cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
PERUBAHAN BENTUK PENYAJIAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH (KAJIAN SEJARAH) Sari, Indah Nirmala; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8910

Abstract

This research entitled The form transformation of Guel dance in Central Aceh District (Historical study). Meanwhile, the problem of this research is how the Guel Dance in Central Aceh District transforms in terms of the dance form. This research aims to describe the form transformation of this Guel dance. This research use a qualitative approach in form of descriptive analysis. The subject of this research is the Guel dances artist and Guel dancer as well. The object of this research is the form transformation of Guel dance in Central Aceh District. Technique of data collection in this research is done by observation to achieve a comprehensible image regarding the things being observed, an interview to seek the information deeply, and documentation which is done by investigating the belongings as well as pictures that can help the researcher in order to accomplish this research. The techniques of data analysis used are data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of the research shows that Guel dance was originally presented as a tradition of welcoming the royal guests, this dance also presented in a certain families wedding parties. The Guel dance then had a change in form so it became the compulsory element that is presented in the Gayonese wedding celebration especially in the Central Aceh District and Bener Meriah. As the era keeps developing, the Guel dance has changed in terms of its form. Hence, this dance is widely presented for the purpose of entertaining and shown in a lot of art events among people in Central Aceh District. The Guel Dance is not changed specifically due to the fact that it still is the same in term of presentation, it only had a transformation in several parts such as the attire, musical instruments, and the number of the dancer. The Guel dance still show its originality by preserving the symbol of white elephant and Senggeda (didong) in its dance.Key words: Guel dance, form transformation
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DIDONG DI SMAN 1 PERMATA BENER MERIAH Husna, Husna; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8909

Abstract

Penelitian berjudul Kegiatan ekstrakurikuler Didong di SMAN 1 Permata Bener Meriah. Mengangkat masalah bagaimana pembelajaran Didong pada kegiatan ekstrakurikuler dan kendala-kendala apa saja yang dialami siswa pada pembelajaran Didong di SMAN 1 Permata Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Didong pada kegiatan ekstrakurikuler dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran Didong di SMAN 1 Permata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajarkan kegiatan ekstrakurikuler Didong di SMAN 1 Permata Bener Meriah, objek penelitiannya adalah siswa SMAN 1 Permata Bener Meriah yang belajar tentang kegiatan ekstrakurikuler Didong yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakana adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat mengetahui makna dan tujuan Didong pada kegiatan ekstrakurikuler. Kendala yang dihadapi oleh guru yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran Didong kurang diminati oleh beberapa siswa mereka susah untuk menalar, karena pembelajaran Didong lebih cenderung praktik. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa adalah, siswa kesulitan dalam menyanyikan syair lagu Didong yang menggunakan Bahasa Gayo dan siswa kurang respon dalam pembelajaran Didong pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Permata Bener Meriah. Waktu yang terbatas, karena jarak rumah ke sekolah jauh, tidak mempunyai kendaraan menjadi hambatan siswa untuk datang ke sekolah.Kata kunci: kegiatan, ekstrakurikuler, Didong
BENTUK PENYAJIAN TARI ANAK PADA ADAT PERKAWINAN DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Anggriani, Fitri; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8908

Abstract

Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Anak pada Adat Perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Tari Anak dipertunjukkan pada saat malam bainai gadang. Tari Anak dikelompokkan dalam tari berpasangan. Tarian ini terdiri dari 18 ragam gerak, berawal dari gerak salam, silat, memberi kain gendongan, membuai Anak, mendukung Anak, pergi ke tabib, maubek Anak, dan salam penutup, gerak pada tari Anak dilakukan secara berulang-ulang. Pola lantai simetris, iringan musik pada Tari Anak yaitu musik live dengan syair yang berisi pantun bertutur. Kata kunci: hasil, tari Anak, bentuk penyajian.
ANALISIS STRUKTUR TARI SINING DI ACEH TENGAH Chairunnisa, Chairunnisa; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8907

Abstract

Penelitian ini berjudul analisis struktur tari Sining di Aceh Tengah, dengan rumusan masalah bagaimana tata hubungan gerak tari Sining, dan bagaimana elemen-elemen dasar gerak tari Sining. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan bagaimana tata hubungan gerak tari Sining, dan untuk mendeskripsikan elemen-elemen dasar gerak tari sining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan yang terjadi di dalam tari Sining adalah hubungan paradigmatik pada syair yaitu hubungan yang saling mengaitkan antara komponen satu dengan komponen yang lainnya yang terdapat pada frase H kayu ari uten rime simrip wan arul pematang, Bur ijo tingir i sagi ni karang. Tuahmu bang si cacak bepilih kati kutebang, Mal kurasuk, kupantik kin reje tiang, Penupang ni supu, sesrnni rering, Sike ko kaso turun, bere bujur, ko ke bere lintang, Temetapmi ko ku lpen, Jarak rara ari opat sagi emus ni kuyu, Kiblat ni heme. Hasil analisis data yang diperoleh adalah tata hubungan tari Sining terdiri dari 3 gugus, 13 kalimat, 20 frase dan 102 motif. Elemen dasar tari adalah tubuh dibagi menjadi empat bagian yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki, masing-masing bagian dibagi menjadi dua yaitu unsur sikap dan unsur gerak. Bagian kepala terdiri 9 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian badan terdiri dari 6 unsur sikap dan 10 unsur gerak, bagian tangan terdiri dari 8 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian kaki terdiri dari 9 unsur sikap dan 8 unsur gerak.Kata Kunci: analisis, struktur, tari Sining
EKSISTENSI TARI RATEB MEUSEKAT DI GAMPONG MEUDANG ARA BARO KECAMATAN BLANG PIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Ummir, Badril; Kurnita, Taat; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8906

Abstract

Penelitian yang berjudul Eksistensi Tari Rateb Meusekat di Gampong Meudang Ara Baro Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan mengangkat masalah bagaimana eksistensi tari Rateb Meusekat di Gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya dan untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 orang tuha lapan, 11 orang tuha peut, 1 orang ketua sanggar, keuchik dan 10 orang masyarakat di gampong Meudang Ara Baro kecamatan Blang Pidie kabupaten Aceh Barat Daya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rateb Meusekat sudah jarang dipertunjukkan pada acara pernikahan dan acara keagamaan. Saat ini hanya dipertunjukkan pada acara yang bentuknya bersifat formal sehingga tidak semua masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan tari tersebut. Faktor yang mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat yaitu konflik yang terjadi di Aceh menghambat beberapa aktivitas masyarakat baik dari segi ibadah, aktivitas adat dan juga tari Rateb Meusekat sehingga mempengaruhi eksistensi tari Rateb Meusekat ini. Faktor selanjutnya yaitu: tari kreasi baru juga mempengaruhi tari Rateb Meusekat masyarakat lebih tertarik pada tari kreasi baru dibandingkan dengan tari Rateb Meusekat. Keyword: eksistansi, tari Rateb Meusekat
PROSES PEMBELAJARAN PADA SENTRA MUSIK BIOLA DI TK KHALIFAH BANDA ACEH Fajar, Azwar; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i3.8904

Abstract

Penelitian yang berjudul Proses Pembelajaran pada Sentra Musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran pada sentra alat musik biola di TK Khalifah Banda Aceh, serta kendala-kendala yang dialami dalam proses pembelajaran sentra alat musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pada sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh, serta kendala-kendala yang dialami dalam proses pembelajaran sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Guru dan siswa pada TK Khalifah Banda Aceh, objek penelitian ini yaitu Sentra Musik biola di TK Khalifah Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran musik biola di TK Khalifah Banda Aceh yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memainkannya. Kendala-kendala yang dialami ketika proses pembelajaran musik biola di TK Khalifah Banda Aceh terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta didik tidak fokus pada saat latihan, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap gesekan nada yang telah diberikan. Proses pembelajaran sentra musik biola di TK Khalifah Banda Aceh pada dasarnya sama dengan pembelajaran pada TK lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik biola, dan mempersiapkan tempat pembelajaran.Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik biola
FUNGSI DAN PENYAJIAN TARIAN RATOH DUEK PADA SANGGAR SENI SEULAWEUET Husna, Nurul; Kurnita, Taat; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i2.5751

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet mengangkat masalah Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Fungsi Dan Penyajian Tarian Ratoh Duek Pada Sanggar Seni Seulaweuet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pelatih dan penari Ratoh Duek Pada Sanggar Seni Seulaweuet. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyajian Tarian Ratoh Duek Pada Sanggar Seni Seulaweuet meliputi gerak, iringan berupa syair, pola lantai, dan tata rias busana, serta pentas pertunjukan. Secara keseluruhan Fungsi Penyajian Tarian Ratoh Duek adalah sebagai media untuk memperkenalkan tarian Aceh di kancah Nasional dan sebagai sarana hiburan serta sarana pertunjukan untuk dapat dipertontonkan pada suatu acara atau pentas seni lainnya dan dapat menciptakan sebuah kesinambungan sosial dalam masyarakat. Kata Kunci: fungsi, penyajian, tarian Ratoh Duek
BENTUK PENYAJIAN TARI PELEBAT DI SANGGAR LAC SUKU ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA Safitri, Mellya; Supadmi, Tri; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i2.5750

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Bentuk Penyajian Tari Pelebat di sanggar LAC Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara ini mengangkat masalah bagaimanakah bentuk penyajian tari Pelebat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pelebat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua sanggar, anggota penari dan majelis adat yang mengetahui sejarah tari Pelebat ini. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajiantari Pelebat suku Alas di sanggar LAC Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Pelebat di sanggar LAC Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara memiliki 5 ragam gerak tari yaitu: gerak penghormatan, gerak pengukuran pedang, gerak langkah 3 (mengiringi), gerak ningcingi (lompat-lompat), gerak pukulan. Pola lantai yang digunakan pola lantai melingkar dengan menggunakan gerak langkah tiga. Pengiring tari menggunakan alat musik yaitu canang yang terbuat dari kaleng ikan dencis dan kayu sebagai pemukul alat musik. Tarian ini tidak menggunakan tata rias tampil apa adanya karena penari dari kalangan lelaki dewasa. Tata busana menggunakan pakaian adat alas baju hitam dan celana hitam yang sudah dihiasi motif sikhat dalam bahasa alas, benang emas dalam bahasa sehari-hari songket dan penutup kepala bulang bulu. Tari ini menggunakan properti bambu dengan panjangnya 1 meter dan tarian ini menggunakan pentas arena yang dapat dilihat dari berbagai sisi.Kata kunci: bentuk penyajian, tari tradisional Pelebat
BENTUK PENYAJIAN TARI LINGGANG MEUGANTOE DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Aina, Janurul; Kurnita, Taat; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i2.5749

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Linggang Meugantoe di Sanggar Rampoe Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Linggang Meugantoe.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Subjek dalam penelitian ini adalah ketua sanggar, koreografer dan penari di sanggar Rampoe Banda Aceh sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah tari Linggang Meugantoe di sanggar Rampoe Banda Aceh.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Sedangkan teknik analisis data dengan reduksi, penyajian dan verifikasi data.Lokasi penelitian yaitu di Sanggar Rampoe Banda Aceh.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Linggang Meugantoe adalah sebuah tari kreasi yang diciptakan pada tahun 2010.Tari ini diciptakan oleh seorang koreografer bernama Andhika Ujung dalam rangka untuk mengikuti sebuah festival tari kreasi. Dalam kata lain, tari ini dibuat untuk penampilan hiburan. Jumlah penari dalam tari ini yaitu 6 penari perempuan atau disesuaikan dengan keadaan panggung, namun penari pokoknya yaitu 6 penari.Gerakan-gerakan yang terdapat pada tari ini berjumlah 37 gerak yang berangkat dari beberapa gerak tradisional Aceh dan gerakan melayu dan terdapat pula satu properti yang digunakan yaitu ketipung/kopak.Penggunaan pola lantai pada tari Linggang Meugantoe beragam-ragam mulai dari pola lurus, lingkaran dan sebagainya.Tari ini memiliki gerakan-gerakan yang lincah dan energik, begitu pula dengan tempo gerakan, ada yang lambat maupun cepat. Syair yang terdapat dalam tari ini hanya beberapa bait yang dinyanyikan oleh suara vokal dari seorang pemusik dan kemudian di sambut oleh para penari. Sedangkan untuk alat musik yang digunakan yaitu beberapa alat musik tradisional seperti gimbe, rapaI, gendang dan serunee kalee.Busana yang dikenakan dalam tari Linggang Meugantoe tidak lepas dari pakaian tradisional Aceh yaitu baju dan celana, sedangkan untuk songket digunakan songket melayu.Sedangkan untuk pentas yang digunakan untuk penampilan tari Linggang Meugantoe adalah pentas Prosenium.Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Linggang Meugantoe.
PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER TARI LIKOK PULO DI SMA NEGERI 1 RANTO PEUREULAK ACEH TIMUR Alvionita, Gusni; Kurnita, Taat; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i2.5748

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pelaksanaan Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur mengangkat masalah bagaimanakah pelaksanaan ekstrakurikuler tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak, dan kendala yang dihadapi saat pelaksanaan ekstrakurikuler tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksaan ekstrakurikuler tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur, dan kendala yang dihadapi saat pelaksanaan ekstrakurikuler tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pelatih dan siswa-siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari Likok Pulo pada SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian pada pelaksanaan ekstrakurikuler tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur berlansung 1 semester dengan jumlah 38 kali pertemuan. Pelaksanaan tari Likok Pulo pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak ini sudah sesuai dengan ekstrakurikuler yang ditetapkan oleh Depdiknas bahwa kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh sekelompok siswa misalnya kesenian yang diselenggarakan di sekolah di luar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler sangat membantu siswa mengenai rasa keingintahuan dan penasaran terhadap tari tradisional Likok Pulo Aceh serta siswa juga dapat mengembangkan bakat dan minatnya khususnya dibidang seni tari. Kendala yang dihadapi oleh siswa yaitu (1) syair lagu tari Likok Pulo menggunakan bahasa Aceh yang kurang mereka pahami, (2) sulitnya siswa menghafal gerak dan syair lagu secara bersamaan agar terciptanya suatu keharmonisan dalam gerak tari, (3) Sarana/prasarana yang tersedia disekolah tersebut tidak memadai, sehingga terhambatnya proses pelaksanaan ekstrakurikuler tari Likok Pulo di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur.Kata kunci: pelaksanaan, ekstrakurikuler, tari Likok Pulo