cover
Contact Name
Masnia Ningsih
Contact Email
matsnaalmuna@gmail.com
Phone
+6282230702767
Journal Mail Official
matsnaalmuna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jabon Km 0,7 Mojokerto Telp/Fax. (0321) 399474 Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Pawitra Komunika: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora
ISSN : 27229025     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.36815/pawitrakomunika.v6i1
Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini terbit setahun dua kali, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini memuat tulisan hasil penelitian, tinjauan teoritik/konseptual, serta kajian kritis menyangkut fenomena komunikasi dan sosial humaniora. Tujuan penerbitan Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini antara lain untuk memasyarakatkan ilmu komunikasi dan bagi kepentingan pembangunan bangsa. Sasaran penyebarannya ditujukan kepada akademisi, para peneliti, litkayasa, para praktisi bidang komunikasi, bidang sosial humaniora dan masyarakat umum.
Articles 129 Documents
Membumikan Nadhoman Tashrif Melalui Komunikasi Antarpersonal di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadi'in Ahmad Nurul Khomari; Fatihatul Lailiyah
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v6i2.4715

Abstract

Kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyah is a book that contains the rules of shorof science regarding examples of word changes in Arabic that must be memorized by students so that this knowledge is a requirement that must be met and understood by students in order to read the yellow book, but because Roudlotul Mubtadi'in Islamic Boarding School is a pesantren that prioritizes its students to memorize the Qur'an, the ustadz only told his students to chant nadhom tashrifan To hone the skills of the students in understanding the science of shorof. For this reason, the ustadz chose interpersonal communication in teaching his students by applying five interpersonal attitudes, namely openness, empathy, support, positive attitude, and equality. The purpose of this study was to determine the pattern of interpersonal communication built between ustadz and santri in grounding nadhom tashrifan at Roudlotul Mubtadi'in Islamic Boarding School. This study used qualitative descriptive method. The data collection process uses observation, interview, and documentation techniques using data analysis models from Miles & Huberman. The results of the study stated that of the five interpersonal communication attitudes that were most dominant in grounding nadhom tashrifan at Roudlotul Mubtadi'in Islamic Boarding School was the attitude of empathy and support of the ustadz towards his students which was shown by the ustadz who participated in chanting nadhom tashrifan for fifteen minutes before the start of the lesson.
Konstruksi Gaya Hidup Gen Z Dalam Sinetron Asmara Gen Z: Analisis Resepsi Publik Di Media Sosial X Dan Tiktok Muhammad Dzaudan Dzaki; Lisa Ahriyanti; Yunita Khorimah; Ayu Sri Wulandari; Aldi Fathi; Rafa Elpaz; Muhammad Ihsan; Aulia Kamalia; Novaria Maulina; Yuanita Setyastuti
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v7i1.4716

Abstract

This study analyzes the digital public reception of the Gen Z lifestyle portrayed in the soap opera Asmara Gen Z using Stuart Hall’s (1980) encoding-decoding model and compares it with the sociological reality of Gen Z. A qualitative approach with qualitative content analysis was applied to identify and categorize public comments based on the AIO (Activities, Interests, Opinions) concept by Wells & Tigert (1983). Primary data was collected through Brand24 big data monitoring as well as manual observation on X and TikTok. Secondary data in the form of soap opera scene documentation was analyzed as a comparison for the encoding process. The results show that Gen Z’s lifestyle construction in soap operas is represented through social activities, interests in trends and self-image, as well as opinions regarding mental health and social relationships. Public reception is divided into three positions, including dominant, negotiation, and opposition. Some viewers consider these representations relevant to Gen Z’s lives, particularly regarding productive activities, appearance, and social issues like mental health. However, others felt that romantic conflicts were overly dramatized. These findings demonstrate that Gen Z audiences actively interpret media messages based on their personal experiences. The soap opera’s portrayal is close enough to reality to feel relatable, yet sufficiently dramatized to meet the entertainment industry’s needs. This study is expected to contribute to the field of communication, particularly in the study of audience reception.
Sentimen Dan Opini Publik Sasaran Penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (Kip – K) Di Media Sosial Nur Amalia; Adyatma Ferdi Saputra; Aisy Salsabila; Raditya Aditama; Tifza Fadia Salsabila; Wulandari Nurkhazanah; Aulia Kamalia; Novaria Maulina; Yuanita Setyastuti
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v7i1.4724

Abstract

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan program beasiswa pemerintah yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat dari keluarga kurang mampu namun berprestasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun, program ini menuai protes publik karena dianggap tidak tepat sasaran. Banyak penerima KIP-K dinilai memiliki gaya hidup mewah, sementara mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi sentimen publik terhadap program KIP-K di media sosial dan opini dominan yang muncul dalam percakapan publik terkait KIP-K. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan Brand24. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen positif sekitar 44% dengan 193 percakapan dari 440 percakapan mengenai KIP-K, dengan total volume penyebutan mencapai 440 akun dan jangkauan media sosial mencapai 6.513.435 pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa cukup banyak masyarakat yang memberikan tanggapan baik terhadap pelaksanaan KIP-K, khususnya terkait manfaat dan ketepatan sasaran penerimanya. Selain itu, jangkauan percakapan menunjukkan bahwa pembahasan mengenai KIP-K tersebar luas dan menjadi perhatian masyarakat, memperlihatkan bahwa program KIP-K memiliki penerimaan yang cukup baik di ruang publik karena dianggap mampu membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan program KIP-K tetap dipandang sebagai kebijakan sosial yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat apabila dijalankan secara tepat sasaran dan transparan, serta peran penting media sosial dalam membentuk opini publik terhadap kebijakan pemerintah dan diperlukan strategi komunikasi publik yang lebih responsif, terbuka, dan partisipatif agar kepercayaan masyarakat terhadap program KIP-K dapat terus terjaga serta mampu meminimalkan berkembangnya sentimen negatif di ruang digital.
Analisis Sentimen Publik Mengenai Kebijakan Penggunaan Hp Di Bawah Umur Melalui Hastag #Pptunas Farida Hayati; Basma Fathimah; Syakira Azzahra; Verrel Nathanael; Wedly Junanda Situmorang; Raja Rafli Putra Samudra; Novaria Maulina; Yuanita Setyastuti
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v7i1.4725

Abstract

This study aims to analyze public sentiment toward the PP Tunas policy regarding child protection in digital spaces through the hashtag #PPTunas on social media. The research employed a descriptive qualitative method with a netnographic approach. Data were collected using Brand24 from conversations on X and TikTok during March - April 2026. The findings show that positive sentiment dominated at 59%, while negative sentiment reached 41%. Positive sentiment was mainly driven by official institutions and mass media that framed support for the policy. In contrast, negative sentiment emerged from personal accounts highlighting concerns about privacy, digital surveillance, and the importance of digital literacy for children and parents. The study indicates that public opinion regarding PP Tunas is strongly influenced by media roles and government communication strategies in shaping perceptions within digital spaces.
Peran Disporapar Dalam Mempromosikan Daya Tarik Wisata Kota Mojokerto Dengan Konsep Pentahelix Ananda Sheila Umardi; Hikmah Muhaimin; Suprapto
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v6i2.4729

Abstract

Each region has a tourism charm or attraction that has the opportunity to develop and expand product diversification and national tourism quality. In accordance with the Regulation of the Minister of Tourism of the Republic of Indonesia Number 14 of 2016 concerning Guidelines for Sustainable Tourism Destinations that it is important to encourage the tourism system through optimizing the roles of business (Business), government (Government), community (Community), academic (Academics), and media (Publication).This research is a qualitative research, this type of research is a case study using direct observation data collection methods. Interviews, and documentation studies, conducted at the Mojokerto City Youth Sports and Tourism Office. This study aims to find out how the Role of Disporapar is in Promoting Mojokerto City Tourism Attraction with the Pentahelix Concept. The results of the research are that the Mojokerto City Tourism Office has implemented the Pentahelix Collaboration Model in the form of Cooperation with five stakeholders, namely the government, the community (Tourism Awareness Group), the private sector , academia, and the media. The results show that there is cooperation or partnership that is carried out as a manifestation of good public governance.
Peran Media Dalam Penanggulangan Stunting di Pemereintah Kabupaten Mojokerto Mochammad Nur Ramadhani
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v6i2.4730

Abstract

Stunting, a condition inhibiting both physical and cognitive growth in children, has garnered global attention within the realm of child health. This study underscores the imperative of promptly addressing stunting, exploring potential remedies, and delineating its enduring consequences. Notably, the pivotal roles of media and the Mojokerto Regency Government are emphasized. The research methodology encompasses literature analysis and statistical data encompassing cohort studies, health surveys, and official reports. The study confirms that stunting can yield far-reaching ramifications, potentially encompassing compromised cognitive development, diminished adult productivity, and susceptibility to chronic illnesses. The media holds a pivotal role in combatting stunting. By imparting nutritional insights, enhancing awareness, and galvanizing public support, the media serves as a catalyst. Precise reporting fosters engagement and the dissemination of pertinent information. Within the realm of stunting, the Mojokerto Regency Government emerges as a central actor. Initiatives span from prenatal nutritional programs to bolstering collaboration, conducting health education, and systematically monitoring infant growth. The fight against stunting assumes paramount importance within the context of sustainable development objectives. Through an encompassing approach integrating media, governmental, and stakeholder roles, stunting rates are projected to dwindle, empowering forthcoming generations for sustainable growth.
REPRESENTASI PROSES INTERAKSI SOSIAL DALAM FILM AIR MATA DI LADANG TEBU (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Ferry Indra; Rakhmad Saiful Ramadhani
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah analisis yang dilakukan pada film “Air Mata di Ladang Tebu”. Alasan peneliti menganalisis filmuAiryMatayidiuiLadang Tebu adalah karena film ini mengangkat sejarah politik,  filmuiniidibuatyiberdasarkanuiperistiwauikepulangan tahananipolitikidiiPulauiBuru. Yang dimana tidak ada satupun solusi secara hukum, dalamikonteksinegara, perihaliperistiwaiitu (tahananiPulauiBuru). Film iniimecoba untukumerekonstruksiikembaliibagaimana seharusnya menyikapiidanimelakukan rekonsiliasiiterhadapitahanan politik. Seperti merekaiyang pernahidibuangidi Pulau Buru. AdaurekomendasiidariuKomnasiHAM tentang rekonsiliasi. Tapiikitaitidak pernahimengerti bagaimanairekonsiliasiiitu harus dijalankan. Pulau Buru baru ditempati oleh tahanan politik PKI pada tahun 1969, setelah sebelumnya ditahan di Nusa Kambangan. Mereka dibuang ke Pulau Buru lantaran Nusa Kambangan tak sanggup menampung ribuan tahanan politik. Selain karena penjara yang sempit, alasan pembuangan tersebut juga didasari oleh program pemerintah, yakni keputusan Presiden Soeharto No.16 Tahun 1969. Representasi proses interaksi sosial dalam film Air Mata di Ladang Tebu menggunakanumetodeukualitatif danuanalisis semiotika CharlesiSandersiPierce sebagaiupendekatannya. Hasil penelitian representasi makna dalam film Air Mata di Ladang Tebu menghasilkan cerita yang membentuk sebuah realitas yang dikonstruksi terkait sebuah situasi yang dihadapi seorang tahanan politik sekembalinya tokoh tersebut ke kampung halamannya. Dalam situasi tersebut, juga terkandung contoh perilaku yang ditunjukkan oleh sahabat dari tokoh utama yang bersikap hangat dan menerima kepulangan tokoh utama di desanya dengan tangan terbuka. Sejarah singkat yang melatarbelakangi kisah dalam film ini dan kondisi tokoh utamanya merupakan “Framing” atau proses pembingkaian yang dibentuk oleh penulis dan sutradara, sehingga penonton dapat menyerap dan memaknai pengaruh yang muncul dari salah satu peristiwa penting dalam sejarah di Indonesia.
The Akar Permasalahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Putri Aisyiyah Rachma Dewi
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On August 31, 2021 the Ministry of Research, Technology, Education and Culture (Kemristekdikbud) issued Ministerial Regulation No. 30 of 2022 which regulates the prevention and handling of sexual violence in higher education settings in Indonesia. This policy is a new hope for tertiary institutions, which are known as institutions with the highest rates of sexual violence compared to educational institutions at other levels (TK-SMA). In reality on the ground, one year after the Minister of Education and Culture was passed, there are many dynamics and obstacles faced by campuses in enforcing the rules. This paper is intended as a study that will be able to unravel the roots of sexual violence in tertiary institutions and how to deal with it, so that it can be a contribution of thought for one year's evaluation after Permendikbud No. 30 of 2021 is enacted. This research uses case study method. Data were obtained through in-depth interviews, documents, and field observations during September 2022. The results showed that Permendikbud No 30/2021 was not effective enough in resolving cases of sexual violence that occurred, due to several obstacles. In this study, it was found that there were at least 2 obstacles, namely the misogynistic culture which is still deeply rooted in the campus environment. Second, power relations and weak bargaining values.
Alokasi Dana Desa Dalam Pembangunan Desa di Kabupaten Mojokerto Dian Wijaya; Andika Kurniawan
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alokasi Dana Desa sangat menentukan suatu perencanan atau program- program yang ada disekitar masyarakat, keberhasilan suatu program juga tidak lepas dari adanya Alokasi Dana Desa agar bisa berjalan dengan baik, keikutsertaan masyarakat akan sangat dibutuhkan dalam perencanaan atau program, agar suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan tentunya berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Alokasi Dana Desa dalam pembangunan pada tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan infrastruktur (fisik) di Desa Watesprojo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Teori yang digunakan yaitu Teori Partisipasi dari Yadav yang berisi tentang 1.) partisipasi dalam Pembuatan Keputusan, 2.) Partisipasi dalam Pelaksanaan Kegiatan, 3.) Partisipasi dalam Pemantauan dan Evaluasi, 4.) Partisipasi dalam Pemanfaatan Hasil. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Pemilihan informan penelitian ini dengan cara purposive sampling,  yaitu 6  orang. Hasil penelitian ini adalah 1.) Tingkat Alokasi Dana Desa dilihat dari pembuatan keputusan tergolong Rendah, karena masyarakat hanya di ikutkan di tahap perencanaan Aspirasi Masyarakat saja yang tergabung dengan musyawarah Dusun. Selanjutnya di musyawarah Desa masyarakat tidak dilibatkan hanya usulannya saja yang memang dari masyarakat.2.) Tingkat Alokasi Dana Desa dilihat dari pelaksanaan kegiatan pembangunan tergolong baik, karena masyarakat juga ikut andil dalam pelaksanaan pembangunannya baik yang disumbangkan berupa tenaga ahli tukang maupun berupa harta benda (konsumsi makanan). 3.) Tingkat Alokasi Dana Desa dilihat dari pemantauan pembangunan infrastruktur tergolong Sedang, Karena masyarakat hanya dapat mengkritik secara lisan tidak berupa tulisan kepada LPM Desa yang ada di Desa Watersprojo.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI “NGALAS” SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HUTAN DI WILAYAH SARADAN MADIUN Moch.Ichdah Asyarin Hayau Lailin; Amilul Nofa Latansyah
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun geografis dalam arti luas, dan lebih menekankan pada tempat dan lokalitas. Pengertian Kearifan lokal merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan lingkungan hidup, masyarakat serta dalam pengaturan bernegara. Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku di dalam tata kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk melindungi sekaligus mengelola lingkungan hidup secara lestari. Tradisi ngalas adalah tradisi yang berlaku di sekitar masyarakat yang tinggal di tepian Hutan. Tradis “ ngalas” di masyarakat tepian hutan wilayah Saradan Madiun sudah terjadi secara turun temurun. Tradisi yang unika secara sadar maupun tidak sadar ternyata bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan mengingat sebagian besar masyarakat selau bersentuhan dengan hutan tersebut. Penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu: (a) Untuk mengetahui  nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi “ngalas”  sebagai upaya pelestarian lingkungan hutan di Wilayah Saradan, (b)Untuk  mengetahui  tantangan yang dihadapi masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi “ngalas”  sebagai upaya pelestarian lingkungan hutan di Wilayah Saradan. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan sebuah rumusan tentang fingsi Kearifan lokal tradisi “ngalas” yakni; Sebagai penanda identitas sebuah komunitas, Elemen perekat (aspek kohesif) lintas warga, lintas agama dan kepercayaan, Kearifan lokal akan mengubah pola pikir dan hubungan timbal balik individu dan kelompok dengan meletakkannya di atas common ground/ kebudayaan yang dimiliki, Kearifan lokal dapat berfungsi mendorong terbangunnya kebersamaan, apresiasi sekaligus sebagai sebuah mekanisme bersama untuk menepis berbagai kemungkinan yang meredusir, bahkan merusak, solidaritas komunal, yang dipercayai berasal dan tumbuh di atas kesadaran bersama, dari sebuah komunitas terintegrasi.

Page 10 of 13 | Total Record : 129