cover
Contact Name
Ahmad Pramudiyanto
Contact Email
pramudiyanto_pbj@stkippgriponorogo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbspgripo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ukel No.39, Ronowijayan, Kertosari, Kec. Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63491
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 23551623     EISSN : 27978621     DOI : https://doi.org/10.60155/jbs
Jurnal Bahasa dan Sastra mengajak para peneliti, mahasiswa dan dosen untuk menyumbangkan hasil kajian dan penelitiannya dalam bidang yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Objek kajian tekstual maupun faktual dengan berbagai prespektif, bahasa, sastra, budaya, sejarah, seni, sosiologi.
Articles 56 Documents
Analisis Realisme Magis dalam Novel Srimenanti Karya Joko Pinurbo Liani, Dwi Retno; Sutejo, Sutejo; Novitasari, Lusy
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v11i2.439

Abstract

Magical realism is a fusion of elements of realism with fantasy or imagination beyond reason, which often occurs in society due to the influence of culture and belief. Among the literary works that have these elements, one of them is the novel Srimenanti by Joko Pinurbo. The research was conducted using qualitative descriptive methods. The theory used in analyzing this novel is Wendy B. Fariz’s theory. The research results show that there are five characteristics of magical realism. These five characteristics include: irreducible elements in the form of belief in myths and supernatural figures (eltece); (2) the phenomenal world in the form of belief in the tradition of the spirit month and the existence of God (religion); (3) doubts caused by figures supernatural (eltece) and magical objects in the form of painting equipment; (4) Merger of Territories in the form of a magical figure (elence) acting like a human; (5) Cracks in Time, Space, and Identity in the form of cracks in space, namely, guard posts, and identity cracks, happen to the character Srimenanti, who has an identity as a painter and a holy person, and the character Uncle Yusi as a teacher and spiritual advisor.
Pesan Moral dalam Novel Api Tauhid Karya Habiburrahman El-Shirazy Sya’bana, M. Yusron Ali; Kasnadi, Kasnadi; Munifah, Siti
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v11i2.440

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pesan moral berupa norma agama, hukum dan adat istiadat dalam novel Api Tauhid karya Hasbiburrahman El-Shirazy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Peneliti menentukan dan menggunakan langkah-langkah dalam mengumpulkan data dengan cara membaca, menandai, mencatat, dan memahami. Data yang terdapat dalam penelitian ini berupa ungkapan, kalimat yang berasal dari novel Api Tauhid karya Habiburrahman El-Shirazy. Dalam menganalisis data, peneliti juga menyesuaikan data dan mengaitkan dengan teori yang digunakan peneliti. Berdasarkan ahsil penelitian, bentuk pesan moral yang ditemukan dalam novel Api Tauhid adalah: (1) pesan moral yang berdasarkan pada norma agama, (2) pesan moral yang berdasarkan pada norma hukum, dan (3) pesan moral yang berdasarkan pada norma adat istiadat.
Peralatan Hidup dan Teknologi dalam Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga Karya Erni Aladjai Latifah, Suci Ayu; Wahyuni, Sri; Setiawan, Agus
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v11i2.441

Abstract

Literature is an eternal cultural representation in written form. The novel Haniyah and Ala at Teteruga’s House was written by Erni Aladjai to perpetuate the culture of eastern Indonesia. This study aims to describe the living equipment and technology in the novel. This is interesting because novels are attached to relics that are rarely owned by modern society. The anthropological theory of literature is assisted in exploring the culture of life tools and technology. Descriptive qualitative research methods are applied to find cultural aspects in each storytelling of the novel. Furthermore, the data collection technique of observing, reading and taking notes is carried out as a step before conducting content analysis. The results of the research findings are the existence of living equipment and technology such as (i) clothing, (ii) shelter, (iii) relics, (iv) weapons, (v) production objects, (vi) transportation in the form of boats, and (vii) agricultural equipment. Through these findings, it can become a cultural discourse for readers, as well as a scientific anchor regarding local wisdom and locality.
Nilai Sosial dalam Cerpen Setan Atau Malaikat Karya Vivin Sunarko: Kajian Sosiologi Sastra Banjarnahor, Ira; Lesmana, Handriyana Jaya
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v12i1.464

Abstract

Cerpen ialah salah satu jenis karya sastra yang menggambarkan realitas kehidupan sosial di dalam masyarakat. Sehubung dengan hal tersebut, penelitian ini mengkaji nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen “Setan atau Malaikat” karya Vivin Sunarko, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan representasi nilai-nilai sosial yang ada di dalam karya tersebut. Metodologi yang diterapkan dalam kajian ini ialah deskriptif kuaitatif, memungkinkan analisis yang komprehensif terhadadap nilai sosial dalam teks. Kerangka analisis didasarkan pada klasifikasi nilai sosial menurut Risdi, yang mencakup tujug kategori, yaitu nilai kepribadian, nilai kebendaan, nilai biologis, nilai kepatuhan hukum, nilai pengetahuan, nilai agama, dan nilai keindahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 10 data yang mencerminkan beragam nilai sosial dalam cerpem “Setan atau Malaikat”. Temuan ini memperlihatkan bagaimana cerpen dapat menjadi cermin nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
Metafora dan Alegori dalam Novel The Little Prince: Pendekatan Stilistika untuk Memahami Makna Kehidupan Wahyuningtyas, Reita; Gusthini, Misyi
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v12i1.480

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan metafora dan alegori oleh George Lakoff dan Mark Johnson dalam novel "The Little Prince" karya Antoine de Saint-Exupéry dari segi gaya bahasa dan gaya bahasa untuk memahami bagaimana metafora dan alegori memberi makna pada kehidupan. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif menurut Moleong (2004:6), dengan pendekatan stilistika, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen sastra ini berkontribusi pada pengembangan tema dan karakter dalam cerita dengan pilihan kata, struktur kalimat, dan penggunaan bahasa lain yang menciptakan metafora dan majas atau ungkapan dalam konteks “The Little Prince”. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Melalui analisis mendalam, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metafora dan alegori tidak hanya memperkaya narasi, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pengalaman manusia, hubungan antar individu, dan pencarian makna dalam hidup.   
Reduplikasi Bahasa Jawa dalam Cerbung Langit Jingga Karya Sumono Sandy Asmoro Fahningrum, Eksa Dewi; Indrayanto, Bayu
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v12i1.486

Abstract

This study discusses the forms and meanings of reduplication in Javanese found in the short story Langit Jingga by Sumono Sandy Asmoro, published in Panjebar Semangat magazine, edition 8, 2008. The study aims to describe the types of reduplication and their meanings in the short story. The research method used is descriptive qualitative, with content analysis techniques and data collection through observing and note-taking. The results of the study found five forms of Javanese reduplication: 1) full reduplication of the base word, 2) reduplication with changes in sound or phonemes, 3) reduplication with affixes, 4) partial reduplication of the base word, and 5) reduplication of the final syllable. The meanings of reduplication found in the short story are: 1) indicating more than one, 2) meaning resemblance, 3) meaning a small amount, and 4) meaning the highest or superlative.