cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
PENGETAHUAN TENTANG KUNJUNGAN NIFAS DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.564 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.132-136

Abstract

Pendahuluan. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang menyumbang angka kematian ibu terbesar di Indonesia. Proporsi kasus kematian ibu terbanyak terjadi pada masa nifas dan berlokasi di rumah sakit. Diantara kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki cakupan kunjungan nifas terendah dan mempuyai jumlah rumah sakit terbanyak tetapi angka kematiannya termasuk tertinggi. Salah satu dugaan penyebab kematian ibu adalah kurangnya informasi sedangkan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang setiap ibu nifas diberi buku tuntunan tentang masa nifas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan tentang kunjungan nifas di Rumah Sakit Islam Sutan Agung Semarang. Metode. Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Responden penelitian ini adalah ibu nifas yang dirawat inap sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner tentang kunjungan nifas berjumlah 20 pertanyaan yang diuji validitas dengan judgement expert. Pengambilan data dilakukan dengan cara survey. Pengolahan data dilakukan dengan nilai minimum, nilai maksimum, rerata dan distribusi frekuensi. Hasil. Skor pengetahuan responden terendah adalah 2, tertinggi adalah 14, rerata adalah 5,33. Berdasarkan hal tersebut, pengetahuan responden dikategorikan baik jika skor 6 atau lebih dan dikategorikan kurag jika skor di bawah 6. Distribusi frekuensi responden menunjukkan bahwa pengetahuan responden kategori baik sebesar 33,3% sedangkan kategori kurang sebesar 66,7%. Kesimpulan. Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang kunjungan nifas dalam kategori kurang.
MANFAAT MASSASE TENGKUK DAN MASSASE OTOT PECTORALIS MAYOR TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM HARI KE 1 DAN HARI KE 2 Ipang Suryani
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.947 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.41-45

Abstract

Latar Belakang : Diare dan Infeksi merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian bayi di indonesia sedangkan diare dan penyakit infeksi bisa dicegah dengan pemberian ASI pada bayi. Mengingat pentingnya ASI terutama stadium I dari hari pertama sampai hari keempat adalah kolostrum. Kolostrum sangat penting bagi pertahanan bayi karena kolostrum merupakan imunisasi pertama bagi bayi. Kolostrum membantu mengeluarkan mekonium dari usus bayi sehingga mukosa usus bayi baru lahir bersih dan siap menerima ASI. Tujuan : untuk mendapatkan bukti empiris dan ingin mengetahui Manfaat Massase Tengkuk dan Massase Otot Pectoralis Mayor Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Hari Ke 1 dan hari Ke 2. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional komparatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini 30 orang. Penelitian ini dilakukan di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo pada bulan Maret sampai April 2014. Sample diambil secara sampling atau sampel insidental. Analisa data pada uji hipotesis komparatif menggunakan sampel berpasangan/related, data berbentuk rasio. Penelitian ini menggunakan rumus uji-t sampel related dalam program software SPSS 17. Hasil : berdasarkan hasil analisa data didapatkan thitung > t tabel (11,500 > 2,045), dengan demikian terdapat massase tengkuk dan massase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum hari ke 1 dan hari ke 2. Simpulan : Terdapat manfaat massase tengkuk dan massase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu Post Partum hari ke 1 dan hari ke 2 dengan harga thitung > t tabel (11,500 > 2,045) berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat manfaat massase tengkuk dan massase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI.
HUBUNGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-11BULAN DI WILAYAH BEJI SIDOARUM GODEAN SLEMAN enny fitria hadi
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.946 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.86-95

Abstract

Abstrak : Masalah gizi adalah hal yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan manusia. Kekurangan gizi selain dapat menimbulkan masalah kesehatan (morbiditas, mortalitas dan disabilitas), juga menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Dalam skala yang lebih luas, kekurangan gizi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup suatu bangsa (Depkes, 2013). Menurut laporan dinas kesehatan Propinsi DIY tahun 2013, jumlah prevalensi gizi buruk yang ditemukan di kota  Gunung Kidul 4,7%, Yogyakarta 4,3%, Sleman 5,5%, Bantul 2,1%,dan  Kulon Progo 2,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi pada bayi usia 6-11 bulan di Wilayah Beji Sidoarum Godean Sleman. Metode penelitian menggunakan survey analitik yaitu suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Pengambilan sampel dilakukan secara menggunakan Simple Random Sampling dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode survey analitik yaitu suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Sampel berjumlah 57 bayi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji Chi Square yaitu p-value yang diambil dari pearson Chi-Square yaitu 0.000. sehingga p-value 0.000 < 0.05 dapat disimpulkan ada hubungan perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi bayi usia 6-11 bulan di wilayah Beji Sidoarum Godean Tahun 2017. Saran bagi ibu diharapkan lebih aktif lagi dalam menggali informasi yang benar tentang pemberian makanan pendamping ASI sehingga ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI dengan tepat waktu.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING IMUNISASI BCG DENGAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS NGESREP SEMARANG Nurida Ulin Ni’mah; Herry Suswanti Djarot; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.831 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Imunisasi merupakan pemberian vaksin dengan tujuan agar dapat terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tapi imunisasi sering diikuti terjadinya efek samping imunisasi yaitu gejala yang sering atau kadang- kadang menyertai imunisasi. Hal tersebut yang menyebabkan orang tua tidak mau mengimunisasikan anaknya. Cakupan imunisasi di Puskesmas Ngesrep dengan persentasi HB0 82%, BCG 82,8%, polio-1 83,4%, DPT-HB1 82,8%, polio-2 82,8%, DPT-HB2 82,5%, polio-3 82,8%, DPT-HB3 82,7%, polio-4 83,8%, campak 83,6% dengan akumulai nyang kurang dari 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping imunisasi BCG dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 54 ibu yang memiliki bayi 2-12 bulan, dan besar sampel sebesar 48. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling yaitu simple random sampling. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat . Dari 48 ibu menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 26 orang (54,2%) sedangkan yang berpengetahuan kurang sebanyak 22 orang (45,8%) dan ibu yang memiliki sikap positif sebanyak 27 orang (56,3%), yang memiliki sikap negatif sebesar 21 orang (43,8%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap efek samping imunisasi dengan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan p value : 0,024 dan disarankan agar ibu mengimunisasikan bayinya tepat pada waktunya serta tidak takut akan efek samping dari imunisasi tersabut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN NILAI PROFESIONAL PERAWAT PADA MAHASISWA PROFESI NERS KELAS KHUSUS Tri Hartiti; Muhammad Zainova NH
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.616 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.18-26

Abstract

Latar belakang : Profesionalisasi keperawatan merupakan proses dinamis dimana profesi keperawatan yang telah terbentuk mengalami perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai dengan tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat. Instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur nilai profesional seorang perawat atau mahasiswa perawat, yakni Nurses Professional Values Sclae-Revised (NPVS-R). Instrumen ini disusun dan dikembangkan sedemikian rupa, sehingga tersusunlah 28 pernyataan positif dengan skala likert untuk faktor analisis yang merupakan turunan dari kode etik keperawatan yakni caring, avtivism, trust, profesionalism, dan justice mengukur nilai profesional keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai profesional perawat pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif kuantitatif dengan Metode observasional dengan populasi adalah semua Mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Semarang kelas khusus sebanyak 47 mahasiswa, dengan teknik sampling total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai nilai caring baik sebanyak 25 responden (53,2%), sebagian besar respon mempunyai nilai activism baik sebanyak 27 responden (57,4%), sebagian besar responden mempunyai nilai profesionalism baik sebanyak 26 responden (55,3%).
DESKRIPSI PRAKTIK IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI 7-8 BULAN DI PUSKESMAS TEGOWANU KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN Afifah Umi Kulsum; Heryanto Adi Nugroho; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.111 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.1-7

Abstract

Latar belakang : Di puskesmas Tegowanu tercatattahun 2012 pada bulan Agustus bahwa ibu yang memberikan ASI esklusif pada bayinya sebanyak 55,15%.Tujuan :penelitian ini untuk mendiskripsikan praktik ibu dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi 7-8 bulan di Puskesmas Tegowanu Kabupaten Grobogan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Variabel yang digunakan adalah praktik pemberian ASI eksklusif. Populasi dalam penelitian ini ibu yang mempunyai balita umur 7-8 bulan di Kecamatan Tegowanu yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil :Jumlah bayi yang menyusui secara ekslusif di Puskesmas Tegowanu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan yaitu sebanyak 34 bayi (100%), Sebagian besar ibu menyusuitidak melakukanpratik breast care 34 orang (100%) karena responden tidak pernahmengetaui tentang bagaimana perawatan payudara (breat care), Sebagian Besar ibu menyusui di Puskesmas Tegowanu KecamatanTegowanu kabupaten Grobogan yang melakukan praktik memerah ASI dengan baik hanya sebanyak 8 orang (23,5%) karena responden malas dalam melakukan cuci tangan dan lagsung memerah ASI setelah beraktifitas, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Simpulan : Semua responden di Puskesmas Tegowanu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan tidak ada yang melakukan penyimpanan ASI perah karena Responden banyak yang tidak bekerja dan kurang tahu tentang infomasi cara penyimpanan ASI perah.Jumlah Responden yang melakukan praktik baik dan kurang adalah sama yaitu sebanyak 17 orang atau sebesar (50%).kata kunci:Praktik, ASI Eksklusif
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN PADA PASANGAN MENIKAH USIA DINI DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG SyifaKhusnul Khotimah; Edy Soesanto; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.851 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.11-16

Abstract

LatarBelakang: Pernikahan usia dini tertinggi di dunia. Pasangan yang menikah usia dini (<20   tahun), ada yang merencanakan kehamilan karena ingin bekerja terlebih dahulu, dan ada yang tidak merencan akan kehamilan karena ingin segera mendapatkan keturunan.Tujuan: Mendeskripsikan tingkat pengetahuan tentang psikologis, fisik dan financial pada pasangan menikah usia dini. MetodePenelitian: Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif. Sampel penelitian 57 responden responden dengan teknik sampling Quota sampling. Variabel penelitianya itu pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada pasangan menikah usia dini yang meliputi pengetahuan psikologi, fisik dan finansial. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Responden memiliki pengetahuan cukup tentang psikologis yaitu sebanyak 27 responden (47,4%), 21 responden (36,8%) memiliki pengetahuan baik dan 9 responden (15,8%) memiliki pengetahuan kurang. Responden memiliki pengetahuan kurang tentang fisik yaitu sebanyak 25 responden (43,9%), 18 responden (31,6%) memiliki pengetahuan baik dan 14 responden (24,6%) memiliki pengetahuan cukup. Responden memiliki pengetahuan baik tentang financial sebanyak 38 responden (66,7%), 10 responden (17,5%) memiliki pengetahuan cukup dan 9 responden (15,8%) memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan:Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup tentang psikologis 27 responden (47,4%), 25 responden (43,9%) memilikipengetahuankurangtentangfisikdan 38 responden (66,7%) memiliki pengetahuan baik tentang finansial.
PENGARUH KOMPRESI PERUT BAGIAN BAWAH TERHADAP DEFEKASI BAYI BARU LAHIR Lestari, Uti; R, Pemi Sunarsih
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.232 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.35-39

Abstract

Latar Belakang: Masa neonatal merupakan periode tersingkat dari semua periode perkembangan. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh tenaga kesehatan selama periode transisi kehidupan fetus ke neonatus adalah adaptasi sistem gastrointestinal. Terlambatnya pengeluaran meconium sebelum 24 jam, menjadi masalah pertama karena gagalnya keluar meconium akibat dari kegagalan migrasi sel ganglion ke pleksus mukosa dan pleksus mienterikus usus besar yang dapat menyebabkan obstruksi. Tujuan: pengaruh kompresi perut bagian bawah terhadap Defekasi bayi baru lahir. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional, Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi baru lahir pada periode Januari-Pebruari di RSUD dr. Soeselo Slawi. Sampel dari penelitian ini adalah bayi baru lahir di RSUD dr. Soeselo Slawi. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis pengaruh teknik kompresi perut bagian bawah terhadap defekasi pada bayi baru lahir menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil : Berdasarkan penghitungan dengan menggunakan rumus Product Moment, terdapat nilai koefisien korelasi rho teknik kompresi perut bagian bawah terhadap defekasi bayi baru lahir setelah dilakukan tindakan sebesar (+) 0,259. Harga positif (+) menunjukan bahwa semakin sering dilakukan tindakan teknik kompresi perut bagian bawah maka defekasi efektif. Hasil dari rho hitung dibandingkan rho table untuk menginterpretasikan angka tersebut. Dari tabel diatas terlihat bahwa n = 60, pada taraf kesalahan 5% diperoleh harga 0,254. Hasil rho hitung ternyata lebih besar dari rho tabel (0,259 ? 0,254). Kesimpulan : terdapat pengaruh teknik kompresi perut bagian bawah terhadap defekasi bayi baru lahir. Kata Kunci : Kompresi, Defekasi
GAMBARAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN (STUDI DI BPM T TLOGOSARI KOTA SEMARANG TAHUN 2012) Putri, Dayu Yunita; Nurullita, Ulfa; Pujiati, Ninik
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.999 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Sebagai alat kontrasepsi, suntik mempunyai efek samping, salah satunya yaitu perubahan pola menstruasi. Berdasarkan studi pendahuluan di BPM T melalui wawancara pada 10 orang akseptor kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik 1 bulan sebanyak 4 orang dan 3 bulan sebanyak 6 orang. Pada akseptor suntik 1 bulan ditemukan 3 orang tidak mengalami perubahan pola menstruasi dan 1 orang mengalami perubahan pola menstruasi. Pada akseptor suntik 3 bulan, 6 orang mengalami perubahan pola menstruasi. Mendeskripsikan karakteristik responden, mendeskripsikan gangguan pola menstruasi akseptor kontasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulanJenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 orang, dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Karakteristik akseptor kontrasepsi 1 bulan dan 3 bulan berdasarkan umur, pendidikan dan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan berumur 20 – 35 tahun yaitu 68,8%, sebagian besar berpendidikan menengah dengan 73,8% serta sebagian besar akseptor tidak bekerja yaitu 62,5%. Sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan yaitu 62,2% dapat mengalami mentruasi yang teratur tiap bulannya dengan lama siklus, lama hari, gambaran darah dan banyaknya darah yang keluar dikatakan normal. 21,6% mengalami perdarahan bukan haid/perdarahan sela, olighomenorrhea dan hipomenorrhea dengan bentuk perdarahan flek (spotting). 16,2% akseptor mengalami amenorrhea. Mayoritas akseptor kontrasepsi 3 bulan mengalami amenorrhea yaitu 81,4%. Sisanya sebesar 18,6% akseptor mengalami perdarahan bukan haid/perdarahan sela, olighomenorrhea dan hipomenorrhea dengan bentuk perdarahan flek (spotting). Sebagian besar akseptor Kontrasepsi suntik 1 bulan tidak mengalami gangguan pola menstruasi, sedangkan mayoritas akseptor kontasepsi suntik 3 bulan mengalami gangguan pola menstruasi Kata kunci: Pola menstruasi, akseptor, Kontrasepsi suntik Kata kunci: Pola menstruasi, akseptor, Kontrasepsi suntik
SUMBER DAYA DALAM MANAJEMEN ASFIKSIA PADA RUMAH SAKIT PENYELENGGARA PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF DI KABUPATEN DEMAK Siti Nurjannah
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.534 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.161-165

Abstract

Data yang diperoleh dari RSUD Kabupaten Demak tahun 2014 menunjukkan bahwa asfiksia merupakan penyebab kematian perinatal yang paling tinggi. Pada tahun 2014 terdapat 14 (10,6) kematian perinatal akibat asfiksia dari 132 kasus asfiksia, tahun 2013 terdapat 12 (6,03) kematian perinatal dari 199 kasus asfiksia, dan tahun 2012 terdapat 15 (6,41)  kematian perinatal dari 234 kasus asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh sumber daya terhadap implementasi manajemen asfiksia di Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan utama pada penelitian ini adalah 3 orang bidan / perawat di PONEK, dan Informan triangulasi yaitu Wakil Ketua Tim PONEK, Bidan Koordinator, dan ibu dengan bayi asfiksia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan manajemen asfiksia sumber daya manusia masih kurang, belum semua petugas mendapatkan pelatihan PONEK. Sarana prasarana, jarak antar ruang antara UGD, VK, ruang Perinatal, dan bangsal kebidanan letaknya masih berjauhan dan tidak tersedianya ruang khusus untuk manajemen asfiksia dan masih ada alat yang rusak. Disimpulkan bahwa kekurangan dalam pelaksanaan manajemen asfiksia di Rumah Sakit Penyelenggara PONEK berkaitan dengan  ketersediaan Sumber Daya. Disarankan agar pihak Rumah Sakit  meningkatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan PONEK.

Page 3 of 28 | Total Record : 277