cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI HORMUNAL DI DESA BATURSARI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Dian Nintyasari; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.625 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.8-13

Abstract

Latar belakang : Upaya pemerintah menetapkan program keluarga berencana pada pasangan usia subur bertujuan untuk mencegah kehamilan, terutama kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan risiko tinggi. Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur (WUS) dalam pemilihan kontrasepsi hormonal di Desa Batursari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Metode : Jenis dan rancangan penelitian adalah observasional analiti. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi sebanyak 151 akseptor KB. Pengujian hipotesis dengan uji Chi – Square (α = 0,05). Hasil : Umur responden termasuk kategori risiko rendah (20-35 tahun) yaitu sebanyak 87 orang (57,6%), sebagian responden merupakan multipara di mana responden memiliki dua anak atau lebih (2-5 anak) yaitu sebanyak 110 orang (72,8%). Sebagian besar responden berpendidikan lanjut (SMA dan perguruan tinggi) yaitu sebanyak 88 orang (58,3%). Jenis kontrasepsi yang digunakan oleh responden sebagian besar adalah kontrasepsi hormonal sebanyak 110 orang (72,8%). 110 orang terbagi dalam 81 orang akseptor suntik, 24 orang akseptor pil, dan 5 orang akseptor implant. Simpulan : tidak ada hubungan antara umur dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dengan nilai p = 0,466, tidak ada hubungan antara jumlah anak dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dengan nilai p = 0,389, dan ada hubungan antara pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dengan nilai p = 0,000.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI ORAL PADA WANTIA USIA LEBIH DARI 35 TAHUN DENGAN STADIUM KANKER SERVIK DI RSUD KOTA SEMARANG Dewi, Nova Karya; Rejeki, Sri; Istiana, Siti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.286 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.31-38

Abstract

Latar belakang: Kanker leher rahim (servik) termasuk dalam kategori tumor ganas yang tumbuh di leher rahim wanita. Sekitar 52 juta perempuan di Indonesia beresiko terkena kanker serviks, sementara 36 persen perempuan dari seluruh penderita kanker serviks adalah pasien kanker serviks. Salah satu  faktor risiko kanker servik yaitu penggunaan kontrasepsi oral yang terlalu lama seperti diatas 5 tahun. Penggunaan kontrasepsi oral pada usia perimenopause (>35 tahun) perlu berhati-hati karena pada usia tersebut mulai muncul penyakit-penyakit seperti hipertensi, kegemukan, yang semua ini merupakan faktor risiko untuk pemberian kontrasepsi oral. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker servik di RSUD Kota Semarang. Metode Penelitian: Desain penelitian retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian  48 responden dengan teknis sampling jenuh. Variabel bebas yaitu lama penggunaan kontrasepsi oral pada wanita usia >35 tahun sedangkan variabel terikat adalah kejadian kanker servik. Alatnya menggunakan lembar observasi. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi oral pada wanita usia >35 tahun dengan kejadian kanker servik dengan p value 25.865. Simpulan: hasil uji korelasi dengan uji chi square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi oral pada wanita usia >35 tahun dengan kejadian kanker servik di RSUD Kota Semarang. Kata kunci : lama penggunaan kontrasepsi oral, wanita usia lebih dari 35 tahun,  stadium kanker servik
PENGARUH PEMBERIAN POVIDONE IODINE 10% TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI ANI MAHMUDAH KABUPATEN LAMONGAN Nurafifah, Dian
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.098 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.114-120

Abstract

Perawatan perineum dilakukan untuk memulihkan kesehatan secara umum dan menjaga kebersihan luka perineum setelah masa nifas. Perawatan luka perineum dilakukan secara rutin misalnya membasuh luka dengan cairan antiseptik povidon iodine. Akan tetapi akhir-akhir ini penggunaan antiseptik povidon iodine sering kali diabaikan dengan berbagai alas an, misalnya ibu tidak mengetahui tentang cara perawatan luka perineum dengan cairan antiseptik povidon iodine, sehingga akan beresiko terjadinya perlambatan penyembuhan luka yang dapat menyebabkan infeksi dan kematian. Penelitian yang dilakukan oleh Cris valentine mengungkapkan bahwa banyak ibu pada masa nifas mengalami infeksi luka perineum (4 orang) yang disebabkan karena cara perawatan luka perineum yang kurang tepat. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment. Populasi adalah seluruh ibu nifas dengan persalinan pervaginam yang mengalami laserasi derajat II. Pemilihan sampel dengan quota sampling. Variabel independen yaitu pemberian povidon iodine 10% dan variabel dependen yaitu penyembuhan luka perineum. Pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating, kemudian dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan ibu post partum yang diberikan povidon iodine 10% mengalami penyembuhan luka yang cepat (90%), sedangkan ibu post partum tanpa povidone iodine 10% sebagian besar mengalami penyembuhan luka lambat (60%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p = 0,019 (p < ?) sehingga Ho ditolak, artinya ada pengaruh pemberian povidon iodine 10% terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Berdasarkan hasil penelitian maka perlu peningkatan peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi yang tepat tentang personal hygene setelah persalinan dengan pemberian povidon iodine 10% agar mengoptimalkan penyembuhan dari luka perineum.
GAMBARAN SIKAP TENAGA KESEHATAN DAN PELAKSANAAN METODE KANGGURU PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. SOEPRAPTO CEPU TAHUN 2011 Nawang Puspitaningtyas; Rahayu Astuti; Dewi Puspitaningrum
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.907 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.53-58

Abstract

Salah satu asuhan yang dapat diberikan pada bayi berat lahir rendah selain inkubator adalah metode kanguru. Metode kanguru merupakan perawatan dengan kontak kulit antara ibu dan bayi yang bermanfaat untuk menstabilkan suhu tubuh dan memperbaiki keadaan umum bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap tenagakesehatan dan pelaksanaan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah di ruang perinatologi RSUD dr. Soeprapto Cepu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di ruang perinatologi RSUD dr. SoepraptoCepu yang berjumlah 15 orang dengan sampel jenuh Data-data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki sikap positif terhadap metode kanguru (60%) dan sebagian besar tenaga kesehatanpernah melaksanakan metode kanguru yaitu sebanyak (73.3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki sikap positif dan pelaksanaan yang baik.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL RESIKO TINGGI DENGAN PENYULUHAN BERBASIS MEDIA Devi Indrawati, Nuke; Damayanti, Fitriani Nur; Nurjanah, Siti
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.69-79

Abstract

Latar Belakang Deteksi dini pada kehamilan dapat dijadikan salah satu upaya untuk mencegah kehamilan resiko tinggi ibu hamil. Masalah utama adalah masih banyaknya ibu hamil resiko tinggi yang tidak mau periksa ke palayanan kesehatan dan belum paham mengenali tentang tanda-tanda ibu hamil yang beresiko tinggi. Tujuan penelitian mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil resiko tinggi dengan penyuluhan berbasis media. Metode menggunakan penelitian eksperimen semu. Populasi 110 orang wanita hamil. Teknik sampling simple random sampling. Sampel 72. Analisis Mann Whitney. Hasil penelitian Ada ada perbedaan pengetahuan dan antara sebelum penyuluhan (LCD dan Leaflet) dan sesudah penyuluhan (LCD dan Leaflet) tentang peningkatan pengetahuan ibu hamil resiko tinggi dengan penyuluhan berbasis media (p-value = 0,000), Tidak ada perbedaan sikap antara sebelum penyuluhan dengan sesudah sikap sebelum penyuluhan (LCD) dengan sikap setelah penyuluhan (LCD) (p-value = 0,266), Ada perbedaan sikap sebelum penyuluhan (Leaflet) dengan sikap setelah penyuluhan (Leaflet) (p-value = 0,266). Simpulan pendidikan kesehatan menggunakan media LCD dan leaflet sangat berperan membantu ibu-ibu hamil mendapatkan informasi tentang deteksi dini kehamilan resiko tinggi.
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN PALEBON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Dahlan, Arvina; Mubin, Fatkhul; Mustika, Dian Nintyasari
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.168 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.56-60

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya dan masih sangat rendahnya pemberian ASI eksklusif terutama pada ibu bekerja. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelurahan Palebon kecamatan Pedurungan kota Semarang di peroleh data bahwa 8 dari 10 ibu bekerja yang menyusui (bayi umur 6-12 bulan) tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya, dan 9 dari 10 ibu tidak bekerja yang menyusui (bayi umur 6-12 bulan) memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status pekerjaanterhadap pemberian ASI eksklusif. Metode : jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan status pekerjaan sebagai variabel independendan pemberian ASI eksklusif sebagai variabel dependen, menggunakan 90 populasi dan 47 sampel, dan menggunakan uji chi square sebagai uji statistik. Hasil : penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cara menganalisis hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif diperoleh hasil perhitungan menggunakan Continuity Correction dengan nilai R = 10,28 dan diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI ekslusif. Simpulan : ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PRAKTIK PERAWATAN TALI PUSAT DI WILAYAH PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG Titik Munjiati; Edy Soesanto; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.009 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.32-37

Abstract

Latarbelakang: Infeksi tali pusat dan tetanus neonatorum dapat terjadi karena dalam perawatan tali pusat yang tidak bersih dan benar. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah dan mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan infeksi tali pusat dan tetanus neonatorum antara lain adalah setiap kehamilan diberikan toksoid tetanus, pemotongan tali pusat dilakukan dengan benar da terjaga kesterilitasnya serta perawatan tali pusat yang tepat. Dalam hal ini peran serta dukungan keluarga sangat berpengaruh pada saat ibu menjadi orang tua baru karena ibu akan mengambil tanggung jawab terhadap perawatan bayi seperti memandikan bayi, perawatan tali pusat, menggendong dan menyusui bayi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan praktik perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang.Metode Penelitian Descriptive Correlation dengan menggunakan rancangan Crossectional. Subyek penelitian adalah 52 ibu yang merawat tali pusat bayinya sendiri diambil secara proportional sampling. Variabel bebas adalah dukungan keluarga. Variabel terikat adalah perawatan tali pusat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observsasi.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga emosional dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,000, ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga informasional dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,040, ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga instrumental dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,004, ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga penilaian/penghargaan dengan praktik perawatan tali pusat dengan p 0,034. Simpulan: hasil uji kolerasi dengan uji Chi Square dan Fisher Exact menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan praktik perawatan tali pusat.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Praktik Perawatan Tali Pusat
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAHUNAN JEPARA Sokhiyatun Sokhiyatun; Luluk Hidayah; Arinda Setiyani
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.093 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.5-10

Abstract

Suntikan Tetanus Toksoid (TT) diberikan selama kehamilanuntuk mencegah tetanus neonatorum, yang merupakan penyebab utama kematian bayi di banyak negara berkembang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid di Wilayah Kerja Puskesmas Tahunan Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 467 responden dan didapatkan sampel sejumlah 47 respondendengan menggunakanteknik sampling cluster sampling, instrumenpeneitian menggunakankuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) lengkap adalah 22 responden (46.8%) dan yang tidak mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) lengkap adalah 25 responden (53.2%). Hasil uji chi square ini menunjukkan bahwa variabel independen yang memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah gravida (p=0,002 ), pekerjan (p=0,006) dan pendidikan (p=0.027) sedangkan yang tidak memiliki hubungan adalah umur (p=0,737). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar karakteristik ibu hamil berhubungan dengan kelengkapan imunisasi Tetanus Toksoid (TT). Disarankan kepada ibu hamil harus mendapat imunisasi Tetanus Toksoid (TT) agar terhindar dari penyakit infeksi Tetanus pada janin yang dikandungnya.
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA DIPLOMA III KEBIDANAN SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL Fitriani Nur Damayanti; Lia Mulyanti; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.068 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.120-124

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap semua jenis bencana yang tidak semuanya dapat diperkirakan datangnya dan tidak semuanya dapat dicegah. Bencana tersebut dapat berupa bencana alam maupun bencana akibat perbuatan manusia. Diantara semua jenis bencana, bencana alam merupakan bencana yang paling sering terjadi dan kerap menyebabkan korban jiwa dan dampak kerusakan yang hebat. Diantara semua jenis bencana, bencana alam merupakan bencana yang paling sering terjadi dan kerap menyebabkan korban jiwa dan dampak kerusakan yang hebat. Kegiatan pelatihan kegawatdaruratan ini juga menunjang visi dan misi Progam Studi D III Kebidanan FIKKES UNIMUS dalam hal mahasiswa mampu melakukan manajemen kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal. Dan menambah pengetahuan dan pengalaman baru dalam penanganan kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal bagi mahasiswa kebidanan. Jenis penelitian ini adalah Pre-eksperiment. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One Group Design Pretest-Postest, yaitu suatu penelitian untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan treatment. Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa tidak ada perbedaan antara sebelum pelatihan kegawatdaruratan dan setelah pelatihan. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan merupakan mahasiswa semester V. Mahasiswa sudah memiliki skill dasar dalam praktek di kampus dan dilahan. Sehingga sudah terbiasa dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Ketika pelatihan kegawatdaruratan peserta bisa menyelesaikan kasus yang telah diujikan. Maka memiliki hasil maksimal dalam pelatihan. Tidak ada perbedaan pengetahuan mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang sebelum dan sesudah pelatihan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
PENGARUH PERAN IBU TERHADAP PERILAKU PENANGANAN DISMENORHOE PADA REMAJA PUTRI (Studi di SMA N 8 Semarang Tahun 2012) Sri Sopiyah; Dewi Puspitaningrum; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Beberapa wanita mengalami nyeri haid selama menstruasi. Frekuensi dismenorhoe cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal tapi penyebabnya belum diketahui secara pasti. Peran seorang ibu pada saat anak perempuan sedang mengalami dismenorhoe sangat dibutuhkan. Peran yang diberikan oleh ibu tidak hanya berupa pertolongan pertama tetapi juga sampai menemani remaja untuk melakukan berbagai pengobatan untuk kesembuhan remaja tersebut Menganalisa pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri (Studi di SMA N 8 Semarang Tahun 2012). Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri SMA N 8 Semarang sebanyak 871 siswa, dengan sampel sebanyak 65 siswa, teknik samplingyang digunakan adalah proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan peran ibu tidak mendukung sebagian besar memiliki perilaku penanganan dismenorhoe kurang yakni sebanyak 16 siswi (61,5%) dan baik sebanyak 10 siswi (38,5%), sedangkan responden dengan peran ibu yang mendukung sebagian besar memiliki perilaku penanganan dismenorhoe baik sebanyak 27 siswi (69,2%) dan kurang sebanyak 12 siswi (30,8%). Berdasarkan penelitian didapatkan nilai p=0,028, ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengaruh peran ibu terhadap perilaku penanganan dismenorhoe pada remaja putri (Studi di SMA N 8 Semarang). Kata kunci : Peran Ibu, Perilaku, Penanganan Dismenorhoe, Remaja Putri

Page 4 of 28 | Total Record : 277