cover
Contact Name
Syarifah
Contact Email
syarifahunaim@gmail.com
Phone
+6282248378113
Journal Mail Official
syarifahunaim@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNAIM YAPIS WAMENA Jl. Hom-Hom Wamena Kab. Jayawijaya Papua 99511 Phone: 0822-4837-8113 email: honai.unaim@gmail.com / lppmunaim@gmail.com
Location
Kab. jayawijaya,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Honai
Published by UNAIM YAPIS WAMENA
ISSN : 28279468     EISSN : 28278607     DOI : https://doi.org/10.61578/honai
Core Subject : Social,
Jurnal ini menerima naskah penelitian dan literatur review pada bidang ilmu sebagai berikut: Pendidikan Administrasi Sains Ekonomi Pemerintahan
Articles 62 Documents
Perilaku Konsumen di Pasar Monopolistik: Studi Kasus Pada Pasar Tradisional Wamena Kabupaten Jayawijaya Sari, Purnama; Syarifah
Jurnal Honai Vol 4 No 2 (2025): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.1.59-64

Abstract

This study aims to analyze consumer behavior in monopolistic markets in the 3T (Underdeveloped and Transmigration) region, focusing on the traditional market in Wamena City, Jayawijaya Regency. A qualitative approach was used, through in-depth interviews and participant observation with 30 consumers. The results indicate that three main factors influence consumer purchasing decisions: price, product quality, and social interaction. Price is the dominant factor, with consumers actively comparing prices across vendors to obtain the best value. Product quality also contributes to consumer loyalty, especially when the product is proven to be satisfactory and consistent. Furthermore, the social interactions between consumers and vendors in the warm atmosphere of the traditional market contribute to increased comfort and emotional attachment among consumers. These three factors are interrelated in shaping purchasing decisions, and understanding these dynamics is crucial for both vendors and local governments in designing effective marketing strategies and local economic development in the 3T (Underdeveloped and Transmigration) region.
Evaluasi Kapasitas Apron dalam Mendukung Operasional Penerbangan di Bandar Udara Wamena Takdir, Soltan; Sodik, Muhamad Jakpar; Nur aini
Jurnal Honai Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.1.1-9

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas apron di Bandar Udara Kelas I Wamena masih mampu menunjang kelancaran operasional penerbangan, namun mendekati batas optimal. Dari tiga indikator utama ukuran apron, tata ruang, dan aspek keselamatan—seluruhnya memperoleh kategori penilaian "Baik", namun ditemukan sejumlah kendala teknis dan operasional yang perlu ditangani secara sistematis. Ukuran apron masih perlu diperluas, terutama untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik harian. Tata ruang yang digunakan saat ini cukup efektif namun belum efisien saat peak hour, sedangkan aspek keselamatan menunjukkan perlunya penguatan SOP dan pengawasan visual marshaller. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran kondisi aktual di lapangan serta merekomendasikan peningkatan infrastruktur dan manajemen operasional apron sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan di kawasan dengan kondisi geografis ekstrem seperti Wamena. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan operator bandara dalam mengelola lalu lintas udara yang semakin kompleks.
PERSEPSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP PEMEKARAN DAERAH OTONOMI BARU PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Muksin, Dafrin; Haluk, Amatus; Telly Nancy Silooy
Jurnal Honai Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.1.10-17

Abstract

Kebijakan pemekaran DOB di tanah Papua sangat syarat dengan kepentingan politik baik pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat atas kebijakan tersebut. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji bagaimana perspektif masyarakat adat terhadap pemekaran DOB di tanah Papua khususnya Provinsi Papua Pegunungan. Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Setelah data dikumpulkan maka dilakukan triangulasi yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dengan adanya Pemekaran DOB Provinsi Papua Pegunungan ini akan membawa suatu perubahan yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Provinsi Papua Pegunungan berdampak baik, karena akan mempersempit pelayanan pemerintah serta akan mengurangi pengangguran. Wujud nyata dari dibentuknya Pemekaran wilayah adalah untuk memajukan ketertinggalan pembangunan. Pada hakekatnya pembangunan infrastruktur saat ini suda baik dan perlu di tingkatkan. Masyarakat adat dengan adanya pemekaran Provinsi Papua Pegunungan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yaitu perekonomian masyarakat lebih meningkat pendapatannya dan juga pemerintah harus memfasilitasi seluruh keluhan dari masyarakat. Pendapatan Ekonomi masyarakat masih lemah Masyarakat saat ini hanya berharap bantuan pemerintah.
Literasi Keuangan, Gaya Hidup Digital, dan Kemudahan Transaksi Non- Tunai Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pada Era Cashless Society Husnaeda, Husnaeda; Arsal, Muryani
Jurnal Honai Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.1.28-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup digital, dan kemudahan transaksi non-tunai terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pada era cashless society. Metode yang digunakan adalah studi literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif, sedangkan gaya hidup digital dan kemudahan transaksi non-tunai cenderung meningkatkan perilaku konsumtif mahasiswa. Era cashless society dengan adopsi financial technology (fintech) telah mengubah pola konsumsi mahasiswa, di mana kemudahan akses dan penggunaan e-money, e-wallet, serta platform belanja online mendorong peningkatan perilaku konsumtif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dan self-control mahasiswa untuk mengelola keuangan secara lebih bijak di tengah perkembangan teknologi keuangan.
Seni Sebagai Katalisator Ekonomi Desa Kondongia: Strategi Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Muna La Ode Andi Hermawan; Wa Ode Sartika; Sarniati
Jurnal Honai Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.1.19-27

Abstract

This study explores the role of art as a catalyst for the village economy through the development of culture-based tourism in Kondongia Village. The study identifies how art can serve as a driving force for economic growth through the cultural tourism sector by encouraging active community participation. A qualitative approach was employed, with data collected through interviews with village government officials and local community members. The results indicate that local arts and culture are the main attractions for tourists, offering not only natural beauty but also meaningful cultural experiences. The concept of creative tourism, which emphasizes collaboration between tourists and the local community, enhances the added value of tourism products and strengthens the village economy. Community involvement in the development of cultural tourism spaces is essential for cultural preservation and generating significant economic benefits. Furthermore, the creative economy contributes to the creation of new business opportunities and the promotion of local culture in the global market. The tourism potential of Kondongia Village, combining cultural and natural assets, can be strengthened through collaboration with neighboring villages that possess historical sites and effective marketing strategies.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Dukungan Organisasi Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa SMP di Kabupaten Jayawijaya melalui Kinerja Guru Suriadi; Adi, Tiomy
Jurnal Honai Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.1.18-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan organisasi sekolah terhadap hasil belajar siswa (ranah kognitif) melalui kinerja guru pada SMP di Kabupaten Jayawijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong-lintang. Populasi penelitian adalah 996 guru pada 46 SMP, dengan sampel minimum 286 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (e = 5%) dan dipilih melalui proportionate stratified random sampling berbasis sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup untuk mengukur kepemimpinan kepala sekolah, dukungan organisasi sekolah, dan kinerja guru, serta studi dokumentasi rekap nilai/ketuntasan KKM sebagai proksi hasil belajar kognitif siswa. Analisis data direncanakan menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan mediasi kinerja guru. Hasil penelitian diharapkan memberikan dasar bukti bagi penguatan tata kelola sekolah dan dukungan organisasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian kognitif siswa pada konteks wilayah pegunungan.
FESTIVAL BUDAYA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PROMOSI DESA WISATA (STUDI KASUS LAPASI BEACH FESTIVAL DI HALMAHERA BARAT) Zulkifli Hi Saleh
Jurnal Honai Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.2.66-72

Abstract

Festival budaya merupakan salah satu bentuk strategi komunikasi yang kerap dimanfaatkan dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata yang berbasis pada kekayaan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran festival sebagai media komunikasi budaya dalam mendukung promosi desa wisata melalui studi kasus pada Lapasi Beach Festival di Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyelenggara festival dan masyarakat setempat, serta dokumentasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan festival. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapasi Beach Festival berfungsi sebagai ruang komunikasi budaya yang mempertemukan berbagai aktor sosial, termasuk masyarakat lokal, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, serta wisatawan. Melalui interaksi tersebut terjadi pertukaran nilai, simbol, dan makna budaya. Festival ini menampilkan berbagai ekspresi budaya lokal seperti tarian tradisional, kuliner khas daerah, serta pertunjukan seni yang mencerminkan identitas budaya masyarakat pesisir di Halmahera Barat. Selain berperan dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal, festival ini juga berfungsi sebagai media promosi pariwisata yang efektif dalam membangun citra desa wisata sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi bagi wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya memiliki fungsi strategis sebagai media komunikasi budaya sekaligus sebagai instrumen promosi pariwisata berbasis masyarakat yang dapat mendukung pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
FUNGSI ANGGARAN SEBAGAI INSTRUMEN POLITIK Ivan Nur Ridho; Avandik Nentrio Dwi Saputro; Ferdi Faredi Fila Christianto; Ramadhani Ma'ruf Nur Hidayad; Tatas Arya Widyatmoko
Jurnal Honai Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.2.56-65

Abstract

Fungsi anggaran sebagai instrumen politik tidak hanya berperan dalam pengelolaan keuangan negara tetapi juga mencerminkan dinamika kekuasaan, kepentingan politik, dan keberpihakan terhadap masyarakat. Proses penyusunan anggaran melibatkan negosiasi kompleks antara aktor politik, baik formal maupun nonformal, yang dipengaruhi oleh kepentingan elektoral dan politis, terutama menjelang momen pemilihan. Anggaran digunakan untuk menentukan prioritas kebijakan, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kurang beruntung, serta menunjukkan komitmen terhadap pemerataan pembangunan. Namun, tarik-menarik kepentingan sering menimbulkan tantangan seperti alokasi yang tidak tepat sasaran, ketidaktransparanan, dan potensi penyalahgunaan dana. Untuk meningkatkan efektivitas fungsi politik anggaran, diperlukan mekanisme pengawasan yang kuat dan partisipasi Publik, sehingga anggaran dapat berfungsi secara adil, transparan, dan akuntabel demi kesejahteraan bersama.
Transformasi Pelayanan Publik Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Rawat Inap RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara Sukur Suleman
Jurnal Honai Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.5.2.47-55

Abstract

Pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Maluku Utara masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan tenaga perawat, belum optimalnya kualitas pelayanan medis, serta kendala kedisiplinan kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya transformasi pelayanan publik kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih responsif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik kesehatan di Rumah Sakit Islam di Ternate berjalan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan. Hal ini terlihat dari kedisiplinan petugas, tanggung jawab tenaga kesehatan, ketepatan waktu pelayanan, serta responsivitas dan kesiapan tenaga medis dalam menangani pasien rawat inap. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan jumlah tenaga perawat dan belum optimalnya sarana serta prasarana pendukung pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penambahan tenaga kesehatan, serta penguatan sistem pelayanan dan fasilitas pendukung agar mutu pelayanan rawat inap dapat terlaksana secara lebih profesional, efektif, dan optimal.
THE TARGET ACCURACY OF THE PAK TUAH PROGRAMME AS A MEASURE OF THE EFFECTIVENESS OF POPULATION ADMINISTRATION SERVICES IN PESAWARAN REGENCY Khansa Dewinta Kusuma; Simon Sumanjoyo Hutagalung; Ita Prihantika
Jurnal Honai Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/jh.5.2.81-92

Abstract

Public services are an essential aspect in meeting society’s needs related to administration and daily activities. Effective services, particularly in the governmental sector, have become a public demand in obtaining fast, accessible, and high-quality services. The Department of Population and Civil Registration of Pesawaran Regency, as the agency responsible for population administration services, strives to improve service quality through an outreach-based innovation called the Pak Tuah Program. This program aims to bring services closer to the community and accelerate the issuance of population documents directly at residents’ locations This study aims to determine the effectiveness of the Pak Tuah Program in providing population administration services in Pesawaran Regency. The research method used is descriptive quantitative, referring to the program effectiveness theory by Sutrisno (2007). The results show that the Pak Tuah Program is categorized as effective with a mean score of 3.24. This indicates that the community understands the program’s objectives, experiences ease of service, and receives direct benefits. The program has also improved public access and service quality. However, the timeliness indicator remains an obstacle as some processes are not yet in accordance with the schedule. Therefore, increased coordination, time management, and continuous evaluation are needed to achieve more optimal results in the future.