cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
ANALISIS BENTUK GERAK TARI KREASI GEUNTA PADA SANGGAR SEULAWEUET Syafriana, Rina; Supadmi, Tri; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5260

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah Pemimpin Sanggar Seulaweuet dan penari tari Geunta sedangkan yang menjadi objek adalah tari Geunta. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan vertifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Geunta memiliki ragam gerak yang membentuk satu kesatuan yang selaras dan ragam gerak yang disajikan sangat bervariasi karena adanya pengulangan gerak, arah gerak, yang menggunakan motif transisi unison, balance, alternate, dan broken, klimaks yang terdapat pada gerak 37-43.Kata kunci: analisis, bentuk gerak, tari Geunta
BENTUK PENYAJIAN TARI PHO DI GAMPONG SIMPANG PEUT NAGAN RAYA Putri, Reizna; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5257

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Pho di Gampong Simpang Peut Nagan Raya mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari tradisional Pho yang ada di Gampong Simpang Peut Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pho Di Gampong Simpang Peut Nagan Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelatih dan penari di Gampong Simpang Peut. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Pho yang ada di Gampong Simpang Peut Nagan Raya diantaranya meliputi gerak, pola lantai, tata rias, tata busana, pentas dan syair, yang diangkat dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Tari Pho ditarikan oleh 8-12 penari wanita. Tari Pho di gampong simpang peut memiliki 11 gerakan, dari masuk hingga gerakan salam penutupan. Pola lantai tari pho yaitu bersaf atau sejajar, lingkaran dan berbaris. Busana yang digunakan pada tari Pho adalah pakaian adat Aceh dan tata rias yang digunakan adalah rias cantik. Pengiring tari Pho adalah berupa syair yang dibawakan oleh syahi, yang bertempo lambat dan sedang. Secara keseluruhan gerak tari Pho menggambarkan kesedihan dan kebahagian, dan kekompakan, dan syairnya menceritakan tentang pemujaan kepada poe theu Allah dan pujian kepada kerajaan yang sudah almarhom, dan juga tentang kehidupan masyarakat sehari-hari.Kata kunci: Bentuk penyajian, Tari Pho
NOTASI TARI MEUGROB DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Zuhra, Nanda Putri; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5256

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Notasi Tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Mengangkat masalah bagaimanakah notasi tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk menotasikan tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitain deskriptif, yang mana data dituliskan dengan sebenar-benarnya berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah ureung tuha gampong, Geuchik, Sekdes, ketua Meugrob, penari Meugrob serta masyarakat Gampong Pulo Lueng Teuga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan panduan observasi, panduan wawancara, serta kamera digital untuk mengambil gambar dan video tari Meugrob tersebut untuk mendapatkan data yang lengkap dan valid. Data diolah dan dianalisis dengan cara reduksi data, data display serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Meugrob memiliki sepuluh ragam gerakan yaitu Tienggong (jongkok), Sinthop (hentak), Tiekui (merundukkan), Chep-Chep (hentak-hentak), Grietan Apui (kereta api), Meugiek-Giek (saling berpelukan), Moto Teng (mobil teng), Meuayon (berayun), Meulienggong-Lienggong (meliak-liuk), Meugiek Sira Meuwet (berpelukan sambil berputar).Kata Kunci: Notasi, tari, Meugrob
BENTUK PENYAJIAN TARI DAMPENG DI KAMPONG SAKOP TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL Ramayunika, Fira; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5254

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Dampeng di Kampong Sakop Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Dampeng di kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Dampeng di kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Tari Dampeng (menari) berasal dari Kampong Laemate yang artinya air mati. Kampung Laemate adalah termasuk salah satu kampung yang mempunyai sejarah panjang di wilayah Kota Subulussalam sampai ke Aceh Singkil. Tari ini pertama kali ditarikan pada tahun 1986. Singkil banyak didatangi berbagai etnis misalnya, pak-pak, karo, jawa, gayo, alas dan minangkabau. Tarian ini diadakan di halaman rumah 12 orang penari laki-laki usia remaja tampil dengan komposisi berkeliling. Seorang penyanyi yang disebut penghulu ronde, yang berada di luar penari-penari bertindak sebagai pengiring tari serta sekaligus sebagai pengarah tari. Kepada pemuda-pemuda Aceh singkil kampong sakop tanah bara agar bisa diteruskan dan memperkenalkan tarian ini ke seluruh nusantara dan mancan Negara karna tarian ini hampir saja punah.Kata Kunci: Bentuk penyajian, Tari, Dampeng
PEMBELAJARAN SENTRA SENI MUSIK DRUM DI TAMAN KANAK-KANAK BHAYANGKARI Gandhis, Dinda Rhesti; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5253

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Pembelajaran Sentra Seni Musik Drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari pada dasarnya sama dengan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik drum, dan mempersiapkan tempat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memakainya dan pengenalan kode pukulan melalui suara beserta menggunakan jari. Tidak semua Taman Kanak-Kanak menggunakan alat musik drum, bahkan dari beberapa Taman Kanak-Kanak peneliti temui hanya di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari peneliti menemukan alat musik drum yang dipergunakan untuk mengajar. Kendala-kendala yang dialamai guru ketika proses pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta dididk tidak fokus pada saat latian, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik dalam ketukan yang telah diberikan. Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik Drum
UPACARA PETROEN ANEUK DI GAMPONG MEUNASAH MANYANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nurfajri, Dek Putri; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5252

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Upacara Petroen Aneuk di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimana prosesi upacara petroen aneuk dan maknanya di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi upacara petroen aneuk dan maknanya di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang upacara petroen aneuk dan objek dalam penelitian ini adalah upacara petroen aneuk di gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan prosesi upacara adat petroen aneuk yaitu pembacaan doa pembuka, peucicap, suleung buleukat, balek hate, balek boh manoek, pencerminan, baca kitab, peusijuek, memutar beras, peulingka kabah, troen u tanoh, plah boh u, pesijuek ibu bayi, peu eh lam ayon, Tamong Bak Rumoh dan pembacaan doa penutup.Upacara petroen aneuk secara umum memiliki makna yaitu agar bayi mendapatkan kemuliaan, kesejahteraan, kemakmuran dan selamat di dunia maupun akhirat. Dan kelak ketika besar nanti bayi menjadi anak yang patuh kepada kedua orang tua dan taat beribadah kepada Allah SWT. Upacara petroen aneuk masih dilaksanakan secara adat.Kata kunci: Upacara, Petroen Aneuk
PROSES PEMBUATAN RANUB KREASI PADA MASYARAKAT ACEH SAAT INTAT LINTO DAN TUENG DARA BAROE DI TANJONG SELAMAT, DARUSSALAM, ACEH BESAR Muslimah, Rina; Ismawan, Ismawan; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5251

Abstract

ABSTRAKPenelitian berjudul proses pembuatan ranub kreasi pada masyarakat Aceh saat intat linto dan tueng dara baroe di Tanjong Selamat, Darussalam, Aceh Besar mengangkat masalah Bagaimana proses dan makna bentuk ranub kreasi teungkulok teuku umar dan ranub bungong pada saat intat linto dan tueng dara baroe di Tanjong Selamat, Darussalam, Aceh Besar. Pendekatan dengan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian mendeskripsikan bahwa proses pembuatan ranub kreasi Teungkulok Teuku Umar ialah menggunakan empat jenis bentuk lipatan antaranya: bentuk panjang dan meruncing segitiga (bagian depan atas teungkulok), bentuk segitiga (bagian samping Teungkulok), bentuk serong segitiga (bagian belakang Teungkulok) dan bentuk susunan yang disusun rapi yang ditusuk dengan cengkeh (bagian bawah Teungkulok) dan keempat motif tersebut kemudian dikreasikan di atas batang pisang yang sudah dibentuk seperti topi Aceh/Teungkulok yang biasanya dibawakan pada upacara intat linto. Sedangkan Proses membuat ranub kreasi bungong menggunakan tiga bentuk lipatan yaitu bentuk yang dirangkai dengan kawat bunga dan bentuk segi tiga yang kemudian dijahit dengan menggunakan benang dan jarum diatas kardus bekas yang sudah dibentuk menyerupai daun. Kedua bentuk lipatan ini sama seperti proses membuat Teungkulok, sedangkan bentuk ke tiga ialah daun sirih ditusuk rapi dengan kawat, kemudian dikreasikan di atas batang pisang yang sudah dibentuk tiga tingkatan lalu dikreasikan berbentuk bunga yang disebut ranub kreasi bungong yang biasa dibawakan pada upacara tueng dara baro. Makna ranub kreasi Teungkulok Teuku Umar ialah simbol pemimpin atau raja bermakna gagah, berani dan memiliki jiwa kepemimpinan, guna tujuan pria dalam berumah tangga yaitu mampu memimpin sebuah keluarga. Sedangkan ranub bungong ialah bunga yang bermakana anak dara atau gadis yang akan dipersuntingkan.Kata kunci: Proses, ranub kreasi, perkawinan Adat Aceh.
PEMBELAJARAN VOKAL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GITAR PRO PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH Arismunandar, Reza; Ismawan, Ismawan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5247

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pembelajaran Vokal dengan Menggunakan Media Software Gitar Pro pada Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran vokal dan hambatan apa saja yang dialami siswa-siswi dalam mempelajari seni vokal dengan menggunakan software gitar pro pada kegiatan ekstrakurikuler musik di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan hambatan yang dialami siswa-siswi dalam mempelajari software gitar pro pada kegiatan ekstrakurikuler musik di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, danverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran vokal dengan menggunakan media software gitar pro pada kegiatan ekstrakurikuler membuat peserta didik lebih mudah dalam mempelajari notasi-notasi lagu baru serta bisa menyanyikan lagu sesuai nada yang dibuat dalam software gitar pro. Kemudian peserta didik jadi lebih tertarik dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, terlihat dari kemauan peserta didik dalam mempelajari vokal pada lagu baru. Hambatan yang dialami pada pesrta didik adalah keterbatasan fasilitas, kurangnya pengetahuan dasar peserta didik tentang notasi dan ketidakhadiran peserta didik yang mengganggu proses pembelajaran.Kata Kunci: Pembelaran, vokal, software Gitar Pro
BENTUK DAN MOTIF NISAN PLAK-PLIENG KERAJAAN LAMURI ACEH Rosaguna, Rajes Ikhlas; Syai, Ahmad; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5246

Abstract

ABSTRAKPemilihan dalam objektifitas fisik sebuah obyek yaitu dengan bentuk dan permuakaannya seperti pada motif Nisan Plak-plieng Kerajaan Lamuri Aceh, mengangkat masalah bagaimana bentuk dan motif pada nisan Plak-plieng kerajaan Lamuri Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan motif pada nisan Plak-plieng kerajaan Lamuri Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian berlokasi di Desa Lamreh Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan ukurannya, nisan Plak-plieng dibagi dalam empat jenis yaitu nisan Plak-plieng tipe A, B, C dan D. Bentuk dari nisan tersebut ada dua yaitu bentuk balok vertikal tegak dengan ujung kepala atau atapnya berbentuk atap kuil dan bentuk balok vertikal dengan ujung kepala atau atapnya berbentuk piramid/limas segitiga. Motif hias yang terdapat pada nisan Plak-plieng tipe A yaitu motif bungoeng Seureupeu, bungoeng Awan, bungoeng Puta Taloe Dua, bungoeng Glima, bungoeng Teratai Mekar, dan bungoeng Gapeuh. Motif hias pada nisan Plak-plieng tipe B yaitu bungoeng Seureupeu, bungoeng Glima, bungoeng Awan, bungoeng Jeumpa, bungoeng Awan Sitangkee, dan bungoeng Pua Taloe Dua. Motif pada nisan Plak-plieng tipe C yaitu motif bungoeng Seuleupo, bungoeng Awan Sitangkee, bungoeng Puta Taloe Dua dan bungoeng Sagoe. Motif hias pada nisan Plak-plieng tipe D yaitu motif bungoeng Seureupeu, bungoeng Awan Sitangkee dan bungoeng Glima. Pada nisan kecil dan besar terdapat perbedaan ukiran yaitu pada nisan besar terdapat ukiran Inskripsi (tulisan pemilik makam dan cuplikan kata-kata sastra) sedangkan pada nisan kecil hanya terdapat motif hias saja.Kata Kunci: Bentuk, motif, nisan Plak-plieng.
MAKNA DAN NILAI SYAIR TRADISI PEUAYN ANEUK DI GAMPNG LHOK DALAM DUSUN PEUTUA CUT KECAMATAN PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR Fahmi, Mirza; Ismawan, Ismawan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i1.5240

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Makna dan Nilai Syair Peuayn Aneuk di Gampong Lhok Dalam Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan makna dan nilai syair peuayn aneuk di gampong Lhok Dalam. Penelitian ini dilakukan di gampong Lhok Dalam Kecamatan Peureulak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan (men-display), dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan makna dan nilai syair peuayn aneuk di gampong Lhok Dalam melalui beberapa langkah yaitu dengan mengunjungi rumah masyarakat, mendokumentasikan data, mengamati penyajian peuayn aneuk yang memiliki makna tersurat dan tersirat. Makna tersurat yakni adanya pengakuan tentang keesaan Allah, seruan berbuat kebajikan terutama kepada Allah, kepada kedua orang tua, serta bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT sedangkan makna tersirat adalah kewajiban bersyahadat dua kalimat syahadat, menuruti nesahat orang tua dan mensyukuri yang telah ditetapkan oleh Allah, pengakuan adanya hari penghakiman di akhirat, Jika tidak dapat kita ucapkan melalui lidah maka kita wajib menyebut nama Allah di dalam hati dan makna yang menganjurkan supaya anak cepatlah tidur, sebab ibu akan melakukan shalat untuk menyembah Allah dan jika kelak anak telah dewasa maka diwajibkan juga kepadanya untuk menyembah Allah subhanahuwata`ala. Selanjutnya nilai yang terkandung adalah nilai pendidikan, nilai agama, nilai seni dan nilai solidaritas.Kata Kunci: Makna dan nilai, Syair, peuayn aneuk di gampong Lhok Dalam Kecamatan Peureulak