cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): August 2016" : 10 Documents clear
GAMBARAN KONSEP DIRI REMAJA TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN SEKS BEBAS DI SMP N X SEMARANG Qaulan Nor Suci Barokah; Dewi Puspitaningrum; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.795 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.78-81

Abstract

Latar Belakang: Mini survei tahun 2015 dilakukan terhadap 2843 responden remaja SMA di kota Semarang, hampir 50% remaja sudah melakukan perilaku seksual. Sekitar 39.6% remaja SMA mempunyai status pacaran dan sekitar 73.3% remaja masih SMP mempunyai status pacaran. Survei PKBI Jawa Tengah, bahwa 63% remaja di beberapa kota besar telah melakukan seks pranikah. Data KTD (kehamilan tidak diinginkan) dari PILAR PKBI Jawa Tengah juga setiap tahun mengalami peningkatan, pada tahun 2014 sebanyak 67 remaja yang datang konseling meningkat dari tahun 2013 sebanyak 63 remaja yang datang konseling. Tujuan: Mengetahui gambaran konsep diri remaja tentang perilaku pencegahan seks bebas di SMP. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 287 siswa kelas VII SMP dengan sampel 167 siswa kelas VII SMP N 2 Semarang dengan menggunakan kuesioner. Teknik sampling yang di gunakan berupa proportionate stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan konsep diri positif 52,7% dan konsep diri negatif 47,3%. Sedangkan untuk perilaku pencegahan seks bebas baik 53,9% dan perilaku pencegahan seks bebas kurang baik 46,1%. Kesimpulan: Di temukan konsep diri lebih tinggi pada konsep diri positif, dimana konsep diri positif dapat disamakan dengan evaluasi diri yang positif, penghargaan diri yang positif dan penerimaan diri yang positif . Sedangkan untuk perilaku pencegahan seks bebas lebih banyak perilaku pencegahan seks bebas baik yaitu peranan agama, pembatasan diri, peranan orangtua dan pengetahuan seksual yang baik.
PENGARUH PEMBERIAN POVIDONE IODINE 10% TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI ANI MAHMUDAH KABUPATEN LAMONGAN Nurafifah, Dian
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.098 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.114-120

Abstract

Perawatan perineum dilakukan untuk memulihkan kesehatan secara umum dan menjaga kebersihan luka perineum setelah masa nifas. Perawatan luka perineum dilakukan secara rutin misalnya membasuh luka dengan cairan antiseptik povidon iodine. Akan tetapi akhir-akhir ini penggunaan antiseptik povidon iodine sering kali diabaikan dengan berbagai alas an, misalnya ibu tidak mengetahui tentang cara perawatan luka perineum dengan cairan antiseptik povidon iodine, sehingga akan beresiko terjadinya perlambatan penyembuhan luka yang dapat menyebabkan infeksi dan kematian. Penelitian yang dilakukan oleh Cris valentine mengungkapkan bahwa banyak ibu pada masa nifas mengalami infeksi luka perineum (4 orang) yang disebabkan karena cara perawatan luka perineum yang kurang tepat. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment. Populasi adalah seluruh ibu nifas dengan persalinan pervaginam yang mengalami laserasi derajat II. Pemilihan sampel dengan quota sampling. Variabel independen yaitu pemberian povidon iodine 10% dan variabel dependen yaitu penyembuhan luka perineum. Pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating, kemudian dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan ibu post partum yang diberikan povidon iodine 10% mengalami penyembuhan luka yang cepat (90%), sedangkan ibu post partum tanpa povidone iodine 10% sebagian besar mengalami penyembuhan luka lambat (60%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p = 0,019 (p < ?) sehingga Ho ditolak, artinya ada pengaruh pemberian povidon iodine 10% terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Berdasarkan hasil penelitian maka perlu peningkatan peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi yang tepat tentang personal hygene setelah persalinan dengan pemberian povidon iodine 10% agar mengoptimalkan penyembuhan dari luka perineum.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB IMPLAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI 02 KABUPATEN KENDAL Sri Rahayu; Siti Marliana Ulfah
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.783 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.82-87

Abstract

Latar Belakang : Salah satu kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah implan. Implan dapat digunakan untuk jangka panjang 5 tahun dan bersifat seversible. Keuntungan dari kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi, angka kegagalan implan , 1 per 100 wanita pertahun dalam 5 tahun pertama, kegagalan pengguna rendah, sekali terpasang tidak perlu ada yang diingat. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan antara lama pemakaian KB Implant dengan keteraturan siklus mentruasi di wilayah kerja Puskemas Rowosari 02 kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua akseptor KB Implan di Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari 02 Kabupaten Kendal pada bulan Mei 2015, dengan Stratified Sampling dan analisa penelitian dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil: Analisa hasil penelitian dari 33 rersponden Mayoritas responden yang menggunakan KB Implan kurang dari 12 bulan yaitu sebanyak 20 responden (60,6%), dan minoritas responden yang menggunakan KB Implan lebih dari 12 bulan sebanyak 13 responden (39,4%). Mayoritas responden yang siklus menstrusinya teratur yaitu sebanyak 18 akseptorr (54,5%), dan minoritas responden yang siklus menstruasinya tidak teratur sebanyak 15 akseptor (45,5%). Analisa bivariat dihasilkan ada hubungan antara lama pemakaian KB Imlan dengan keteraturan siklus menstruasi (? = 0,005 ? 0,05). Kesimpulan: Sebaiknya masyarakat khususnya akseptor KB Implan lebih meningkatkan pengetahuan tentang efek samping KB Implan dengan mengikuti penyuluhan atau bertanya langsung ke petugas kesehatan. Bidan perlu meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat khususnya akseptor KB Implan dengan memberikan penyuluhan.
PENGETAHUAN TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN SEBAGAI EVALUASI HASIL PENDIDIKAN KESEHATAN Purwanti, Indri Astuti; Larasaty, Nurina Dyah
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.121-126

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang mengalami peningkatan pada tahun 2014 sampai 2015. AKI Kota Semarang tahun 2014 menduduki peringkat 7 sedangkan tahun 2015 menduduki peringkat 5 se-Jawa Tengah. Penyebab utama kematian ibu yang berupa preeclampsia, perdarahan dan infeksi dapat dicegah jika tanda-tandanya diketahui sejak dini. Tanda-tanda tersebut dikenal dengan tanda-tanda bahaya kehamilan. Berhubung wilayah kerja Puskesmas Srondol Semarang yang tidak mempunyai kasus kematian ibu selama dua tahun, maka penelitian dilakukan di wilayah ini. Tujuan: mendeskripsikan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Srondol Kota Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Srondol. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 26 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terbuka. Hasil: sebagian besar responden termasuk usia reproduksi sehat (usia 20 35 tahun), tingkat pendidikan responden dalam kategori menengah lebih banyak daripada kategori dasar maupun kategori tinggi, sebagian besar responden merupakan ibu rumah tangga, semua suami responden bekerja dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah sebagai buruh/karyawan, sebagian besar responden merupakan multigravida, sebagian besar pengetahuan responden tentang tanda-tanda bahaya kehamilan termasuk kategori cukup, dan tanda bahaya yang diketahui oleh sebagian besar responden adalah perdarahan.
HUBUNGAN SIKAP DAN PERSEPSI TERHADAP KEBUTUHAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS IBU BHAYANGKARI DI POLIKLINIK BHAYANGKARA PURWODADI Sheila Nur Chaleda; Uswatun Kasanah
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.878 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.88-93

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007, kanker menempati urutan ke 6 penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kanker serviks mempunyai frekuensi relative tinggi (25,6%) di Indonesia. Menurut departemen kesehatan, terdapat sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap tahunnya. Hasil survey pada 10 ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi diketahui 6 ibu mengatakan berkeinginan untuk mengikuti deteksi kanker serviks karena menjadi kegiatan rutin, 2 ibu mengatakan sengaja untuk mengikuti kegiatan ini agar ibu tersebut dapat mengetahui keadaan serviksnya dan melakukan pencegahan terhadap kanker serviks, dan 2 ibu mengatakan karena dukungan dari suami serta temannya untu melakukan Pap Smear. Tujuan penelitian: menganalisa apakah ada hubungan sikap dan persepsi terhadap kebutuhan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi Kabupaten Grobogan. Rancangan penelitian: penelitian ini menggunakan analitik korelatif, dengan pendekatan survey cross sectional. Sampel diambil 35% dari populasi (120 ibu), diperoleh 42 ibu, diambil dengan cara stratified random sampling. Hasil: Tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku deteksi dini kanker serviks ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi Kabupaten Grobogan (p value 0,067) dan ada hubungan antara persepsi terhadap kebutuhan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi Kabupaten Grobogan (p value 0,041).
SIKAP IBU TERHADAP KECEMASAN REMAJA PUTRI (KELAS VI) DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SD NEGERI GEBANGSARI 04 SEMARANG Novita Nining Anggraini; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.441 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.127-137

Abstract

Latar belakang : Menarche adalah tanda remaja putri memasuki masa pubertas yang dsertaioleh perubahan fisik dan mental. Berbagai perubahan tersebut dapat menimbulkan kecemasan, dengan tingkat yang bervariasi tergantung dari informasi yang diperoleh dan kemampuan untuk beradaptasi. Tidak semua orang mengalami kecemasan tergantung pada struktur kepribadian orang tersebut. Orang dengan kepribadian pencemas,risiko untuk menderita gangguan cemas lebih besar dibanding orang yang tidak berkepribadian pencemas. Tujuan : Mengetahui peran ibu terhadap kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche di SD Negeri Gebangsari 04 Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 39 siswa, yang diperolehdari seluruh murid SD Negeri Gebangsari 04 Semarang, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil :Peran ibu pada remaja putri di SD Negeri Gebangsari 04 Semarang sebagian besar (sebanyak 23 siswa; 59%)adalah tidak mendukung. Sebagian besar remaja putri yang mengalami menarche mengalami kecemasan dengan gejala berat pada tingkah laku (sikap;61,5%), dan gejala autonom (59,0%; p=0,001) .Simpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada remaja putri di SD Negeri Gebangsari 04 Semarang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA Dwi Ernawati; Djauhar Ismail; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.407 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.94-102

Abstract

Inisiasi menyusu dini (IMD) memiliki berbagai manfaat selain bisa menurunkan angka kematian, resiko hipotermi, kejadian diare, kejadian ISPA pada bayi, serta menjaga stabilitas suhu dan cardiovascular pada bayi prematur. Di Kota Yogyakarta tingkat pelaksanaan IMD berdasarkan hasil survei Riskesdas 2013 yaitu 43,1%. Penelitian yang dilakukan tahun 2013 di 5 Puskesmas Kota Yogyakarta di dapatkan hasil tingkat pengetahuan ibu hamil tentang IMD adalah buruk 29,8%, kurang 48,8%, sedang 19%, dan baik 2,5%. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang IMD di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data univariat dipaparkan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis data bivariat dengan uji statistik chi square dan analisis data multivariat dengan uji statistik regresi logistik. Ibu hamil di Puskesmas Jetis sebagian berpengetahuan tinggi sebesar 62,8% dan sebagian besar memiliki sikap positif tentang IMD sebesar 79,1%. Tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang IMD di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai p value =0,018,CI = 1,011-1,739, PR = 1,326. Sikap ibu hamil tentang IMD dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ibu dan dukungan keluarga.
PENGARUH PEMBERIAN MINUM JAHE HANGAT DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I DI RSIA KUMALASIWI KABUPATEN JEPARA Rahmawati, Ita
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.273 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.138-142

Abstract

Latar Belakang : AKI tahun 2007 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. (MDGs) tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.000. Kelahiran Hidup. Kematian ibu tersebut di Indonesia bisa terjadi pada saat kehamilan, persalinan maupun pasca persalinan. Rasa nyeri pada persalinan terjadi karena kontraksi uterus dalam kala pengeluaran janin. Yang akan berlangsung 12 18 jam. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian minum jahe hangat dengan intensitas nyeri Persalinan Kala I. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one time approach. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan terbagi menjadi 3 kelompok yaitu10 orang diberikan 50 gram jahe, 10 orang diberikan 25 gram jahe, dan 10 orang diberikan air putih. Dengan kuota sampling. Jenis data primer dan sekunder dari tanggal Januari - Maret 2016 kemudian diolah secara editing, coding dan tabulating kemudian dianalisis dengan uji one way anova. Hasil : penurunan rata-rata intensitas nyeri sebelum diberi perlakuan 7.00, dan setelah diberi perlakuan 5.00 sehingga ada pengaruh pemberian jahe dengan penurunan intensitas nyeri (p value 0,023<0,05). Kesimpulan : Pemberian jahe efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala 1 sehingga disarankan tenaga kesehatan untuk dapat mengaplikasikan minuman jahe dengan komposisi yang tepat khusunya dipelayanan kesehatan.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PRAKTEK KUNJUNGAN KE PIKKRR DI KOTA SEMARANG Titik Kurniawati; Asiyatun Martaningsih
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.472 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.70-77

Abstract

Latar Belakang: Di Kota Semarang , tercatat jumlah remaja usia 10-19 tahun berjumlah 239.340 jiwa (16,15%) ,dengan data remaja putri berusia 10-19 tahun berjumlah 117.685 (49,17%) jiwa dari jumlah remaja putri keseluruhan (BPS ,2008). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan praktek kunjungan ke PIKKRR di Kota Semarang Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Hasil: Sebagian responden mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 28 (57,1%) responden dan pengetahuan kategori baik sebanyak 14 (28,6%) responden dan pengetahuan kurang sebanyak 7 (14,3%) , Sebagian responden mempunyai sikap tidak mendukung sebanyak 28 (57,1%) responden dan sikap mendukung sebanyak 21 (42,9%), Sebagian responden yang berkunjung tidak aktif sebanyak 41 (83,7%) responden dan kunjungan kategori aktif sebanyak 8 (16,3%), Sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebesar 28 (100%) responden, dengan perincian responden yang melakukan kunjungan tidak aktif ke PIK KRR sebesar 26 (92,9%) responden dan responden yang melakukan kunjungan aktif ke PIK KRR sebesar 2 (7,1%) responden, Sebagian besar responden dengan kategori sikap tidak mendukung sebesar 28 (100%) responden, dengan perincian responden tidak aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 27 (96,4%) responden dan dengan kategori aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 1 (3,6%) responden. Sedangkan kategori Sikap mendukung sebesar 21 (100%) dengan perincian responden dengan tidak aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 14 (66,7%) responden dan responden dengan aktif berkunjung ke PIK KRR sebesar 7 (33,3%). Simpulan: Ada hubungan Pengetahuan dengan Praktek Kunjungan ke PIK KRR di Kota Semarang (p value 0,004<0,05), Ada hubungan sikap dengan Praktek Kunjungan ke PIK KRR (p value 0,005< 0,05).
KAJIAN NIAT IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Nurina Dyah Larasaty; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.099 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.103-113

Abstract

Latar Belakang Data Kementrian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan kasus HIV sejak tahun 2011 hingga tahun 2014. Jawa Tengah menempati posisi ke-6 sebagai provinsi dengan angka HIV tertinggi. Kota/kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kasus HIV tertinggi adalah Kota Semarang. Kasus HIV-AIDS tertinggi berada di wilayah Semarang Timur. Ibu hamil dengan HIV positif mempunyai kemungkinan menularkan virus ini ke bayinya sebesar 45%. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji niat ibu hamil di Kota Semarang melakukan Voluntary Counseling Test/VCT. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey dan wawancara mendalam. Pendekatan waktu yang akan digunakan adalah crossectional. Informan penelitian ini adalah ibu hamil di Semarang Timur yaitu di puskesmas Gayamsari, puskesmas Halmahera dan puskesmas Karangdoro yang bersedia dan tidak bersedia melakukan tes HIV secara sukarela.Hasil penelitian Ada beberapa alasan yang melatar belakangi informan untuk melakukan VCT seperti keamanan kelahiran, faktor biaya (gratis) dan saran dari bidan. Sebagian besar informan mengungkapkan alasan mereka melakukan VCT yaitu untuk keamanan dan keselamatan saat melahirkan nantinya. Hanya sebagian kecil informan yang tahu tujuan dilakukannya VCT yaitu untuk mengetahui status HIV mereka (positif HIV atau negatif HIV).Simpulan Sebagian besar informan mengungkapkan alasan mereka melakukan VCT yaitu untuk keamanan dan keselamatan saat melahirkan nantinya. Selain alasan keselamatan dan keamanan saat proses kelahiran, faktor biaya (gratis) juga menjadi salah satu alasan informan untuk melakukan VCT.

Page 1 of 1 | Total Record : 10