cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 178 Documents
LITERATURE REVIEW: TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR PADA TITIK PERIKARDIUM 6 DALAM MENGATASI MUAL DAN MUNTAH PADA KEHAMILAN (Literature Review: Complementary Therapy of Acupressure on Point of Pericardium 6 for Overcoming Nausea and Vomiting in Early Pregn Juwita, Linda
JURNAL NERS LENTERA Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v3i1.712

Abstract

Pendahuluan: Berbagai keluhan dapat terjadi pada masa kehamilan, salah satunya adalah mual dan mutah pada awal kehamilan. Mual (nausea) dan muntah (morning sickness) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester pertama. Hampir 50-90% wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan perkembangan janin yang dikandungnya. Intervensi medis untuk mual muntah pada kehamilan tidak ada yang disetujui oleh FDA. Beberapa pegobatan yang dianjurkan adalah salah satunya pengobatan Cina titik akupresur pada titik perikardium 6 (P6). Metode: Pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: database Sage, Sience Direct, Proquest, dan Google Scholar Perpustakaan Universitas Airlangga dari tahun Januari 2004 sampai April 2014. Keyword yang digunakan adalah “Pressure /Akupresur”, “Nausea/Mual”, “Vomiting/ Muntah”, “Pregnancy/Ibu hamil”; sehingga didapatkan 6 artikel untuk di-review. Hasil: Intervensi keperawatan komplementer akupresur pada titik P6 dapat dikategorikan sebagai intervensi yang aman dan cukup efektif dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil yang tidak mendapatkan terapi lain selain akupresur pada titik P6. Pembahasan: Penggunaan metode keperawatan komplementer dengan akupresur pada titik P6 efektif dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil yang belum memerlukan antiemetik. Metode keperawatan komplementer dengan akupresur pada titik P6 penggunaannya harus lebih dipromosikan dan diimplementasikan sebagai rutinitas pada penanganan ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah. Kesimpulan: Stimulus pada titik P6 dapat mengatasi mual dan muntah.
RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA IBU HAMIL DENGAN BAKTERIURIA ASIMPTOMATIK (Antibiotic Resistance in Pregnant Women with Asymptomatic Bacteriuria) Parut, Anselmus Aristo
JURNAL NERS LENTERA Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v3i1.713

Abstract

Pendahuluan: Infeksi saluran kemih merupakan reaksi inflamasi dari urotelium karena masuknya mikroorganisme ke dalam saluran kemih. Bakteriuria asimptomatik dimana terdapat bakteri dalam urine lebih dari 100.000 cfu per ml urine, yang diambil dari urin porsi tengah, tanpa adanya gejala infeksi saluran kemih. Bakteriuria asimptomatik yang tidak diatasi berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti pielonefritis, kelahiran premature, berat badan bayi lahir rendah, abortus, preeklampsia, dan sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi antibiotic pada ibu hamil di RSUD Dr Muhamad Soewandhie Surabaya. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014-September 2014. Subyek penelitian ini adalah ibu hamil tanpa gejala infeksi saluran kemih yang berjumlah 94 orang. Subyek yang berdasarkan hasil kultur memenuhi kriteria infeksi saluran kemih, dilakukan tes sensifitas antibiotic. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi bakteriuria asimptomatik pada ibu hamil di RSUD DR Mohamad Soewandhie Surabaya adalah 27% (25 orang dari 94 ibu hamil). Delapan jenis bakteri ditemukan dari hasil kultur. Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus aureus (36%). Berdasarkan hasil uji sensifitas, jenis antibiotik yang sensitif adalah ceftriaxone, ciprofloxacin, amoxicillin-clavulanic acid. Berdasarkan hasil uji sensivitas, prevalensi resistensi antibiotik pada ibu hamil di RSUD Dr Mohamad Soewandhie cukup tinggi yaitu 27%. Pembahasan: berdasarkan hasil kultur urine, terdapat 72% Gram positif dan 28% bakteri Gram negatif, hal ini mungkin disebabkan karena adanya infeksi sistemik sebelumnya sehingga bakteri menyebar secara hematogen. Jenis antibiotik yang resisten berdasarkan penelitian ini adalah Ampicillin, Erytromycin, Tetracycline Chloramphenicol dan Penicillin. Ada beberapa penyebab terjadinya resistensi antibiotic, seperti selective pressure, mutasi, gen transfer, penggunaan antibiotk yang salah, dan diagnosis yang tidak adekuat. Kesimpulan: Antibiotik yang paling direkomendasikan untuk terapi infeksi saluran kemih pada ibu hamil adalah Ceftriaxone, Ciprofloxacin, Amoxicillin-Clavulanic acid.
Dinamika Psikologis di Dalam Kekurang-Berhasilan Untuk Menyusui Wattimena, Inge; Susanti, Natalia L.; Marsuyanto, Yusep
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.836

Abstract

World Health Organization dan Pemerintah Indonesia menyarankan proses menyusui minimal selama enam bulan. Anjuran ini belum mencapai target yang diharapkan. Untuk mendalami penyebabnya dilakukan penelitian kualitatif pada enam ibu yang kurang berhasil menyusui lebih dari enam bulan. Melalui wawancara semi terstruktur, ungkapan para ibu ditranskripkan serta dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka semula sadar-diri tentang keunggulan Air Susu Ibu (ASI). Kemudian terjadi distraksi oleh faktor-faktor internal (stres fisik/psikis, kurang pengalaman, penurunan semangat/niat, insufisiensi ASI, dan kepentingan pribadi) maupun faktor-faktor eksternal (kurang dukungan, godaan susu formula, dan penolakan bayi). Kuatnya distraksi menyebabkan motivasi ibu melemah dan memilih untuk berhenti menyusui sebelum enam bulan. Keadaan ini membawa dua konsekuensi. Pertama, ibu yang merasa diri, anak, maupun keluarga sejahtera dan tidak terimbas oleh penghentian menyusui, membenarkan pilihan dengan alasan yang rasional. Kedua, ibu yang merasa diri, anak, dan keluarga kurang sejahtera sebagai akibat penghentian menyusui, menyesal, dan kemudian sadar-diri kembali tentang keunggulan ASI.
Pengaruh Positif Modifikasi Senam Jantung Dan Yoga Pada Hipertensi Stage 1 Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.837

Abstract

Manajemen penderita hipertensi (tekanan darah sistolik > 140 mmHg, diastolik > 90 mmHg) masih mengutamakan pengobatan tanpa diimbangi oleh modifikasi gaya hidup. Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan efek senam jantung, yoga (asana & pranayama), serta modifikasi senam jantung dan yoga, untuk menurunkan tekanan darah dan frekuensi nadi istirahat pada penderita hipertensi stage 1. Desain yang digunakan adalah nonequivalent groups pre test-post test. Populasinya adalah semua penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Pakis, di antaranya 42 responden dipilih sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah senam jantung, yoga, serta modifikasi senam jantung dan yoga, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah dan frekuensi nadi istirahat. Alat ukur yang digunakan adalah mercury sphygmomanometer, stetoscope, dan polar heart rate monitor watch. Data dianalisis dengan uji one way anova. Hasil menunjukkan bahwa modifikasi senam jantung dan yoga secara signifikan menurunkan tekanan sistolik (p= 0,002), tekanan diastolik (p=0,028), dan frekuensi nadi istirahat (p=0,001). Latihan fisik berupa senam jantung dan yoga merupakan stimulator bagi tubuh, yang bila dilakukan berulang-ulang dan teratur, dapat meningkatkan respon adaptasi fisiologi tubuh.
Perilaku Menyikat Gigi Dan Insiden Karies Gigi Juwita, Linda
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.838

Abstract

Karies gigi adalah penyakit infeksi. Permulaan terjadinya karies diawali larutnya permukaan email, karena asam hasil metabolisme karbohidrat terolah oleh kuman. Meningkatnya derajat keasaman menyebabkan redeposisi ion-ion mineral dari cairan di sekitar email dan dapat terjadi presipitasi pada daerah yang semula mengalami dekalsifikasi. Selanjutnya bila gula masuk lagi, hal yang sama terjadi lagi dan demikian seterusnya sehingga proses karies terjadi. Karies tidak dirawat menyebabkan sakit serta sepsis, bila tidak terawat baik dapat menyebabkan lebih beratnya penyakit sistemik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku menyikat gigi dengan terjadinya karies gigi. Penelitian menggunakan cross sectional design. Populasi adalah siswa kelas 5 dan 6 SDN 2 Lelateng, dengan 70 diantaranya dipilih sebagai responden berdasarkan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen adalah perilaku menyikat gigi, dan variabel dependen adalah terjadinya karies gigi. Alat ukur berupa kuesioner (skala Likert) dan lembar observasi karies gigi. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara perilaku menyikat gigi dengan terjadinya karies gigi (p=0,759). Hasil penelitian ini tidak mendukung teori dalam kajian pustaka, yang diduga disebabkan oleh keterbatasan penelitian dan perlu dikaji lebuh lanjut
Asma: Hubungan Antara Faktor Risiko, Perilaku Pencegahan, Dan Tingkat Pengendalian Penyakit Sari, Ni Putu Wulan Purnama
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.839

Abstract

Gejala asma umumnya menetap pada penderita, namun dapat dikendalikan. Hal ini merujuk langsung pada tingkat pengendalian penyakit asma, yang dapat dipengaruhi oleh faktor risiko asma dan perilaku pencegahan paparannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara faktor risiko asma dan perilaku pencegahan paparannya terhadap tingkat pengendalian penyakit asma. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi adalah penderita asma di wilayah kerja Puskesmas Selat. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebesar 41 orang. Variabel independen adalah faktor risiko asma dan perilaku pencegahan paparannya, sedangkan variabel dependen adalah tingkat pengendalian penyakit asma. Instrumen penelitian ketiga variabel berupa kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rho (α ≤ 0,05). Hasil menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor risiko dan tingkat pengendalian penyakit asma (p=0,032), namun tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan paparannya dan tingkat pengendalian penyakit asma (p=0,095). Dapat disimpulkan bahwa semakin sering penderita asma terpapar faktor risiko asma, semakin buruk tingkat pengendalian penyakit asmanya, sedangkan tingkat pengendalian penyakit asma tidak dipengaruhi oleh perilaku pencegahan paparan.
Latihan Kultivasi Falun Dafa Dalam Mengontrol Tekanan Darah Orang Lanjut Usia (Lansia) Manungkalit, Maria
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.840

Abstract

Hipertensi pada lansia dapat merupakan dampak dari proses penuaan yang terjadi pada sistem kardiovaskular. Latihan Kultivasi Falun Dafa (KFD) adalah salah satu penatalaksaanaan terapi nonfarmakologi pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untk menganalisis latihan KFD dalam mengontrol tekanan darah lansia dengan hipertensi. Penelitian menggunakan quasy experiment dengan pretest-posttest control group design. Jumlah responden berjumlah 30 orang yang diambil dari populasi lansia dengan hipertensi. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 15 responden sebagai kelompok eksperimen (dengan intervensi KFD) dan 15 responden sebagai kelompok kontrol (tanpa intervensi KFD). Latihan KFD merupakan variabel independen sedangkan tekanan darah adalah variabel dependennya. Data dianalisis dengan paired t test dan independent t-test (p ≤ 0,05). Hasil paired t-test menunjukkan bahwa latihan KFD pada kelompok eksperimen menurunkan secara signifikan tekanan darah sistolik (p=0,0001) maupun tekanan darah diastolik (p=0,0001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan pada tekanan darah sistolik (p=0,190) maupun tekanan darah diastoliknya (p=0,503). Hasil independent t-test menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen post-intervensi dan kelompok kontrol post test ada beda yang signifikan, baik pada tekanan darah sistolik (p=0,001) maupun tekanan diastoliknya (p=0,0001). Dapat disimpulkan bahwa latihan KFD berpengaruh dalam mengontrol tekanan darah lansia dengan hipertensi.
Kekuatan Pendukung Kesejahteraan Perempuan Berkontrasepsi Dengan Efek Samping Wattimena, Inge
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.841

Abstract

Perempuan pengguna kontrasepsi dengan efek samping dapat mengalami problim fisik maupun psikis. Studi ini meneliti peran efikasi-diri dan kebajikan sebagai kekuatan pendukung kesejahteraan perempuan berkontrasepsi dengan stres akibat efek samping. Subjek adalah 122 perempuan yang berkontrasepsi selama minimal enam bulan berturut-turut, dan mengalami efek samping. Dengan Structural Equation Modelling yang memenuhi syarat kesesuaian model ditunjukkan bahwa efikasi-diri berperan positif dalam menyejahterakan; kebajikan tidak berperan secara langsung dalam menyejahterakan; kebajikan tetap merupakan faktor psikologis penting karena kebajikan dengan efikasi-diri merupakan dua kekuatan yang dengan signifikan saling mendukung dengan kuat; stres berperan negatif dalam menyejahterakan; dan efikasi-diri maupun kebajikan, bila dimediasi oleh stres, mempunyai efek total yang lebih kuat dalam menyejahterakan daripada efek langsungnya. Hasil penelitian ini menunjukkan peran penting dari kekuatan psikologis individu dalam mendukung kesejahteraannya.
Motivasi Belajar Mahasiswa Kelas Pagi dan Mahasiswa Kelas Sore (Learning Motivation of Morning and Afternoon Class Students) Sari, Etika Purnama; ., Susanti; Chindy Maria Orizani, Chindy Maria Orizani Chindy Maria Orizani
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.864

Abstract

Pendahuluan: Terdapat beberapa jenis waktu belajar di perguruan tinggi yaitu di pagi hari dan sore hari. Waktu belajar dapat mempengaruhi motivasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbandingan motivasi belajar mahasiswa kelas pagi dan mahasiswa kelas sore. Metode: Disain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel terdiri dari mahasiswa kelas pagi sebanyak 47 mahasiswa dan mahasiswa sore 47 mahasiswa. data diambil dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Mann Whitney U Test dengan signifikansi p ≤ 0,05. Hasil: Hasil statistika menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara motivasi belajar mahasiswa kelas pagi dan mahasiswa kelas sore (p=0,012). Pembahasan: Hal tersebut dapat disebabkan oleh jam belajar mahasiswa, mahasiswa yang belajar di sore hari sudah banyak hal-hal yang telah mereka kerjakan saat di pagi hari sehingga sudah banyak pikiran dalam otak mereka dan merasa lelah sehingga dalam penerimaan informasi pada saat perkuliahan akan lebih sulit. Kesimpulan: Bagi mahasiswa kelas pagi dan kelas sore hendaknya mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat (misalnya: sering menonton televisi, dll) sehingga waktu untuk belajar cukup dan dapat lebih berprestasi di masa depan.
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson terhadap Kadar Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes (The Effect of Benson Relaxation Therapy towards Blood Glucose Level in Elderly with Diabetes) Juwita, Linda; Prabasari, Ninda Ayu; Manungkalit, Maria
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i1.865

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif. Komplikasi dari DM yakni hipoglikemia, diabetes ketoasidosis, sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik. Penderita DM rentan untuk mengalami penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh terapi Benson terhadap kadar gula darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus. Metode: Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre test post test control group design. Populasinya adalah semua lansia penderita DM di Posyandu Lansia Matahari Surabaya. Sampel dalam penelitian berjumlah 38 Orang masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol yaitu 19 orang, dengan kriteria menderita DM, usia 55 tahun, dan kooperatif. Hasil: Hasil penelitian kelompok kontrol yaitu p = 0.005 sedangkan kelompok perlakuan p = 0.001. Pembahasan: Stress yang menyebabkan hormon kortisol meningkat membuat glukosa lebih sulit untuk memasuki sel dan meningkatkan gula darah. Dalam relaksasi Benson, proses pernafasan yang tepat dilakukan, ini merupakan penawar stress. Kesimpulan: Relaksasi Benson dapat menurunkan kadar gula darah pada lansia dengan DM.

Page 2 of 18 | Total Record : 178