cover
Contact Name
Fadlan Barakah
Contact Email
fadlanbarakah@usk.ac.id
Phone
+6281329411577
Journal Mail Official
sosiologi.fisip@usk.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Jln. Tgk Tanoh Abee, Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
ISSN : 22525254     EISSN : 26548143     DOI : https://doi.org/10.24815/jsu
JURNAL SOSIOLOGI USK: Media Pemikiran & Aplikasi is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and sociological issues. JSU is published two times a year. This journal has been accredited sinta 3
Articles 159 Documents
Menjadi Singkel Menjadi Aceh, Menjadi Aceh Menjadi Islam (Membaca Identitas Masyarakat Majemuk Dan Refleksi Konflik Agama Di Wilayah Perbatasan-Aceh Singkel) Fairusy, Muhajir Al
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas, dan jati diri merupakan salah satu konsep dalam kajian sosial budaya untuk melihat masyarakat majemuk. Diskusi ini terfokus pada keadaan masyarakat majemuk di Singkel, yang merupakan komunitas hitoregen di perbatasan Aceh. Perbincangan identitas di Singkel, bahkan ketika konflik meletus, jarang dimunculkan. Padahal, identitas merupakan konsep benang merah untuk melihat dinamika masyarakat di sana. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan etnografi, dengan menggunakan konsep identitas, dan pendekatan paradigma fenomenologi, untuk melihat kesadara manusia dan kelompok masyarakat di Singkel. Pada akhirnya, identitas menunjukkan satu pola dan benang merah, yang harus dibaca secara mendalam untuk mewujudkan integrasi sosial di tengah masyarakat majemuk Singkel.Kata Kunci : Singkel, Masyarakat Majemuk, dan Identitas
Foto Media dan Hegemoni Dalam Pilkada Mukhijab, Mukhijab
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Let the pictures speak! With photos, everything can be open, no secrets. But sociology-especially from the perspective of Semiotics in the study of culture or media culture- was open an opportunity to interpret social phenomena depicted behind the photos. In the context of this paper, a photo opened a mystery of the phenomenon of power in local elections in Bantul regency. The most powerful readings that the photos embedded deep behind the hegemonic power of the spread is a public figure Politicians and community leaders who are very dominant influence in the district. Sample pictures of mass media as a case study in this paper Because of the media photograph the leaders positioned as the sharpest weapon to Awaken memories of voters. Sri Suryawidati-Sumarno was proved and elected as regent and deputy regent in Bantul regency. Aspects of hegemony that can be revealed behind their victory that the big names of the husband, Idham, as a very potent political commodity.Intisari :Biarkan foto berbicara! Dengan foto, semuanya bisa terbuka, tidak ada rahasia. Sosiologi terutama dari perspektif semiotika dalam studi media maupun studi budaya- terbuka kesempatan atau peluang untuk menafsirkan fenomena sosial yang tergambar di balik foto. Dalam konteks tulisan ini, foto membuka misteri fenomena kekuasaan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bantul. Pembacaan paling dahsyat bahwa di balik foto tertanam dalam-dalam hegemoni kekuasaan yang ditebarkan publik figure politisi dan tokoh masyarakat yang sangat dominan pengaruhnya di kabupaten tersebut. Sampel foto media menjadi studi kasus dalam tulisan ini karena foto media bagi calon pemimpin diposisikan sebagai senjata paling tajam untuk membangunkan ingatan pemilih. Sri Suryawidati-Sumarno membuktikannya dan terpilih menjadi bupati dan wakil bupati di Kabupaten Bantul. Aspek hegemoni yang bisa diungkap di balik kemenangan mereka bahwa nama besar sang suami, Idham Samawi, sebagai komoditi politik yang sangat ampuh.
Dekonstruksi Makna Memakai Boh Gaca (Memakai Inai) Pada Masyarakat Aceh Dalam Kajian Jaques Derrida Situmeang, Marini Kristina
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya bukan merupakan suatu konsep yang statis, tetapi justru sangat dinamis. Oleh karenanya, banyak cara yang saat ini dapat dilakukan untuk kembali memahami makna-makna yang terkandung dalam suatu budaya sesuai dengan realita saat ini. Makna adalah produk dari suatu perbedaan tanda yang terkait dengan tanda-tanda lain. Makna bukan sesuatu yang terberi, melainkan konstruksi budaya dan produksi tanda-tanda secara sosial. Artinya, apabila ada perubahan sosial budaya, maka makna akan berubah sesuai dengan kepentingan para pemakna secara interpretatif. Dekonstruksi dalam hal ini oleh penulis merupakan pembongkaran terhadap budaya serta makna boh gaca (memakai inai) dengan cara membaca kehidupan yang orisinil. Pemaknaan baru yang dimunculkan adalah makna yang dibaca kembali berdasarkan eksistensi yang nyata dan sesuai dengan fakta yang mengalami perubahan secara terus- menerus. Menganalisis sebab terjadinya dekonstruksi makna memakai Boh Gaca, mengacu pada pandangan Derrida yang memandang (mengabstraksikan) realitas sebagai realitas ciptaan (produksi, konstruksi) atau diciptakan kembali (reproduksi, rekonstruksi). Dalam istilah dekonstruksi realitas itu adalah suatu konstruksi realitas baru sebagai hasil dari konstruksi realitas sebelumnya yang telah di dekonstruksi. Kajian yang dilakukan dengan menggunakan metode library ini merupakan kajian Dekonstruksi yang terjadi atas makna memakai boh gaca melalui pembacaan ulang atas teks budaya yang disebabkan oleh fenomena. Fenomena pemakaian boh gaca saat ini telah menggeser makna filosofis boh gaca menjadi alat ekonomi melalui pengembangan budaya tata rias.Kata kunci: Dekonstruksi, Makna, Boh Gaca
Model Karakter Nasionalisme Keindonesiaan Mantan Pemuda Separatis Di Aceh Utara Rahman, Arif; Fakhrurrazi, F
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh suatu pemahaman yang utuh tentang mengapa nasionalisme keindonesiaan dikalangan mantan pemuda seperatis di Aceh Utara yang pada era konflik sangat resisten terhadap Indonesia namun setelah perdamaian tercipta berubah menjadi nasionalistik. Dimensi sosial apa saja yang mendorong terjadinya perubahan sikap mantan pemuda seperatis Aceh Utara terhadap nasionalisme keindonesiaan menjadi fokus khusus dari penelitian ini. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Sementara untuk memperoleh data sebagai basis analisis dalam memperoleh temuan-temuan dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam (indepth interview) dan Focus Group Discussion (FGD).Setelah proses penelitian dilakukan, studi ini menemukan bahwa nasionalisme keindonesiaan pemuda Aceh Utara terhadap Indonesia pada dasarnya cukup baik. Pada tahun 1945 mereka secara heroik bersama Teungku Muhammad Daud Beureueh dan Hasan Di Tiro bahu membahu melakukan Indonesianisasi Aceh. berhadapan dengan situasi sosial dan pembangunan yang tertinggal dan porak-poranda pasca perang dengan Belanda dan Jepang, maka pandangan visioner Presiden Soekarno yang berikrar akan membawa Indonesia dalam kedudukan sebagai bangsa besar yang sejahtera dan berperadaban tinggi didunia menjadi alasan subtantif dibalik tumbuh suburnya nasionalisme pemuda dan masyarakat umumnya di Aceh Utara.Namun, berbilang waktu dalam perjalanan menjadi Indonesia, masyarakat Aceh Utara mengalami dan merasakan keadaan yang bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Soekarno doeloe. Eksploitasi besar-besaran perut bumi Aceh Utara yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru sejak 1976 bukannya merubah keadaan masyarakat menjadi lebih baik, yang terjadi justeru melebarnya segregasi sosial akibat massifnya penduduk miskin disatu sisi dan minoritasnya yang dapat memperoleh keuntungan dari eksploitas migas di tanah mereka. Pada dimensi lain perlakukan sosial-politik yang menafikan nilai-nilai kearifan lokal dirasakan telah mencabut identitas orang Aceh Utara. Realitas inilah yang kemudian melahirkan resistensi terhadap nasionalisme Indonesia. Sehingga dalam konflik pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mereka bergabung kedalam kelompok perjuangan ini. Namun, seiring dengan tumbuhnya rasa nyaman, meningkatnya kesejahteraan dan penghargaan terhadap identitas kearifan lokal masyarakat Aceh Utara yang dilakukan melalui kebijakan-kebijakan korektif masa lalu oleh pemerintah Indonesia di era pasca damai, rasa kecintaan (nasionalisme) pemuda Aceh Utara terhadap Indonesia mulai tumbuh kembaliKata Kunci: Karakter Nasionalisme, Mantan Pemuda Seperatis, Aceh Utara
Peranan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Didesa Talang Ipuh Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin) Isyanawulan, Gita; Budiawan, B
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan lele bila ditekuni serius mendatangkan laba yang menggiurkan. Pasalnya, pasar ikan di Indonesia masih tergolong besar karena jumlah penduduk yang besar. Hal ini lah yang dilakukan oleh masyarakat desa Talang Ipuh kebupaten banyuasin sumatera selatan dengan dukungan dan peran serta dari pemerintahan Desa serta lahan yang tersedia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan atau melukiskan suatu peristiwa untuk diambil kesimpulan secara umum. Informan yang digunakan diambil secara acak random dan dilakukan wawancara mendalam. Dengan dibentuknya peternak ikan lele di Desa Talangi puh semua anggota kelompok yang mampu memenuhi kebutuhannya melalui daya beli yang baik itu disebabkan dari hasil ekonomi panen lele organik, hasil panen yang cukup maka akan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cukup.Kata kunci: Peranan Kepala Desa, Budidaya Ikan Lele
Pemasaran Sosial Vasektomi Pada Pria Kurniawan, Rudy
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program KB yang sedang digalakkan oleh BKBPPPA Kota Prabumulih adalah program KB bagi kaum laki-laki. Program KB untuk kaum laki-laki ini diharapkan dapat membantu dalam menekan angka kelahiran. Kampanye sosial dalam mensoialisasikan program KB kepada kaum laki-laki yang dilaksanakan selama inibelum menunjukkan hasil yang nyata. Permasalahannyaantara lain kurangnya partisipasi khalayak karena tidaktepatnya strategi yang digunakan. Strategi harusnyadisusun sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiksasaran serta mempertimbangkan berbagai faktor yangberpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasinya. Untuk meningkatkan akseptor KB pria yang menggunakan MOP maka BKBPPPA Kota Prabumulih menggunakan strategi personal selling atau motivator KB untuk mengkampanyekan MOP kepada kaum pria. Penggunaan strategi ini lebih efektif dan efesien karena motivator dalam mengkampanyekannya melalui pendekatan persuasif dan sistem multiple level marketing yaitu sistem reward bagi mereka yang dapat membawa calon akseptor dan mereka bersedia mau menjadi akseptor MOP. Namun, yang menjadi kendala adalah pemahaman masyarakat bahwa penggunaan vasektomi dilarang agama.Kata Kunci: KB, MOP, vasektomi, motivator KB
A Quest For Islamic Paradigm:Towards The Production Of Islamic Knowledge Khairulyadi, Khairulyadi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the deficiency of western paradigm in potraying human nature and thus proposes that there is a need for paradigmatic shifting if islamic methodology and knowledge is desired. While western based paradigm is helpful in underlining socially tangible context of human life, it fails to undestand human in its very nature. Those paradigms see human as, and confined to a mere bodily mundane creature but denying human intangible side, that human too is a spritual being. As a result, and due to differing principal and idiological standpoint, western paradigm is deemed inappropriate to grasp a full view of human nature as oppose to that of Islamic Tawhidic paradigm that sees human, by nature, as a material and non-material being. Hence, the Islamic paradigm is considered as an only paradigm applicable to, and suits the need of Islamic methodology in order to be able to produce Islamic knowledge. Key Words: Paradigm, Islamic Knowledge
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kemitraan di Desa Koloray Kabupaten Pulau Morotai Sugianto, Muchammad; Djana, Amrul; Ismail, Abdullah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ingin menghasilkan model pengembangan desa wisata berbasis kemitraan antara masyarakat setempat dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan pengusaha pariwisata. Yaitu suatu bentuk model pengembangan pariwisata dengan memperhatikan kajian teknis tataguna ruang dan tata bangunan, pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur pariwisata yang telah ada, dan mengembangkan kemitraan dalam usaha pariwisata secara berkelanjutan. Tujuannya untuk penataan kawasan obyek-obyek wisata di Desa Kolorai yang lebih baik, mengembangkan usaha-usaha pariwisata masyarakat setempat berbasis kemitraan dan hasil akhirnya adalah meningkatnya kepuasan wisatawan dengan indikator meningkatnya jumlah dan lama kunjungan wisatawan baik domestik maupun negara ke OTW Desa Kolorai
Komunikasi Politik Caleg Perempuan Untuk Pemilihan Anggota Legislatif Kota Palembang Sartika, Diana Dewi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ingin melihat bagaimana kegiatan komunikasi politik yang dilakukan oleh para caleg perempuan pada pemilu legislatif 2009 yang lalu dan juga apakah komunikasi politik yang dilakukan mempengaruhi terpilihnya perempuan untuk lolos menjadi anggota legislatif. Secara umum hasil penelitian terkait komunikasi politik yang dilakukan perempuan memiliki aspek-aspek yang sama dengan komunikasi yang dilakukan pada umumnya. Aspek-aspek tersebut adalah sumber pesan dari calon legislatif, pesan yang disampaikan, media/saluran komunikasi politik, konstituen sebagai penerima pesan, serta umpan balik dari kegiatan komunikasi yang dilakukan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa komunikasi politik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lolosnya perempuan menjadi anggota legislatif. Lebih lanjut yang memiliki pengaruh bagi terpilihnya perempuan di legislatif antara lain karena faktor keluarga dan juga investasi sosial kepada konstituen yang memang dibangun sudah sejak lama.