cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
PROSES PENCIPTAAN TARI SILONGOR DI SMP NEGERI 2 SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Ernita, Mulia; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5604

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Proses Penciptaan Tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Rumusan masalahnya adalah bagaimanakah proses penciptaan dan bagaimanakah bentuk penyajian tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Proses Penciptaan dan Bentuk Penyajian Tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriftif. Data penelitian ini bersumber dari seniman dan pencipta tari Silongor. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penciptaan tari Silongor melalui beberapa tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Tari Silongor ditarikan oleh 6-10 orang penari wanita, rata-rata umur penari sekitar 10-15 tahun. Tarian ini memiliki 14 ragam gerakan dan ada dua kali pengulangan gerak pada setiap gerakannya, 15 jenis pola lantai. Musik pengiring pada tarian ini menggunakan rekaman lagu daerah Simeulue yang berjudul Silongor. Tata rias yang digunakan yaitu rias cantik dan sederhana dengan menggunakan mahkota seperti paru burung Silongor. Tata busana menggunakan baju dan celana berwarna coklat dengan desain yang sangat sederhana serta kain yang dibentuk menyerupai sayap burung. Tempat pertunjukan tarian ini dapat ditampilkan di pentas arena dan prosenium Tarian ini ditarikan pada acara-acara hiburan dan dapat dinikmati bagi semua kalangan.Kata Kunci: proses penciptaan, bentuk penyajian, tari Silongor.
MAKNA SIMBOLIK BUSANA BARONGSAI KLUB MACAN PUTIH DI VIHARA DHARMA BAKTI Chairunnisaak, Mariam; Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5602

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Makna Simbolik Busana Barongsai Klub Macan Putih di Vihara Dharma Bakti. Penelitian ini mengangkat masalah, bagaimanakah makna simbolik yang terkandung pada busana barongsai klub Macan putih di Vihara Dharma Bakti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung pada bagian-bagian busana barongsai dan warna-warna yang digunakan dalam busana barongsai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitiann ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa barongsai merupakan tarian tradisional Cina yang menggunakan sarung yang menyerupai singa. Setiap bagian-bagiannya busananya merupakan simbol dari hewan-hewan kepercayaan yang ada di alam imajinasi masyarakat Tiong Hoa. Citra barongsai yang meyerupai singa disimbolkan seperti binatang kepercayaan nenek moyang mereka. Binatang kepercayaan mereka merupakan binatang mistis seperti naga, kura-kura, phoenix, chi lin atau unicorn Cina dan ular. Singa sejak saat itu melambangkan keberanian, kekuatan, kepercayaan diri dan keberuntungan serta menjadi salah satu binatang yang dimuliakan. Busana barongsai tradisional memiliki lima warna yaitu kuning, merah, hijau, hitam da putih. Selain busana barongsai tradisional sekarang terdapat busana barongsai modern yang memiliki warna-warna yang bervariasi, seperti warna merah muda.Kata kunci: makna, simbol, busana, barongsai.
PEMBELAJARAN PIANO UNTUK ANAK AUTISME DI SEKOLAH MUSIK MORITZA Amalia, Lula; Ismawan, Ismawan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5598

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran piano untuk anak autisme di Sekolah Musik Moritza. Subjek dalam penelitian ini adalah murid dan guru piano di Sekolah Musik Moritza. Sedangkan objek penelitiannya adalah pembelajaran piano di Sekolah Musik Moritza. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan yaitu, teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran piano untuk anak Autisme di Sekolah Musik Moritza terdiri dari kegiatan menyapa murid, me-riview pelajaran yang dilakukan selama 3 menit, memberikan materi, guru melakukan evaluasi kepada murid, dan mengajarkan bernyanyi kepada murid di waktu 5 menit terakhir. Materi yang digunakan merupakan buku I (easy part piano 01) dan buku II (easy part piano 02). Selain itu, ada pula lagu pop dan lagu anak-anak. Metode yang diajarkan berupa reading,hearing, memory singing, dan finger drill. Reading yaitu tahap melatih murid untuk membaca notasi balok. Hearing yaitu tahap dimana murid mendengar dan peka terhadap dinamika maupun aksen dalam musik. Memory singing yaitu murid menyanyikan lagu yang sudah pernah bahkan sering dinyanyikan sebelumnya (notation singing) guna melatih daya ingat murid. Pada metode finger drill melatih keterampilan dan penjarian murid dalam bermain piano, yang diawali dengan memainkan tangga nada C mayor. Terdapat pula metode Q yang memiliki komponen diantaranya; murid harus paham tujuan belajar mereka dan apa yang sedang dan akan mereka lakukan, guru menjelaskan materi secara visual dan matematikal, guru mengajarkan satu materi dalam satu waktu, guru mengajarkan yang mudah terlebih dahulu, guru melakukan review pelajaran sebelumnya, guru melakukan kritik permainan yang bersifat positif, dan guru harus mampu membesarkan kepercayaan diri murid.Kata kunci: pembelajaran piano, anak autisme
ORNAMEN BATEE RANUB DI MUSEUM ACEH Supadmi, Tri; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5596

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Ornamen Batee Ranub di Museum Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah ornamen hias yang terdapat pada Batee Ranub di Museum Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ornamen hias yang ada pada Batee Ranub Aceh. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di Museum Negeri Aceh, sumber data penelitian adalah kepala seksi koleksi, kolektor benda seni dan bersejarah, tokoh masyarakat dan para peneliti di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi non-partisipan, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap Batee Ranub memiliki ornamen hias yang berbeda-beda. Terdapat tiga jenis Batee Ranub Aceh yaitu cerana, puan dan karaih. Motif yang terdapat pada Batee Ranub Cerana adalah Bungong kalimah, Sisik naga, Awan si tangke, Bungong meulu, Taloe ie, Suluran, Pucuk rebung, Puta taloe, Geometris dan Sisek meuria. Motif yang terdapat pada Batee Ranub puan adalah Emun, berangkat, Puta taloe, Taloe ie, Awan si tangke, Pucuk reubong, Bunga dan Geometris. Sedangkan Batee Ranub Karaih motif-motifnya adalah motif Bungong meulu, Puta taloe, Suluran,Oun muroung, bunga, Taloe ie, Bungong kupula, Pucuk reubong, Awan si tangke, Puta taloe dan Geometris.Kata Kunci: ornamen hias, Batee Ranub, museum Aceh
KERAJINAN KAYU GERUPEL DALAM KONTEKS MASYARAKAT GAYO Anugraini, Arif Seswi; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5595

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Kerajinan Akar Kayu Gerupel dalam Konteks Masyarakat Gayo ini dilakukan di Kecamatan Jagong Jeget pada pertengahan bulan Juni hingga awal September 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan kerajinan akar kayu gerupel terdiri dari: Pengolahan bahan (pengadaan dan membersihkan bahan), menentukan bentuk, mewujudkan bentuk (kontruksi), serta finishing. Teknik yang digunakan adalah teknik tempel dan teknik raut. Sementara itu, berdasarkan perkembangannya kerajinan kayu gerupel awalnya hanya dimanfaatkan sebagai peti mati namun seiring berjalannya waktu saat ini kayu gerupel telah menjadi produk kerajinan kayu kebanggan daerah yang memiliki beragam variasi dengan bentuk dan fungsi yang beragam pula.Kata Kunci: kerajinan, kayu gerupel, kebudayaan Gayo
ANALISIS KOREOGRAFI TARI KREASI JAMEUN DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Prastya, Agung; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v2i1.5594

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Koreografi Tari Jameun di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis koreografi tari kreasi Jameun disanggar Rampoe Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan analisis koreografi tari Jameun disanggar Rampoe Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang proses penggarapan tari Jameun di sanggar Rampoe Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Rampoe, ketua sanggar Rampoe, penari dan pemusik sanggar Rampoe. Objek dalam penelitian ini adalah tari Jameun. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan koreografi tari Jameun termasuk ke dalam tari kreasi baru. Dalam proses koreografi tari Jameun, tarian ini memerlukan langkah-langkah yaitu dengan cara mengeksplorasi gerak, komposisi tari dan mengevaluasi gerak sehingga tercipta tari Jameun di sanggar Rampoe. Tari Jameun diciptakan pada tahun 2008 oleh Yusri Sulaiman, yang menceritakan aktivitas masyarakat Aceh di masa dahulu dengan segala keterbatasan yang ada mencoba untuk mengekspresikan diri lewat seni dengan menceritakan kegiatan masyarakat Aceh pada zaman dahulu. Tari ini memiliki 46 ragam gerak, 23 pola lantai dan 8 orang penari wanita. Tata rias yang digunakan pada tari Jameun adalah tata rias cantik. Tata busana yang digunakan pada tari Jameun adalah busana tradisional Aceh seperti celana hitam, baju Aceh hitam polos lengan panjang dan songket. Perlengkapan atas kepala yang digunakan adalah sanggul, harnal, jaring kuning, jaring manik, dan aksesoris yang digunakan adalah bross dan anting. Properti yang digunakan terdiri dari kendi, lentera atau panyoet, selendang. Alat musik yang digunakan adalah rapai, geuderang, jimbe dan menggunakan syair dibeberapa gerakan tertentu.Kata Kunci: koreografi, tari Jameun
PROSES PEMBELAJARAN PADA MATERI TARI TRADISIONAL LAWEUT BERDASARKAN POLA LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN DI KELAS VIII-2 SMP NEGERI 14 BANDA ACEH Safitry, Yuwaffy; Kurnita, Taat; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5356

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Proses Pembelajaran pada Materi Tari Tradisional Laweut Berdasarkan Pola Lantai dengan Menggunakan Metode Pemodelan di Kelas VIII-2 SMP Negeri 14 Banda Aceh. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimanakah proses pembelajaran pada materi tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai dengan menggunakan Metode Pemodelan di kelas VIII-2 dengan yang menggunakan Metode Ceramah di kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pada materi tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai dengan menggunakan Metode Pemodelan di kelas VIII-2 dan yang menggunakan Metode Ceramah di kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mencoba menerapkan sebuah metode yang baru dalam pembelajaran tari tradisional daerah setempat secara sistematis, faktual dan akurat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Banda Aceh, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa dari tiap kelas tersebut yaitu 22 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai dengan menggunakan metode pemodelan membuat siswa lebih aktif dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah siswa kelihatan lebih pasif dan hasil belajar siswa mengenai seni tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai di kelas eksperimen rata-rata memperoleh nilai di atas 80 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata dibawah 75. Dengan demikian maka penerapan metode pemodelan dalam pembelajaran eni tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai lebih baik dibandingkan dengan penerapan metode pembelajaran ceramah dalam meningkatkan pemahaman untuk mengapresiasikan tari tradisional Laweut.Kata kunci: pembelajaran, tari tradisional Laweut, metode permodelan
PERAN KASAB DALAM UPACARA ADAT MASYARAKAT SUKU ANEUK JAMEE KECAMATAN TAPAKTUAN Wulandari, Widyana; Ismawan, Ismawan; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5355

Abstract

Penelitian yang berjudul Peran Kasab dalam Upacara Adat Masyarakat Suku Aneuk Jamee Kecamatan Tapaktuan meneliti masalah peran Kasab dan makna simbol Kasab dalam upacara adat masyarakat suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan serta alasan masyarakat menggunakan benang emas dalam pembuatan komponen-komponen upacara adat suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan peran dan makna simbol Kasabdalam upacara adat masyarakat suku Aneuk Jamee serta mendeskripsikan alasan masyarakat menggunakan benang emas dalam pembuatan komponen-komponen upacara adat suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Tapaktuan. Sumber data penelitian adalah T. Laksamana Fitahruddin sebagai pakar adat suku Aneuk Jamee Kecamatan Tapaktuan, Tasrim Reza sebagai Geucik Gampong Lhok Bengkuang suku Aneuk Jamee Kecamatan Tapaktuan dan Drs. Moenawir sebagai tokoh Agama suku Aneuk Jamee Kecamatan Tapaktuan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat suku Aneuk Jamee Kecamatan Tapaktuan dan objek penelitian adalah peran Kasab dalam upacara adat masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Kasab adalah sebagai media komunikasi dan dekorasi ruangan saat pelaksanaan upacara adat (Upacara Adat Pernikahan, Upacara Adat Sunat Rasul, Upacara Adat Kematian dan Upacara Adat Peusijuk). Kasab memiliki makna khusus yang disampaikan melalui bentuk-bentuk tertentu yaitu Meuracu, Tapak, Kipeh, Banta Gadang, Dalansi, Banta Basusun, Tabia, Lidah-lidah dan Tilam Pandak. Adapun alasan menggunakan benang emas sebagai pembuatan Kasab yaitu dilihat dari segi keindahan, segi status sosial dan segi kebudayaan.Kata kunci: peran Kasab, makna, upacara adat, suku Aneuk Jamee
BENTUK PENYAJIAN TARI TOR-TOR NAPOSO NAULI BULUNG PADA ADAT PERKAWINAN MANDAILING DI KELURAHAN PIDOLI DOLOK Pratiwi, Siti; Kurnita, Taat; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5354

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk Penyajian tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung pada Adat perkawinan Mandailing di Kelurahan Pidoli Dolok mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian dan makna gerak tari Tor-tor Naposo Nauli Bulung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seniman dan budayawan, mantan penari tor-tor Naposo Nauli Bulung dan penari-penari tarian Naposo Nauli Bulung. Lokasi penelitian ini adalah di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan tari Tor-tor Naposo Nauli Bulung sangat jarang diguanakan pada adat perkawinan, tari Tor-tor Naposo Nauli Bulung ditarikan oleh 6 penari yang terdiri dari 3 penari wanita dan 3 penari laki-laki. Tari ini memiliki 6 ragam gerakan, diiringi alat musik tradisional seperti Gordang Sambilan, Gong, Suling dan Talempong. Bentuk penyajian tari ini sangat sederhana. Setiap gerak tari tor-tor Naposo Nauli Bulung memiliki makna tertentu. Tari tor-tor Naposo Nauli Bulung berarti muda-mudi yang sopan dan santun kepada yang lebih tua.Kata Kunci: bentuk penyajian, makna, tari Tor-tor Naposo Nauli Bulung
PENYAJIAN MUSIK IRINGAN TARI LIKOK PULO DI PULAU ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Fahlafi, Ridha Faluthia; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i4.5353

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Penyajian Musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimanakah penyajian musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan penyajian musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu terdiri dari syah dan pemain rapai dan objeknya yaitu musik iringan tari Likok Pulo. Teknik pegumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian terkait dengan penyajian musik iringan tari Likok Pulo memiliki unsur-unsur yaitu:.pemusik terdiri dari tiga orang yaitu syeh dan dua orang pemukul rapai. Busana yang dikenakan oleh pemusik iringan tari Likok Pulo yaitu baju tradisional Aceh, celana hitam dan songket merah. Syair pada musik iringan tari Likok Pulo memiliki 13 syair yang pada hakikatnya menceritakan tentang kisah dan nasihat. Alat musik yang musik iringan tari Likok Pulo yaitu mengunakan Rapai. Pola ritme pada musik iringan tari Likok Pulo memiliki variasi pada setiap bagian. Tempo pada musik iringan tari Likok Pulo pada setiap bagian dimulai dengan tempo sedang dan berakhir dengan tempo cepat. Panggung pada penyajian musik iringan tari Likok Pulo mengikuti tata penyajian tari jika pada tata penyajian biasa mengunakan pangung arena dan pada tatat penyajian tunang biasanya ditampilkan di lapangan terbuka.Kata Kunci: penyajian musik iringan, tari Likok Pulo.i