cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 178 Documents
Hubungan Jenis Metode Kontrasepsi dengan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada Pasangan Usia Subur (PUS) (Correlation between Contraceptive Method and Unwanted Pregnancy in Fertile Age Couple) Perwiraningtyas, Pertiwi; Prasetiyo, Nugroho Aji
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.866

Abstract

Pendahuluan: Program KB di Indonesia masih belum mencapai target yang diinginkan. Penggunaan metode kontrasepsi yang kurang tepat dapat meningkatkan AKI. Salah satu faktor penyebabnya adalah PUS yang mengalami KTD. Wanita yang mengalami KTD memiliki resiko tinggi jika tetap mempertahankan maupun mengakhiri kehamilannya. Metode: Studi analitik observasional menggunakan case control design dengan pendekatan retrospective. Diperoleh 30 sampel Ibu hamil di Puskesmas Dinoyo Malang pada bulan Mei tahun 2016 dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi adalah PUS yang pernah menggunakan alat kontrasepsi, usia 15-49 tahun. Menggunakan instrument kuesioner dan kohort dari Puskesmas Dinoyo Malang. Hasil: Uji statistik dengan Odds Ratio didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara jenis metode kontrasepsi terhadap KTD pada PUS dengan nilai signifikansi sebesar 0.016
Literature Review: Pengaruh Terapi Musik terhadap Agitasi pada Lansia Demensia (A Literature Review: The Effect of Musical Therapy on Agitation in Elderly with Dementia) Prabasari P., Ninda Ayu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.867

Abstract

Pendahuluan: Lansia demensia di Indonesia mendekati satu juta orang. Masalah utama yang muncul pada keluarga dan staff perawatan saat terjadinya agitasi pada lansia demensia. Penanganan perilaku agitasi meliputi penggunaan obat antipsikotik secara umum atau pembatasan fisik, tetapi penanganan tersebut tidak menjamin tidak terjadinya efek samping. Oleh sebab itu terapi musik dapat menjadi alternatifnya. Tujuan dari literature review adalah untuk me-review efektifitas terapi musik dalam mengurangi perilaku agitasi pada lansia demensia. Metode: Literature review dilakukan berdasarkan issue, metodologi, persamaan dan proposal penelitian lanjutan. Kriteria inklusi meliputi penerapan terapi musik pada lansia demensia, dan khususya pada perilaku agitasi. Dari 9 penelitian yang termasuk dalam criteria inklusi semuanya menggunakan metode eksperiman. Populasinya adalah seluruh lansia demensia dan sampel yang digunakan adalah lansia demensia yang mengalami perilaku agitasi. Variabel yang dilakukan pemeriksaan adalah perilaku agitasi, kecemasan dan keluarga. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 8 penelitian yang menyetujui bahwa terapi musik efektif mengurangi perilaku agitasi pada lansia demensia, sedangkan satu penelitian yang berbeda tidak memberikan suatu persetujuan dan menyarankan penelitian lanjutan dengan sampel dan dosis terapi yang lebih adekuat. Beberapa jenis musik tidak spesifik disetujui dan diketahui peneliti. Kesimpulan: Terapi musik efektif menurunkan perilaku agitasi pada lansia demensia.
Faktor Internal dan Eksternal Individu Penderita Kusta dalam Pola Pencarian Pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Sudimoro Kabupaten Pacitan (The Internal and External Individual Factor of Leper in Medication Seeking Pattern at Public Health Center of S ., Priyoto
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.868

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang tersebar diseluruh dunia. Indonesia menempati urutan ke-3 terbanyak penderita kusta, tahun 2013 jumlah penderita kusta sebanyak 23.169 kasus yang tercatat mengalami kenaikan jumlah 2.025 orang atau 10,11% dari jumlah sebelumnya. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pola pencarian pengobatan diwilayah kerja puskesmas Sudimoro Kabupaten Pacitan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah semua penderita kusta yang berobat kepuskesmas Sudimoro bulan 57 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya gambaran antara dukungan keluarga dengan pola pencarian pengobatan penderita kusta, adapaun variabel yang tidak berhubungan adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, kepercayaan, pengetahuan,sikap, peran tetangga dalam pola pencarian pengobatan, akses kelayanan kesehatan. Pembahasan: Dukungan dari keluarga sangat menentukan sembuh atau tidak nya penderita kusta dalam menjalani pengobatan pada proses yang lama, baik pada saat sebelum mencari pengobatan medis maupun saat menjalani pengobatan. Kesimpulan: dari faktor eksternal individu penderita kusta dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan terhadap pola perilaku pencarian pengobatan kusta di Puskesmas Sudimoro Kabupaten Pacitan.
Diabetes Mellitus: Hubungan antara Pengetahuan Sensoris, Kesadaran Diri, Tindakan Perawatan Diri dan Kualitas Hidup (Diabetes Mellitus: Correlation between Sensory Knowledge, Self-awareness, Self-care Practice and Quality of Life) Sari, Ni Putu Wulan Purnama
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.869

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) memiliki banyak manifestasi klinis dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan mengiden-tifikasi dan menganalisis hubungan antara pengetahuan sensoris dan kesadaran diri dengan tindakan perawatan diri dan kualitas hidup pada penderita DM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang menggabungkan model perawatan diri dan Precede Proceed Model sebagai kerangka teoritis. Populasi adalah semua penderita DM di wilayah Kelurahan Keputran, besar sampel 32 yang diambil dengan teknik convenient sampling. Variabel independen: pengetahuan sensoris dan kesadaran diri; variable dependen: tindakan perawatan diri dan kualitas hidup. Instrumen: kuesioner pengetahuan sensoris dan kesadaran diri, Self-Care Inventory-Revised Version dan WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson; α ≤ 0.05; CI 95%. Hasil: 32 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, proporsi yang sama untuk pria dan wanita (50%); usia rata-rata 54,4 tahun. Mayoritas lulusan SMA, sudah menikah dan masih aktif bekerja. Lama sakit DM rentangnya 1-26 tahun. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan sensoris dan kesadaran diri yang cukup, hanya saja tindakan perawatan diri dan kualitas hidupnya belum optimal. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan sensoris dan tindakan perawatan diri (p=0,165); antara pengetahuan sensoris dan kualitas hidup (p=0.097); juga antara kesadaran diri dan tindakan perawatan diri (p=0,714). Ada hubungan yang lemah dan signifikan teridentifikasi antara kesadaran diri dan kualitas hidup (r=0.354; p=0.047). Pembahasan: Keberhasilan pengelolaan DM yang menentukan kualitas hidup penderita tergantung pada motivasi dan kesadaran diri penderita untuk melakukan manajemen perawatan diri yang dirancang untuk mengontrol gejala dan menghindari komplikasi. Tindakan perawatan diri tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan sensoris dan kesadaran diri saja, namun ada banyak faktor lain yang tidak diteliti juga mempengaruhi. Kesimpulan: Kesadaran diri terbukti berhubungan dengan kualitas hidup pada penderita DM. Pada variabel yang tidak berhubungan, potensial ada faktor lain yang pengaruhnya lebih kuat.
Pendekatan Calgary Family Intervention Model (CFIM) sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Keluarga dalam Penanganan Pertama Diare Anak Usia 1-5 Tahun (Calgary Family Intervention Model (CFIM) Approach for Improving Family Behavior on Diarrhea First Aid i Nurbadriyah, Wiwit Dwi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.870

Abstract

Pendahuluan: Diare adalah kondisi pengeluaran tinja cair, kadang bercampur darah dan lendir sehingga cairan tubuh hilang dan dapat menyebabkan dehidrasi bahkan kematian terutama pada bayi dan anak usia dibawah lima tahun. Penanganan pertama selama di rumah yang kurang tepat bisa menyebabkan anak jatuh pada kondisi yang lebih parah. Upaya peningkatan perilaku keluarga yang bisa dilakukan melalui intervensi pendekatan keluarga salah satunya menggunakan CFIM (Calgary Family Intervention Model). Metode: Rancangan penelitian design pra eksperimental dengan sampel 35 ibu dengan anak usia 1-5 tahun yang pernah menderita diare di desa Jatirejoyoso Kepanjen melalui purposive sampling. Data yang diambil yaitu demografi dan CFAM (Calgary Family Asessment Model) dan data khusus tentang perilaku (pengetahuan, sikap, tindakan) keluarga dalam penanganan pertama diare. Analisa data Wilcoxon Sign Rank Test dengan α 0.05. Hasil: uji statistic menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga dengan p value=0.00, sedangkan praktik keluarga tidak mengalami perubahan setelah dilakukan intervensi (p=1). Pembahasan: CFAM pada komponen fungsional merupakan pengkajian fungsi keluarga yang merujuk pada akivitas sehari-hari didapatkan sebagian besar kurang. Hal ini berperan dalam perilaku responden yang tidak mengalami perubahan setelah dilakukan CFIM. Kesimpulan: CFIM dapat meningkatkan perilaku keluarga (pengetahuan dan sikap) dalam penanganan pertama diare anak.
Gadget dan Prestasi Belajar pada Usia 13-15 Tahun di SMP Cahaya di Jl. Bulak Banteng Lor No. 68 Surabaya (Gadget and Learning Achievementat of the Age 13-15 Years in Cahaya High School at Bulak Banteng Lor No.68 Surabaya) Rusmini, Ni Putu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.871

Abstract

Pendahuluan: Tanggung jawab siswa sebagai siswa adalah belajar dengan baik, namun kenyataannya mereka sering melalaikan tanggungjawab karena pemakaian gadget. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara permainan gadget dengan penurunan prestasi belajar pada remaja usia 13-15 tahun di SMP Cahaya Surabaya. Metode: Jenis penelitian korelasi cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa SMP cahaya berjumlah 960 siswa,dan sampel yang diambil 91 siswa,teknik sampling “Stratified sampling”. Terdapat dua variabel yaitu Variabel Independen adalah Gadget dan Variabel dependen adalah prestasi belajar. Pengumpulan data dengan mengunakan lembar kuesioner untuk gadget dan observasi untuk prestasi belajar. Data di analisis dengan Uji Rank Spearman. Hasil: Didapatkan hasil Sig. 0,905 ≥ 0,05 dengan nilai Correlation Coefficient (-0,13) maka disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gadget dengan penurunan prestasi belajar pada usia 13-15 tahun di SMP Cahaya Surabaya. Pembahasan: Tidak adanya hubungan dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya faktor intelektual, mengatur waktu antara belajar dan bermain gadget, mengaplikasikan gadgetnya ke arah yang positif. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pemakaian gadget dengan prestasi belajar.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Menggunakan Reminiscence Affirmative Therapy Berbasis Teori Lazarus (Improving Quality of Life in Elderly using Reminiscence Affirmative Therapy Based on Lazarus Theory) Sari, Melani Kartika
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.872

Abstract

Pendahuluan: Penuaan merupakan proses alami yang terjadi pada setiap manusia. Proses penuaan menyebabkan terjadinya perubahan fisik, mental, sosial dan kesehatan. Proses penuaan tersebut menyebabkan lansia sulit untuk melakukan Activity Daily Life (ADL) secara mandiri dan menjadi tergantung pada orang lain. Banyak lansia yang sulit beradaptasi dengan proses penuaan, merasa sendirian, frustasi, depresi dan kehilangan kepercayaan diri sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup lansia melalui Reminscence Affirmative berbasis teori Lazarus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment pre post test control group design dengan besar sampel 24 orang yang terdiri dari 12 orang kelompok perlakuan dan 12 orang kelompok kontrol melalui simple random sampling. Variabel independen adalah Reminiscence Affirmative dan variabel dependen adalah kualitas hidup. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup menggunakan WHO-QOLBREF. Hasil: Hasil analisis dengan Paired T-test menunjukkan terdapat pengaruh Reminiscence Affirmative dalam meningkatkan kualitas hidup antara sebelum dan sesudah intervensi (p=0,004). Analisis melalui Mann-Whitney test juga menunjukkan terdapat Pengaruh Reminscence Affirmative terhadap peningkatan kualitas hidup antara kelompok perlakuan dan kontrol (p=0,006) dengan taraf signifikansi 0,05. Diskusi dan Kesimpulan: Reminiscence Affirmative adalah aktivitas yang menggali kenangan terapeutik dan penguatan nilai positif diri lansia yang dapat meningkatkan harga diri dan kepuasan hidup sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.
Pengaruh Beban Kerja Mental Perawat terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Surabaya (The Effect of Nurse’s Mental Workload to the Level of Patient’s Satisfaction in Private Hospital around Surabaya) Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i2.873

Abstract

Pendahuluan: Perawat dalam menjalankan tugasnya memiliki tanggungjawab yang besar kepada pasien/keluarganya. Peran ini menuntut profesionalitas tinggi, yang dapat berdampak pada peningkatan beban kerja mental perawat, dan berpengaruh pula pada tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh beban kerja mental perawat terhadap tingkat kepuasan pasien. Metode: Desain penelitian asosiatif, populasi perawat dan pasien/ keluarga di 3 RS Swasta di Surabaya. Besar sampel 89 perawat diambil melalui proportionate stratified random sampling dan 89 pasien/ keluarga melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner beban kerja mental NASA-TLX, dan kuesioner tingkat kepuasan pasien. Uji Statistik menggunakan ordinal regression P < 0.05. Hasil: Terdapat pengaruh yang bermakna antara beban kerja mental perawat terhadap tingkat kepuasan pasien yaitu p = 0.000. Pembahasan: Tingginya beban kerja mental perawat disebabkan oleh tingginya Bed Occupation Rate RS, dengan klasifikasi tingkat ketergantungan pasien terbanyak adalah total care, namun ternyata dalam kondisi tersebut, perawat masih dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas kepada pasien, dengan mayoritas pasien menyatakan puas, dan walaupun masih sedikit yang menyatakan sangat puas. Kesimpulan: Beban kerja mental memberikan pengaruh secara bermakna terhadap tingkat kepuasan pasien di rumah sakit swasta.
Hubungan Pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan Stigma terhadap ODHA pada Siswa Kelas XI SMK VI Surabaya Parut, Ansemus Aristo
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i2.874

Abstract

Pendahuluan: Infeksi HIV pada anak muda bertambah dengan cepat sama halnya pada orang dewasa. Beberapa perilaku beresiko, terutama penggunaan narkoba suntik dimulai pada usia yang sangat muda. Pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia menemukan bahwa perilaku seksual beresiko dimulai pada usia 13-14 tahun (Kemenkes RI & WHO, 2003). Sebuah penelitian yang dilakukan FHI dan Pusat Penelitian HIV/AIDS Universitas Katolik Atmajaya (2010) menemukan bahwa penggunaan obat terlarang termasuk Heroin dimulai pada usia 13-16 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada siswa SMK VI Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analisis dengan design cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah 74 orang siswa SMKN VI Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner mengenai pengetahuan HIV/AIDS dan kuisioner mengenai Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan stigma terhadap ODHA , dengan koefisien korelasi -0,890, dengsn nilai p 0,00 (
Perbedaan Efektifitas Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2012 dan Rendam Kaki Air Hangat dalam Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi Ringan Manungkalit, Maria
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i2.875

Abstract

Pendahuluan: Lansia rentan mengalami hipertensi karena penurunan elastisitas pembuluh darah akibat proses penuaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan efektifitas SKJ 2012 dan rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan hipertensi ringan. Metode: desain penelitian studi komparasi. Populasinya adalah semua lansia dengan hipertensi ringan di Panti Werdha (25 orang) dan di Posyandu Lansia Sejahtera (45 orang). Sampel dipilih dengan purposive sampling, besar sampel 32 orang yang terbagi dalam 2 kelompok. Variabel independen adalah SKJ 2012 dan rendam kaki air hangat sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah. Instrument terdiri dari sphygmomanometer dan lembar observasi. Data penelitian dianalisis menggunakan Levene Test, bila didapatkan beda maka uji dilanjutkan dengan One Sample T Test. Hasil: ada beda penurunan tekanan sistole pada responden yang mendapatkan intervensi SKJ 2012 dengan Rendam Kaki Air Hangat dengan p value 0.01, pada diastole ditemukan tidak ada beda nilai p value 0.208. Hasil uji One Sample t-test menunjukkan bahwa SKJ 2012 (t=6.344) lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah sistole dibandingan dengan rendam kaki air hangat (t=5,839). Diskusi: SKJ 2012 memiliki pola aktivitas yang lebih banyak dibandingkan dengan rendam kaki air hangat. Dilatasi arteriol menurunkan curah jantung sehingga menurunkan denyut jantung dan daya kontraktilitas jantung mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah. Kesimpulan: Ada beda penurunan tekanan darah sistole intervensi SKJ 2012 dengan Rendam Kaki Air Hangat dan tidak ada beda penurunan tekanan diastole pada kedua intervensi. SKJ 2012 lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah sistole dibandingan dengan rendam kaki air hangat.

Page 3 of 18 | Total Record : 178