cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI TORTOR PADA UPACARA KEMATIAN ADAT BATAK TOBA DI DESA PENANGGALAN KECAMATAN PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH Safra, Rayhanul; Kurnita, Taat; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5351

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini tentang bentuk penyajian dan makna gerak tari tortor pada upacara kematian adat Batak Toba di desa Penanggalan kota Subulussalam. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian dan makna gerak pada upacara kematian adat Batak Toba di desa Penanggalan Kota Subulussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dan makna gerak tari tortor pada upacara kematian adat Batak Toba di desa Penanggalan Kota Subulussalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitin ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi. Agar hasil penelitian dapat dipercaya, peneliti menggunakan alat bantu buku catatan, kamera foto dan kamera video. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian tari tortor ini ditarikan pada saat sebelum jenazah dikebumikan dan tari tortor melambangkan penghormaatan terakhir kepada jenazah sebelum dikebumikan serta tari ini dilakukan agar yang ditinggalkan tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta mengiklaskan dengan lapang dada. Tarian ini ditarikan secara gembira dalam arti tidak menangis. Tari tortor kematian memiliki 4 ragam gerakan, 4 jenis pola lantai dan menggunakan sebuah ulos kain khas suku Batak yang diulosi dibahu penari yang mengulosi hula-hula dan unsur kerabat Dalihan Natolu lainnya.Kata kunci: bentuk penyajian, makna gerak, Tari tortor kematian, Batak Toba
EKSISTENSI TARI LIKOK PULO DI PULAU ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (TAHUN 2005-2015) Gunawan, Panji; Syai, Ahmad; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5349

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Eksistensi Tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar (Tahun 2005-2015) rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana eksitensi tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar Tahun (2005-2015) Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Eksistensi Tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar (Tahun 2005-2015). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Sumber data yang diperoleh dari Syeh tari tradisional Likok Pulo, masyarakat di Pulau Aceh, dan para penari Likok Pulo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari tradisional Likok Pulo merupakan salah satu kesenian tradisional Aceh yang berasal dari Pulau Aceh. Tarian tradisional Likok Pulo ini sudah tidak eksis lagi di kalangan masyarakat luas tapi masih tetap digemari oleh masyarakat pulau aceh tersebut Seniman yang ada di pulau aceh ini sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di masyarakat,bahwa pemerintah masih kurang peduli terhadap keberadaan tarian ini, hasilnya banyak masyarakat yang kurang berminat dan mulai meninggalkan tarian tradisional tersebut. Di kalangan pemuda dan pemudi daerah itu sendiri juga tidak banyak yang melestarikan adat dan istiadat tersebut, dikarenakan oleh alasan tertentu seperti, harus pergi ke sekolah, bekerja, dan malu untuk menarikan tarian tradisional, dikarenakan yang menari itu mayoritasnya adalah wanita.Kata kunci: eksistensi, tari Likok Pulo, masyarakat, kesenian.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER VOKAL GROUP DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Fazlina, Ninda; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5348

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Kegiatan Ekstrakurikuler Vokal Group di SMP Negeri 6 Banda Aceh, ini mengangkat masalah tentang proses kegiatan latihan vokal group pada kegiatan ekstrakulikuler di SMP Negeri 6 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses latihan vokal group di SMP Negeri 6 Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari lima siswa dari seluruh kelas satu dan dua, sedangkan objek penelitiannya adalah proses latihan vokal group pada kegiatan ekstrakulikuler. Hasil penelitiannya adalah proses latihan yang dilaksanakan selama delapan kali memiliki tahapan yakni seperti tahap menentukan penyanyi, tahap merancang dan latihan. Untuk tahap menentukan penyanyi, pelatih meminta kepada kepada guru seni budaya untuk mencari empat orang penyanyi satu pemain gitar. Tahap merancang dan latihan dilakukan pada latihan satu sampai dengan delapan. Untuk latihan pertama pelatih merancang aransemen vokal untuk lagu Apanya Dong secara spontanitas dengan latihan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa mencapai teknik yang baik, diantaranya artikulasi, pernafasan, dan dapat mempertahankan suaranya masing-masing atau suara satu, dua, dan tiga. Selanjutnya, latihan kedua sampai dengan kedelapan proses latihannya masih sama ketercapaiannya latihan kesatu. Namun, untuk pertemuan tersebut sudah tidak merancang lagi. Hanya tinggal melanjutkan bagian yang belum dipelajari.Kata kunci: ekstrakulikuler, vokal group.
TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK TIUP TRADISIONAL ACEH SEURUNE KALEE PADA TARI PIASAN RAYA DI SANGGAR SEURAYENG NANGGROE BIREUEN Aganovic, Izet; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5347

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini adalah Teknik Permainan Alat Musik Tiup Tradisional Aceh Seurune Kalee pada Tari Piasan Raya di Sanggar Seurayeng Nanggroe Bireuen. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah teknik permainan alat musik tiup tradisional Aceh Seurune Kalee pada Tari Piasan Raya di Sanggar Seurayeng Nanggroe Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik permainan alat musik tiup tradisional Aceh Seurune Kalee pada Tari Piasan Raya di Sanggar Seurayeng Nanggroe Bireuen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pimpinan sanggar seurayeung nanggroe dan anggota sanggar seurayeung nangroe. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik tiup tradisional Aceh Seurune Kalee merupakan salah satu alat musik tiup Aceh. Alat musik tiup seurune kalee terbagi atas 4 bagian, yaitu bambu (lipai), piring tembaga, lubang nada, lidah seurune. Teknik permainan Seurune Kalee dapat dilakukan dengan dua posisi, yaitu dalam posisi duduk dan berdiri. Teknik permainan alat musik tiup tradisioanl seurune kalee ada beberapa tahap: 1. Menghimpit lili (lidah seurune) dengan kedua bibir. 2. Menyimpan udara/ nafas di bagian rongga mulut, kemudian di tiup/ dihembuskan di bagian lili (lidah seurune) hingga seurune kalee mengeluarkan bunyi. 3. Posisi mulut kembang-kempis dipengaruhi oleh pertukaran udara yg dihirup melalui hidung 4. Posisi mulut tersebut menghasil bunyi seurune kalee yg tidak terputus-putus. Ukuran dan bentuk Seurune Kalee sangat berparuh bagi suara yang dikeluarkan, karena diameter lubang seurune sangat menentukan bunyi yang dikeluarkan.Kata Kunci: teknik, permainan, Seurune Kalee
PROSES PEMBUATAN ALAT MUSIK TRADISIONAL GEGEDEM DI DESA PAYA JEGET KECAMATAN PEGASING KABUPATEN ACEH TENGAH Hulwan, Hulwan; Ismawan, Ismawan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5346

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Proses Pembuatan Alat Musik Tradisional Gegedem di Desa Paya Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini mengangkat masalah tentang proses pembuatan alat musik tradisional Gegedem di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan alat musik Gegedem. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Paya Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian dan tahapan proses pembuatan alat musik tradisional Gegedem diantaranya: memotong badan Gegedem (batang kayu nangka), mengolah kulit kambing (membran), membersihkan rotan (we), baji, radang (rotan besar), sidak, serta cara memproduksi bunyi, sistem pelarasan pada alat musik tradisional Gegedem. Alat yang digunakan pada proses pembuatan alat musik tradisional Gegedem diantaranya: mesin singso (pemotong kayu), Bor Mesin, Pahat kayu, Palu kayu, amplas mesin, dan mesin Grinda. Bahannya berupa; pohon kayu nangka, kulit kambing jantan, dan rotan. Proses pembuatan alat musik Gegedem meliputi beberapa tahap, yaitu: 1) Proses pembuatan Baloh, meliputi penebangan, pengukuran, pengeboran, pemahatan dan finishing pengamplasan halus dan kasar, 2) Proses pengolahan kulit, meliputi perendaman kulit menggunakan kapur, penjemuran, pengambilan lendir dan bulu dan pengukuran lebar diameter, 3) Proses pemasangan, meliputi mujermet, mujalin dan pemasangan sidak dan baji.Kata Kunci: alat musik, Gegedem, proses, tradisional
BENTUK PENYAJIAN TARI RAMPHAK DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Junanda, Ferdi; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5345

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Ramphak di sanggar Rampoe Banda Aceh mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian tari Ramphak dalam acara pertunjukan atau hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Ramphak di sanggar Rampoe Banda Aceh. Sumber data dalam penelitian ini adalah koordinator sanggar Rampoe (Zulkifli), penari sanggar Rampoe Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Ramphak dikembangkan oleh Yusri Sulaiman pada tahun 2006 yang ditarikan oleh 8 orang penari wanita dan empat orang penari pria. Tarian ini memiliki 31 gerakan yaitu 15 gerak wanita,15 gerak pria dan 1 gerak bersama. Gerak yang terdapat pada tari ini adalah gerak-gerak cuplikan dari beberapa tari tradisional di Aceh, seperti tari saman, ratoeh duek, laweut dan seudati.Tari Ramphak diiringi dengan syair Aceh yang dilantunkan oleh syeh. Tari Ramphak termasuk ke dalam tari pertunjukan yang berfungsi sebagai hiburan semata.Kata Kunci: bentuk, penyajian, tari Ramphak
BENTUK PENYAJIAN TARI LANGKIR DEHWER DI KECAMATAN TEUPAH SELATAN KABUPATEN SIMEULUE Restika, Dwi; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i3.5344

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini tentang Bentuk Penyajian Tari Langkir Dehwer di Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue. Mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian dan makna tari Langkir Dehwer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Langkir Dehwer serta makna yang terkandung dalam tari Langkir Dehwer. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Data penelitian ini bersumber dari para seniman dan pelatih yang mengetahui tentang tarian Langkir Dehwer di Desa Pasir Tinggi Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu: mereduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Langkir Dehwer ditarikan oleh delapan orang penari, empat penari perempuan dan empat penari laki-laki. Tetapi penari perempuan tetap diperankanoleh laki-laki, karena tari yang berpasangan dengan perempuan tabu di kalangan masyarakat Simeulue khususnya di desa Pasir tinggi Kecamatan Teupah Selatan. Tari ini memiliki 33 gerakan, tetapi banyak pengulangan gerak, 21 jenis pola lantai, alat musik yang digunakan adalah Gendang. Properti yang digunakan delapan helai tali nilon. Tata rias penari menggunakan bedak tabur secukupnya saja, bahkan tidak digunakan sama sekali karena semua penarinya laki-laki dan sudah berumur. Secara garis besar, makna yang terkandung dalam rangkaian gerak tari Langkir Dehwer adalah makna bagaimana tata cara kehidupan bermasyarakat. Tarian ini ditampilkan pada acara pernikahan, khitanan, dan acara-acara adat lainnya.Kata kunci: bentuk penyajian, tari Langkir Dehwer
PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TEATER) DI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA YANG DILAKSANAKAN OLEH GURU BIDANG STUDI NON SENI Febriani, Dina; Syai, Ahmad; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i3.5343

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengangkat masalah, bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang studi non seni, dan apasajakah hambatan yang dihadapi guru seni budaya dalam proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang non seni. Serta bagaimanakah hasil pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang studi non seni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang non seni, dan mengetahui apasaja hambatan yang dihadapi guru seni budaya dalam proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya, serta mendeskripsikan hasil pembelajaran seni budaya (teater) di SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dilaksanakan oleh guru bidang studi non seni. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif, sedangkan jenisnya menggunakan Deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah proses pelaksanaan pembelajaran dan objeknya adalah pembelajaran seni budaya (teater). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya dengan guru bidang non seni dilakukan melalui tiga tahapan pelaksanaan yaitu pelaksanaan kegiatan awal, inti, dan akhir. Serta hambatan yang dihadapi guru seni budaya dalam materi seni teater di SMAN 1 Krueng Barona Jaya, yaitu tidak adanya guru bidang studi seni, kurangnya minat siswa, metode guru, kreatifitas siswa, dan tidak adanya dukungan dari orang tua. Sedangkan hasil pelaksanaan pembelajaran menunjukkan hasil yang baik dengan presentase nilai di atas rata-rata 70.Kata kunci: proses pembelajaran, hambatan, seni budaya (teater)
BENTUK PENYAJIAN TARI ZAPIN PEKAJANG DI SANGGAR BUANA KOTA BANDA ACEH Suraya Tiba, Dara Ananda; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i3.5342

Abstract

penyajian tari Zapin Pekajang di Sanggar Buana Kota Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Zapin Pekajang di Sanggar Buana Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyajian tari Zapin Pekajang di sanggar buana Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan pelatih sanggar buana. Objek dalam penelitian ini adalah tari Zapin Pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Zapin Pekajang termasuk ke dalam tari tradisional dari Johor, Malaysia. Penggunaan unsur gerak pada tarian ini tidak terlalu banyak, tarian ini cenderung menggunakan pola lantai yang beragam. Tari Zapin Pekajang ini berasal dari salah satu kampung yang berada di Johor. Tarian ini menceritakan bagaimana perjalanan pemuda-pemudi yang ingin mendapatkan pasangan hidup mereka. Tari ini memiliki 3 ragam gerak, yaitu ragam gerak Dua, Tiga dan lima. Di dalam ragam gerak terdapat pembatas antara ragam gerak satu dengan ragam gerak lainnya yang disebut dengan kopak. Tari ini memiliki 20 pola lantai dan 8 orang penari diantaranya 4 penari pria dan 4 penari wanita. Tata rias yang digunakan pada tari Zapin Pekajang adalah tata rias cantik. Tata busana yang digunakan pada tari Zapin Pekajang adalah busana adat Melayu seperti celana hitam, baju Melayu lengan panjang dan songket. Bentuk sanggul yang digunakan sama seperti sanggul Aceh pada umumnya dengan perlengkapan hiasan kepala berupa mahkota dan bunga. Properti yang digunakan adalah bunga telur. Tarian ini tidak menggunakan musik langsung, melainkan audio. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian zapin ini adalah gambus, rebana, gendang dan marwas.Kata kunci: Bentuk penyajian, tari Zapin Pekajang
STUDI KOMPARATIF TARI RATEEB MEUSEUKAT DI SANGGAR EUNCIEN MEULIGOE ACEH UTARA DENGAN TARI RATEEB MEUSEUKAT DI SANGGAR ANEUK CERIA BANDA ACEH Apriliani, Cut Reisya; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i3.5294

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Studi Komparatif Tari Rateeb Meuseukat di Sanggar Euncien Meuligoe Aceh Utara dengan Tari Rateeb Meuseukat di Sanggar Aneuk Ceria Banda Aceh mengangkat masalah bagaimana komparasi gerak tari Rateeb Meuseukat yang ada di sanggar Euncien Meuligoe dan di sanggar Aneuk Ceria. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan gerak tari Rateeb Meuseukat di sanggar Euncien Meuligoe dan di sanggar Aneuk Ceria. Pendekata yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelatih dan penari di sanggar Euncien Meuligoe dan Aneuk Ceria. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari Rateeb Meuseukat yang ada di sanggar Euncien Meuligoe dengan di sanggar Aneuk Ceria, memiliki perbedaan dan persamaan. Secara keseluruhan gerak tari Rateeb Meuseukat menggambarkan keuletan, kecepatan kekompakan dan keselarasan.Kata Kunci: studi komparatif, tari Rateeb Meuseukat sanggar Euncien Meuligoe, tari Rateeb Meuseukat sanggar Aneuk Ceria