cover
Contact Name
Haryo Kunto
Contact Email
haryowibisono@unesa.ac.id
Phone
+6281211037758
Journal Mail Official
innovant@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan
ISSN : -     EISSN : 30261805     DOI : -
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan (Inovant) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan tiga kali dalam setahun dengan akses terbuka. Inovant diterbitkan sejak tahun 2023 oleh Prodi Sarjana Terapan Administrasi Negara, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya. Jurnal ini mencakup pembahasan terkait Kebijakan Publik, Manajemen Pelayanan Publik, Pemerintahan, Manajemen Kepegawaian, dan Inovasi terapan di sektor publik.
Articles 185 Documents
PENERAPAN APLIKASI SISMIOP DALAM PEMELIHARAAN BASIS DATA WAJIB PAJAK PBB-P2 DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG Meisya, Meisya Anggy Tania; Gamaputra, Gading
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi SISMIOP merupakan aplikasi yang membantu dalam proses administrasi perpajakan khususnya PBB P2 dan salah satu upaya Direktorat Jenderal Pajak yang bertujuan untuk memudahkan pegawai dalam memelihara basis data wajib pajak PBB P2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aplikasi SISMIOP dalam memelihara basis data wajib pajak PBB P2 pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung ditinjau dari kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah teori keberhasilan sistem informasi berdasarkan teori model DeLone dan McLean (2003) yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, penggunaan, kepuasan pengguna dan manfaat bersih. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya SOP dalam penggunaan aplikasi SISMIOP pada UPT Pelayanan PBB P2 dan BPHTB yang merupakan bagian dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya penerapan aplikasi kepada pegawai baru dalam melakukan input dan pemeliharaan database wajib pajak. Selain itu keakuratan dan pembaharuan data wajib pajak pada aplikasi SISMIOP masih dipertanyakan yang berdampak pada produk output berupa SPPT yang nantinya akan digunakan sebagai surat pernyataan besarnya beban pajak yang harus dibayarkan wajib pajak. Oleh karena itu saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah agar membuat SOP tertulis terkait penerapan dan penggunaan aplikasi SISMIOP agar memudahkan pegawai baru dalam menerapkan dan menggunakan aplikasi SISMIOP serta melakukan monitoring dan pengecekan secara berkala terkait data informasi wajib pajak PBB P2 yang masuk ke UPT Pelayanan PBB P2 Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung untuk memastikan data yang diinput ke dalam aplikasi SISMIOP sudah akurat dan sesuai dengan sertifikat tanah dan kondisi lapangan. Selain itu pemeliharaan aplikasi SISMIOP sangat diperlukan untuk mendukung keberlangsungan penerapan aplikasi SISMIOP di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulungagung agar lebih baik dari sebelumnya.
Implementasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Collaborative Governance di Desa Kediren, Kabupaten Lamongan Badi'ah, Atha; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis collaborative governance antara pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Karang Taruna, PKK, serta WEHASTA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Fokus penelitian meliputi delapan aspek dalam collaborative governance menurut DeSeve dalam Sudarmo (2015). Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut, Struktur Jaringan memiliki tantangan yaitu adanya ketidakseimbangan kapasitas, terutama pada organisasi pemuda (Karang Taruna). Komitmen Bersama Terhadap Tujuan ditemukan fenomena menurunnya komitmen, partisipasi aktif mulai berkurang. Kepercayaan di antara Partisipan terdapat kebutuhan memperjelas peran, memastikan transparansi dalam pengambilan keputusan. Tata Kelola memiliki kendala yaitu keterbatasan forum partisipasi masyarakat. Akses Kewenangan dalam program pengelolaan sampah masih belum adanya SOP. Distribusi Tanggung Jawab kurang jelas. Berbagi Informasi masih perlu ditingkatkan agar seluruh pihak dapat memperoleh informasi yang akurat. Akses kepada Sumber Daya masih terbatas dalam hal pendanaan dan tenaga terampil yang memadai. Struktur Jaringan dapat ditingkatkan dengan melibatkan pemuda melalui kegiatan menarik seperti lomba video edukatif. Komitmen Bersama terhadap Tujuan dalam program pengelolaan sampah dapat disusun kesepakatan formal seperti MoU, dan memberikan penghargaan. Kepercayaan di antara Partisipan dapat membentuk forum transparasi kolaborasi, menyusun serta menyosialisasikan peran dan tanggung jawab tiap aktor. Tata Kelola dapat membentuk Forum Warga Peduli Sampah. Akses Kewenangan dapat menyusun SOP terpadu pengelolaan sampah untuk seluruh aktor. Distribusi Tanggung Jawab dapat menyusun peta peran. Berbagi Informasi dapat membangun sistem komunikasi terpadu, seperti grup WhatsApp dan papan informasi. Akses kepada Sumber Daya pada program pengelolaan sampah dapat melakukan regenerasi tim Bank Sampah dan menetapkan skema iuran sukarela warga.
Pelaksanaan Analisis Beban Kerja pada Jabatan Pengadministrasi Perkantoran di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Vina Yusfia Putri; Gamaputra, Gading
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Beban Kerja adalah teknik manajemen untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi berdasarkan beban kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pegawai jabatan Pengadministrasi Perkantoran yang kerap bekerja melebihi jam kerja resmi, adanya kesenjangan jumlah pekerjaan pegawai jabatan Pengadministrasi Perkantoran, serta adanya keputusan nomenklatur oleh Menpan-RB, yang mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk menghitung ulang Analisis Beban Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan serta hasil perhitungan ulang Analisis Beban Kerja jabatan Pengadministrasi Perkantoran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian adalah teknik pelaksanaan Analisis Beban Kerja berdasarkan Permenpan-RB Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Analisa Jabatan dan Analisis Beban Kerja, dengan indikatornya meliputi pengumpulan data beban kerja, aspek-aspek perhitungan, dan metode perhitungan kebutuhan pegawai. Lokasi penelitian di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang mengurusi terkait pelaksanaan Analisis Beban Kerja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan analisis data interaktif Miles and Huberman terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian jumlah eksisting dengan kebutuhan pegawai sebenarnya di jabatan Pengadministrasi Perkantoran yakni mengalami kekurangan ASN sebanyak 16, pegawai yang dibutuhkan ialah 52, tetapi eksisting Per Mei 2025 terdapat 36 ASN. Saran yang diberikan peneliti adalah menambah pegawai melalui rekrutmen CPNS atau tenaga kerja kontrak Non-ASN dalam jangka pendek untuk membantu mengatasi kekurangan pegawai jabatan Pengadministrasi Perkantoran dan menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan serta kinerja pegawai yang ada supaya lebih maksimal dalam menjalankan tugas.
Implementasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan (Studi Kasus Rumah Padat Karya di Kelurahan Bringin, Kota Surabaya) Dega Wahyu; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of Poverty Alleviation Policy through Labor-Intensive Program in Bringin Village, Surabaya City has not been running well, several problems have been identified. Among them are declining sales turnover, lack of assistance from the Surabaya City Government and minimal assistance to support business continuity. This study aims to describe and analyze the Implementation of Poverty Alleviation Policy (Case Study of Labor-Intensive House in Bringin Village, Surabaya City). The research method used is qualitative with an intense approach and in-depth study to produce descriptive data. Data were collected through observation, interview and documentation techniques which were then analyzed using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. The focus of this study uses the policy implementation model from Van Meter and Carl Van Horn. The results of the study indicate that the Labor Intensive program in Bringin Village has not been running optimally because the program standards have not been achieved, namely many business actors have closed due to the lack of visitors. Communication between organizations and business actors is less intense, the response of the Village and Sub-district seems slow in responding to the needs of business actors and the dynamics of social and economic conditions around also affect the process of program implementation is hampered. Researchers suggest providing opportunities for residents in other RW or outside the Bringin Village area to become entrepreneurs in the Bringin Labor-Intensive House, building intense and beneficial communication between regional stakeholders and business actors and creating an organizational structure led by the Head of RW and involving business actors who are still active.
Analisis Peran Penyuluh Pertanian dalam Pelaksanaan Aktivitas Kelompok Tani di Desa Pulosari: (Studi Kelompok Tani Padi Sumber Makmur Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung) Zahra Pri, Pambayun; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluhan pertanian memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan kelompok tani, khususnya di wilayah pedesaan yang masih sangat bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama masyarakatnya. Dalam konteks tersebut, penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, dengan titik fokus pada analisis terhadap peran penyuluh pertanian dalam mendampingi Kelompok Tani Padi Sumber Makmur yang tergolong sebagai kelompok tani lanjut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis berbagai bentuk peran yang dijalankan oleh penyuluh pertanian dalam pelaksanaan aktivitas kelompok tani, sekaligus mengetahui hambatan-hambatan yang muncul selama proses penyuluhan berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang mencakup wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dijalankan oleh penyuluh pertanian tidak berlangsung secara merata; di satu sisi, peran sebagai edukator dan fasilitator terlihat lebih menonjol melalui keterlibatan dalam kegiatan pelatihan teknis dan fasilitasi akses terhadap bantuan sarana produksi, namun di sisi lain, peran sebagai komunikator dan motivator masih tampak terbatas dan belum optimal dalam menjangkau kebutuhan petani secara menyeluruh. Beberapa hambatan utama yang teridentifikasi meliputi rendahnya partisipasi aktif petani dalam kegiatan kelompok, keterbatasan dalam penggunaan sarana komunikasi, serta belum maksimalnya adaptasi terhadap inovasi pertanian yang ditawarkan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penerapan pendekatan yang adaptif, sesuai konteks, dan berorientasi pada kebutuhan petani, agar penyuluhan yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan kelompok tani. Kata Kunci: peran penyuluh
EFEKTIVITAS PELAYANAN PROGRAM IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KELURAHAN KERTAJAYA KOTA SURABAYA Arnita Maharani, Shafa; Prasetyo Isbandono
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kertajaya merupakan salah satu kelurahan dengan penduduk yang padat. Dengan jumlah penduduk yang banyak, kebutuhan akan dokumen kependudukan semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk. Sehingga timbul inovasi baru untuk menyelesaikan masalah tersebut. Inovasi yang dimaksud adalah Identitas Kependudukan Digital, di mana e-KTP yang awalnya berbentuk fisik akan digantikan oleh KTP digital yang terhubung dengan smartphone pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas pelayanan program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kelurahan Kertajaya Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Fokus penelitian menggunakan 7 indikator dari teori e-service menurut Zeithaml, Parasuraman, dan Malhotra untuk menilai efektivitas dari program. Hasil penelitian berdasarkan teori e-service menurut Zeithaml, Parasuraman, dan Malhotra yakni efisiensi yang telah menunjukkan capaian yang signifikan dibuktikan dengan sebagian besar warga menyatakan penggunaan aplikasi IKD mempermudah mereka dalam mengakses dokumen kependudukan secara digital hanya melalui perangkat ponsel. Fulfillment yang telah berjalan cukup efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Reliabilitas yang terbukti cukup stabil dalam operasionalnya dan mampu digunakan tanpa hambatan yang berarti. Privasi yang telah cukup baik dengan mengupayakan berbagai mekanisme teknis dan kebijakan pendukung seperti penggunaan PIN. Responsivitas yang menunjukkan kinerja yang relatif tinggi dalam mendukung keberhasilan program. Kompensasi yang telah diterapkan dengan efektif melalui pendekatan yang solutif. Kontak telah dilakukan dengan baik melalui pendekatan yang informal namun efektif. Mayoritas warga menyatakan bahwa mereka memiliki akses terhadap nomor kontak petugas kelurahan, terutama melalui aplikasi WhatsApp, yang disebarkan oleh pengurus RT/RW ke dalam grup-grup warga. Kata Kunci : efektivitas, pelayanan publik, identitas kependudukan digital, pelayanan ikd
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF ( Studi Pada Desa Tejoasri, Kabupaten Lamongan ) Rika Suryanti; Utami, Dian Arlupi
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi peningkatan kesejahteraan melalui akses terhadap sumber daya, pengetahuan, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan keterampilan wirausaha dalam pengembangan ekonomi kreatif di Desa Tejoasri, Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilaksanakan melalui empat tahapan: seleksi lokasi, sosialisasi, proses pemberdayaan, dan tahap pemandirian. Pelatihan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga, mendorong inovasi pengolahan produk berbasis potensi lokal seperti abon ikan, petis, dan keripik pisang. Namun, pemandirian ekonomi belum tercapai optimal karena ketergantungan terhadap event desa dan sistem kelembagaan UMKM yang kurang kuat. Penelitian merekomendasikan penguatan kelembagaan UMKM, pendampingan lanjutan, serta strategi pemasaran digital secara sistematis agar pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berlangsung dan berkelanjutan.
Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif Pada Bagian Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Banuwati, Pungky; Utami, Dian Arlupi
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsip dinamis adalah jenis arsip yang sering digunakan dalam pekerjaan harian organisasi, sehingga perlu dikelola dengan rapi dan teratur agar bisa bermanfaat bagi pihak yang menciptakan maupun yang menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis aktif pada Bagian Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan mengacu pada teori Muhidin dan Winata (2018) melalui empat tahapan yaitu penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip dinamis aktif di Bagian Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dapat dilihat dari 4 tahap pengelolaan arsip dinamis yaitu : (1) Tahap penciptaan arsip sudah berjalan dengan baik dan sistematis, namun masih ada kendala pada minimnya ruang penyimpanan arsip, sehingga perlu dilakukan langkah pengajuan penambahan fasilitas seperti penambahan ruang arsip sementara kepada pimpinan, (2) Tahap penggunaan arsip masih belum diberlakukannya prosedur peminjaman arsip yang sudah ada, sehingga upaya yang dapat dilaksanakan yaitu penerapan prosedur peminjaman arsip, (3) Pemeliharaan arsip aktif telah berjalan baik, sehingga pemeliharaan perlu terus dipertahankan untuk memastikan keutuhan fisik serta keamanan informasi yang terkandung dalam arsip, (4) Tahap penyusutan arsip belum pernah dilakukan karena belum tersedianya jadwal retensi arsip, sehingga upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menyusun jadwal retensi arsip sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Analisis Tata Ruang Kantor Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Mojokerto (Studi pada Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan) Krisna Dewi, Fifi; Utami, Dian Arlupi
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata ruang kantor yang dirancang secara optimal memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan semangat kerja pegawai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan tata ruang di Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Poldagri), Bakesbangpol Kota Mojokerto, seperti keterbatasan ruang kerja, penataan perabot yang kurang ergonomis, serta pencahayaan yang belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk tata ruang kantor, menilai penerapan asas-asas tata ruang, dan mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi kenyamanan kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pegawai, serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang kantor di Poldagri masih memerlukan penataan ulang, seperti : Bentuk ruang kerja yang sempit dan padat ditata secara mandiri tanpa keterlibatan ahli, sehingga perabot tersusun tidak efisien dan kurang ergonomis. Penerapan asas-asas tata ruang belum maksimal, khususnya pada asas jarak terpendek, rangkaian kerja, dan fleksibilitas. Faktor lingkungan seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan warna ruangan juga belum ideal. Oleh karena itu, diperlukan penataan ulang secara profesional, pemanfaatan ruang vertikal, peningkatan pencahayaan, pengaturan suhu ruang yang sesuai, serta penyediaan sarana keselamatan guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan nyaman.
Pengelolaan Arsip Dinamis Melalui Aplikasi SRIKANDI Pada Kantor Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Nur Mahmudah, Laila; Utami, Dian Arlupi
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) merupakan aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengelola arsip dinamis secara elektronik di lingkungan instansi pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) pada Kantor Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis pada penelitian ini difokuskan pada empat tahapan utama daur hidup arsip elektronik (Read dan Ginn), yaitu penciptaan dan penyimpanan, distribusi dan penggunaan, pemeliharaan, dan disposisi arsip elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip dinamis melalui aplikasi SRIKANDI di Kantor Kecamatan Widang belum berjalan optimal dalam penggunaannya pada masing-masing tahapan diantaranya (1)Tahap Penciptaan dan Penyimpanan, proses pembuatan, pencatatan dan penginputan naskah dinas sudah mulai diterapkan, tetapi belum menyeluruh. Hal ini menunjukkan perlunya pelatihan rutin dan regulasi internal untuk standarisasi pengisian metadata. (2)Tahap Distribusi dan Penggunaan, beberapa pegawai masih menggunakan media non-resmi, sehingga diperlukan pemanfaatan penuh fitur SRIKANDI dan pengawasan penggunaan disposisi oleh pimpinan. (3)Tahap Pemeliharaan, terdapat arsip yang tidak lengkap dan belum ada prosedur yang jelas, yang mengindikasikan perlunya penyusunan SOP dan penunjukan petugas khusus untuk pemeliharaan arsip. (4)Tahap Disposisi, banyak surat yang belum ditindaklanjuti, menandakan perlunya integrasi sistem dan pengawasan internal agar proses disposisi dapat berjalan efektif. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan dukungan dan keterlibatan semua pihak dalam pengelolaan arsip digital.