cover
Contact Name
Muhammad Ansarullah S. Tabbu
Contact Email
ijfag@lontara.com
Phone
-
Journal Mail Official
lontara.digitechidn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Abdullah Dg. Sirua, Kompleks BTN CV. Dewi Blok B6 No. 12, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography
ISSN : 30266270     EISSN : 30256399     DOI : -
The journal publishes research articles on various matters related to fundamental and applied geography. Our scope of publications include physical geography, human geography, regional planning and development, cartography, remote sensing, geographic information systems and environmental sciences. The journal publishes articles on interdisciplinary content and cross-cutting dimensions related to Geography from various perspectives. Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography (IJFAG) welcomes high-quality original and well-written manuscripts on any of the following topics: Geography Education Social Geography Tourism Geography Political Geography Population Geography Soil Geography Environmental Science Hydrology and Oceanography Meteorology and Climatology Geomorphology Geology Biogeography Geographic Information Systems Remote Sensing Cartography Regional Planning and Development Climate Change
Articles 37 Documents
Partnership dan Peran Perempuan Bajo untuk Ekowisata Berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi Putri Risna, Nur Afifa; Maddatuang; Rosmini Maru; Hasriyanti; Rahma Musyawarah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v3i1.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetahui 1) bentuk partnership yang terjalin antara perempuan Bajo dengan pemerintah dalam pengelolaan ekowisata berkelanjutan di Wakatobi, 2) bagaimana peran perempuan Bajo dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemitraan antara pemerintah dan perempuan Bajo telah diwujudkan melalui pelatihan keterampilan, pengelola ekowisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism), serta berbgai program pemberdayaan ekonomi dan budaya. Perempuan Bajo memainkan peran penting dalam ekowisata dengan menjadi pemandu wisata, mengembangkan kuliner berbasis hasil laut, serta memproduksi kerajinan tangan dari bahan lokal, mereka juga menjadi penjaga nilai-nilai lokal dan agen edukasi melalui kegiatan wisata yang sarat akan nilai budaya dan pelestarian lingkungan. Prinsip-prinsip ekowisata seperti konservasi, partisipasi masyarakat, penghormatan terhadap budaya lokal, edukasi, dan kontribusi terhadap ekonomi lokal telah dijalankan oleh komunitas Bajo Mola, meskipun masih memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan Bajo memiliki posisi strategis dalam mewujudkan ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA TANI TEBU RAKYAT MANDIRI DI DESA TIMBUSENG KECAMATAN POLONGBANGKENG TIMUR KABUPATEN TAKALAR Zainal, Nur Fadhilah; Maddatuang; Syamsunardi; Erman Syarif; Arfandi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v3i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Berapa  alokasi waktu kerja petani dalam usaha tani tebu rakyat mandiri di Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar 2) Bagaimana pendapatan usaha tani tebu rakyat mandiri di Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar, 3) Bagaimanakah tingkat kelayakan usaha tani tebu rakyat mandiri di Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitan menunjukkan  bahwa total tenaga kerja yang dibutuhkan dalam satu musim tanam mencapai 167 HOK/Ha. Rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp.24.238.245,18/Ha, dengan penerimaan sebesar Rp.66.033.065,44/Ha. Sehingga pendapatan bersih yang diperoleh petani mencapai Rp.41.3794.1820,26/Ha.. Berdasarkan analisis kelayakan usaha menggunakan R/C Ratio diperoleh nilai sebesar 2,72(>1), yang menunjukkan bahwa usaha tani tebu rakyat mandiri di Desa Timbuseng layak dan menguntungkan untuk diusahakan.
Efektivitas Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Tompong Patu Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Yunus, Zahrani Paradiba; Muhammad Yusuf; Jeddah Yanti; Dinil Qaiyimah; Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan penyuluhan pertanian petani pada dalam pembutan pupuk organik cair serta untuk mengetahui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap petani setelah penyuluhan di Desa Tompong Patu Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kuantitatif serta data lapangan dikumpulkan melalui pretest dan posttest kepada petani sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup efektif dengan nilai efektivitas penyuluhan sebesar 55,39%. Setelah penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan petani sebesar 21,7% yang berada pada kategori sangat mengetahui, keterampilan petani mengalami peningkatan sebanyak 26,2% yang berada pada kategori sangat terampil dan peningkatan sikap petani sebanyak 8,5% berada pada kategori sangat setuju.  
ANCAMAN GEMPA MEGATHRUST : STRATEGI PERLINDUNGAN DAN MITIGASI BAGI MASYARAKAT PADA DAERAH PESISIR BARAT PULAU SUMATERA Muh. Azriel Putra Rizal; Nurul Afdal Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20246

Abstract

Wilayah Indonesia, terutama Pulau Sumatera, terletak di sekitar Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga rentan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan aktivitas vulkanik. Di wilayah ini terjadi tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang bergerak secara konvergen, menghasilkan zona subduksi sebagai sumber utama aktivitas seismik gempa bumi dan tsunami. Gempa megathrust adalah fenomena yang pernah terjadi akibat dari aktivitas ini, yang memberikan dampak besar pada lingkungan dan kehidupan masyarakat. Salah satu faktor yang memperparah dampak adalah kesulitan dalam memprediksi kejadian gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan elemen-elemen penting dari gempa megathrust dan struktur geologi Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera, sebagai informasi awal untuk upaya mitigasi bencana. Beberapa strategi mitigasi yang diusulkan dalam penelitian ini meliputi pembangunan infrastruktur tahan gempa, peta rawan tsunami, dan pengoptimalan sistem InaTEWS (Indonesian Tsunami Early Warning System). Diharapkan, upaya mitigasi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi dampak negatif, seperti kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memahami gempa megathrust serta strategi untuk menghadapinya.
Utilization of GIS Technology for Mapping Flood-prone Areas in Ambon Island, Indonesia Rakuasa, Heinrich; Viktor Vladimirovich Budnikov
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v2i1.20249

Abstract

Flooding is one of the most common natural disasters in Indonesia, including on Ambon Island, which can cause significant economic and social losses. This research aims to map flood-prone areas on Ambon Island using Geographic Information System (GIS) technology to map flood hazards and affected residential areas. This research uses variables of elevation, slope, rainfall, land cover, distance from rivers, and soil type. The weighted overlay method was used to produce maps of flood hazards and affected areas. The results showed that the low class flood had an area of 58,114.44 ha, the medium class had an area of 14,066.44 ha, and the high class had an area of 4,733.31 ha, while the built-up land area affected by flooding in the low class had an area of 907.92 ha, the medium class had an area of 3,445.92 ha, and the high class had an area of 1,681.40. The results of this study are expected to make a meaningful contribution to disaster risk management policies on Ambon Island and other areas with similar characteristics.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN BENCANA LONGSOR LAHAN YANG TERJADI DI DESA BONTO KATUTE KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI Husnul; Sulaiman Zhiddiq; Muhammad Ansharulla S. Tabbu; Muhammad Yusuf; Erman Syarif
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v3i1.251

Abstract

Persepsi Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana Longsor di Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana masyarakat desa bonto katute memahami konsep ancaman bencana longsor. (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yg mempengaruhi persepsi masyarakat setempat terhadap ancaman bencana longsor. (3) mengetahui strategi yang dilakukan masyaraakat Dea Bonto Katute dalam menghadapi ancaman bencana longsor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan 20 informan termasuk aparat desa, relawan bencana, dan warga sekitar yang memiliki latar belakang berbeda, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap risiko longsor. Hal ini terbentuk oleh pengalaman empiris, terutama kejadian besar pada tahun 2006 dan 2024. Pandangan masyarakat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan, informasi yang diterima, kondisi sosial-ekonomi, serta pengalaman pribadi. Strategi yang dilakukan meliputi relokasi tempat tinggal sebagai bentuk perlindungan fisik dan kegiatan gotong royong serta pemanfaatan kearifan lokal sebagai pendekatan sosial dan budaya. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap risiko longsor telah terbangun dengan baik dan tercermin dalam berbagai bentuk respons adaptif. Meskipun demikian, sistem mitigasi formal seperti peringatan dini dan edukasi kebencanaan masih perlu ditingkatkan guna memperkuat ketangguhan wilayah secara menyeluruh.
Analisis Kesejahteraan Kelompok Petani Tomat Kangotto Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa Hakim, Tarmizi; Jeddah Yanti; Ramli Umar; Dinil Qaiyimah; Uca
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/yxr86150

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa kondisi, tingkat, dan solusi meningkatkan kesejahteraan Kelompok Tani Kangotto Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertanian tomat, sedangkan variabel terikatnya adalah kesejahteraan Kelompok Tani Kangotto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani dalam Kelompok Tani Kangotto yang berjumlah 25 petani, sedangkan penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang berarti seluruh petani dalam Kelompok Tani Kangotto. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Selanjutnya data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif yaitu data yang disajikan dalam bentuk tabel disertai penjelasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kesejahteraan Kelompok Tani Kangotto Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa tahun 2025 sangat sejahtera. Tingkat kesejahteraan Kelompok Tani Kangotto Desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa sebagian besar berada pada tingkat keluarga sejahtera III plus yaitu disamping dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan anggota keluarga petani Kelompok Tani kangotto juga aktif dalam kegiatan sosial.
Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas X Pada Materi Atmosfer Menggunakan Three Tier Test Nirwana; Muhammad Yusuf; Uca; Maddatuang; Syamsunardi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/v1mz3862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas X pada materi atmosfer di MAN 1 Kota Makassar dengan menggunakan instrumen Three Tier Test. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 71 siswa sebagai sampel penelitian. Instrumen berupa tes diagnostik tiga tingkat digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep, miskonsepsi, dan ketidaktahuan konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat miskonsepsi siswa tergolong tinggi, khususnya pada submateri lapisan atmosfer dan klasifikasi iklim, dengan persentase masing-masing sebesar 52%. Submateri cuaca dan iklim menunjukkan tingkat pemahaman konsep tertinggi sebesar 34%, sedangkan tingkat tidak tahu konsep tertinggi sebesar 24% juga terdapat pada submateri tersebut. Faktor penyebab miskonsepsi meliputi rendahnya minat membaca siswa, serta metode pembelajaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan gaya belajar siswa. Hasil ini mengindikasikan perlunya upaya guru dalam melakukan identifikasi awal terhadap pemahaman siswa serta penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi untuk mengurangi miskonsepsi pada siswa.
Pemetaan Tingkat Kekeringan Menggunakan Metode Thornthwaite untuk Penentuan Jenis Tanaman Pertanian di Kecamatan Enrekang Santriyani; Nasiah; Muhammad Yusuf; Rais Abidin; Rosmini Maru
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/7299de73

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama pada wilayah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama pengairan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kekeringan di Kecamatan Enrekang dengan menggunakan metode Thornthwaite dengan pendekatan neraca air dan indeks kekeringan serta menentukan jenis tanaman pertanian yang sesuai berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan meliputi curah hujan, suhu, tekstur tanah, dan penggunaan lahan yang dianalisis secara spasial untuk mengetahui distribusi tingkat kekeringan di wilayah penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa indeks kekeringan di Kecamatan Enrekang cukup bervariasi, berkisar antara nol (0) sampai 126,4 %. Nilai indeks kekeringan tertinggi terdapat pada bulan November stasiun Sulengka. Sementara pada stasiun-stasiun dengan nilai indeks kekeringan sama dengan nol (0) tersebar di seluruh stasiun pada bulan-bulan tertentu yang diperkirakan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Nilai indeks kekeringan sama dengan nol (0) menunjukkan bahwa di daerah tersebut tidak mengalami kekeringan. Rekomendasi tanam tanaman pertanian lahan kering yang di budidayakan menurut indeks kekeringannya yakni padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang hijau, dan cabai rawit.
Evaluasi Kesesuaian Rencana Tata Ruag Wilayah (RTRW) Kota Makassar Tahun 2024 Mutia, Nurul; Abidin, Muhammad Rais; Yanti, Jeddah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/a8mhsd72

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang disajikan secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi tutupan di Kota Makassar tahun 2024 dan tingkat kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah Kota Makassar tahun 2024. Metode yang diguanakan yaitu kuantitatif deskriptif, serta observasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tutupan lahan Kota Makassar terbagi menjadi 6 kelas yaitu badan air, Kawasan terbangun, tambak, Semak belukar, mangrove dan sawah. Tutupan lahan yang mendominasi adalah Kawasan terbangun dengan luas 13.520,97 Ha dengan persentase 76,92% dan tutupan lahan yang paling sedikit adalah Semak belukar seluas 37,93 Ha dengan persentase 0,22%. Berdasarkan hasil dari overlay peta tutupan lahan dengan pola ruang Kota Makassar tahun 2024 diperoleh 15.565,74 Ha (68,90%) dan 2.011,26 Ha (8,90%) tidak sesuai dengan pola ruang yang telah direncakan serta seluas 5.015 Ha (22,20%) yang masih dalam prediksi kesesuaian. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah serta masyarakat dalam memperbaiki ketidaksesuaian tata ruang, dan memastikan pembangunan Kota Makassar berjalan sesuai RTRW yang telah ditentukan.

Page 3 of 4 | Total Record : 37