cover
Contact Name
Haryo Kunto
Contact Email
haryowibisono@unesa.ac.id
Phone
+6281211037758
Journal Mail Official
innovant@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan
ISSN : -     EISSN : 30261805     DOI : -
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan (Inovant) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan tiga kali dalam setahun dengan akses terbuka. Inovant diterbitkan sejak tahun 2023 oleh Prodi Sarjana Terapan Administrasi Negara, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya. Jurnal ini mencakup pembahasan terkait Kebijakan Publik, Manajemen Pelayanan Publik, Pemerintahan, Manajemen Kepegawaian, dan Inovasi terapan di sektor publik.
Articles 220 Documents
PARTISIPASI PEGAWAI DALAM PROSES PENGISIAN DATA PADA APLIKASI ABK2023 (STUDI PADA JABATAN PENGADMINISTRASI KEPEGAWAIAN DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA SURABAYA) Asmara, Donna; Gamaputra , Gading
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis beban kerja merupakan proses manajemen yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan pegawai. Monitoring dan Evaluasi Analisis Beban Kerja (Monev ABK) merupakan salah satu bagian dari tahapan ABK pada Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Surabaya. Terdapat permasalahan Monev ABK pada data yang tidak dapat divalidkan atau dinilai karena data pendukung tidak lengkap, tidak sesuai dengan nilai capaian, atau hanya berupa foto tanpa keterangan waktu, tempat, dan nama kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menguraikan secara rinci terkait partisipasi pegawai dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Analisis Beban Kerja (Monev ABK) melalui aplikasi ABK2023. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini pada partisipasi kerja pegawai berdasarkan teori partisipasi oleh Mathis (2008) antara lain partisipasi kerja, tanggung jawab, disiplin kerja, komitmen kerja, berbagi pengetahuan, dan semangat kerja. Analisis data dilakukan secara deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, pagawai diketahui cukup baik pada pemenuhan tanggung jawab dan komitmen kerja pegawai namun, kurang pada disiplin kerja. Tugas pertugas jabatan merupakan metode perhitungan Bagian Organisasi dengan penggunaan jam kerja efektif sebesar 103.000 menit/tahun yang merupakan perhitungan ABK berlebih. Terjadi perbedaan jumlah kebutuhan pegawai antara hasil dari perhitungan ABK ideal yang berjumlah 3 pegawai dengan ABK berlebih 2 pegawai pada jabatan pengadministrasi kepegawaian. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan disiplin kerja dan penataan pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengetahui partisipasi pegawai dalam pelaksanaan Monev ABK dan dapat berjalan optimal. Saran yang diajukan pelatihan atau sosialisasi mendalam akan pentingnya validitas data monev serta disegerakan rekrutmen atau pemerataan pegawai.
EFEKTIVITAS APLIKASI OLIGOS (ONLINE INTEGRATED GOVERNMENT SYSTEM) DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PERJALANAN DINAS Firda Fauhana; Gamaputra, Gading
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OLIGOS (Online Integrated Government System) merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Subbagian Keuangan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur untuk memudahkan proses pertanggungjawaban perjalanan dinas secara daring. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas penggunaan OLIGOS dengan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis berdasarkan tujuh indikator e-service quality dari Zeithaml et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OLIGOS cukup efektif dalam mempercepat proses dan menyediakan akses informasi, meskipun integrasinya dengan Si-Surat masih terbatas. Fitur SPT, SPPD, dan Kwitansi membantu memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi verifikasi akhir tetap memerlukan dokumen fisik. Sistem telah aman melalui server khusus, meski belum dilengkapi SOP hak akses. Respon aplikasi cepat dan jelas, namun belum diatur dengan standar prosedur. Kompensasi dilakukan secara informal, kontak komunikasi cukup lancar lewat WhatsApp, dan aplikasi tersedia 24 jam, meski terkadang mengalami downtime pada periode sibuk.
Implementasi Program Inovasi Layar Ramah Di Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto Kurnia Sandy, Iqbal; Lestari, Yuni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi publik di Kecamatan Kemlagi melalui program inovasi Layar Ramah (Layanan Antar Surat ke Rumah) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur program, keterbatasan jumlah pegawai dalam pendistribusian surat, serta minimnya sosialisasi dari pihak kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program inovasi Layar Ramah di Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori implementasi kebijakan publik George C. Edward III yang meliputi empat indikator: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Layar Ramah telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi beberapa hambatan. Pada aspek komunikasi, koordinasi antarpegawai sudah efektif, tetapi sosialisasi kepada masyarakat belum merata. Pada aspek sumber daya, keterbatasan jumlah pegawai menyebabkan keterlambatan dalam pengantaran surat. Aspek disposisi menunjukkan komitmen dan tanggung jawab pegawai yang baik terhadap kebijakan. Sedangkan pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), namun koordinasi antarbagian masih perlu ditingkatkan. Disarankan agar Kecamatan Kemlagi meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, menambah sumber daya manusia di bidang pelayanan, serta memperkuat pengawasan agar implementasi program Layar Ramah dapat berjalan optimal dan memberikan kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Pelayanan publik, Layar Ramah, Kecamatan Kemlagi
TATA RUANG KANTOR DI DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Studi pada Bidang Kesehatan Hewan) Lintang Salsa Bilqis; Utami, Dian Arlupi
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata ruang kantor adalah sistematika penataan dalam ruang kantor, termasuk asas, bentuk dalam ruang kantor, serta faktor lingkungan fisik. Tata ruang kantor menjadi bagian penting dari terlaksananya kegiatan adiminstrasi dalam organisasi. Namun, adanya kendala dalam penerapan tata ruang kantor yang ideal berupa penerapan asas jarak terpendek yang begitu dekat antar pegawai dan penataan perabot berupa lemari dalam ruangan kantor yang kurang sesuai sehingga membuat pegawai kurang nyaman, serta penempatan kulkas yang kurang ideal dalam ruang rapat di Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Studi pada Bidang Kesehatan Hewan). Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis tata ruang kantor yang meliputi bentuk, asas, dan faktor lingkungan fisik di Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Studi pada Bidang Kesehatan Hewan). Dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk ruangan kantor Bidang Kesehatan Hewan berbentuk gabungan, secara terbuka untuk Kepala Seksi serta pegawai dan tertutup untuk pimpinan. 2) Tiga asas belum optimal, yaitu asas jarak terpendek karena jarak meja yang tidak ideal sehingga minimnya privasi; asas penggunaan segenap ruangan karena masih terdapat ruang kosong, dua lemari besar yang kurang termanfaatkan, serta belum tersedianya meja untuk pegawai baru; dan asas perubahan susunan tempat kerja karena keterbatasan instalasi listrik dan furnitur besar. Asas rangkaian kerja, integrasi kegiatan, serta keamanan dan kepuasan pegawai dinilai berjalan cukup baik. 3) Pada faktor lingkungan fisik, pencahayaan belum ideal, warna ruangan memberikan rasa nyaman, sirkulasi udara cukup baik meski PK AC Kepala Bidang kurang sesuai, serta tingkat kebisingan cukup tinggi karena belum adanya peredam suara. Rekomendasi meliputi pemindahan lemari besar, pengaturan ulang jarak meja, pemanfaatan ruang kosong, pemasangan peredam suara, dan penambahan lampu sesuai standar. Kata Kunci: tata ruang kantor, ruang kantor, administrasi perkantoran, bidang kesehatan hewan
Analisis Kualitas Layanan Program Sedudo (Sistem Elektronik Terpadu Desa Online) Dari Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk Romzi Abimanyu Qothrunnada; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas layanan publik melalui implementasi E-Government merupakan fokus utama, sebagaimana diamanatkan oleh Keputusan Presiden No. 01 Tahun 2014. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nganjuk mengimplementasikan program SEDUDO (Sistem Elektronik Terpadu Desa Online) sebagai upaya transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kualitas layanan elektronik SEDUDO berdasarkan pengalaman dan persepsi pengguna serta petugas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (petugas teknis dan manajerial) serta informan pendukung (masyarakat pengguna), dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan kerangka dimensi e-SERVQUAL (Efisiensi, Reliabilitas, Ketanggapan, Jaminan, dan Empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Reliabilitas (keandalan sistem dan akurasi data) telah terwujud secara optimal. Namun, dimensi Ketanggapan dan Empati ditemukan sebagai tantangan utama, di mana pengguna sering mengeluhkan lambatnya respons petugas helpdesk daring dan kurangnya komunikasi personal dalam penanganan kendala. Disimpulkan, Program SEDUDO berhasil menciptakan layanan yang reliable, tetapi perlu penguatan pada aspek humanware (SDM) untuk mencapai kualitas layanan yang optimal dalam konteks pelayanan publik digital.
PENERAPAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM METODE PEMBAYARAN PARKIR NON-TUNAI DI JALAN JIMERTO KOTA SURABAYA Aristo Rifqi Andrean; Gamaputra, Gading
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem parkir tanpa uang tunai di wilayah Kota Surabaya diterapkan sebagai upaya untuk mengoptimalkan retribusi parkir demi meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus menekan praktik pemungutan biaya parkir ilegal. Salah satu kawasan yang menerapkan kebijakan ini adalah Jalan Jimerto, yang menggunakan metode pembayaran non-tunai melalui Qris. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pelaksanaan tersebut berjalan dengan efektif pada sistem pembayaran parkir non-tunai sebagai kebijakan pemerintah di kawasan tersebut. Beberapa tantangan dalam pelaksanaannya termasuk ketidakterbiasaan sebagian masyarakat, terutama kalangan lanjut usia, terhadap metode pembayaran non-tunai dan adanya penolakan dari beberapa juru parkir saat kebijakan pertama kali diterapkan. Jenis penelitian yang diterapkan menggunakan metode kualitatif yang berpijak pada pendekatan deskriptif. Fokus utama pada kajian adalah menganalisis kebijakan mengenai penggunaan sistem pembayaran non-tunai dalam proses transaksi parkir di Jalan Jimerto, Surabaya, dan mengkorelasikannya dengan indikator efektivitas menurut Duncan dalam Steers. Hasil penelitian ini adalah 1) Pencapaian Tujuan, menunjukkan bahwa tujuan kebijakan pembayaran parkir non-tunai berjalan sesuai aturan. Meskipun perolehan PAD belum optimal. Kendala seperti ketidaktahuan sebagian pengendara lanjut usia tidak mengganggu pelaksanaan, karena tersedia opsi tunai. Mayoritas pengguna kalangan anak muda telah terbiasa dengan kebijakan tersebut. 2) Integrasi, menunjukkan bahwa antara Dinas Perhubungan dan juru parkir berjalan dengan lancar, ditandai dengan kehadiran juru parkir resmi, fasilitas pendukung, dan sanksi bagi pelanggaran. Penolakan awal kebijakan karena sebagai juru parkir khawatir berkurangnya tips namun tidak berlangsung lama. Kebijakan ini dinilai lebih transparam, akuntabel, serta sejalan dengan prinsip pelayanan publik. 3) Adaptasi, Kebijakan parkir non-tunai di Jalan Jimerto berjalan dengan baik didukung kolaborsi dan edukasi dari Dinas Perhubungan. Meskipun sempat ada penolakan, kini diterima luas. Pembayaran tunai tetap disediakan untuk pengguna lansia agar layanan tetap inklusif. Rekomendasi penelitian ini yakni diharapkan adanya pelatihan atau sosialisasi melalui berbagai saluran seperti media sosial, baliho, atau penyuluhan langsung di lokasi parkir, pemberian insentif kepada juru parkir resmi berdasarkan kinerjanya, memberikan fasilitas akun QRIS khusus ke juru parkir untuk membantu yang tidak paham kemudian orang tersebut menggantikan dengan uang tunai ke juru parkir.
Studi Kepemimpinan Partisipatif Kepala Desa dalam Pengelolaan Program Bank Sampah Desa Jatidukuh, Kabupaten Mojokerto Nur Arisah; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan kepala desa dalam mewujudkan tata kelola lingkungan melalui program bank sampah. Namun, partisipasi masyarakat di Desa Jatidukuh, khususnya Dusun Seketi, mengalami penurunan setelah pergantian kepemimpinan, sehingga diperlukan kajian mengenai pola kepemimpinan kepala desa dalam menggerakkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan kepemimpinan kepala desa berdasarkan empat indikator teori Path-Goal oleh Koontz, yaitu kepemimpinan pengarah, pendukung, partisipatif, dan berorientasi prestasi dalam pengelolaan bank sampah di Desa Jatidukuh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari sembilan narasumber, yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Kepala Dusun Seketi, Pendamping Lokal Desa Kecamatan Gondang, Ketua Pengelola Bank Sampah, dan tiga warga nasabah bank sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala desa telah membangun pola kerja partisipatif melalui koordinasi dengan perangkat desa, PKK, dan pengelola, namun belum berjalan optimal karena minimnya kehadiran langsung dan sosialisasi yang kurang maksimal. Kepala desa lebih menekankan perubahan perilaku masyarakat sebagai ukuran keberhasilan, meskipun masih ditemukan warga yang membuang sampah ke sungai. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala desa telah menciptakan dasar partisipasi dan tanggung jawab sosial, namun perlu diperkuat dengan keterlibatan langsung dan kebijakan kelembagaan yang lebih jelas.
GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PEMIMPIN PEREMPUAN DI KELURAHAN “KSETRA” KOTA SURABAYA Fanni Rachmah Amaretta
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PEMIMPIN PEREMPUAN DI KELURAHAN “KSETRA” KOTA SURABAYA Nama : Fanni Rachmah Amaretta NIM : 21091377084 Program Studi : Administrasi Negara Fakultas : Vokasi Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Yuni Lestari, S.AP., M.AP. Kepemimpinan transformasional pemimpin perempuan pada tingkat kelurahan merupakan fenomena penting dalam penguatan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat dalam konteks budaya patriarkal. Di Kelurahan “Ksetra” Kota Surabaya, kepemimpinan lurah perempuan mendorong perubahan pada kedisiplinan aparatur, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan, serta pencapaian prestasi kelurahan. Namun, sebagian masyarakat belum merasakan secara merata dampak kepemimpinan tersebut sehingga partisipasi publik masih terbatas pada wilayah tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan gaya kepemimpinan transformasional pemimpin perempuan di Kelurahan “Ksetra” serta implikasinya terhadap motivasi kerja staf dan keterlibatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori kepemimpinan transformasional menurut Northouse terdapat empat faktor yang meliputi pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lurah dipandang sebagai pemimpin teladan yang tegas, komunikatif, dan mendukung pengembangan kinerja staf, namun interaksi langsung dengan masyarakat belum merata. Penelitian merekomendasikan penguatan ruang dialog dan kunjungan lapangan agar dampak kepemimpinan transformasional lebih dirasakan masyarakat luas Kata Kunci: kepemimpinan transformasional, kepemimpinan perempuan, kelurahan
ANALYSIS OF THE SERVICE QUALITY OF SIMAS BAIK (ELECTRONIC-BASED MAIL MANAGEMENT SYSTEM) IN THE GOVERNMENT AND REGIONAL AUTONOMY BUREAU OF THE REGIONAL SECRETARIAT OF EAST JAVA PROVINCE Aniendyta Putri, Salsabilla Salwa
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The SIMAS BAIK application is one example of the implementation of e-Gov used by the Regional Secretariat of East Java Province. The purpose of this study is to describe the quality of SIMAS BAIK services at the Bureau of Government and Regional Autonomy of the Regional Secretariat of East Java Province. This study uses the theory of Ribbink et al, which has 5 dimensions, namely ease of use, supporting facilities (e-scape/web design), customization, responsiveness, and assurance. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include interviews, observations and documentation. The results of the study indicate that the quality of SIMAS BAIK services at the Regional Secretariat of East Java Province is quite good. This can be seen from the ease of use dimension of increasing the number of SIMAS BAIK operators, the supporting facilities dimension (e-scape/web design) participating in socialization activities, the customization dimension of employee readiness to follow the digitalization era, responsiveness reporting complaints in accordance with the SOP, the assurance dimension of admins and operators are required to maintain data security. Suggestions given by researchers are: 1) Ease of Use adding several employees who will act as SIMAS BAIK operators or admins, 2) Supporting Facilities (E-Scape/Web Design) admins or operators who experience complaints immediately report in accordance with the SOP, 3) Customization admins and operators are required to participate in socialization activities in order to know and understand how to use the SIMAS BAIK application if there are additional features, 4) Responsiveness service officers apply a friendly attitude to service users, 5) Assurance operators or admins diligently back up letters to anticipate system errors or viruses.
Analisis Kualitas Pelayanan Publik Dalam Meminimalisir Keluhan Pasien di Puskesmas Kebonsari khakiki, sintia
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang kualitas pelayanan publik dalam meminimalisir keluhan pasien di Puskesmas Kebonsari. Penulis memilih Puskesmas Kebonsari karena memiliki jumlah fasilitas kesehatan yang banyak, tetapi jumlah pengunjungnya sangat sedikit dibandingkan puskesmas lain. Selain itu didukung juga adanya banyak keluhan dari pasien yang berobat ke Puskesmas Kebonsari tersebut. Permasalahan yang diambil adalah Bagaimana Kualitas Pelayanan Publik dalam meminimalisir keluhan pasien di puskemas kebonsari dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam melaksanakan Pelayanan Publik di Puskesmas Kebonsari. Tujuan penelitian ini yaitu, pertama ntuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan publik di Puskesmas Kebonsari. Kedua, untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam melaksanakan pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini fokus pada teori “RATER” dengan 2 batasan masalah yaitu (1) pelayanan tidak tepat waktu dan (2) sikap pegawai saat memberikan pelayanan kepada pasien. yang masih kurang di puskesmas kebonsari. Sumber data penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder dengan instrumen penelitian berupa peneliti, alat dokumentasi, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan teknik purpossive sampling, hasilnya kemudian dikumpulkan, direduksi, disajikan, lalu ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kualitas pelayanan publik di Puskesmas Kebonsari Surabaya belum sepenuhnya optimal disebabkan karena aspek teknis dan non teknis. Penulis menyarankan bahwa Puskesman Kebonsari perlu adanya perbaikan sistem dan prosedur pelayanan, penguatan komunikasi dan empati petugas, serta peningkatan pengawasan dan evaluasi internal.