cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): February 2013" : 16 Documents clear
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I PERSALINAN NORMAL IBU PRIMIPARA DI BPS S DAN B DEMAK TAHUN 2011 Iin Nur Azizah; Melyana Nurul Widyawati; Novita Nining Anggraini
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.51 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Ibu bersalin primipara di BPS S rata-rata 17 tiap bulan, sedangkan di BPS B sebanyak 14 ibu bersalin primipara. Di kedua BPS tersebut ditemukan kasus ibu primipara merasakan nyeri yang sangat hebat saat kala I. Bahkan pada ibu primipara tidak tahan dengan nyeri yang dirasakan Pada saat ibu merasakan nyeri yang sangat dan kecemasan yang memuncak dapat berakibat trauma bagi ibu maupun janin. Di BPS tersebut belum memberikan terapi non-farmakologi seperti Endorphin Massage kepada ibu hamil saat melahirkan, sehingga ibu terus merasakan nyeri saat melahirkan. Mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal ibu primipara di BPS S dan B Demak. Jenis penelitian ini quasi eksperimental design, rancangan yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi dan sampel adalah semua ibu bersalin primipara di BPS S dan B Demak pada bulan Juli 2011 sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah independent t test. Nyeri persalinan pada kelompok kontrol sebagian besar mengalami nyeri berat sebanyak 10 orang (66,7%). Responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 4 orang (26,7%), dan nyeri sangat berat sebanyak 1 orang (6,7%). Nyeri persalinan pada kelompok perlakuan sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 9 orang (60,0%). Responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 4 orang (26,7%) dan nyeri berat sebanyak 2 orang (13,3%). Ada pengaruh endorphin massage terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal ibu primipara di BPS S dan B Demak (p value = 0,000 < 0,05). Ada pengaruh Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal ibu primipara di BPS S dan B Demak Tahun 2011 Kata kunci: Pengaruh Endophin Massage, Intensitas Nyeri Kala I
HUBUNGAN MUTU LAYANAN KONSELING AKDR DENGAN TINGKAT KEPUASAN AKSEPTOR BIDAN DELIMA DI KOTA SEMARANG Indri Astuti Purwanti; Titi Suherni; Endri Astuti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.396 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) semakin menurun dari tahun ke tahun. Padahal pemakaian AKDR di Indonesia mampu menurunkan angka TFR secara signifikan. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah proses konseling yang benar dan bermutu. Dalam hal ini, bidan menjadi ujung tombak dalam pelayanan KB. Program Bidan Delima dicanangkan untuk menjamin mutu layanan di Bidan Praktik Swasta.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan mutu layanan konseling AKDR dengan kepuasan akseptor di bidan delima di kota Semarang tahun 2010. Jenis penelitian ini analitik korelasi dengan metode survey dan pendekatan crossectional. Penelitian ini menggunakan teknik sampling aksidental, yaitu akseptor AKDR yang datang ke Bidan Delima dan mendapat konseling tentang AKDR. Analisis bivariat menggunakan koefisien kontingensi dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chi kuadrat hitung dengan Fisher’s Exact sebesar 0,095, p value sebesar 1,000 dan koefien kontingensi sebesar 0,04. Berdasarkan perhitungan statistik, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara mutu layanan konseling AKDR dengan tingkat kepuasan akseptor. Kata kunci: Mutu layanan konseling AKDR, Tingkat kepuasan akseptor
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING IMUNISASI BCG DENGAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS NGESREP SEMARANG Nurida Ulin Ni’mah; Herry Suswanti Djarot; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.831 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Imunisasi merupakan pemberian vaksin dengan tujuan agar dapat terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tapi imunisasi sering diikuti terjadinya efek samping imunisasi yaitu gejala yang sering atau kadang- kadang menyertai imunisasi. Hal tersebut yang menyebabkan orang tua tidak mau mengimunisasikan anaknya. Cakupan imunisasi di Puskesmas Ngesrep dengan persentasi HB0 82%, BCG 82,8%, polio-1 83,4%, DPT-HB1 82,8%, polio-2 82,8%, DPT-HB2 82,5%, polio-3 82,8%, DPT-HB3 82,7%, polio-4 83,8%, campak 83,6% dengan akumulai nyang kurang dari 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping imunisasi BCG dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 54 ibu yang memiliki bayi 2-12 bulan, dan besar sampel sebesar 48. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling yaitu simple random sampling. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat . Dari 48 ibu menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 26 orang (54,2%) sedangkan yang berpengetahuan kurang sebanyak 22 orang (45,8%) dan ibu yang memiliki sikap positif sebanyak 27 orang (56,3%), yang memiliki sikap negatif sebesar 21 orang (43,8%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap efek samping imunisasi dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan p value : 0,024 dan disarankan agar ibu mengimunisasikan bayinya tepat pada waktunya serta tidak takut akan efek samping dari imunisasi tersabut.
GAMBARAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN (STUDI DI BPM T TLOGOSARI KOTA SEMARANG TAHUN 2012) Putri, Dayu Yunita; Nurullita, Ulfa; Pujiati, Ninik
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.999 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Sebagai alat kontrasepsi, suntik mempunyai efek samping, salah satunya yaitu perubahan pola menstruasi. Berdasarkan studi pendahuluan di BPM T melalui wawancara pada 10 orang akseptor kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik 1 bulan sebanyak 4 orang dan 3 bulan sebanyak 6 orang. Pada akseptor suntik 1 bulan ditemukan 3 orang tidak mengalami perubahan pola menstruasi dan 1 orang mengalami perubahan pola menstruasi. Pada akseptor suntik 3 bulan, 6 orang mengalami perubahan pola menstruasi. Mendeskripsikan karakteristik responden, mendeskripsikan gangguan pola menstruasi akseptor kontasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulanJenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 orang, dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Karakteristik akseptor kontrasepsi 1 bulan dan 3 bulan berdasarkan umur, pendidikan dan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan berumur 20 – 35 tahun yaitu 68,8%, sebagian besar berpendidikan menengah dengan 73,8% serta sebagian besar akseptor tidak bekerja yaitu 62,5%. Sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan yaitu 62,2% dapat mengalami mentruasi yang teratur tiap bulannya dengan lama siklus, lama hari, gambaran darah dan banyaknya darah yang keluar dikatakan normal. 21,6% mengalami perdarahan bukan haid/perdarahan sela, olighomenorrhea dan hipomenorrhea dengan bentuk perdarahan flek (spotting). 16,2% akseptor mengalami amenorrhea. Mayoritas akseptor kontrasepsi 3 bulan mengalami amenorrhea yaitu 81,4%. Sisanya sebesar 18,6% akseptor mengalami perdarahan bukan haid/perdarahan sela, olighomenorrhea dan hipomenorrhea dengan bentuk perdarahan flek (spotting). Sebagian besar akseptor Kontrasepsi suntik 1 bulan tidak mengalami gangguan pola menstruasi, sedangkan mayoritas akseptor kontasepsi suntik 3 bulan mengalami gangguan pola menstruasi Kata kunci: Pola menstruasi, akseptor, Kontrasepsi suntik Kata kunci: Pola menstruasi, akseptor, Kontrasepsi suntik
PENGARUH PERAN IBU TERHADAP PERILAKU PENANGANAN DISMENORHOE PADA REMAJA PUTRI (Studi di SMA N 8 Semarang Tahun 2012) Sri Sopiyah; Dewi Puspitaningrum; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Beberapa wanita mengalami nyeri haid selama menstruasi. Frekuensi dismenorhoe cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal tapi penyebabnya belum diketahui secara pasti. Peran seorang ibu pada saat anak perempuan sedang mengalami dismenorhoe sangat dibutuhkan. Peran yang diberikan oleh ibu tidak hanya berupa pertolongan pertama tetapi juga sampai menemani remaja untuk melakukan berbagai pengobatan untuk kesembuhan remaja tersebut Menganalisa pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri (Studi di SMA N 8 Semarang Tahun 2012). Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri SMA N 8 Semarang sebanyak 871 siswa, dengan sampel sebanyak 65 siswa, teknik samplingyang digunakan adalah proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan peran ibu tidak mendukung sebagian besar memiliki perilaku penanganan dismenorhoe kurang yakni sebanyak 16 siswi (61,5%) dan baik sebanyak 10 siswi (38,5%), sedangkan responden dengan peran ibu yang mendukung sebagian besar memiliki perilaku penanganan dismenorhoe baik sebanyak 27 siswi (69,2%) dan kurang sebanyak 12 siswi (30,8%). Berdasarkan penelitian didapatkan nilai p=0,028, ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri (Studi di SMA N 8 Semarang). Kata kunci : Peran Ibu, Perilaku, Penanganan Dismenorhoe, Remaja Putri
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Siti Nur Lailia Sakbaniyah; Susi Herawati; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.809 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Posyandu adalah salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia dengan tujuan utamanya yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kunjungan balita di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak semakin rendah, hal ini kemungkinan disebabkan beberapa faktor antara lain pengetahuan, umur, pendidikan, pekerjaan , jarak dan keterjangkauan Posyandu. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita terhadap kepatuhan kunjungan balita ke Posyandu di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Total populasi 459 balita dan 83 sampel yang dipilih dengan cara Stratified Random Sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner . Analisis data dengan menggunakan uji statistik Korelasi Rank Sperman didapatkan nilai ρ = 0,00 yang artinya < 0,05 H0 diterima, ada hubungan antara pengetahuan ibu balita terhadap kepatuhan kunjungan balita ke Posyandu. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap kepatuhan kunjungan balita ke posyandu di Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak diharapkan tenega kesehatan terutama bidan dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya posyandu yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. Kata kunci : pengetahuan, kepatuhan kunjungan balita
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN DI SMA NEGERI 9 SEMARANG TAHUN 2012 Mareta Wulan Permatasari; Budi Mulyono; Siti Istiana
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.503 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kejadian keputihan sebagai salah satu gangguan kesehatan masih cukup tinggi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene. Studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 9 Semarang 7 diantara 10 remaja putri yang mengalami keputihan dan dari hasil wawancara menunjukkan pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene yang kurang dan tidak tahu cara melakukan tindakan pencegahan keputihan yang benar. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan tindakan pencegahan keputihan di SMA Negeri 9 Semarang. Jenis penelitian yang digunakan analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 183 siswi dan jumlah sampel 65 siswi. Instrumen yang digunakan kuesioner. Variabel bebas yaitu pengetahuan tentang personal hygiene dan variabel terikat tindakan pencegahan keputihan. Uji yang digunakan yaitu uji Rank Spearman.Sebagian besar pengetahuan tentang personal hygiene cukup sebanyak 29 responden (44,6%) dan sebagian besar melakukan pencegahan keputihan sebanyak 41 responden (63,1%). Didapat r hitung 0,442 > r tabel 0,224 dan p value sebesar 0,000 < 0,05. Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan tindakan pencegahan keputihan di SMA Negeri 9 Semarang. Kata Kunci : Pengetahuan, Personal Hygiene, Keputihan
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN IBU BERSALIN TENTANG PELAYANAN PERSALINAN PROGRAM JAMPERSAL DI BPM YULIA KOTA SEMARANG Apriyani Putri; Susi Herawati; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.919 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Jampersal adalah salah satu terobosan pemerintah yang membantu menurunkan AKI dan AKB untuk mencapai target MDGs. Jampersal meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. AKI meningkat dikarenakan salah satunya yaitu terlambatnya mengambil keputusan akibat dari faktor ekonomi. Telah diketahui bahwa Jampersal adalah pelayanan yang gratis tetapi pelayanan Jampersal harus berfokus pada mutu pelayanan sehingga pelanggan akan merasa puas. Jenis penelitian kualitatif dengan teknik sampling purposive sampling. Sampel sebanyak 3 orang yang diambil dari ibu-ibu yang bersalin ikut program Jampersal di BPM Yulia dan triangulasi 2 orang yaitu bidan Yulia dan kader. Dilakukan wawancara mendalam (in deepth interview) tentang faktor-faktor kepuasan yaitu keandalan (reability), ketanggapan (responsiveness), jaminan keamanan (assurance), empati (emphaty), dan kenyamanan (tangibles). Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan ketanggapan (responsiveness), empati (emphaty), dan kenyamanan (tangibles) sebagian besar ibu bersalin sudah merasa puas terhadap pelayanan persalinan program Jampersal di BPM Yulia. Tetapi, berdasarkan keandalan (reability) dan jaminan keamanan (assurance) didapatkan bahwa ibu bersalin merasa sudah cukup puas terhadap pelayanan persalinan program Jampersal di BPM Yulia. Hal ini dikarenakan keberadaan bidan Yulia yang tidak selalu ada di tempat praktik dan salah satu responden tidak memperhatikan surat ijin praktik bidan yang berada di ruangan praktik. Sebagian besar responden sudah merasa puas terhadap pelayanan persalinan program Jampersal di BPM Yulia dan ada salah satu responden yang merasa cukup puas terhadap pelayanan persalinan program Jampersal di BPM Yulia. Sehingga faktor keandalan (reability) dan jaminan keamanan (assurance) harus lebih ditingkatkan. Kata kunci: Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin, Pelayanan Persalinan Program Jampersal
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DAN VCT DENGAN SIKAP TERHADAP KONSELING DAN TES HIV/AIDS SECARA SUKARELA DI PUSKESMAS KARANGDORO SEMARANG Titik Nuraeni; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.31 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kasus HIV/AIDS bagaikan gunung es, yang nampak hanya permukaan belaka namun kasus yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada kasus yang nampak.Karena HIV/AIDS sendiri merupakan salah satu penyakit yang masih ditakuti orang pada umumnya.Tidak terkecuali pada ibu hamil. Karena apabila ibu hamil mengidap HIV/AIDS, sang janin juga dapat tertular apabila tidak ada intervensi yang baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 45 ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Karangdoro Semarang bulan Juli-Agustus 2011. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS di Puskesmas Karangdoro Semarang sebesar X2 hitung 7,240>3,841. Hasil uji korelasi Chi Square didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela di Puskesmas Karangdoro Semarang. Kata Kunci : ibu hamil, HIV/AIDS, VCT
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RB CITRA INSANI SEMARANG TAHUN 2012 Siti Dewi Endriana; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.212 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Berat Bayi Lahir merupakan salah satu indikator bahwa bayi baru lahir yang sehat. Umur ibu dan paritas mempengaruhi Berat Bayi Lahir. Angka Kematian Bayi pada tahun 2010, Indonesia masih sangat tinggi, dimana sekitar 82,5% dengan normal berat bayi yang dilahirkan (2500-4000 gram) dan 17,5% normal berat lahir terdiri 11,1% dengan berat badan lahir rendah (<2500 gram) dan 6,4% dari berat bayi yang dilahirkan (> 4000 gram). Yang kemungkinan itu terjadi yang berkaitan dengan usia ibu dan paritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur Ibu dan paritas dengan Bayi Baru Lahir Berat. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik retrospektif. Sampel penelitian ini adalah semua populasi ibu bersalin di Rumah Sakit Bersalin Citra Insani dari Maret hingga Juni 2012. Ada 184 sampel tanpa berdasarkan kriteria apapun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi. Dari 159 orang (86,4%) dalam data ibu bersalin yang paling Rumah Sakit Bersalin Citra Insani adalah antara 20-35 usia. Sebagian besar dari mereka memiliki multipara paritas (102 orang / 55,4%) Dari uji Korelasi Rank Spearman, nilai koefisien korelasi (r) usia ibu adalah 0215. Ini memiliki korelasi yang rendah dan memiliki pola linier positif. Dari uji hipotesis, nilai p = 0,003 (p <0,05). The (r) nilai Paritas 0194. Ini memiliki korelasi yang sangat rendah dan memiliki pola linier positif. Dari uji hipotesis, nilai p = 0,008 (p <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan Berat Bayi Lahir. Kata kunci: Usia, Paritas, Berat bayi lahir

Page 1 of 2 | Total Record : 16