cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
PROSES PEMBUATAN KASAB DI DESA GEULUMBUK KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN Puspita, Nelva; Ismawan, Ismawan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5244

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Proses Pembuatan Kasab di desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Mengangkat tentang bagaimana proses pembuatan kasab di desa Gelumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan proses pembuatan kasab di desa Gelumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengrajin kasab di desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kasab di desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan.Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kasab adalah kayu pemedangan, jarum jahit, benang jahit, pena, pentul, gunting, bantal. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kasab adalah kain beludru, benang emas. Proses awal yang dilakukan dalam pembuatan kasab adalah membuat pola di atas kain beludru, kemudian benang dilipat dua dan dijepit dengan jarum pentul lalu dijahit dengan benang jahit di atas pola yang telah digambarkan di atas kain beludru.Kata Kunci: Seni rupa, kriya, motif, kerajinan, Kasab
MECANANG GUNG PADA PESTA PERNIKAHAN SUKU KLUET KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN Irfandi, Jalil; Ismawan, Ismawan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5239

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Mecanang Gung pada Pesta Pernikahan Suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Penelitian ini mengangkat masalah tentang Penyajian Mecanang Gung pada Pesta Pernikahan Suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyajian mecanang gung pada pesta pernikahan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kluet Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan penyajian mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah melalui beberapa langkah yaitu dengan mengunjungi pesta pernikahan, mendokumentasikan data, mengamati penyajian mecanang gung yang terdiri dari pemusik, alat musik, kostum, waktu dan tempat pertunjukan serta ritme mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Acara persandingan pengantin laki-laki dengan perempuan dilakukan pada siang hari di rumah pengantin laki-laki sedangkan di rumah pengantin perempuan dilakukan pada malam hari. Pertunjukan mecanang gung pada pesta pernikahan yang dilakukan di belakang rumah atau di dapur, dilaksanakan setelah mato sepat dan pada saat mangan dalung. Pelaksanaan mecanang gung pada saat mangan dalung adalah pada malam hari yang biasanya dimulai dari pukul 22.00WIB. sampai dengan selesai. Penyebutan pola permainan mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet yaitu tekah, slalu dan gung sedangkan penulisan terhadap pola tersebut menggunakan simbol untuk Tekah, $ untuk Slalu dan untuk Indung. Kata Kunci: Penyajian, Mecanang Gung, Pesta Pernikahan, Suku Kluet
MEBOBO PADA ADAT PERKAWINAN SUKU KLUET DESA MALAKA KECAMATAN KLUETTENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN Hasbullah, Hasbullah; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5237

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Mebobo pada Adat Perkawinan Suku Kluet di Desa Malaka Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan mengangkat masalah mebobo pada acara adat perkawinan di Kluet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara dan makna dari syair mebobo saat acara adat perkawinan di desa Malaka Kecamatan Kluet Tengah Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, dan teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mebobo Pada acara adat perkawinan suku Kluet sudah dilaksanakan semenjak abad ke-13 Masehi.Mebobo dilaksanakan oleh laki-laki pemuda desa serta tokoh adat di desa tersebut, diiringi dengan syair-syair yang dilantunkan namun tidak semua lirik dalam syair memiliki makna yang jelas karena hanya sebagai hiburan dan penyemarak saja.Mebobo dilaksanakan pada malam hari.Istilah mebobo dimaksudkan pada saat mengantarkan pengantin pria kerumah pengantin wanita, sedangkan sebaliknya disebut Pagi Makan.Secara keseluruhan makna dari syair mebobo sendiri lebih kepada kata-kata nasihat dan arahan serta acara pelepasan dari sahabat-sahabat pengantin pria.Kata kunci: Mebobo, Adat, suku Kluet.
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK GORDANG SAMBILAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA DI MTsN RUKOH Juliawan, Harvan; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5235

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pembelajaran Alat Musik Gordang Sambilan dengan Menggunakan Model Teams Games Tournament pada Materi Musik Tradisional Nusantara di MTsn Rukoh mengangkat masalah bagaimana proses pembelajaran dan hasil belajar yang menggunakan model TGT dengan yang tidak menggunakan model TGT. Penelitian ini bertujuan untuk proses dan hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperiment. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bidang studi seni budaya dan siswa di Mtsn Rukoh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian adalah
TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK PERAJAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH Andika, Ghufron; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5234

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Desa Belang Mersah Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah Sagara Mahardika selaku putra dari alm. AR. Moese dan Iswandi selaku murid dari alm. AR. Moese yang mengerti dalam teknik permainan alat musik perajah dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah alat musik perajah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Alat musik perajah ada dua jenis, yaitu perajah alto dan perajah sopran. Dari kedua jenis alat musik perajah tersebut, memiliki kesamaan dalam teknik dalam memainkannya, yaitu dengan teknik permainan klasik dengan cara dipetik. Dalam teknik permainan klasik memiliki bagian-bagian terpenting, diantaranya: posisi jari kanan pada perajah alto, posisi jari kanan pada perajah sopran, posisi jari kiri pada perajah alto, posisi jari kiri pada perajah sopran, posisi lengan saat memainkan perajah, posisi badan, posisi duduk pada perajah alto, posisi duduk pada perajah sopran, petikan pada dawai perajah, akord dasar C mayor pada perajah, tangga nada mayor dan minor.Kata Kunci: Teknik permainan, alat musik, Perajah
TEKNIK DASAR BERMAIN GITAR ELEKTRIK DI SEKOLAH MUSIK PRODIGY CONSERVATORY OF MUSIC DI KOTA BANDA ACEH Ardian, Eko; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5233

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Teknik Dasar Bermain Gitar Elektrik di Sekolah Prodigy Conservatory of Music Kota Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik dasar gitar elektrik yang diajarkan pengajar di sekolah musik prodigy conservatory of music. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik-teknik dasar bermain gitar elektrik pada sekolah musik Prodigy Conservatory of Music Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan tahap-tahap untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran teknik dasar gitar elektrik di Sekolah musik prodigy conservatory of music, dasar bermain gitar elektrik, pengenalan gitar elektrik melakukan dasar bermain gitar elektrik pengenalan gitar elektrik melakukan dasar penjarian strumming, picking, menggunakan pick gitar elektrik, fingering jari kiri serta melakukan teknik gitar elektrik teknik Slide, hammer on, teknik pull of dan tapping.Kata kunci: teknik dasar, bermain gitar elektrik, sekolah musik Prodigy Conservatory of Music
KAJIAN ESTETIKA TENUN SONGKET ACEH DI MUTIARA SONGKET KRUENG KALEE DARUSSALAM ACEH BESAR andini, amanda; ismawan, ismawan; hafid, mukhsin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i2.36160

Abstract

Aceh Songket weaving is a form of intangible cultural heritage that is rich in aesthetic value and cultural symbolism. However, in the era of textile industry modernization and lifestyle changes, the existence of traditional songket weaving is increasingly under pressure. This study aims to examine and understand the visual elements and design principles in Aceh Songket weaving produced by Mutiara Songket, Krueng Kalee, Darussalam, Aceh Besar, and how these elements shape aesthetic value within the framework of Edmund Burke's concept of The Beautiful and Edmund Burke Feldman's four-stage approach to art criticism. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of direct observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects of this study are the craftsmen and owners of Mutiara Songket, while the object is the songket weaving produced. The results show that Aceh songket weaving from Mutiara Songket has harmonious colors, proportionate motifs, symmetrical balance, and consistent visual rhythm. Motifs such as pucok rebong, irih halwa, and bungong peut ulah meurante are not only visually appealing but also contain philosophical meanings that reflect Acehnese cultural values. Thus, Acehnese songket weaving is not only a textile craft product but also a representation of local art with high aesthetic value that is important to preserve.
INVENTARISASI WARISAN BUDAYA KABUPATEN GARUT JAWA BARAT Hidayat, Herman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i2.36046

Abstract

Warisan budaya sebuah hal yang menjadi identitas dari Kabupaten Garut untuk terus melestarikan dan menjaga dengan sepenuh hati. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang warisan budaya yang ada di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data dan metode.Adapun hasil penelitian ini menyatakan bahwa warisan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Garut meliputi warisan budaya benda dengan beberapa bentuk seperti Situs Kabuyutan, Situs Lulumpang, Peta Ciela, Masjid Sjoero Cipari, Situs Stasiun Sikajang, Rumah Kepala Stasiun Cisurupan, Rumah Kuncen Kampung Pulo, SDN 1 Regol, Stasiun Sicurupan, Tajug Kampung Pulo. Adapun warisan budaya tak benda diantaranya yaitu Ngalungsur Geni, Badeng, Lais Garut, Upacara Seba Kabuyutan Ciburuy, Tata Ruang Kampung Pulo Cangkuang, Surak Ibra, Cigawiran, Gondang Buhun, Tata Ruang Kampung Dukuh, Nyaneut, Batik Garutan, Burayot, Dodolgarut, Ngawuwuh, Endog Lewo, Kerajinan Kulit Sukaregang. Selain itu, sangat banyak warisan budaya yang telah terdata oleh Kabupaten Garut yang dilakukan mulai dalam 15 tahun terakhir, begitupun dengan Objek Pemajuan Kebudayaan yang telah diatur oleh pemerintah untuk terus ditingkatkan dan dilestarikan.Keyword: Warisan Budaya Benda, Warisan Budaya Tak Benda, Kabupaten Garut