cover
Contact Name
Fadlan Barakah
Contact Email
fadlanbarakah@usk.ac.id
Phone
+6281329411577
Journal Mail Official
sosiologi.fisip@usk.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Jln. Tgk Tanoh Abee, Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
ISSN : 22525254     EISSN : 26548143     DOI : https://doi.org/10.24815/jsu
JURNAL SOSIOLOGI USK: Media Pemikiran & Aplikasi is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and sociological issues. JSU is published two times a year. This journal has been accredited sinta 3
Articles 159 Documents
Phenomenology Of Digital Culture In The Educational Area: An Epistemological Review Madrah, Muna Yastuti; Muflihin, Ahmad
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital telah membawa budaya baru ke kehidupan manusia. Salah satu budaya yang terbentuk oleh teknologi digital adalah cyberculture. Sebuah dunia baru yang lahir dari teknologi digital, ruang yang dipenuhi dengan manusia yang saling terhubung satu sama lain. Teknologi digital telah memungkinkan dunia untuk dimampatkan dalam sistem, jaringan, dan koneksi yang memaksa manusia modern untuk tetap selaras, ini termasuk juga dalam dunia pendidikan.Bagaimana fenomenologi melihat budaya digital dalam pendidikan? Artikel ini mencoba untuk memberikan gambaran umum tentang epistemologi budaya digital dalam perspektif fenomenologis. Mengapa fenomenologi? Fenomenologi sebagai pendekatan dapat memenuhi fungsi penting dalam penelitian teknologi. Fenomenologi memberikan teori dan filosofi dasar dengan metodologi dan metode yang konsisten; Selain itu, fenomenologi memberikan panduan yang jelas seperti bagaimana menentukan sumber informasi, pengumpulan data, analisis, dan validasi. Secara umum, ini memperkuat dasar penelitian kualitatif di bidang pendidikan dan teknologi (Cilesiz, 2011).Artikel ini menginisiasi upayauntuk lebih mengeksplorasi studi budaya dan teknologi khususnya di bidang pendidikan. Penelitian tentang teknologi pendidikan akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan penggunaan pendekatan kualitatif, yang akan sangat berguna untuk mengeksplorasi fenomena dan perkembangannya dan memperkaya temuan.Kata kunci: Budaya Digital, Fenomenologi, Epistemologi, Pendidikan
Kemitraan sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Program CSR Batik Cap Pewarna Alami di PT. Semen Gresik Pabrik Tuban Hayati, Beti Nur; Suparjan, S
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the benefits obtained by the beneficiaries of the community empowerment batik cap pewarna alami CSR PT. Semen Gresik Tuban plant using partnerships as a strategy in the implementation. This study used qualitative research methods. Data was collected by interview and observation on program beneficiaries, NGOs, and the company PT. Semen Gresik Tuban plant. Results from this study is a community empowerment program batik natural dye is a CSR program PT. Semen Gresik Tuban plant in partnership with the Koalisi Perempuan Ronggolawe provides the benefits of increasing the capacity of the members of the program can not make batik cap pewarna alami become skilled in batik cap. In addition to improving knowledge about design of batik and also provide additional equipment as capital to produce batik cap pewarna alami.Keywords : Partnerships, Community Empowerment, Corporate Social Responsibility, PT. Semen Gresik Tuban PlantINTISARITujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan manfaat yang diperoleh penerima manfaat dari program pemberdayaan masyarakat batik cap pewarna alami CSR PT. Semen Gresik pabrik Tuban dengan menggunakan kemitraan sebagai strategi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi pada penerima program, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak perusahaan PT. Semen Gresik pabrik Tuban. Hasil dari penelitian ini adalah program pemberdayaan masyarakat batik cap pewarna alami yang merupakan program CSR PT. Semen Gresik pabrik Tuban yang bermitra dengan Koalisi Perempuan Ronggolawe memberikan manfaat berupa meningkatkan kapasitas anggota program dari yang semula tidak bisa membuat batik cap menjadi memiliki ketrampilan membatik cap. Selain itu juga meningkatkan pengetahuan mengenai motif batik dan juga memberikan tambahan peralatan sebagai modal untuk memproduksi batik cap pewarna alami.Kata kunci : Kemitraan, Pemberdayaan Masyarakat, CSR, PT. Semen Gresik Pabrik Tuban
Gerakan Kelompok KB Pria "Perkasa" Kurniawan, Rudy
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gerakan Kelompok KB Pria Perkasa dalam mengkampanyekan penggunakan vasektomi kepada kaum pria dan bagaimana gerakan tersebut dapat menimbulkan kesadaran kaum pria untuk ikut ber-KB menggunakan vasektomi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mengungkapkan gerakan sosial kelompok KB Pria Perkasa dalam mengkampanyekan vasektomi di Kota Prabumulih. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan informan kunci (key informan) dan informan ditentukan secara purposive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan gerakan kelompok KB Pria Perkasa dalam mengkampanyekan vasektomi kepada kaum pria bersifat informal. Gerakan yang dilakukan oleh Kelompok KB Pria Perkasa dalam mengkampanyekan vasektomi kepada kaum pria telah mengubah mindset kaum pria agar menggunakan vasektomi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan calon peserta KB Pria yang mau menggunakan vasektomi setiap tahunnya.Kata Kunci: Gerakan kelompok, Kelompok KB Pria, Vasektomi
Babak Baru Metode Penelitian Geografi Manusia Taher, Alamsyah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang lingkup kajian geografi saat ini telah mengalami persinggungan, bahkan terintegrasi dengan disiplin ilmu lain. Perubahan ini tidak saja pada materi kajian, tetapi juga telah sampai pada level paradigm. Geografi tidak lagi dimaknai sebagai ilmu tentang ruang secara fisik. Geografi adalah ilmu tentang runag secara fisik dan ilmu tentang ruang manusia. Kajian geografi tradisional telah bergeser pada isu-isu yang tidak hanya di dominasi oleh isu fisik dan maskulitas semata. Perbedaan fenomena di bidang geografi telah memungkinkan studi geografi lebih maju dan mumpuni dalam menjawab isi yang ada. Berawal dari berbagai perbedaan, geografi dikenal sebagai studi yang mengkaji ketidak seimbangan suatu wilayah (spatial enevennes).Kata kunci: geografi, kajian, manusia
Kostribusi Glidik Terhadapa Ekonomi Keluarga: Dari Pemenuhan Materi Hingga Konsep Saving (Studi Kasus Pada Masyarakat Pedukuhan Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul) Fajarni, Suci
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena menjamurnya sektor informal di perkotaan merupakan salah satu dampak yang tidak direncanakan dari kebijakan pembangunan ekonomi politik Orde Baru, di mana hal tersebut ikut mentransformasikan masyarakat desa dengan bekerja di kota pada pagi hari dan kembali ke desa pada sore hari. Secara lokal istilah tersebut dikenal sebagai Glidik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memahami dinamika glidik dan kontribusinya terhadap perbaikan ekonomi keluarga di Pedukuhan Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari sebelah Selatan Kota Yogyakarta. Metode studi kasus (case study) digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dengan khalayak sasaran warga pelaku glidik di luar desa yang berasal dari Pedukuhan Sompok. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa kecenderungan untuk bekerja di sektor non pertanian diperkotaan mulai berkembang di masyarakat dengan di dukung oleh tersedianya sarana transportasi yang memudahkan masyarakat untuk beralih mencari kerja di sektor informal. Glidik bagi masyarakat Sompok tidak hanya membantu mengurangi beban perekonomian dan masalah sosial (pengangguran terbuka dan kemiskinan) di masyarakat, namun glidik juga berkontribusi penuh untuk memenuhi keperluan rumah tangga jangka panjang masyarakat di Pedukuhan Sompok, baik untuk kebutuhan primer seperti konsumsi, maupun untuk pemenuhan kebutuhan- kebutuhan yang bersifat sekunder. Hal ini terbukti dari hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa penghasilan dari bekerja sebagai glidik pada keluarga di Pedukuhan Sompok tidak lagi digunakan untuk sekedar pemenuhan materi semata, namun juga memenuhi konsep penyimpanan (saving).Kata Kunci: Glidik, Ekonomi Masyarakat Desa, Konsep Saving
Lembaga Pendidikan Untuk Pencari Ilmu (Suatu Analisa Pendidikan di Aceh) Zulfadli, Zulfadli
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Looking for legal science fard. Then the government should prepare educational institutions for knowledge seekers. Some of the problems described in this article include; (1) The classification of educational institutions both in Indonesia and in Aceh, (2) Legal seek knowledge, (3) Virtue owner science, (4) Scientists are expected. Educational institutions in Indonesia in the Act could we classify into two groups: the school and outside of school, then it is more detailed division into three forms: (1). Informal, (2). Formal, (3). and non-formal. Formal channel is the institution consisting of primary education, secondary education, and higher education with the kind of education: (1) General, (2) Vocational (3) Academic, (4) Profession, (5) Advocacy, (6). Religious. Levels of education in the kingdom of Aceh Darussalam are as follows: (10) meunasah, (2) rangkang, (3) Boarding School, (4) dayah Tengku Chiek, (5) Baiturrahman association. Seeking knowledge is fard kifayah Shar'ie, if there are people who have studied the law becomes Sunnah for others. But sometimes seek knowledge it becomes fard 'ayn for humans. The virtue of the owner will be taken up science in the world and in the hereafter. Scientists expected is that having insight / knowledge broad and apply their knowledge, both in matters of faith, worship, morals, manners, and muamalah.Keywords: Institute of Education, ScienceIntisariMencari ilmu hukumnya fardhu. Maka pemerintah harus menyiapkan lembaga pendidikan bagi pencari ilmu. Beberapa permasalahan yang diuraikan dalam tulisan ini meliputi; (1) Klasifikasi lembaga pendidikan baik di Indonesia maupun di Aceh, (2) Hukum mencari ilmu, (3) Keutamaan pemilik ilmu, (4) Ilmuwan yang diharapkan. Lembaga pendidikan di indonesia dalam UU bisa kita klasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinya menjadi tiga bentuk: ( 1). Informal, (2). Formal, (3). dan nonformal. Jalur formal adalah lembaga pendidikan yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dengan jenis pendidikan: (1) Umum, (2) Kejuruan, (3) Akademik, (4) Profesi, (5) Advokasi, (6). Keagamaan.Tingkatan pendidikan dalam kerajaan Aceh Darussalam adalah sebagai berikut: (10) Meunasah, (2) Rangkang, (3) Dayah, (4) dayah Tengku Chiek, (5) Jamiah Baiturrahman. Mencari ilmu syari adalah fardhu kifayah, apabila ada orang yang sudah mempelajarinya maka hukumnya menjadi sunnah bagi yang lainnya. Tetapi terkadang mencari ilmu itu menjadi fardhu ain bagi manusia. Keutamaan bagi pemilik ilmu akan angkat derajatnya di dunia dan di akhirat. Ilmuwan yang diharapkan adalah yang memiliki wawasan/pengetahuan yang luas serta mengamalkan ilmunya, baik dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, adab, dan muamalah.Kata Kunci: Lembaga Pendidikan, Ilmu
Konstribusi Perguruan Tinggi dalam Proses Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial Syarifuddin, T.
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan adalah merupakan pilar kemajuan bangsa tempat mempersiapkan sumber daya manusia. Kebijakan pengembangan pendidikan tinggi tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan pembangunan di daerah yaitu kebutuhan sumber daya manusia dalam pembangunan, terutama perguruan tinggi yang terkait dengan pembangunan bidang kesejahteraan sosial.
Kaedah Adat Muhakkamah dalam Pandangan Islam (Sebuah Tinjauan Sosiologi Hukum) Hidayat, Fatmah Taufik; Mohd Qasim, Mohd Izhar Ariff bin
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat, adat dan urf tidak bisa dilepaskan. Adat dan urf merupakan kebiasaan yang muncul dalam masyarakat. Islam bisa mentolerir adat dan urf yang berkembang dalam masyarakat sejauh itu tidak bertentangan dalam hukum yang berlaku dalam Islam, dan bahkan Islam menjadikan adat dan urf itu sebagai sebuah pedoman ketetapan hukum selama ianya memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam Islam. Kajian ini menguraikan prinsip-prinsip adat yang berkembang dalam masyarakat Indonesia, dan juga bagaimana Islam memandang adat dan urf tersebut serta bagaimana adat dan urf bisa diangkat menjadi sebuah ketetapan hukum dalam Islam. Kajian ini merupakan kajian literatur dimana tulisan-tulisan dan buku-buku yang berkaitan akan dijadikan referensi dalam penulisan kajian ini.Kata kunci: Adat, urf, budaya
Sosiologi Bencana: Sebuah Refleksi Pasca Gempa dan Tsunami di Aceh Saputra, Akmal
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berangkat dari sebuah pengalaman dan pengamatan panjang penulis terhadap apa yang telah terjadi di Aceh pasca gempa dan tsunami tahun 2004. Penulis mencoba merefleksikan kembali sebagai upaya untuk melawan lupa apa yang sesungguhnya telah terjadi di Aceh, sekalipun tulisan-tulisan tentang gempa dan tsunami Aceh telah banyak ditulis oleh para akademisi dan praktisi, namun penulis menilai tulisan tentang gempa dan tsunami Aceh masih layak dikaji untuk pengembangan ilmu pengetahuan khsususnya bidang sosiologi. Adapun yang menjadi kajian dalam tulisan ini adalah: Pertama, membahas tentang dinamika sosial pembangunan masyarakat dan perubahan sosial. Kedua, Kritik terhadap pembangunan pasca gempa dan tsunami Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat yang telah dilakukan pasca gempa dan tsunami selain memberikan manfaat, namun juga berdampak pada perubahan perilaku masyarakat, misalnya ketidak-jujuran penerima manfaat, ketergantungan penerima manfaat terhadap bantuan, nilai-nilai kebersamaan dan kegotong-royongan menjadi pudar. Perubahan-perubahan lainnya adalah mempengaruhi pada pengamalan agama, kehidupan sosial, gaya hidup westernisasi dan perubahan pola pikir masyarakat, perubahan- perubahan pada arah positif juga terjadi, misalnya masyarakat mendapatkan pendidikan nonformal melalui berbagai program pembangunan pasca gempa dan tsunami. Motivasi pemuda untuk melanjutkan studi jenjang yang lebih tinggi, karena begitu banyak beasiswa dan juga peluang kerja yang terbuka lebar. Tulisan ini juga memberikan kritik pada program-program pembangunan yang dilakukan pasca gempa dan tsunami, kritik yang diberikan adalah pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, selain itu tulisan ini juga memberikan beberapa rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk menyukseskan pembangunan dimasa mendatang.Kata kunci: Dinamika Sosial, Pembangunan Masyarakat danPerubahan Sosial
Gelombang Transformasi Sosial Politik Dalam Kajian Foucault dan Coleman (Kajian Sosiologis Pergolakan Partai Lokal dan Nasional di Pilkada Aceh) Masrizal, Masrizal
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengurai tentang gelombang transformasi sosial politik di Pilkada Aceh yang diperankan oleh partai Politik Lokal dan nasional, dengan melihat pendekatan kajian Foucault Relasi Kekuasaan dan Coleman Teori Pilihan rasional. Intinya berbicara relasi kekuasaan dalam pandangan Foucault (1982) bahwa relasi kekuasaan tidak dipahami dalam suatu hubungan kepemilikan sebagai properti, perolehan, atau hak istimewa yang dapat digenggam oleh sekelompok kecil masyarakat dan yang dapat terancam punah. Tetapi Kekuasaan menurut Foucault mesti dipandang sebagai relasi-relasi yang beragam dan tersebar seperti jaringan, yang mempunyai ruang lingkup strategis. Memahami kekuasaan bukan dengan mengajukan pertanyaan apa kekuasaan itu atau siapa yang memiliki kekuasaan atau dari mana kekuasaan itu bersumber, melainkan memahami kekuasaan mesti didekati dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kekuasaan beroperasi atau dengan cara apa kekuasaan itu dioperasikan. Hal ini juga dijelaskan oleh Coleman (1990:13) tentang Teori Pilihan rasional yang sangat tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah pada suatu tujuan dan tujuan itu (dan juga tindakan itu) ditentukan oleh nilai atau pilihan (preferensi). Maksudnya Coleman menjelaskan bahwa kehidupan orang tak selalu berperilaku rasional, dengan asumsinya bahwa ramalan teoritis yang ia buat adalah untuk melihat apakah aktor bertindak tepat menurut rasionalitas atau menyimpang dari cara-cara yang diamati (menyimpang dari rasionalitas). Melihat pada kajian ini jelas proses Pilkada yang berlangsung dewasa ini tidak didasari pada perilaku rasional tetapi sebaliknya. Metode library menjadi sebuah kajian analitikal dalam melihat trasformasi sosial politik di Pilkada Aceh dengan kajian sosiologi politikKeywords : Tranformasi sosial, Pilkada , relasi kekuasaan, pilihan rasional