cover
Contact Name
Taufik Mawardi
Contact Email
jollt.gemacendekia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jollt.gemacendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Biduri Sandik Atas Desa Sandik, Kec. Batu Layar, Lombok Barat - NTB, Indonesia 83355
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Linguistics and Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 30895324     DOI : https://doi.org/10.71094/esensi
Core Subject : Education,
Journal of Linguistics and Language Teaching (JOLLT) is an open access journal which provides immediate, worldwide, barrier-free access to the full text of all published articles without charging readers or their institutions for access. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. The aim of this Journal is to promote a principle approach to research on linguistics, language and language teaching by encouraging enquiry into relationship between theoretical and practical studies.
Articles 15 Documents
Kedudukan Satuan Lingual /q/ Sebagai Afiks Dalam Bahasa Sasak Subdialek Sesela Kabupaten Lombok Barat Rahman, Basuki
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedudukan satuan lingual /q/ dalam bahasa Sasak subdialek Sesela, dengan mendeskripsikan fungsi, makna, dan proses morfonemik yang dibentuk oleh satuan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan pendekatan kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini berupa satuan lingual q yang menjadi afiks. Satuan lingual tersebut bersumber dari penutur bahasa Sasak subdialek Sesela. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini berupa metode simak, metode cakap, dan metode introspeksi. Analisis data menggunakan metode padan intralingual dan ekstralingual. Satuan lingual /q/ dalam bahasa Sasak, dialek ǝ-ǝ, subdialek Sesela diidentifaksi sebagai morfem. Oleh karena itu, di dalam penelitian ini, satuan lingual /q/ diklasifikasi sebagai afiks bentuk sufiks dan konfiks. Selain bentukan tersebut, satuan lingual /q/ memiliki fungsi merubah nomina mejadi kata kerja. Fungsi itu berlaku pada kedua bentuk afiks.
Strategi Ilokusi dan Pola Komunikasi Persuasif Anies Baswedan: Analisis Pragmatik terhadap Tuturan Politiknya Waluyan, Roby Mandalika
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.197

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi ilokusi dan pola komunikasi persuasif yang digunakan oleh Anies Baswedan dalam berbagai wawancara dan podcast politik. Sebagai figur publik yang dikenal dengan kemampuan retorika dan pilihan diksi yang reflektif, Anies Baswedan menampilkan gaya komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga strategis dan membangun citra diri. Melalui pendekatan analisis pragmatik, penelitian ini menelaah jenis-jenis tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) serta implikatur yang muncul dalam konteks wacana politik. Selain itu, teori komunikasi persuasif digunakan untuk mengungkap bagaimana unsur ethos, pathos, dan logos dikonstruksi secara simultan untuk mencapai efek perlokusi tertentu terhadap khalayak. Data penelitian diambil dari beberapa wawancara dan podcast Anies Baswedan yang dipublikasikan di berbagai media daring sepanjang tahun 2023–2025. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyoroti fungsi pragmatis setiap tuturan dan strategi persuasif yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anies Baswedan secara konsisten menggunakan tindak tutur ilokusi direktif dan ekspresif untuk menegaskan gagasan, membangun empati, dan memperkuat kredibilitas politiknya. Di sisi lain, penggunaan implikatur dan strategi retoris yang halus memperlihatkan upaya sadar untuk mengelola persepsi publik tanpa menimbulkan konfrontasi langsung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pragmatik dan komunikasi politik, khususnya dalam memahami bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan simbolik dalam ranah publik.
Kesalahan Berbahasa Tataran Semantik dalam Unggahan Quotes pada Media Sosial Instagram Aziz, Amri
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.352

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan media sosial Instagram yang menjadikan quotes sebagai bentuk utama penyampaian narasi, baik berupa motivasi, refleksi kehidupan, maupun kritik sosial. Quotes sebagai teks singkat sering kali dianggap bebas dari kaidah kebahasaan, padahal dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kesalahan berbahasa, khususnya pada tataran semantik, yang berpotensi menimbulkan penyimpangan makna dan ambiguitas penafsiran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia pada tataran semantik dalam unggahan quotes di media sosial Instagram dan (2) menjelaskan implikasi kesalahan semantik tersebut terhadap pemahaman makna pesan serta relevansinya dalam pembelajaran analisis kesalahan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berupa unggahan quotes dari beberapa akun Instagram yang secara konsisten memproduksi konten kutipan dengan tema motivasi, kehidupan, dan sosial, sedangkan objek penelitian adalah kesalahan berbahasa Indonesia pada tataran semantik yang terdapat dalam unggahan tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik sadap, simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan semantik dalam unggahan quotes Instagram meliputi penggunaan kata bermakna ganda yang tidak sesuai konteks, pemilihan diksi yang mirip secara bentuk tetapi berbeda makna, serta penggunaan kata yang menyebabkan penyimpangan makna leksikal dan kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa ketepatan makna tetap menjadi aspek penting dalam bahasa media sosial. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar dalam perkuliahan analisis kesalahan berbahasa Indonesia, khususnya pada kajian semantik.
Penguatan Kecerdasan Linguistik Anak melalui Gerakan Literasi Komunitas: Studi pada Kampoeng Baca Pelangi Narmada Marjan, Arman
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.353

Abstract

Rendahnya tingkat literasi dan kemampuan berbahasa anak masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan formal dan sumber bacaan. Anak usia dini berada pada fase golden age yang sangat menentukan perkembangan kognitif dan linguistiknya, sehingga memerlukan stimulasi yang tepat, berkelanjutan, dan kontekstual. Selain lembaga pendidikan formal, komunitas literasi hadir sebagai ruang alternatif yang berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gerakan literasi berbasis komunitas dalam penguatan kecerdasan linguistik anak melalui studi pada Kampoeng Baca Pelangi di Narmada, Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan kajian kontekstual terhadap praktik literasi yang dijalankan oleh komunitas. Data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah yang relevan serta analisis aktivitas literasi anak yang meliputi kegiatan membaca, mendongeng, interaksi verbal, dan pendampingan belajar di Kampoeng Baca Pelangi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas literasi yang dilakukan secara partisipatif dan menyenangkan mampu memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan berkomunikasi lisan, menumbuhkan minat baca, serta membangun kepercayaan diri anak dalam berbahasa. Lingkungan literasi yang inklusif dan interaktif juga berkontribusi terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Dengan demikian, gerakan literasi komunitas memiliki peran strategis sebagai pelengkap pendidikan formal dalam menguatkan kecerdasan linguistik anak, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program literasi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Dominasi Tindak Tutur Ilokusi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Analisis Pragmatik Interaksi Guru dan Siswa di SMPN 1 Sumbawa Besar Hardinata, Dodi Zulia
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dominasi tindak tutur ilokusi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Sumbawa Besar. Fokus penelitian diarahkan pada jenis-jenis ilokusi yang digunakan guru dan siswa serta distribusi kemunculannya dalam interaksi pedagogis di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data berupa tuturan guru dan siswa yang diperoleh melalui teknik observasi, rekam, dan transkripsi pada proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan tuturan berdasarkan kategori tindak tutur ilokusi menurut Searle (asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif), kemudian dihitung kecenderungan frekuensinya untuk menentukan bentuk yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi direktif merupakan bentuk yang paling dominan digunakan guru dalam mengelola pembelajaran, diikuti oleh ilokusi asertif dan ekspresif. Dominasi ilokusi direktif mencerminkan peran otoritatif guru dalam mengatur aktivitas kelas, memberikan instruksi, serta mengendalikan partisipasi siswa. Sementara itu, ilokusi siswa cenderung berbentuk asertif dan responsif terhadap arahan guru. Temuan ini menegaskan bahwa struktur interaksi pedagogis masih bersifat hierarkis dengan kontrol wacana yang lebih besar berada pada guru. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik pedagogis, khususnya dalam memahami pola komunikasi kelas dan implikasinya terhadap dinamika pembelajaran Bahasa Indonesia.

Page 2 of 2 | Total Record : 15