cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017" : 15 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMPN 16 BANDA ACEH Zulfahmi, .; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5381

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatkan hasil belajar IPS terpadu, (2) Aktivitas guru dan peserta didik, (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan (4) Respon peserta didik terhadap. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII-4 SMPN 16 Banda Aceh yang terdiri atas 27 peserta didik. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes dan angket. Pengumpulan data menggunakan lembar pre-test dan post-test, lembar pengamatan aktivitas, keterampilan dan angket respon peserta didik. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Ketuntasan individual siklus pertama 70%, siklus kedua meningkat menjadi 81%, dan pada siklus ketiga menjadi 93%. Ketuntasan klasikal mengalami peningkatan, siklus pertama 50%, pada siklus kedua meningkat menjadi 70% dan pada siklus ketiga menjadi 90%, (2) Aktivitas guru dan peserta didik mengalami peningkatan, pada siklus pertama 3 aktivitas yang tuntas, pada siklus kedua 6 aktivitas yang tuntas dan pada siklus ketiga 8 aktivitas yang tuntas dari 8 aktivitas keseluruhan, (3) Keterampilan guru mengalami peningkatan, siklus pertama mendapat skor 2,49 kategori sedang, siklus kedua 2,69 kategori baik dan pada siklus ketiga mencapai skor 3,29 kategori baik, (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran cenderung positif, 93 persen mengatakan model pembelajaran masih baru, 89 persen mengatakan model pembelajaran menarik, 85 persen mengatakan memahami materi, 85 persen mengatakan materi pembelajaran menarik, 93 persen mengatakan berminat mengikuti pembelajaran selanjutnya dan 89 persen mengatakan model TGT dengan media TTS dapat memperjelas pemahaman materi. Jadi, penerapan model kooperatif tipe TGT dengan media TTS dapat meningkatkan hasil belajar IPS terpadu kelas VIII-4 SMPN 16 Banda Aceh
HUBUNGAN EFIKASI DIRI BIDANG AKADEMIK DAN PERILAKU BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IS DI MAN 3 BANDA ACEH Suriyani, Susi; Abdi, Abdul Wahab; Hasmunir, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5380

Abstract

Self efficacy is very important in the daily life of students because it can build a sense of confidence, student motivation, and as a reflection of each individual about the ability to learn in every field of learning. Students with good or bad self efficacy can also influence students' behavior in the learning process. The problem formulation in this research is whether there is a significant correlation between self efficacy of academic field and learning behavior with learning result of class XI IS geography in MAN 3 Banda Aceh. In particular this study aims to determine the relationship between self-efficacy academic field and learning behavior with learning outcomes geography class XI IS in MAN 3 Banda Aceh. This research approach is a quantitative approach. The population of this study were students of MAN 3 Banda Aceh, while the sample in the study were students of class XI IS MAN 3 Banda Aceh. Based on data analysis, the findings of this study can be put forward as follows: the relationship between self-efficacy in the academic field (X1) and learning behavior (X2) with the learning outcomes of geography (Y) class XI IS in MAN 3 Banda Aceh is 0.136 very low. The correlation between self efficacy of academic field (X1), learning behavior (X2), and geography learning result (Y) has no significant relation with value of Fcount and Ftable ie 0,366 3,24. The conclusion of this research is that there is no significant correlation between self efficacy of academic field and learning behavior with learning result of class XI IS geography in MAN 3 Banda Aceh
PENERAPAN MODELPEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM Suherlin, .; Bardi, Syamsul; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5379

Abstract

Model mind mapping merupakan suatu model pembelajaran yang mempelajari konsep atau teknik mengingat sesuatu dengan bantuan mind map (teknik pembelajaran menggunakan peta konsep, pencatatan materi belajar dituangkan dalam bentuk diagram yang memuat simbol, kode, gambar dan warna yang saling berhubungan) sehingga kedua bagian otak manusia dapat digunakan secara maksimal. Media gambar merupakan suatu alat atau yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Tingkat hasil belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Kecakapan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post- test; (2) Lembar pengamatan kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan Kecakapan guru; dan (4) lembar tanggapan siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian ini menunjukkan (1) Skor ketuntasan secara individual naik dari 12 siswa yang tuntas pada siklus I, 13 siswa tuntas pada siklus II, dan 20 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) kegiatan guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Kecakapan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,46 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat dikatakan baik, 86 persen dari 21 siswa berpendapat dengan belajar melalui model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari
PENGGUNAAN MULTIMEDIA SMARTPHONE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA LABORATORIUM UNSYIAH BANDA ACEH Hardianti, Suci; Abdi, Abdul Wahab; Harun, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5377

Abstract

Smartphone adalah sebuah perangkat elektronik yang memiliki multi fungsi dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sebagai multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar geografi siswa; (2) bagaimanakah aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru dalam menggunakan multimedia smartphone pada saat pembelajaran dan (4) respon siswa terhadap penggunaan multimedia smartphone. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah yang berjumlah 22orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) soal pre-test dan post-test; (2) lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran dan (4) angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitan menunjukan bahwa (1) persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 73% pada siklus II, dan 86% pada siklusIII, sedangkan persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III; (2) jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa dari 8 aktivitas, diperoleh 5 aktivitas sesuai disiklus I dan siklus II, serta 6 aktivitas sesuai pada siklus III dari 8 aktivitas yang ada; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran memperoleh skor 3,09 dengan kategori baik untuk siklus I, menjadi 3,77 dengan kategori sangat baik untuk siklus II dan 3,83 dengan kategori sangat baik pada siklus III dan (4) respon siswa terhadap penggunaan media smartphone 85% baik
PENERAPAN PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM MULTIMEDIA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXILAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH MJ, Rizqi Amalia; Kamaruddin, Thamrin; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5375

Abstract

Penerapan Maxilab dalam pembelajaran merupakan sistem kontrol audio laboraturium bahasa yang bekerja di jaringan LAN komputer. Menggunakan audio streaming menghasilkan komunikasi suara yang jernih yang disertai sistem kontrol PC sehingga dapat juga digunakan sebagai alat pengajaran dalam sebuah laboraturium komputer biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dan 93% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,5 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 90,33% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2015/2016 Ritonga, Rini Hardiyanti; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Diah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5374

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan hasil belajar siswa yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Take And Give dan model Pembelajran make a matc di MTsN Model Banda Aceh. Permasalahan yang terdapat di MTsN Model Banda Aceh adalah siswa memiliki nilai ulangan yang rendah dan di bawah nilai KKM, siswa tidak memperhatikan guru ketika kegiatan pembelajaran berlangsung, banyak siswa yang malu bertanya kepada guru dan lebih memilih diam atau bertanya kepada temannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar IPS yang menggunakan model pembelajaran take and give lebih baik daripada make a match siswa MTsN model Banda Aceh. Siswa MTsN model Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 308 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-4 dan VII-5 yang berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan pre test dan post-test kepada siswa. Hipotesis diuji dengan menggunakan rumus statistik Uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,91. Nilai tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikan () = 5% dengan derajat kebebasan (dk) = + 2 maka diperoleh nilai ttabel = 1,67. Berdasarkan hasil ini ternyata nilai thitung ttabel 2,91 1,67. menggunakan model pembelajaran take and give lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran make a match
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 UNGGUL DARUL IMARAH Haryani, Putri; Kamaruddin, Thamrin; Harun, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5373

Abstract

Model pembelajaran merupakan deskripsi atau perilaku yang dilakukan oleh seorang guru ketika dalam kegiatan pembelajaran untuk mempresentasikan suatu yang akan diberikan dalam bentuk pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan bertujuan agar terjadi peningkatan terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang biasanya digunakan dalam pembelajaran di antaranya model pembelajaran rotating trio exchange dan model two stay two two stray yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran rotating trio exchange lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran two stay two stray pada mata pelajaran Geografi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran rotating trio exchange lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran two stay two stray mata pelajaran Geografi siswa SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah. Populasi pada penelitian yang dilaksanakan ini siswa kelas perminatan X-IPS berjumlah 73 siswa, sampel yang diambil hanya dua kelas yaitu kelas X-IPS-2 dengan jumlah 23 siswa serta kelas X-IPS-3 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan pemberian test kepada siswa, yakni tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Teknik yang digunakan untuk pengolahan data menggunakan teknik uji-t. hasil pengolahan diperoleh thitung=5,87 dan ttabel=1,68 pada taraf signifikansi = 0,05 dan dk = 45, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima.Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa lebih baik meggunakan model pembelajaran rotating trio exchange dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model two stay two stray pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah terutama pada materi pembentukan tanah dan pemanfaatannya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK-STRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS-TERPADU SISWA KELAS VIII-4 SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Mirza, Muhammad; Kamaruddin, Thamrin; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5286

Abstract

Penerapan model pembelajaran picture and picture lebih inovatif karena dalam pelaksanaannya ditambahkan penggunaan media pembelajaran komik-strip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pree-test post_test; (2) Kesesuaian aktivitas guru siswa; (3) Lembar pengamatan ketrampilan guru; dan (4) angket respon sisw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Presentase ketuntasan secara individual meningkat dari 13 siswa menjadi 22 siswa yang tuntas belajar, presentase ketuntasan clasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%. (2) Jumlah Keseuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas yang sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II, lalu pada siklus III meningkat menjadi 10 aktivitas yang sesuai dari 10 aktivitas yang direncanakan. (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,57 dengan kategori sedang menjadi 3,29 dengan kategori baik, dan terakhir meningkat kembali menjadi 3,77 dengan kategori sangat baik dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip dapat dikatakan baik. 85 persen dari 24 siswa atau pada umunya berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS MAN 3 BANDA ACEH Saputra, Mardani Saputra1; Hasmunir, .; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5283

Abstract

Metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dilakukan untuk menunjang proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media kartu soal pada model pembelajaran (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal, untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Hal ini dilakukan untuk: (1) meningkatkan prestasi peserta didik; (2) Mengetahui kegiatan guru dan peserta didik; (3) Mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas X IS MAN 3 Banda Aceh, sebanyak 32 peserta didik. Pengambilan data diambil dengan instrumen pembelajaran. Hasilnya menunjukkan (1) pada siklus pertama ketuntasan secara individual yaitu 62%, di siklus kedua 78%, dan di siklus ketiga 93%. Persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% di siklus pertama, 80% di siklus kedua, dan 90% di siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus ke I dengar berkategori sedang, skor 3,1 pada siklus II berkategori baik, serta 3,4 pada siklus III berkategori baik; (4) persentase respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal dapat dikatakan baik yaitu 95 persen
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA LECTORA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Khairunnas, .; Abdi, Abdul Wahab; Harun, M. Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5277

Abstract

Metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar seorang pengajar atau orang lain bahkan murid dengan cara memperlihatkan suatu proses melakukan atau jalannya sesuatu. Lectora adalah alat pembelajaran elektronik juga dikenal sebagai perangkat lunak authoring, digunakan untuk membuat kursus pelatihan online maupun offline, penilaian dan presentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan (4) Respon siswa pada metode demonstrasi berbantuan media lectora. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan memakai instrumen pembelajaran. Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah fungsi dan peran sumber daya alam. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 23 siswa yang tuntas pada siklus I, 27 siswa tuntas pada siklus II dan 29 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% pada siklus I, 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat dari siklus I sampai dengan siklus III, pada siklus I dari 9 aktivitas 4 aktivitas yang belum tuntas, 2 aktivitas pada siklus II, dan pada siklus ke III semua aktivitas telah tuntas; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,62 pada siklus I dengan kategori baik, skor 3,13 pada siklus II dengan kategori baik dan 3,53 pada siklus III dengan kategori sangat baik; (4) Respon siswa, terhadap metode demonstrasi berbantuan media lectora dikatagorikan baik dengan persentase 87%.

Page 1 of 2 | Total Record : 15