait terutama pemerintah khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menginventarisasi data Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur. Pengembangan SIG sekarang telah mengarah ke dunia maya yaitu Web SIG. Dengan mengggunakan metode penyusunan database dan pembuatan WEB SIG serta menggunakan data Air Tanah dan Pertambangan Umum menggunakan aplikasi untuk membuat website SIG akan memberikan informasi dan menginventarisasikan data tersebut kepada masyarakat secara luas. Hasil dari Inventarisasi Data Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur adalah terdapat Potensi Bahan Galian yang hampir sama di 18 Kabupaten di Jawa Timur, dimana Potensi Bahan Galian terbanyak terdapat di Kabupaten Pacitan yang memiliki 13 Jenis Potensi bahan galian, Kabupaten Blitar yang memiliki 12 Jenis Potensi bahan galian, dan Kabupaten Malang yang memiliki 11 Jenis Potensi bahan galian. Sedangkan Kabupaten yang paling sedikit memiliki Potensi bahan galian terdapat di Kabupaten Madiun, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang yang hanya memiliki 1 sampai 3 Potensi Bahan Galian. Potensi Cekungan Air Tanah (CAT) terdapat di 17 Kabupaten di Jawa Timur. Kabupaten tersebut memiliki jumlah potensi CAT yang hampir sama yaitu sekitar 2 sampai 3 Potensi CAT. Dari 17 Kabupaten tersebut hanya satu Kabupaten yang hanya memiliki 1 Potensi CAT yaitu Kabupaten Pasuruan.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DINAS ENERGI SUMBER DAYA MINERAL (ESDM) JAWA TIMUR BERBASIS WEB G. , Ricko Andrew F.; Jaelani , L. M.
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1348

Abstract

Potensi energi Sumber Daya Mineral di Jawa Timur memerlukan pengelolaan yang berkesinambungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu menampilkan data spasial dan menampilkan atribut yang ada didalamnya. Sistem ini dirancang untuk menginformasikan data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di daerah Jawa Timur. Sistem informasi ini dapat mempermudah instansi terutama pemerintah khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menginventarisasi data energi sumber daya mineral. Pengembangan informasi sekarang sudah mengarah ke dunia maya yaitu Web SIG. Dengan menggunakan data Dinas ESDM dan menggunakan aplikasi untuk membuat website SIG akan memberikan informasi dan menginventarisasikan data yang ada di ESDM Jawa Timur. Hasil dari penelitian tersebut bahwa aplikasi website SIG untuk menampilkan data spasial dan data tabular ESDM dapat dijalankan pada website SIG dengan baik. Dengan tampilan website SIG yang sesuai pada penyusunan dan konfigurasi peta berserta halaman web yang dilengkapi dengan informasi mengenai berita ESDM.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA BERBASIS WEB DAN ANALISA POTENSI PARIWISATA DI KABUPATEN PACITAN Satoto , Gilang; Taufik , Muhammad
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1349

Abstract

Pacitan mempunyai peluang yang cukup prospektif untuk dikembangkan menjadi industri pariwisata yang mampu bersaing dengan pariwisata di daerah lain. Potensi pariwisata tersebut meliputi wisata pantai, wisata goa, wisata budaya/religius, wisata rekreasi dan wisata industri. Salah satu publikasi dan promosi wisata Kabupaten Pacitan dilakukan melalui internet, namun informasi yang ada dalam web tersebut belum maksimal karena kurangnya penyajian Sistem Informasi Geografis (SIG) mengenai potensi wisata di Kabupaten Pacitan. Oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan SIG potensi wisata di Kabupaten Pacitan berbasis web, agar pariwisata Kabupaten Pacitan dapat dikenal luas dan banyak dikunjungi oleh wisatawan Indonesia dan juga wisatawan mancanegara. Dalam penelitian ini, data spasial yang digunakan adalah peta RBI Kabupaten Pacitan tahun 1999 skala 1:25.000 sebanyak 17 sheet, citra satelit Kabupaten Pacitan yang diperoleh dari Google Earth, dan data non spasial berupa data tabular tentang objek wisata Kabupaten Pacitan, data kunjungan wisatawan, serta data kondisi jalan Kabupaten Pacitan. Dari data terebut akan diolah menjadi SIG yang akan diintegrasikan ke web, kemudian dilakukan analisa potensi wisata di Kabupaten Pacitan menggunakan metode SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi SIG potensi wisata kabupaten pacitan berbasis web GIS yang sudah diintegrasikan dengan baik. Selain itu, dari hasil analisa SWOT dapat diketahui tingkat daya tarik dan potensial wisata tersebut berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga diharapkan mampu menjadi model dasar bagi pemerintah Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan sarana prasarana serta infrastruktur dalam pengembangan obyek wisata tersebut.
Penggunaan SIG Untuk Pengembangan Potensi Perkeretaapian (Studi Kasus Stasiun Pasar Turi Menuju Stasiun Bojonegoro) Prasetyo, Firman; Cahyono , Agung Budi
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1350

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan jasa angkutan kereta api pada saat ini sangat pesat. Seharusnya hal ini diikuti dengan persiapan oleh PT. Kereta Api Indonesia (persero), dengan perbaikan teknologi informasi tentang prasarana Kereta Api yang telah ada dalam rangka peningkatan sistem manajemen sarana prasarana perkeretaapian. Sejauh ini pengelolaan potensi perkeretaapian masih dikelola secara manual dalam bentuk diagram tabular. Dan belum mempunyai peta digital jalur rel kereta api, peta digital ini dapat digunakan dalam penyajian dan penyediaan data dan proses tampilan geografis yang terintegrasi dengan database sarana dan prasarana kereta api secara kompleks, untuk memenuhi kebutuhan PT. Kereta Api Indonesia (persero) terhadap fasilitas pada stasiun, jalur stasiun Pasar Turi sampai Stasiun Bojonegoro, jadwal kereta yang melewati jalur Stasiun Pasar Turi menuju Bojonegoro, jenis Kereta Api yang melewati jalur tersebut. Dengan menggunakan sistem informasi geografis, dapat mempermudah melakukan input data, menampilkan data, mengelola data, menganalisis data, dan membuat peta serta laporan yang berkaitan dengan data spasial bereferensi geografis tentang potensi perkeretaapian yang meliputi sarana dan prasarana tentang kereta api yang berasal dari peta digital. Dari hasil SIG akan dihasilkan aplikasi interaktif, yang menginformasikan kondisi sarana prasarana pada stasiun, informasi, jadwal kereta api yang ada pada jalur Stasiun Pasar Turi menuju Stasiun Bojonegoro. Yang nantinya dapat digunakan PT. Kereta Api Indonesia (persero) untuk berbagai keperluan.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK EVALUASI KEPADATAN LALU LINTAS JALAN ARTERI PRIMER DAN ARTERI SEKUNDER DI KOTA SURABAYA Rubiyanti , Arhiyah; Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1351

Abstract

Aktifitas kehidupan kota Surabaya yang semakin meningkat, ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan penyediaan jasa, menimbulkan kepadataan lalu lintas yang puncaknya terjadi pada jam sibuk. Jam sibuk adalah jam dalam satu periode sibuk pagi hari dan sore hari waktu setempat. Kepadatan lalu lintas tersebut sering dijumpai pada jalan arteri primer dan arteri sekunder kota. Pada kondisi tersebut, kecepatan perjalanan rendah sehingga tingkat pelayanan kualitas jalan perjalanan menjadi buruk. Mengingat keterbatasan dana untuk pembangunan sarana/prasarana jalan dan kendala fisik geologis lahan di jalan arteri, maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu alternatif teknologi, yaitu sistem informasi berbasiskan komputer. Sistem informasi berbasiskan komputer ini berupa Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menyajikan gambaran mengenai kepadatan lalu lintas dengan memperhatikan Derajat Kejenuhan (DS). Dalam penelitian ini, data spasial yang digunakan adalah peta RBI Kota Surabaya tahun 1999 skala 1:25.000 dan data non spasial yang meliputi data tabular kapasitas jalan serta volume kendaraan pada jalan arteri primer dan sekunder Kota Surabaya. Jam sibuk yang digunakan mulai pukul 06.00-09.00 pada pagi hari dan 16.00-19.00 pada sore hari karena pada buku panduan Survey Kinerja Lalu Lintas Kota Surabaya 2010 yang didapat dari Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan bahwa jam tersebut memiliki volume lalu lintas tertinggi diantara jam 05.00-21.00 BBWI. DS dihitung dari hasil bagi antara volume total kendaraan tiap jam (Q) dengan kapasitas jalan (C). Dari hasil nilai DS akan dikelompokkan menjadi tiga tingkat kepadatan, yang pertama nilai DS 0-0,5 adalah tidak padat, nilai DS 0,51-1 adalah padat, dan nilai DS>1 adalah sangat padat. SIG digunakan untuk memvisualisasikan hasil dari jalur alternatif yang mungkin bisa dilewati oleh kendaraan pada jam sibuk tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 07.00-08.00 BBWI di jalan Wonokromo dengan derajat kejenuhan 1,775 sedangkan derajat kejenuhan terendah terjadi pada jam 06.00-07.00 BBWI di jalan Tanjung Perak dengan derajat kejenuhan 0,154. Dari aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan waktu yang telah ditentukan sesuai jam sibuk ini didapatkan jalur normal dimana tidak menghiraukan hambatan kepadatan lalu lintas, jalur terhambat dikarenakan derajat kejenuhan pada jalan tersebut tinggi , dan jalur alternatif dimana pada jalur ini akan ditunjukkan jalur bebas hambatan untuk menghindari kemacetan lalu lintas pada saat derajat kejenuhan jalur tersebut tinggi.
APLIKASI SIG UNTUK PENYUSUNAN DATA POKOK EVALUASI DAERAH RAWAN GENANGAN DI SURABAYA Lukman, Lukman; Taufik, Muhammad; Hendayani , Wiweka Hartojo
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1353

Abstract

Surabaya adalah salah satu ibukota propinsi terbesar di Indonesia. Kawasan perkotaan terbesar kedua setelah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Salah satu hal yang patut dikhawatirkan dari kota Surabaya adalah rentannya kota terhadap timbulnya genangan air pada saat musim hujan. Genangan berbeda dengan banjir, genangan lebih disebabkan oleh keadaan tata guna lahan dan jaringan saluran primer dan sekunder, dan curah hujan dari suatu kota. Sedangkan banjir lebih disebabkan oleh morfologi dari daerah tersebut. Genangan yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan rusaknya infrasutruktur kota secara berkala. Data pokok digunakan sebagai dasar acuan untuk mengevaluasi genangan di Surabaya yang bertambah, berkurang, atau bahkan tidak ada perubahan signifikan sehingga terdapat titik-titik yang selalu menjadi langganan tergenang. Setelah dievaluasi dibuat Sistem Informasi Geografisnya untuk tampilan antar muka agar peta yang disajikan lebih interaktif. Dari peta rawan genangan tahun 2006 dan 2009 tidak terdapat perubahan lokasi maupun tingkat kerentanan pada daerah genangan di Surabaya. Walaupun pada tahun 2009 curah hujan menurun menjadi 1620.273 mm dari 1.801 di tahun 2006. Secara logika, dengan menurunnya curah hujan seharusnya terjadi pengurangan daerah yang tergenang di Surabaya. Tidak adanya perubahan pada daerah genangan ini disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti tutupan lahan, d
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI KELAUTAN BERBASIS WEB ( Studi Kasus Wilayah Pesisir Dan Pantai Di Selat Madura ) Laksono , Catur Paminto; Sukojo, Bangun Muljo
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1354

Abstract

SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan tool yang dapat digunakan untuk pemetaan dan analisa terhadap aktivitas yang terjadi di permukaan bumi. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, GIS juga mengalami perkembangan yaitu berbasis Web (WebGIS). Pembuatan sistem informasi kelautan budaya berbasis WebGIS dimaksudkan agar memudahkan inventarisasi, pengawasan, tindak lanjut serta dapat dijadikan acuan untuk penentuan kebijakan yang terkait masalah kelautan dan penanganan daerah pesisir. Dengan adanya sistem informasi, maka pengelolaan serta pengawasan akan lebih efisien. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan prototype Sistem Informasi Kelautan berbasis WebGIS dengan menggunakan peta- peta yang telah dilaksanakan sebelumnya yang mengambil sampel kota Surabaya. Pengolahan data spasial menggunakan MapServer dan pembuatan tampilan web menggunakan Adobe Dreamweaver CS3. Hasil yang diperoleh dari pembuatan Sistem Informasi Kelautan ini adalah program aplikasi berbasis web yang dapat menunjukkan informasi- informasi mengenai kelautan di daerah pesisir yaitu sebaran vegetasi mangrove, perubahan lahan yang disebabkan oleh Total Suspended Material (TSM), daerah rawan banjir, serta curah hujan.
ANALISIS PERUBAHAN LUAS HUTAN DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT TERRA MODIS ANTARA TAHUN 2007 – 2011 Basori , Basori; Sukojo , Bangun Muljo
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1355

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan yang luas. Luas hutan tersebut mengalami penurunan akibat penebangan secara illegal ataupun karena kebakaran hutan. Salah satu propinsi yang memiliki hutan yang luas adalah Jawa Timur. laju kerusakan hutan di Jawa Timur mengalami peningkatan dikarenakan human error dalam pengelolaan hutan.Dalam penelitian ini, pemetaan hutan dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan data citra satelit Terra MODIS dengan menggunakan algoritma NDVI dan EVI. Identifikasi hutan dilakukan dengan memanfaatkan nilai indek vegetasi yang dihasilkan dari algoritma NDVI dan EVI.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indek vegetasi dengan menggunakan algoritma NDVI lebih stabil jika dibandingkan dengan algoritma EVI. Luas area hutan pada musim hujan lebih besar dibandingkan luas area hutan pada musim kemarau karena pada musim kemarau terdapat jenis vegetasi yang menggugurkan daunnya. Perubahan hutan tiap tahun hasil dari pengolahan citra memiliki sifat yang tidak stabil dikarenakan tiap citra memiliki nilai spektral yang berbeda akibat dari perbedaan posisi satelit saat pengambilan data dan kondisi atmosfer saat pengambilan data. Hasil pengolahan citra menggunakan algoritma EVI memiliki tingkat keakuratan paling baik yaitu sebesar 86,4% pada musim hujan. Sedangkan hasil pengolahan citra menggunakan algoritma NDVI memiliki tingkat keakuratan sangat rendah karena memiliki selisih sangat tinggi ketika dibandingkan dengan data dari Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur.
EVALUASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MUTITEMPORAL TAHUN 2009-2011 (STUDI KASUS : MUARA KALI PORONG) Hidayah, Nurul; Cahyono , Agung Budi
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1356

Abstract

Kali Porong merupakan area pembuangan lumpur Sidoarjo untuk mencegah jebolnya tanggul akibat pertambahan volume lumpur secara terus menerus. Kebijakan membuang lumpur ke Kali Porong menimbulkan dampak bagi lingkungan di sekitar Kali Porong. Material lumpur ini tidak hanya mengendap pada sepanjang aliran sungai tetapi juga di daerah muara Kali Porong. Sedimen inilah yang menyebabkan terjadinya pertambahan daratan (reklamasi) hingga terjadi perubahan tutupan lahan di sekitar muara Kali Porong. Area terdampak lumpur yang semakin meluas juga menyebabkan perubahan tutupan lahan.Metode yang digunakan untuk mengevaluasi perubahan tutupan lahan adalah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh yang dapat mencakup wilayah yang luas dengan cepat dan efesien. Data yang digunakan adalah citra satelit ALOS AVNIR-2 tahun 2009 dan 2010 serta SPOT-4 tahun 2011. Metode klasifikasi terbimbing dengan algoritma maximum likehood digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan yang terjadi di muara Kali Porong.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan perubahan luasan tutupan lahan antara tahun 2009 hingga 2011. Pada tahun 2009 hingga 2010, kelas yang mengalami pertambahan luas adalah jalan, lumpur, semak, dan tambak/empang. Sedangkan kelas yang mengalami penurunan luas adalah lahan hutan basah, pemukiman, pertanian, dan sungai. Pada tahun 2010 hingga 2011, kelas yang mengalami pertambahan luas adalah jalan, lahan hutan basah, lumpur, pertanian, semak dan sungai. Sedangkan kelas yang mengalami penurunan luas adalah pemukiman dan tambak/empang. Diantara perubahan luasan tutupan lahan yang terjadi, kelas pemukiman mengalami penurunan tiap tahunnya, dimana sejak tahun 2009 hingga 2010 luasan pemukiman berkurang 364,46 ha dan pada tahun 2010 hingga 2011 luasan pemukiman berkurang 117,49 ha. Sedangkan luas lumpur bertambah sejak tahun 2009 hingga 2010 sebesar 221,66 ha dan 41,91 ha pada tahun 2010 hingga 2011. Penyebab perubahan luas tutupan lahan ini antara lain, meluasnya area lumpur Sidoarjo yang menyebabkan tergenangnya kawasan pemukiman serta persawahan, dampak lingkungan akibat pembuangan lumpur seperti rusaknya tambak karena lumpur yang terus mengalir hingga ke saluran tambak, dan kondisi psikologis masyarakat sekitar semburan yang khawatir untuk tetap tinggal atau bermukim di sekitar lokasi akibat perkembangan semburan lumpur.