cover
Contact Name
Andi Yusuf Katili
Contact Email
yusuf2801@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yusuf2801@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nani Wartabone no. 259. Kota Gorontalo. Postal Code: 96115, Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi
ISSN : 31091067     EISSN : 30908450     DOI : 10.69623
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi disingkat J-DIKUMSI adalah jurnal yang mewadahi berbagai bidang rumpun sosial seperti hasil penelitian di bidang pendidikan, hukum dan komunikasi. Semua publikasi di J-DIKUMSI bersifat akses terbuka yang memungkinkan akses tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. J-DIKUMSI terbit tiga kali setahun yaitu: Maret, Juli dan November
Articles 35 Documents
Melawan Kejahatan: Mengungkap Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur Sri Nurnaningsih Rachman; Andi Yusuf Katili
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v1i1.51

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia yang memiliki dampak psikologis, sosial, dan hukum yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pola kekerasan, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap beberapa laporan kasus yang telah didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap kekerasan seksual terhadap anak meliputi lingkungan sosial yang kurang aman, lemahnya penegakan hukum, serta kurangnya edukasi seksual sejak dini. Artikel ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam upaya pencegahan serta penanganan korban kekerasan seksual secara holistik.
Pengaruh Pendidikan Pesantren Dalam Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Di Lingkungan Masyarakat Siti Aimiah; M. Ilham Faizin Akbar
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI) Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v2i1.278

Abstract

Penerapan nilai-nilai dan sistem pendidikan pesantren terhadap peningkatan kualitas Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di masyarakat. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, memiliki fokus khusus dalam membentuk karakter, sikap kerja, disiplin, dan kemampuan kepemimpinan yang penting bagi SDM yang berkualitas. Fenomena ini perlu diteliti karena masyarakat modern membutuhkan SDM yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Tujuan penelitian untuk melihat dan menganalisis pengaruh pendidikan pesantren dalam meningkatkan manajemen sumber daya manusia di lingkungan masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap alumni pesantren, tokoh masyarakat, dan pimpinan lembaga, didukung oleh observasi langsung dan analisis terhadap kurikulum pesantren. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan interpretasi yang dalam dan sesuai konteks. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah menyajikan model konseptual tentang bagaimana penggabungan nilai spiritual dan kemandirian dari pesantren bisa menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah moral dan sikap kerja di sektor MSDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan pesantren memiliki keunggulan dalam hal disiplin kerja, loyalitas, kemampuan memecahkan masalah berdasarkan tradisi lokal, serta etika profesional yang kuat (SDM Berbasis Nilai). Nilai-nilai seperti istiqomah, riyadhah, dan kemandirian terbukti berhubungan positif dengan peningkatan produktivitas dan kualitas pengelolaan konflik di lingkungan kerja. Kesimpulannya, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk SDM yang memiliki integritas tinggi, sehingga menjadi model yang efektif dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat masyarakat.
Analisis Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau (Papua) Dengan Masyarakat Lokal (Gorontalo) Idewi Usman; Andi Abee Zoelthan Katili
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI) Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v2i2.280

Abstract

Hambatan komunikasi dapat terjadi karena perbedaan budaya untuk itu perlu mengkaji strategi adaptasi yang dilakukan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarbudaya yang terjadi antara mahasiswa perantau asal Papua dengan masyarakat lokal Gorontalo, mengidentifikasi Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, yang terdiri atas mahasiswa Papua, mahasiswa lokal, dosen, tokoh masyarakat, dan pengurus organisasi kemahasiswaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya berlangsung secara dinamis melalui proses adaptasi yang dipengaruhi oleh perbedaan bahasa, nilai budaya, pola komunikasi, dan persepsi sosial. Hambatan yang ditemukan meliputi stereotip, prasangka, culture shock, serta perbedaan komunikasi verbal dan nonverbal. Namun demikian, hambatan tersebut dapat diminimalkan melalui keterbukaan, empati, toleransi, akomodasi komunikasi, serta partisipasi aktif dalam kegiatan akademik dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya yang efektif berperan penting dalam memperkuat integrasi sosial, mengurangi kesalahpahaman, serta menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan harmonis. Temuan penelitian diharapkan menjadi masukan bagi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam merancang program penguatan kompetensi komunikasi antarbudaya serta pengembangan kebijakan yang mendukung keberagaman budaya di lingkungan pendidikan tinggi.
Kompetensi Relatif Pengadilan Hubungan Industrial Dalam Perspektif Kebijakan Ketenagakerjaan Berbasis Fleksibilitas Kerja (Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXIV/2026) Melki T. Tunggati; Ellys Rachman; Sri Nurnaningsih Rachman; Andi Yusuf Katili
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI) Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v2i2.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstitusionalitas norma kompetensi relatif pengadilan hubungan industrial dalam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 dari perspektif kebijakan ketenagakerjaan berbasis fleksibilitas kerja, serta mengkaji implikasi yuridis dissenting opinion dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXIV/2026 terhadap rekonstruksi kebijakan hukum acara yang berorientasi pada akses keadilan bagi pekerja/buruh alih daya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual, yang bahan hukumnya dianalisis secara kualitatif melalui teknik interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah secara formal tepat mempertahankan konstitusionalitas Pasal 81 UU 2/2004 berdasarkan asas lex specialis dan kepastian hukum, namun norma tersebut mengandung constitutional deficiency substantif karena masih berpijak pada asumsi hubungan kerja tunggal-lokasi yang tidak lagi relevan dengan realitas relasi kerja triadik dan multi-lokasi pada skema alih daya, sebagaimana diperkuat oleh dua dissenting opinion yang mengusulkan perluasan forum gugatan berbasis prinsip access to justice. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan rekonstruksi kebijakan hukum acara PHI yang mengintegrasikan prinsip pertanggungjawaban bersama antara perusahaan alih daya dan perusahaan pengguna jasa. Implikasinya, temuan ini memberikan basis argumentasi akademik bagi pembentuk undang-undang dalam merevisi Pasal 81 UU 2/2004 ke arah yang lebih adaptif. Penelitian selanjutnya disarankan menempuh pendekatan sosio-legal untuk menguji secara empiris hambatan akses keadilan yang dialami pekerja alih daya dalam praktik peradilan hubungan industrial.
Konstruksi Etika Komunikasi pada Ruang Publik Digital: Studi Penggunaan Facebook Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Luwuk Falimu; Hasanuddin
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI) Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v2i2.287

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan media sosial sebagai ruang publik digital yang memungkinkan terjadinya interaksi, pertukaran informasi, serta pembentukan opini di kalangan masyarakat. Facebook merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh mahasiswa untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan membangun relasi sosial. Keterbukaan ruang digital memunculkan berbagai persoalan etika komunikasi, seperti penggunaan bahasa yang tidak santun, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), penyebaran informasi yang belum terverifikasi, dan pelanggaran privasi. Komunikasi di ruang digital tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan penggunaan media, tetapi juga oleh pemahaman dan konstruksi etika yang dimiliki pengguna. Penelitian bertujuan untuk menganalisis konstruksi etika komunikasi mahasiswa dalam penggunaan Facebook sebagai ruang publik digital, mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku komunikasi yang mencerminkan nilai-nilai etika komunikasi, serta mengkaji pembentukan etika komunikasi digital mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Luwuk yang aktif menggunakan Facebook. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berlandaskan pada teori etika komunikasi, konsep ruang publik digital, literasi digital, dan kewargaan digital (digital citizenship). Hasil penelitian dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana mahasiswa mengonstruksi nilai-nilai etika komunikasi dalam interaksi di Facebook, sekaligus mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi dalam menerapkan komunikasi yang santun, bertanggung jawab, dan menghargai hak orang lain di ruang digital. Etika komunikasi di perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi digital di era transformasi teknologi

Page 4 of 4 | Total Record : 35