cover
Contact Name
Muhammad Ansarullah S. Tabbu
Contact Email
ijfag@lontara.com
Phone
-
Journal Mail Official
lontara.digitechidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV. Dewi Blok B6 No. 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography
ISSN : 30266270     EISSN : 30256399     DOI : -
The journal publishes research articles on various matters related to fundamental and applied geography. Our scope of publications include physical geography, human geography, regional planning and development, cartography, remote sensing, geographic information systems and environmental sciences. The journal publishes articles on interdisciplinary content and cross-cutting dimensions related to Geography from various perspectives. Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography (IJFAG) welcomes high-quality original and well-written manuscripts on any of the following topics: Geography Education Social Geography Tourism Geography Political Geography Population Geography Soil Geography Environmental Science Hydrology and Oceanography Meteorology and Climatology Geomorphology Geology Biogeography Geographic Information Systems Remote Sensing Cartography Regional Planning and Development Climate Change
Articles 45 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Degradasi Nilai-nilai Budaya Tarian Dero Dikecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Putri Damayanti; Erman Syarif; Ramli Umar; Hasriyanti; Maddatuang
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/xwm0dz89

Abstract

Degradasi budaya merujuk pada kemerosotan nilai-nilai, norma, tradisi, dan praktik budaya dalam suatu masyarakat. Persepsi masyarakat sangat penting dalam upaya pelesatarian budaya lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1) Persepsi masyarakat terhadap degradasi nilai-nilai budaya tarian Dero di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi nilai- nilai budaya tarian. 3) Untuk mengetahui dampak dari degradasi budaya tarian Dero terhadap identitas budaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian ini yaitu Tokoh Adat, Masyarakat, dan Pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi nilai-nilai budaya pada tarian dero itu menghasilkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. Faktor yang menyebabkan adalah modernisasi, kurangnya partisipasi masyarakat, berkurangnya komunitas dero dan kurangnnya perhatian dari pemerintah  setempat. Dampak yang ditimbulkan yaitu munculnya perilaku menyimpang. Hilangnya keaslian budaya juga menjadi dampak dari degradasi nilai budaya ini terlihat dari perubahan makna nilai, perubahan gerakan serta musik yang dipakai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pelestarian agar budaya lokal tetap dipertahankan dengan nilai yang terkandung didalamnya.
Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Sekitar Pantai Ujung Suso Kabupaten Luwu Timur Hilda Hilda; Rosmini Maru; Sukri Nyompa
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/0ykpz543

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki peluang yang sangat luas untuk mengembangkan sektor pariwisatanya. Wisata bahari yang berada di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan responden sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Pantai Ujung Suso memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, baik bagi para pekerja maupun pelaku usaha, sekaligus berkontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut. Berbagai peluang usaha bermunculan seiring meningkatnya jumlah wisatawan, mulai dari jasa penyewaan hingga kegiatan rekreasi air. Di antara berbagai unit usaha yang berkembang, aktivitas rekreasi air berupa banana boat (watersport) menjadi usaha yang paling menguntungkan karena tingginya minat pengunjung untuk menikmati wahana tersebut, sehingga menghasilkan pendapatan tertinggi dibandingkan dengan usaha lainnya di kawasan Pantai Ujung Suso.
Pengaruh Pembelajaran Geografi Terhadap Pemahaman Masalah Lingkungan Di SMA Negeri 9 Bulukumba Vivi Amanda Aulia; Abdul Malik; Hasriyanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pdx4ax61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran geografi terhadap pemahaman masalah lingkungan pada siswa SMA Negeri 9 Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan metode kasual komparatif dan melibatkan 58 siswa yang dipilih secara simple random sampling data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, korelasi person, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran geografi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap masalah lingkungan serta mendorong terbentuknya sikap peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran geografi dengan pendekatan kontekstual sangat direkomendasikan untuk mendukung pemahman tersebut.
Pemetaan Sebaran Potensi Wisata Alam Untuk Pengembangan Ekowisata diKecamatan Tombolo Pao Berbasis SIG Az-zahroh, Nurul Azizah; Sulaiman Zhiddiq; Erman Syarif
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kqtvzw73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran potensi wisata alam, mengidentifikasi daya tarik wisata, menganalisis aksesibilitas serta ketersediaan fasilitas penunjang, dan mengkaji potensi pengembangan ekowisata berdasarkan empat prinsip ekowisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dan analisis spasial melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Informan kunci ditentukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan responden masyarakat dihitung menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 sampel dari total populasi 31.096 jiwa. Instrumen penelitian meliputi peta administrasi wilayah, perangkat GPS atau telepon genggam, komputer, alat tulis, serta perangkat lunak ArcGIS 10.8, Microsoft Word, Google Maps, ArcGIS Story Maps, dan Strikingly. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 titik wisata alam yang tersebar di tujuh desa/kelurahan dengan karakteristik berupa air terjun, sungai, pegunungan, bukit, lembah, dan padang rumput yang memiliki keindahan lanskap, keunikan ekologi, serta nilai budaya dan sejarah lokal. Dari aspek aksesibilitas, jarak lokasi wisata berkisar antara 1,2–16,31 km dari pusat kecamatan dan 75–88 km dari pusat Kabupaten Gowa dengan kondisi jalan yang bervariasi. Fasilitas wisata masih terbatas dan hanya tersedia di beberapa lokasi tertentu. Berdasarkan empat prinsip ekowisata, kondisi lingkungan relatif terjaga, partisipasi masyarakat mulai berkembang meskipun kelembagaan belum optimal, peluang ekonomi lokal telah muncul, serta potensi edukasi lingkungan dan budaya cukup besar namun belum dikelola secara maksimal. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, serta strategi pengelolaan dan promosi yang lebih terintegrasi.
Analisis Spasial dan Temporal Kualitas Air untuk Kebutuhan Air Minum di Daerah Latuppa, Kota Palopo M. Rifal Maulana Maulana; Asila Nurul Khatima Khatima; Muhammad Azriel Putra Rizal Rizal; Muhammad Anugrah Pratama Pratama
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/zjczay65

Abstract

Air Sungai Latuppa merupakan sumber daya vital untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat Kota Palopo. Namun, peningkatan aktivitas antropogenik dan perubahan tata guna lahan mengancam kelestarian kualitas airnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kualitas air di hulu Sungai Latuppa secara spasial dan temporal berdasarkan baku mutu Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021, serta mengevaluasi pemanfaatannya bagi masyarakat lokal. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun pengamatan pada waktu pagi, siang, dan malam hari dengan karakteristik lahan yang berbeda (pemukiman padat, non-pemukiman, dan perkebunan). Parameter yang diuji meliputi DO, BOD, pH, TDS, dan suhu, yang kemudian dimodelkan secara spasial menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Latuppa secara umum masih memenuhi kriteria baku mutu air Kelas I. Nilai DO berkisar 1,94–3,86 mg/L, BOD 2,15–3,98 mg/L, pH 7,03–8,06, dan TDS 25–97 ppm. Secara spasial, fluktuasi parameter tertinggi ditemukan di Stasiun 3 akibat aktivitas perkebunan, pembuangan limbah domestik, rekreasi, dan faktor hidrologis (curah hujan). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun air sungai masih layak digunakan, diperlukan pengawasan berkala dan edukasi sanitasi masyarakat untuk mencegah degradasi lingkungan di masa depan.