cover
Contact Name
Haryo Kunto
Contact Email
haryowibisono@unesa.ac.id
Phone
+6281211037758
Journal Mail Official
innovant@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan
ISSN : -     EISSN : 30261805     DOI : -
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan (Inovant) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan tiga kali dalam setahun dengan akses terbuka. Inovant diterbitkan sejak tahun 2023 oleh Prodi Sarjana Terapan Administrasi Negara, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya. Jurnal ini mencakup pembahasan terkait Kebijakan Publik, Manajemen Pelayanan Publik, Pemerintahan, Manajemen Kepegawaian, dan Inovasi terapan di sektor publik.
Articles 220 Documents
Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan (Studi tentang Pelayanan Pindah Masuk di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik) Putri Dewata, Tazkya Sadiva; Lestari, Yuni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kualitas pelayanan administrasi kependudukan, khususnya layanan pindah masuk di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Latar belakang masalah menunjukkan belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa, di mana Desa Kedanyang mengalami dinamika pertumbuhan penduduk tinggi namun dihadapkan pada persoalan seperti belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) baku, lambatnya proses pelayanan pindah masuk, ketidakpastian waktu penyelesaian dokumen, serta rendahnya profesionalisme petugas yang berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Desa Kedanyang masih belum optimal. Aspek bukti fisik (tangibles) menyoroti ruang tunggu sempit dan minimnya kursi. Dalam aspek jaminan (assurance), petugas belum memberikan kepastian waktu penyelesaian dokumen. Aspek empati (empathy) menunjukkan kurangnya pemerataan sikap ramah dan responsif, sementara daya tanggap (responsiveness) perlu ditingkatkan karena seringnya ketidakhadiran petugas berkompeten. Meskipun demikian, aspek keandalan (reliability) pelayanan telah berjalan optimal, di mana petugas konsisten memberikan informasi dan persyaratan yang jelas. Berdasarkan temuan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Desa Kedanyang belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Oleh karena itu, disarankan pemerintah desa melakukan perbaikan pada fasilitas fisik, menetapkan dan mengimplementasikan SOP yang jelas untuk kepastian prosedur dan waktu layanan, serta secara berkelanjutan meningkatkan profesionalisme dan empati petugas melalui program pelatihan dan evaluasi kinerja guna mencapai kepuasan publik yang lebih tinggi.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) KABUPATEN GRESIK Safitri, Halizatus; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) merupakan sistem pelayanan terpadu yang dibentuk melalui kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dinas Pendapatan Daerah, dan PT Jasa Raharja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pelayanan publik di SAMSAT Kabupaten Gresik. Untuk menilai kualitas layanan yang diberikan, digunakan lima dimensi yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Hardiansyah (2018), yaitu: bukti fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang dianalisis bersumber dari data primer dan sekunder, menggunakan tahapan analisis berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelayanan publik di SAMSAT Kabupaten Gresik telah menerapkan kelima dimensi tersebut. Namun, masih ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai yaitu, Perbedaan atau ketidakkonsistenan informasi waktu pelayanan yang tertera pada papan informasi/banner dengan ketentuan waktu yang diatur dalam SKB 3 Instansi, Ketidaksesuaian waktu pelayanan yang terjadi di lapangan dengan durasi waktu pelayanan yang telah di tetapkan SAMSAT Kabupaten Gresik, dan Sikap petugas yang kurang sopan. Oleh karena itu, disarankan agar instansi melakukan sinkronisasi informasi pelayanan dengan pedoman yang digunakan, melakukan evaluasi sistem antrean dan menyesuaikan alur pelayanan, terutama saat terjadi lonjakan pengunjung, serta memberikan pelatihan kepada petugas mengenai etika pelayanan publik, sikap profesional, dan komunikasi yang sopan terhadap wajib pajak.
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Ngagel Rejo Kota Surabaya Bahtiar Ikhsani; Isbandono, Prasetyo
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik merupakan cara aparatur negara untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan merupakan suatu bentuk layanan publik yang berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Puskesmas Ngagel Rejo merupakan bentuk upaya pemerintah menyediakan layanan dibidang kesehatan, dan Puskesmas yang memiliki akreditasi utama di Kota Surabaya, dan Puskesmas Ngagel Rejo mempunyai lebih dari 10 layanan kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat yang memerlukan fasilitas dan layanan kesehatan. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ngagel Rejo, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian terdapat pada kualitas pelayanan dengan menggunakan teori Zeithaml, dkk yang memiliki 5 (lima) indikator yakni, tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (kehandalan), assurance (jaminan), emphaty (empati). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, dimensi tangible yakni masih terdapat pasien yang merasa kurang puas dengan fasilitas ruang tunggu karena kurangnya alat pendingin ruangan, dimensi reliability telah dikatakan memenuhi indikator karena petugas telah memiliki kemampuan dalam menjalankan alat bantu dan pelayanan sesuai dengan stadar yang telah ditetapkan, dimensi responsiveness yakni merasakan kurang puas terhadap keluhan yang disampaikan belum terselesaikan dengan baik, dimensi assurance telah dikatakan memnuhi indikator karena petugas telah melakukan pemberian jaminan ketepatan waktu, biaya, maupun kerahasiaan dan keamanan data pasien dengan baik, dan dimensi emphaty yakni pasien masih mendapatkan perlakuan yang kurang memuaskan dari petugas. Kata Kunci: puskesmas, kualitas, pelayanan kesehatan
Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif di Bawaslu Kabupaten Ponorogo Yoga Pradana, Alfiano Septian; Utami, Dian Arlupi
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan arsip dinamis aktif merupakan elemen penting dalam menunjang akuntabilitas dan efektivitas lembaga publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan arsip dinamis aktif di Bawaslu Kabupaten Ponorogo, serta merumuskan strategi peningkatannya. Permasalahan utama yang ditemukan antara lain belum tersedianya tenaga ahli arsiparis, belum terbentuknya divisi khusus kearsipan, keterbatasan sarana penyimpanan, dan implementasi retensi arsip yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penciptaan arsip telah mulai terdigitalisasi, antara lain melalui penggunaan aplikasi Srikandi untuk surat menyurat, Rumah Data untuk dokumentasi kegiatan pemilu, serta PPID sebagai saluran informasi publik. Namun, pemeliharaan arsip masih menghadapi kendala sarana, dan penyusutan arsip belum berjalan sesuai jadwal retensi. Untuk itu, diperlukan pembentukan sub bagian arsiparis di bawah Divisi SDM, Organisasi, Diklat, dan Pelatihan, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan kearsipan, serta integrasi sistem pengelolaan arsip digital dan fisik secara menyeluruh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis dalam perbaikan pengelolaan arsip bagi Bawaslu maupun lembaga pengawas pemilu lainnya.
Analisis Manajemen Pengaduan Pelayanan Publik : Studi pada Aplikasi "Wargaku" Di Pemerintah Kota Surabaya kartika sari, yuyun eka
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public complaints are important for the government to see how successful it is in implementing activities. Public complaints are an important element for regional agencies, because complaints aim to correct deficiencies in activities that have been implemented. The WargaKu application is an application used by the people of the city of Surabaya to submit complaints. In its implementation, several problems were still found. The first problem is that there are several reports that use other people's identities to the wrong address and there is no further response from the relevant parties regarding the reporting that has been done by the reporter on the WargaKu Surabaya application. This research aims to determine and analyze public service complaint management through the WargaKu application. The research method used is (library research), namely a method of collecting by understanding and studying theories from various literature. By using complaint management theory based on Tjiptono's theory, namely: Commitment, Visible, Accessible, Simplicity, Speed, Fairness, Confidential, Records, Resources and Remedy. What is hoped from the results of this research is that the WargaKu application will become a bridge to connect complaints and aspirations of the community with related agencies, so that the problems expressed can be conveyed and receive quick and appropriate handling.
OPTIMALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERBASIS DIGITAL: (Studi tentang Pemanfaatan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang) Dewi Erviana; Lestari, Yuni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital menjadi kebutuhan penting dalam era transformasi pelayanan publik. Di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, implementasi Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efektivitas layanan. Penelitian ini mendeskripsikan kualitas pelayanan IKD dengan pendekatan kualitatif dan teori E-Service Quality dari Zeithaml, Parasuraman, dan Malhotra (2005) , yang meliputi: efisiensi, ketersediaan sistem, pemenuhan, privasi, responsivitas, kompensasi, dan kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek efisiensi, proses layanan seperti pengajuan perubahan data dan pembuatan dokumen masih mengharuskan kehadiran langsung ke kantor pelayanan, sehingga belum mencerminkan optimalisasi digital. Dalam indikator ketersediaan sistem, ditemukan seringnya gangguan teknis seperti gagal login dan verifikasi yang tidak konsisten, yang menghambat aksesibilitas layanan. Dalam indikator Pemenuhan fitur aplikasi juga belum maksimal, terlihat dari belum tersedianya fitur pengajuan dokumen secara mandiri. Dari indikator privasi dan keamanan, walaupun aplikasi telah dilengkapi sistem keamanan, kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi masih cukup tinggi. Pada indikator responsivitas, tanggapan terhadap keluhan pengguna tergolong lambat dan tidak semua permasalahan bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Dalam aspek kompensasi, tidak terdapat mekanisme yang jelas untuk memberikan ganti rugi atau solusi atas kendala layanan, yang berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat. Sementara itu, pada indikator kontak, tidak adanya sitem pengaduan resmi sehingga masyarakat harus datang langsung jika terjadi kendala. Saran penelitian ini antara lain: (1) Pada indikator efisiensi: Layanan IKD perlu diintegrasikan penuh secara digital dan disosialisasikan secara luas agar masyarakat tak perlu hadir langsung. (2) Pada indikator ketersediaan Sistem: Stabilitas aplikasi harus ditingkatkan dengan fitur pemulihan akun mandiri dan dukungan teknis di kecamatan. (3) Pada indikator pemenuhan: aplikasi perlu menyediakan fitur pengajuan dokumen dan panduan digital agar layanan lebih lengkap dan mudah diakses. (4) Pada indikator privasi dan keamanan: perlu edukasi perlindungan data, sistem keamanan yang kuat, dan pemulihan akun yang praktis. (5) Pada indikator responsivitas: fitur bantuan digital dan penambahan petugas kecamatan diperlukan agar keluhan cepat ditangani. (6) Pada indikator kompensasi: harus ada kompensasi jelas dan alur penanganan keluhan agar hak pengguna terlindungi. (7) Pada indikator kontak: jalur komunikasi resmi dan fitur pengaduan aplikasi harus diperkuat untuk respon cepat dan terdokumentasi. Kata Kunci: Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik, E-Service Quality, Kecamatan Kesamben, Optimalisasi Layanan.
Efektivitas Monitoring dan Evaluasi Analisis Beban Kerja Pada Jabatan Pelaksana Analisis Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya Ahmed Qodar El-Firdausy; Gamaputra, Gading
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis beban kerja merupakan sebuah kegiatan pengelolaan yang dilakukan secara sistematis untuk mendapatkan sebuah informasi yang berhubungan dengan tingkat efisiensi suatu organisasi berdasarkan volume kerja. Program monitoring dan evaluasi analisis beban kerja adalah pelaksanaan pengawasan terhadap organisasi perangkat daerah yang dilakukan oleh Bagian Organisasi Surabaya melalui website ABK2023. Berdasarkan observasi awal, ditemukan beberapa kendala saat pengisian dan kebutuhan pegawai yang masih kurang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan fokus dari penelitian ini efektivitas monitoring dan evaluasi analisis beban kerja pada jabatan Analisis Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan dikaitkan dengan teori efektivitas (Sutrisno). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jabatan Analisis Lalu Lintas mampu memahami program Monev ABK sehingga pegawai sudah fokus terhadap urain tugas dan fungsi yang diemban. Pelaksanaan urain tugas dan fungsi yang diemban sudah tepat sasaran melalui perhitungan ABK berlebih yang ada pada website sehingga ketepatan sasaran pegawai sudah sesuai dengan perhitungan jumlah pegawai. Ketepatan waktu telah terlaksana sesuai dengan tempo waktu yang di tetapkan pada website ABK2023, meskipun ada beberapa pengisian yang perlu dikoreksi lagi. Tercapainya tujuan belum terlaksana dengan baik, dikarenakan pada jabatan Analisis Lalu Lintas terdapat beberapa uraian tugas dan fungsi yang tidak ada pemangku jabatannyaa, sehingga pada capaian program belum terlaksana secara efektif. Pada jabatan Analisis Lalu Lintas, telah dilakukan perubahan nyata berupa pengisian data pendukung, sesuai dengan masukan yang diberikan oleh Bagian Organisasi. Sehingga, pengisian data pendukung sudah tervalidasi secara baik pada bulan berikutnya.
Strategi Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Riyanto Putri, Mufiidah Eka; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah aspek penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Puskesmas adalah fasilitas kesehatan unit pelaksana teknis dinas kabupaten/atau kota yang mempunyai peran dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori David Osborne dan Peter Plastrik berdasarkan 5 indikator yaitu strategi inti (Core Strategy), strategi konsekuensi (Consequences Strategy), strategi pelanggan (Customer Strategy), strategi pengawasan (Controlling Strategy), dan strategi budaya (Culture Strategy). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi inti telah berhasil dalam memperjelas tujuan dan arah organisasi. Kemudian, visi dan misi Puskesmas Tambak Wedi telah diterapkan oleh seluruh pegawai sebagai pedoman atas segala kegiatan kesehatan yang ada di puskesmas. (2) Strategi konsekuensi telah berjalan dengan baik dalam memberikan reward dan punishment secara adil dan transparan. (3) Strategi pelanggan menunjukkan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan telah berjalan dengan baik. (4) Strategi pengawasan menunjukkan belum maksimal terhadap pengawasan pasien yang mematuhi prosedur pelayanan. Hal ini terlihat masih seringnya pasien yang terlambat datang ke puskesmas dari estimasi waktu yang sudah ditentukan. Sehingga Puskesmas Tambak Wedi perlu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pasien agar meminimalisir keterlambatan dan gangguan pada sistem antrean. (5) Strategi budaya secara umum telah berjalan dengan baik, akan tetapi pasien masih mengeluhkan perihal pegawai yang kurang ramah pada saat memberikan pelayanan dan membeda-bedakan pasien yang berobat. Sehingga Puskesmas Tambak Wedi perlu melakukan penguatan konsistensi budaya 3S.
Analisis Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan Rahmad Afri Ramdani; Lestari, Yuni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Wisata merupakan upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya melalui pengembangan potensi kepariwisataan yang ada pada suatu daerah pedesaan. Desa Tlemang merupakan salah satu desa yang memiliki potensi alam maupun kebudayaan yang melimpah, sehingga berpeluang untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Observasi awal ditemukan bahwa potensi wisata yang ada di Desa Tlemang belum dapat dimaksimalkan, dikarenakan kurang optimalnya keberadaan pokdarwis serta kurangnya antusias dari masyarakat setempat sehingga tidak ada pergerakan yang dapat memaksimalkan potensi tersebut. Dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan deskripsi serta analisis tentang pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata di Desa Tlemang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi (gabungan dari observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi). Fokus teori penelitian ini mengacu pada teori pemberdayaan ACTORS yang memiliki 6 indikator, yaitu Authority (Wewenang), Confidence and Competence (Rasa Percaya Diri dan Kemampuan), Trust (Kepercayaan), Opportunities (Peluang), Responsibilities (Tanggung jawab), Support (Dukungan). Hasil penelitian menunjukan bahwa wewenang sudah diberikan sepenuhnya kepada Pokdarwis Bukit Inggil, namun rasa tanggung jawab dalam menjalankan kewenangan tersebut hanya bisa dimaksimalkan ketika ada inisiator program saja, sedang dalam internal mereka belum ada yang berperan sebagai inisiator. Rasa percaya diri terhadap kemampuan serta kepercayaan masyarakat terhadap hasil pengembangan Desa Wisata akan muncul dan menghasilkan antusias masyarakat jika ada program pemicu dan pendampingan saja. Antusias dari masyarakat yang belum stabil menyebabkan peluang dari pengembangan Desa Wisata kurang maksimal. Ditambah lagi dengan terbatasnya akses kerjasama dengan pihak luar, sehingga kesulitan dalam mencari dukungan untuk pengembangan Desa Wisata. Kata kunci: Analisis, Desa Tlemang, Pokdarwis Bukit Inggil.
Implementasi Kebijakan Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenggirat Tangi Desa Karangsari, Kabupaten Banyuwangi Sahilla, Fenny Indah; Rosdiana, Weni
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kebijakan BUMDes merupakan proses penting dalam pengembangan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat. BUMDes Jenggirat Tangi dibentuk pada 18 Desember 2018 yang berlandaskan Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2018 tentang “Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenggirat Tangi”. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Pembentukan dan Pengelolaan BUMDes Jenggirat Tangi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. BUMDes Jenggirat Tangi bergerak dalam bidang usaha jasa yaitu fotokopi dan kelengkapan ATK, usaha sewa seperti persewaan sound system, untuk saat ini juga sedang menjalankan program pengelolaan sampah, selain itu juga usaha pelayanan samsat. Namun, tantangan yang dihadapi yaitu usaha permodalan yang tidak berkelanjutan dan pendapatan asli desa dari BUMDes yang masih rendah, hanya mencapai 30% dari total usaha. Hasil penelitian ini menggunkan teori Van Meter dan Van Horn yang memiliki enam indikator yaitu Ukuran dan Tujuan belum sepenuhnya tercapai karena masih ada tujuan yang belum tercapai, karena belum ada program yang terencana dan juga karena dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya sosialisasi dari pihak pelaksana. Sumber daya pada kebijakan ini juga belum maksimal karena adanya keterbatasan sumber daya manusia maupun finansial, Karakteristik organisasi pelaksana dinilai belum efektif, masih terdapat ketidakpuasan masyarakat terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksana kebijakan. Komunikasi antar organisasi sudah baik, namun belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, masih terjadi miskomunikasi dan kurangnya pemahaman masyarakat terkait BUMDes. Sikap para pelaksana menunjukan sikap positif namun keterbatasan waktu dan beban kerja yang tinggi membuat pelaksana kebijakan tidak maksimal. Lingkungan sosial, politik, dan ekonomi sangat mempengaruhi pelaksana kebijakan. Rendahnya partisipasi masyarakat, politisasi pengelolaan BUMDes, serta keterbatasan ekonomi lokal menjadi hambatan utama dalam keberhasilan kebijakan ini.