cover
Contact Name
Hengki Wowiling
Contact Email
hengkiwowiling03@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbombabrida@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda No.30 A, Tanamodindi, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah
ISSN : 26572478     EISSN : 2715102     DOI : https://doi.org/10.65123/bomba.v4i1.65
Cakupan topik dalam jurnal ini terbagi ke dalam dua rumpun utama, yaitu rumpun pengetahuan sosial dan rumpun pengetahuan alam. Rumpun Pengetahuan Sosial meliputi kajian dalam bidang politik dan pemerintahan, hukum, kesehatan masyarakat, pendidikan, sosial budaya, kesejahteraan, serta perekonomian daerah. Artikel pada rumpun ini diharapkan dapat memberikan perspektif strategis dan solusi terhadap berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kelembagaan dalam konteks pembangunan daerah. Rumpun Pengetahuan Alam mencakup penelitian dan kajian dalam bidang pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan, pengelolaan sumber daya alam, energi terbarukan, dan teknologi. Fokus pada rumpun ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, inovasi teknologi, dan penguatan sektor-sektor produktif yang menjadi basis pembangunan daerah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
ANALISIS SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS DIGITAL DI SULAWESI TENGAH ., Syugiarto
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze Central Sulawesi Governor Regulation Number 34 of 2019 concerning the Implementation of E-Government by Regional Devices. This research itself was conducted using the literature review method. The analysis carried out is looking at the values, facts and actions needed from the Governor of Central Sulawesi Regulation Number 34 of 2019. The results of the research show that the Central Sulawesi Provincial Government through its OPD has not been able to provide digital-based services to the community or in this case that is unable to implement Electronic-Based Government System based on Central Sulawesi Governor Regulation Number 34 of 2019. This can be seen from the existence of three OPDs in Central Sulawesi whose websites have not been able to fully provide the information needed by the community. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 34 Tahun 2019 Tentang Pelaksanaan E-Government Oleh Perangkat Daerah. Penelitian ini sendiri dilakukan dengan menggunakan metode literature review. Adapun analisis yang dilakukan yaitu melihat nilai, fakta serta Tindakan yang diperlukan dari Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 34 Tahun 2019. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui OPD nya belum dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat berbasis digital atau dalam hal ini yaitu tidak dapat menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 34 Tahun 2019. Hal ini terlihat dari adanya tiga OPD di Sulawesi Tengah yang websitenya belum dapat memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara penuh
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI SULAWESI TENGAH ., Amrullah; ., Sita Awalunisah; ., Kaderia
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out the Importance of Character Education for Early Childhood in the World of Education. To find out the Importance of Character Education for Early Childhood in Education, this research uses the literature study method, literature study, namely the study of data from various references and research results to obtain a theoretical basis for the problems that have been studied. The results that have been found from comparisons between one journal and another journal, that character education in early childhood is an effort to instill commendable behavior in children, both behavior in worship, behavior as a good citizen, behavior in interacting with other people and the environment, and commendable behavior that is useful for the success of his life. The formation of the character of early childhood can follow a certain pattern, namely a regular, disciplined and standardized behavior (according to standards) meaning that various types and patterns of behavior can be developed through continuous scheduling so that the expected behavior is firmly attached to the child and be part of his positive behavior. Continuous scheduling is often referred to as routine activities. This activity is also often referred to as a habituation activity because the goal of this activity is to get used to certain behaviors that are considered fundamental and important for the child's current pattern of life as well as when the child is an adult. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini Dalam Dunia Pendidikan. Untuk mengetahui Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini Dalam Dunia Pendidikan penilitian ini menggunakan metode studi literatur, studi literatur yaitu pengakajian data dari berbagai referensi serta hasil penelitian untuk mendapatkan landasan teori dari masalah yang telah diteliti. Adapun hasil yang telah ditemukan dari perbandingan antara jurnal satu dengan jurnal lainnya, bahwa Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan upaya penanaman perilaku terpuji pada anak, baik perilaku dalam beribadah, perilaku sebagai warga negara yang baik, perilaku berinteraksi dengan orang lain dan lingkunga, dan perilaku terpuji yang bermanfaat untuk kesuksesan hidupnya. Pembentukan karakter anak usia dini dapat mengikuti suatu pola tertentu, yaitu suatu perilaku yang teratur, disiplin, dan baku (sesuai standar) artinya berbagai jenis dan pola perilaku tersebut dapat di kembangkan melalui penjadwalan secara terus menerus hingga perilaku yang diharapkan melekat pada anak secara kuat dan menjadi bagian dari perilaku positif yang dimilikinya. Penjadwalan yang terus menerus itu sering disebut sebagai kegiatan rutin. Kegiatan ini juga sering kali disebut sebagai kegiatan pembiasaan karena memang sasaran dari kegiatan ini adalah untuk membiasakan perilaku tertentu yang dianggap mendasar dan penting bagi pola kehidupan anak saat ini maupun ketika anak itu dewasa.
PERAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH SEBAGAI PENYANGGA IBU KOTA NEGARA (IKN) BARU : PERSPEKTIF DISTRIBUSI LOGISTIK UNTUK KEBUTUHAN PANGAN IBU KOTA NEGARA BARU fauzan, Muhammad
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu Kota Negara Nusantara is the new State Capital for the Republic of Indonesia. The relocation of the capital city had been planned since the era of President Soekarno and President Soeharto but it was only realized during the era of President Joko Widodo. This transfer process will of course move the government center which was previously in DKI Jakarta to Ibu Kota Negara Nusantara which will start in 2024 and is expected to take up to 20 years for the transfer process. Of course, with the isolation of the capital city, it is hoped that there will be an even distribution of inclusive and equitable economic growth, including in the Eastern Region of Indonesia. Of course, this equalization opportunity will provide benefits, especially for the Central Sulawesi Province region by increasing the economy in the region so that it can prosper the people. The opportunity to provide food needs for the Archipelago State Capital is an opportunity that can be an advantage for the Provincial Government of Central Sulawesi to address challenges in creating equity. Central Sulawesi Province can play a role by providing these food needs so it is necessary to pay attention to this role, the Central Sulawesi provincial government pays attention to providing logistical distribution channels to provide food needs, a perspective view of the availability of these pathways will provide an overview of the role of the Central Sulawesi Provincial Government regarding readiness in providing food needs for Ibu Kota Negara Nusantara Ibu Kota Negara Nusantara merupakan Ibu Kota Negara baru untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perpindahan ibu kota ini sudah direncanakan sejak era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto namun baru dapat terealisasi pada era Presiden Joko Widodo. Proses pemindahan ini tentu akan memindahkan pusat pemerintahan yang sebelumnya berada di DKI Jakarta menuju Ibu Kota Negara Nusantara yang akan mulai dari tahun 2024 dan diperkirakan akan memakan waktu hingga 20 tahun untuk proses pemidahan. Tentunya dengan perpindahan ibu kota ini diharapkan adanya pemerataan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata termasuk di Kawasan Timur Indonesia, tentunya peluang pemerataan ini akan memberikan keuntungan khususnya wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dengan meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut hingga dapat mensejahterakan masyarakat. Peluang penyediaan kebutuhan pangan untuk Ibu Kota Negara Nusantara merupakan peluang yang bisa menjadi keuntungan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjawab tantangan dalam menciptakan pemerataan. Provinsi Sulawesi Tengah dapat berperan dengan menyediakan kebutuhan pangan tersebut sehingga perlu diperhatikan peran tersebut, pemerintah provinsi Sulawesi tengah memberikan perhatian untuk menyiapkan jalur distribusi logistik untuk menyediakan kebutuhan pangan, pandangan persepektif dari tersedianya jalur tersebut akan memberikan gambaran peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengenai kesiapan dalam penyediaan kebutuhan pangan Ibu Kota Negara Nusantara
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK KELAPA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT KALEKE Nisah, Sita Awalu; Suwika, I Putu; Rahmatia, Sindi
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem in this study is that children's gross motor skills have not developed as expected. The purpose of this study was to determine the effect of traditional coconut shell stilts games on children's gross motor skills. The method in this research is quantitative with this type of experimental research. The subjects of this study were all children in group B, totaling 15 children, consisting of 8 girls and 7 boys. This data collection technique is done through observation techniques, interviews and documentation. Then analyzed the data before and after using the method of playing traditional games on coconut shell stilts, aspects of the ability to balance standing on coconut shell stilts, BSB from 0% to 20%, BSH category from 20% to 60%, MB category from 33.33% reduced to 13.33%, and for the BB category the remaining 46.67% became 6.67%. For the aspect of the ability to walk on coconut shell stilts without falling, the BSB from 0% to 13.33%, the BSH category from 26.67% to 60%, the MB category from 26.67% reduced to 20%, and for the BB category from 46, The remaining 67% becomes 6.67%. For the agility aspect of walking with coconut shell stilts, the BSB category was from 6.67% to 20%, the BSH category was from 46.67% to 60%, the BB category was reduced from 33.33% to 20%, and for the BB category 3.33 % drops to 0%. The average value of the three aspects for the BSB category was 2.22 to 17.78%, the BSH category was 24.44% to 60%, the MB 31.11 category fell to 17.78%, and for the BB category 42.22%, there were 4 left. .44%. Data processing is done by using the preset t test technique. The results showed that there was an influence of the traditional game of coconut shell stilts on the gross motor development of children. When viewed from the t value, it can be explained that the t value is -7.392 with a significance of 0.087. Because it is significant <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted, meaning that there is an influence between the traditional game of coconut shell stilts on the development of gross motor skills of children in group B of TK Al-khairaat kaleke. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional egrang batok kelapa terhadap kemampuan motorik kasar anak. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Adapun subyek penelitian ini seluruh anak di kelompok B yang berjumlah 15 orang anak, yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis data sebelum dan sesudah menggunakan metode bermain permainan tradisional egrang batok kelapa, aspek kemampuan keseimbangan berdiri di atas egrang batok kelapa, BSB dari 0% menjadi 20%, kategori BSH dari 20% menjadi 60%, kategori MB dari 33,33% berkurang menjadi 13,33%, dan untuk kategori BB dari 46,67% tersisa menjadi 6,67%. Untuk aspek kemampuan berjalan dengan egrang batok kelapa tanpa jatuh, BSB dari 0% menjadi 13,33%, kategori BSH dari 26,67% menjadi 60%, kategori MB 26,67% berkurang menjadi 20%, dan untuk kategori BB dari 46,67% tersisa menjadi 6,67%. Untuk aspek kelincahan berjalan dengan egrang batok kelapa, kategori BSB dari 6,67% menjadi 20%, kategori BSH dari 46,67% menjadi 60%, kategori BB dari 33,33% berkurang menjadi 20%, dan untuk kategori BB 3,33% turun menjadi 0%. Rata-rata nilai ketiga aspek untuk kategori BSB 2,22 menjadi 17,78%, kategori BSH 24,44% menjadi 60%, kategori MB 31,11 turun menjadi 17,78%, dan untuk kategori BB 42,22% tersisa 4,44%. Pengolahan data dialakukan dengan teknik presetase uji t. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh permainan tradisional egrang batok kelapa terhadap perkembangan motorik kasar anak, jika dilihat dari nilai t dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung sebesar -7,392 dengan signifikan 0,087. Karena signifikan <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat pengaruh antara permainan tradisional egrang batok kelapa terhadap perkembangan kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B TK Al-khairaat kaleke.
PELAYANAN SURAT KETERANGAN DOMISILI DI KANTOR KELURAHAN TATURA SELATAN KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU Tinggogoy, Filo Leonardo
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of public services at the sub-district government level is the spearhead of excellent service to the community, but unfortunately the quality of service at the sub-district level has received a lot of sharp attention from service users, namely the community, this is due to the lack of optimal service from the sub-district government apparatus itself. The purpose of this study was to find out the Services for Domicile Certificates in the South Tatura Village Office, South Palu District, Palu City. The informants in this study were the apparatus of the South Tatura Village Office, South Palu District, Palu City. The research data consisted of primary data and secondary data obtained directly through field research (interviews). Data were analyzed using the results of interviews with the South Tatura Village Office, South Palu District, Palu City, namely the Lurah, Lurah Secretary, staff, and the community as service users. The results showed that to find out the Services for Domicile Certificates in the South Tatura Village Office, South Palu District, Palu City, the author chose the theory that was considered more suitable to be applied to government organizations, in this case, in the South Tatura Village Office, South Palu District, Palu City, if implemented simultaneously it would good service quality is realized, is the theory of Parasuraman Theory cited by Nogi S (1988: 69), namely: Reliability, Responsiveness, and Assurance. What became the focus of the informants from the results of interviews from the apparatus itself and from the community as service users who were considered not optimal in the implementation of services, namely the aspects of Reliability and Responsiveness were not maximized where this factor was human resources (apparatus). The influencing factors are the ability of human resources which is an important aspect of the smooth functioning of public services in organizations. Pelaksanaan pelayanan publik pada tingkat pemerintah kelurahan merupakan ujung tombak dalam pelayanan prima pada masyarakat, namun sayangnya kualitas pelayanan pada tingkat kelurahan banyak mendapat sorotan tajam dari pengguna jasa layanan yaitu masyarakat, hal ini disebabkan oleh kurang maksimal pelayanan dari aparatur pemerintah kelurahan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelayanan Surat Keterangan Domisili Di Kantor Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Informan dalam penelitian ini adalah aparatur kantor Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh langsung melalui penelitian lapangan (wawancara) Data dianalisis dengan menggunakan hasil wawancara dengan pihak Kantor Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu yaitu Lurah, Sekretaris Lurah, Staf, dan masyarakat sebagai pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Untuk mengetahui Pelayanan Surat Keterangan Domisili Di Kantor Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Penulis memilih Teori yang dianggap lebih cocok diterapkan pada organisasi pemerintahan dalam hal ini Di Kantor Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, jika dilaksanakan secara bersamaan akan terwujud kualitas pelayanan yang baik, adalah teori Teori Parasuraman yang dikutip oleh Nogi S (1988: 69) yakni: Keandalan, Daya Tanggap, dan Jaminan. Yang menjadi sorotan informan dari hasil wawancara dari aparatur itu sendiri dan dari masyarakat sebagai pengguna layanan yang dianggap belum optimal dalam pelaksanaannya pelayanan yaitu aspek Keandalan dan Daya Tanggap belum maksimal dimana hal ini faktornya adalah sumber daya manusianya (aparatur). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu kemampuan sumber daya manusia yang menjadi aspek penting terhadap kelancaran Pelayanan publik dalam organisasi.
SISTEM KEMASYARAKATAN DI POSO SULAWESI TENGAH DALAM KAJIAN SEJARAH SOSIAL ., Hasan
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The form of the social organization system in Poso can also be observed in the kinship system where the family is a group of human beings based on marriage ties, forming a household, jointly managing the relationship between individuals and other individuals. The family which essentially consists of fathers, mothers and children has multiple functions in efforts to meet human needs and is the smallest and most basic element for the creation of social life in society. The position of the family in Poso society is generally the smallest social institution, which participates in social life, together with other families to create a cultured society. Among the Poso people, the issue of kinship ties is an institution within the community itself. This means that the bond is obtained through descent, namely marriage that produces a family. Kinship ties or kinship are effective social values, both in terms of socio-economic, pedagogical, ethical, religious, and others without releasing their relationship with other aspects or customs in Poso. It can be added that through education in the family environment among the Poso people, high moral values arise and develop. Wujud sistem organisasi kemasyarakatan di Poso juga dapat diamati pada sistem kekerabatan di mana keluarga adalah ikatan suatu kelompok manusia yang berdasarkan tali perkawinan, membentuk sebuah rumah tangga, secara bersama-sama mengatur hubungan antara individu dengan individu yang lain. Keluarga yang pada hakekatnya terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak mempunyai fungsi majemuk dalam usaha-usaha pemenuhan kebutuhan manusia dan menjadi unsur terkecil dan paling mendasar bagi terciptanya kehidupan sosial dalam masyarakat. Kedudukan keluarga dalam masyarakat Poso pada umumnya merupakan lembaga sosial terkecil, yang berperan serta dalam kehidupan sosial, bersama-sama keluarga lain mewujudkan masyarakat berkebudayaan. Dikalangan masyarakat Poso, masalah ikatan kekerabatan merupakan satu pranata dalam masyarakat itu sendiri. Artinya ikatan itu diperoleh melalui keturunan, yaitu perkawinan yang menghasilkan keluarga. Ikatan-ikatan kekerabatan atau kekeluargaan merupakan nilai-nilai kemasyarakat yang efektif, baik ditinjau dari segi soso-ekonomis, pedagogis, etika, religi, dan lain-lain tanpa melepaskan hubungannya dengan segi-segi lainnya maupun adat istiadat yang ada di Poso. Dapat ditambahkan bahwa melalui pendidikan di lingkungan keluarga dikalangan masyarakat Poso timbul dan berkembang nilai-nilai akhlak yang tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6