JIM Sendratasik
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles
278 Documents
PROSESI TRADISI SEMANOE PUCOK DI DESA IE DINGEN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN
Syahputra, Muhammad Naufal;
Ismawan, Ismawan;
Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9634
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Prosesi Tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana prosesi tradisi Semanoe Pucok dan apa makna yang terkandung dalam prosesi tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan prosesi tradisi Semanoe Pucok dan mendeskripsikan makna prosesi Semanoe Pucok di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Seletan. Sumber data dalam penelitian adalah anggota Semanoe Pucok desa Ie Dingen. Lokasi penelitian bertempat di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Semanoe Pucok adalah sebuah adat dalam pesta perkawinan dan khitanan yang dilaksanakan sehari sebelum acara. Prosesi Semanoe Pucok memiliki lima tahapan yaitu (1) shalawat badar, (2) syair berkisah/jak kutimang, (3) tron tajak manoe, (4) peusijuk, (5) siraman calon pengantin. Makna yang terkandung dalam prosesi Semanoe Pucok adalah perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya yang akan menikah, sedangkan makna yang terkandung dalam syairnya adalah nasihat-nasihat yang disampaikan kepada calon pengantin dan ungkapan kesedihan sang ibu yang sedih karena akan ditinggal oleh anaknya.Kata Kunci: prosesi, tradisi, Semanoe Pucok
PROSESI MANOE MADEUNG DI GAMPONG ALUE KEUJRUEN KECAMATAN TANAH LUAS
Zuhra, Intan Fauzatul;
Hartati, Tengku;
Palawi, Ari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9632
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Prosesi Manoe Madeung di Gampong Alue Keujruen Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana Prosesi Manoe Madeung dan apasaja aspek-aspek Artistik yang ada dalam Prosesi Manoe Madeung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna prosesi Manoe Madeung dan apasaja aspek-aspek Artistik yang ada dalam Prosesi Manoe Madeung di Gampong Alue Keujruen Kecamatan tanah Luas kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah ibu adat yang selalu melakukan Manoe Madeung. Teknik pengumpulan data yang digunakan, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Manoe Madeung adalah sebuah adat dalam pelaksanaan mensucikan wanita yang telah melahirkan atau sudah tiba saatnya Manoe Madeung yaitu bertanda bahwa wanita tersebut telah memasuki hari ke 44 setelah melahirkan. Prosesi Manoe Madeung adalah persiapan Tumphoe, persiapan Boh Kruet (jeruk purut) dan Oen Sike Pulot (daun pandan), Manoe Madeung terdiri dari, Manoe Siraman Phoen, Manoe Siraman Kedua, Manoe Siraman Lhe, Semanoe Ie Boh Kruet (jeruk purut), Sah Bumoe, dan Meumat Jaroe. Makna yang terkandung dalam Prosesi Manoe Madeung adalah mensucikan diri dari hadast besar (nifas) serta mengusir roh-roh jahat yang ada di sekitar selama masa Madeng. Aspek-aspek artistik yang ada di dalam prosesi Manoe Madeung yaitu adanya Tumphoe yang memiliki ukiran bunga Keujruen. Syair yang dilantunkan berisi nasihat-nasihat yang disampaikan agar kita tidak pernah lupa untuk selalu memohon ampunan kepada Allah dan selalu mengingat junjungan Nabi besar Muhammad SAW.Kata Kunci: prosesi, Manoe Madeung
ANALISIS UNSUR GERAK TARI SEUDATI
Lena, Firda;
Supadmi, Tri;
Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9614
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Analisis Unsur Gerak Tari Seudati. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaimana penerapan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Seudati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Seudati. Sumber data dalam penelitian ini dihasilkan dari hasil interaksi langsung antara peneliti dan narasumber seperti pimpinan sanggar, penari serta tokoh dari tari Seudati. Lokasi penelitian bertempat di sanggar Geunaseh Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Seudati cenderung menggunakan tenaga yang kuat yang bervariasi pada setiap ragam sehingga gerakannya terlihat lincah, heroik dan penuh semangat. Namun ada juga gerakan yang menggunakan tenaga ringan dimana gerakannya terlihat santai dan rileks. Ruang dalam gerak tari Seudati cenderung menggunakan level sedang, namun ada juga sebagian anggota badan yang menggunakan level sedang dan level tinggi. Jangkauan gerak dalam tari Seudati sebagian besar luas, khususnya pada bagian tangan yang jangkauannya seluas rentangan tangan, namun ada juga jangkauan gerak yang kecil. Mengenai tempo, tari Seudati menggunakan tempo yang bervariasi artinya tempo iringan disesuaikan dengan gerakannya, ada tempo cepat dan tempo lambat. Dalam hal ini, tempo yang cepat bisa mempengaruhi tenaga menjadi kuat.Kata Kunci: analisis, unsur gerak, tari Seudati
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI TRADISIONAL MEUSAREE-SAREE DI SDIT AL-FITYAN LAMPEUNEURUT ACEH BESAR
Amalia Hadi, Dawati;
Supadmi, Tri;
Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9613
ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar ini mengangkat masalah bagaimana pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pelatih, siswa dan guru, objek penelitian ini adalah tari Tradisional Meusaree-saree. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree dilaksanakan empat kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki 3 tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree di ikuti oleh kelas 4 dan kelas 5 yang dengan jumlah 8 orang penari perempuan yang dilaksanakan secara langsung di ruang aula sekolah. Properti yang digunakan dalam menari yaitu tali jaring untuk menangkap ikan. Adapun metode yang diajarkan pada pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional adalah metode demonstrasi. Guru juga menerapkan metode pemberian tugas berupa latihan secara individu agar pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tercapai. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Kegiatan Tari Tradisional Meusaree-saree yaitu evaluasi secara pengulangan setiap pertemuan agar siswa dapat mengingat pembelajaran yang sudah diajarkan.Kata Kunci: pembelajaran, ekstrakurikuler, tari Meusaree-saree
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER GITAR DI SEKOLAH TEUKU NYAK ARIF FATIH BILINGUAL SCHOOL (LADIES)
Maulinda, Cut;
Syai, Ahmad;
Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9612
ABSTRAKJudul penelitian ini adalah kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School (ladies). Rumusan masalahnya yaitu: bagaimana kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di SMP dan SMA Fatih Bilingual School. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswi SMP dan SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, sedangkan objek penelitiannya adalah proses kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitiannya adalah kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan November sampai bulan Desember. Tahapan- tahapan yang dilakukan pada pembelajaran ini adalah mula-mula siswi mengenal open string pada senar gitar 1 sampai 6, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Nazande sevgilim, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan chord lagu Nazande Sevgilim. Sambil siswi belajar chord tersebut guru juga ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan membagikan menjadi 2 kelompok. kelompok 1 yaitu kelompok rhythm dan kelompok 2 kelompok arpeggio. Kelompok ini dipilih berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswi. Untuk latihan pada lagu Nazande sevgilim ini juga dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik rhythm, arpeggio dan dinamika staccato. untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik arpeggio, rhythm, dinamika staccato, serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata Kunci: kegiatan ekstrakurikuler, gitar.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NGUTEP KOPI OLEH MUHAMMAD ICHSAN S.Pd
Aulia Febrila, Ashya;
Ismawan, Ismawan;
Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9611
ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kajian Koreografi Tari Ngutep Kopi Karya Muhammad Ichsan. S.Pd. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari Ngutep Kopi karya Muhammad Ichsan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah koreografer atau pencipta tari Ngutep Kopi, yang menjadi objek penelitian yaitu koreografi tari Ngutep Kopi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Ngutep Kopi merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Muhammad Ichsan Gerak pada tari Ngutep Kopi merupakan gerak kebiasaan masyarakat melakukan aktivitas dalam memetik Kopi. Pada awal penciptaan tari Ngutep Kopi, koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak (pencarian gerak), improvisasi evaluasi dan komposisi tari. Dilihat dari gerak tari Ngutep Kopi ini memiliki 18 belas gerak yang memiliki makna, Tari Ngutep Kopi juga memiliki pola lantai dalam setiap pertunjukannya. Iringan musik pada tari Ngutep Kopi sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata busana tari Ngutep Kopi disesuaikan dengan tema tari, dalam hal ini koreografer mengunakan baju berwarna hijau dengan celana hitam polos serta selendang warna hijau sebagai penutup kepala untuk penari wanita, sedangkan untuk penari pria mengunakan baju kerawang Aceh. Tata rias tari Ngutep Kopi adalah makeup karakter cantik namun terlihat sederhana dan tidaklah berlebihan, sehingga sesuai dengan tema dan karakter seorang petani KopiKata Kunci: kajian koreografi, tari Ngutep Kopi
KERAJINAN SANGE ACEH (TUDUNG SAJI) DI GAMPONG LUENG KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN
Andila, Tria;
Palawi, Ari;
Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9609
ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kerajinan Sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen ini mengangkat masalah bagaimana proses pembuatan kerajinan sange Aceh dan bagaimana bentuk serta motif kerajinan sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan sange Aceh, dan bagaimana bentuk serta motif kerajinan sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu pengrajin kerajinan sange Aceh dan objek yaitu sange Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi nonpartisipan, wawancara tidak berstruktur, dan dokumentasi dengan memanfaatkan penulis sebagai instrumen utama. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis induktif yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tahapan pembuatan sange Aceh diawali dengan 1) menyiapkan alat dan bahan, 2) proses pembentukan bruek sange Aceh dengan cara menganyam daun, 3) proses menjahit motif dengan menggunakan kain perca, selanjutnya 4) finishing dengan melapisi plastik bening kepermukaan sange Aceh, yang terakhir 5) menjahit pegangan di atas permukaan sange Aceh.Kata Kunci: kerajinan sange Aceh, proses pembuatan, bentuk dan motif
INSTRUMEN JANGKA SEBAGAI WUJUD KREASI MUSIKAL AR. MOESE SEBAGAI SENIMAN LEGENDARIS TANOH GAYO
Mulyana, Teguh;
Palawi, Ari;
Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9608
ABSTRAKPenelitian ini berjudul instrumen Jangka sebagai wujud kreasi musikal Ar. Moese sebagai seniman legendaris tanoh Gayo mengangkat masalah bagaimana proses kreatif dan konsep yang dikembangkan dari sebuah penciptaan alat musik Jangka, dan keterJangkauan pengembangan teknik maupun konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif dan konsep yang dikembangkan oleh Ar. Moese dalam penciptaan alat musik Jangka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa seniman dan keluarga dari Ar. Moese yang mengetahui tentang informasi dari instrumen musik Jangka. Penelitian dilakukan di desa Blang Mersa yaitu di rumah Alm. Ar. Moese. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekreatifan dan inovasi Ar. Moese bersumber dari pengalaman dan pendidikannya sehingga tercipta karya-karya dalam bentuk lagu-lagu seperti Tawar Sedenge yaitu lagu wajib masyarakat Gayo, dan dalam bentuk alat musik yaitu Gerantung, Perajah, dan Jangka yang terinspirasi dari alat tradisional pengiris tembakau.Kata Kunci: instrumen, alat musik Jangka.
PROSES PEMBELAJARAN TARI BATOK DI TAMAN KANAK-KANAK BUNGONG SELEUPOEK
Ratih, Sekar;
Supadmi, Tri;
Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9607
ABSTRAKPenelitian yang berjudul Proses Pembelajaran Tari Batok di Taman Kanak-Kanak Bungong Seleupoek Mengangkat masalah bagaimanakah proses yang diterapkan pada pembelajaran tari Batok di Taman Kanak-kanak Bungong Seleupoek, dan kendala apa saja yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak di Bungoeng Seleupoek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Seleupoek, dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Seleupoek. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan awal proses pembelajaran tari di Taman kanak-kanak Bungoeng Seleupoek, biasanya guru terlebih dulu dituntut untuk lebih aktif dalam memotivasi peserta didik agar mau mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar adanya hubungan keterikatan antara siswa dengan guru nya dalam mempelajari materi yang diajarkan serta dapat melihat sejauh mana peserta didik siap mengikuti proses belajar dengan baik. Langkah awal yang dilakukan guru dalam memotivasi peserta didik, biasanya guru terlebih dahulu memperlihatkan serta mempertontonkan beberapa jenis video/rekaman tari yang nantinya akan dipelajari. Kemudian guru menjelaskan/menceritakan asal usul tari tersebut. Setelah selesai, guru perlahan-lahan mengajak peserta didik untuk mengikuti gerak tari tersebut. Meskipun masih ada beberapa peserta didik yang sama sekali tidak perduli dengan ajakan guru. Penerapan pembelajaran seni tari di Taman Kanak- kanak Bungoeng Seleupoe kini guru lebih mengarahkan peserta didiknya pada kegiatan praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak- kanak masih ada kendala, itu semua dikarenakan guru yang melatih bukan guru lulusan jurusan seni tari, dan juga disebabkan sarana dan prasarana kurang mendukung serta yang diajarkan kepada anak-anak. Akan tetapi pembelajaran yang diterapkan memiliki pengaruh bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan potensiyang ada pada dirinya sesuai dengan bakat dan minat ketika anak-anak tersebut beranjak remaja.Kata Kunci: pembelajaran tari Batok, taman kanak-kanak.
SYAIR DAN MAKNA SALI-WALE PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE
Saharani, Saharani;
Supadmi, Tri;
Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v2i4.9606
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Syair dan Makna Sali-Wale pada Upacara Adat Perkawinan di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie Rumusan masalah ini bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga kecamatan Glumpang Tiga kabupaten Pidie. Pendekataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Sali-Wale terdari dari 7 bait dimulai dengan salawat kepada nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan isi-isi syair dan penutup dengan makna secara garis besar adalah pesan-pesan kepada kedua calon mempelai agar dalam mengarungi rumah tangga harus saling menerima dalam keadaan apapun tetap kuat apabila ada badai menerpa dalam. Sali-Wale merupakan syair yang diciptakan oleh Teungku Syiek Di Lapang dengan tujuan memberikan semangat kepada pengantin baru yang hendak melangkah ke rumah calon Peurumoh (calon istri), syair Sali-Wale ini sekilas terlihat seperti Hikayat karena menggunakan bahasa Aceh Endatu. Syair tersebut berupa pujian kepada aulia Allah dan panglima prang dan berisikan pesan-pesan tersirat yang di dalamnya mengandung semangat jiwa ulama pada zaman dahulu pada saat perang sabi.Kata kunci: syair, makna, Sali-Wale, adat perkawinan.