cover
Contact Name
Abdul Mugni
Contact Email
mugni2201@gmail.com
Phone
+6282123402250
Journal Mail Official
lppm@iaipersisgarut.ac.id
Editorial Address
Jl. Arujikartawinata Ciateul, Tarogong Kidul, Garut , Jawa Barat, Indonesia, 40614
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30893607     DOI : -
Journal of Islamic Studies berkomitmen untuk menumbuhkan dan memelihara tradisi akademik di perguruan tinggi dengan menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang memiliki aspek kebaruan, originalitas, dan signifikansi baik secara teoritis maupun praktis. Oleh karena itu, Al Mudzâkarah: Journal of Islamic Studies menjaga proses review yang objektif dan fair. Journal of Islamic Studies terbit dua kali dalam satu tahun dengan menekankan kajian terhadap Islam dan masyarakat Muslim dengan berbagai aspek dan dinamikanya, baik dalam konteks historis maupun kontemporer. Al Mudzâkarah: Journal of Islamic Studies bertujuan untuk menjadi media diskusi dan perbedabatan akademik yang sehat dan konstruktif di bidang studi Islam untuk berbagai kalangan, baik peneliti, penulis, akademisi, pemerintah, aktivis non-pemerintah, organisasi masyarakat Islam, dan lain-lain. Journal of Islamic Studies mencakup berbagai aspek dalam studi Islam, antara lain, pendidikan Islam, ilmu Hadis, ilmu Al Qur`an dan tafsir, ekonomi syariah, sejarah, filsafat, budaya, seni, dan lain-lain. Al Mudzâkarah: Journal of Islamic Studies menerima artikel dari akademisi, peneliti, dan praktisi baik di bidang studi Islam untuk terlibat aktif dalam diskursus akademik dan akumulasi pengetahuan ilmiah di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Manajemen Internalisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an di MI Persis 119 Cihamerang Jahira, Jahira Salsabila Nurul Imam
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persis 119 Cihamerang, Kabupaten Bandung, dengan fokus pada pelembagaan program tahfizh dan kegiatan tasmiʿ al-Qur’an sebagai ritual kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an berlangsung melalui tiga tahap manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan menggunakan metode talaqqi, ziyādah, munaqosyah, dan tasmiʿ. Kegiatan tasmiʿ tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi hafalan, tetapi juga sebagai media legitimasi spiritual dan sosial yang memperkuat identitas Qur’ani lembaga serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Selain itu, penelitian ini menyoroti sinergi antara manajemen kelembagaan dan pedagogi berbasis nilai, yang menunjukkan bagaimana kepemimpinan, desain kurikulum, dan keterlibatan orang tua secara kolektif mendukung keberlanjutan program Qur’ani. Hasil penelitian ini menegaskan relevansi teori internalisasi Berger dan Luckmann dalam konteks pendidikan Islam, di mana nilai-nilai Qur’ani mengalami proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi melalui praktik kelembagaan yang berulang. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Qur’ani di tingkat madrasah dasar dan menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya yang ingin mengintegrasikan keunggulan spiritual dan organisasional.
Institusionalisasi Nilai Qur’ani dalam Program Tahfidz Entrepreneur di Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN) Yudistira, Saptanadi
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses institusionalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam program Tahfidz Entrepreneur di Pondok Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN). Program ini merupakan model pendidikan terpadu yang menggabungkan hafalan al-Qur’an dengan praktik kewirausahaan sebagai implementasi visi pesantren “Hidup dan Menghidupi.” Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen kelembagaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka New Institutional Theory yang menekankan tiga bentuk isomorfisme: koersif, mimetik, dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Qur’ani berfungsi sebagai pilar normatif dominan yang membentuk legitimasi, arah kebijakan, dan struktur program Tahfidz Entrepreneur. Pilar normatif tersebut tidak hanya mengatur perilaku santri dan pengelola, tetapi juga melekat dalam kurikulum, praktik bisnis, dan budaya pesantren. Program ini membuktikan bahwa spiritualitas dapat berperan sebagai fondasi etis bagi aktivitas ekonomi produktif, sekaligus menciptakan model kelembagaan pesantren yang adaptif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis melalui konsep Institusionalisasi Qur’ani serta menghasilkan model praktis yang dapat direplikasi pada lembaga pendidikan Islam lainnya.
Kebangkitan Pendidikan Islam Pasca-Mongol Siregar, Hamdan
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study looks at how Islamic education came back after the Mongol invasions, a time when schools, books, and scholars were majorly messed up. It's important to know how Muslim scholars and schools got things back on track after such big social and political problems. Using library research, the information came from articles, books, and historical studies from 2015 to 2025. By looking at the main ideas, the study finds three main things: schools were rebuilt, scholars started traveling again, and intellectual traditions were recreated with help from new rich people. The study shows that getting back on track after the Mongols wasn't easy or the same everywhere. It was a complicated process that helped Islamic scholarship become even stronger
Kontekstualisasi Konsep Ulul Albab dalam Al-Qur'an sebagai Tujuan Pendidikan Islam di Era Transformasi Digital Fathurohman, Salman
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v2i2.123

Abstract

Digital transformation presents new challenges for Islamic education, particularly in maintaining holistic and Qur’anic-oriented educational goals amid rapid technological advancement. Islamic education is required not only to produce learners who are technologically competent but also spiritually grounded, intellectually reflective, and morally responsible. One of the fundamental Qur’anic concepts relevant to this objective is Ulul Albab. This study aims to conceptualize Ulul Albab holistically as a goal of Islamic education in the era of digital transformation, analyze its relevance and implications for curriculum design and learning strategies, and formulate an Ulul Albab-based conceptual framework for contemporary Islamic education. This research employs a qualitative approach through a conceptual study and thematic analysis of Qur’anic verses related to Ulul Albab, particularly Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 190–191 and Q.S. Az-Zumar [39]: 9, supported by classical and contemporary Qur’anic exegesis. The findings indicate that Ulul Albab encompasses spiritual, intellectual, moral, and social dimensions that remain highly relevant as a normative foundation for value-oriented and ethical Islamic education in the digital age.
Dramaturgi Sosial: Analisis Studi Kasus pada Kelompok Istigasah Jamā’ah Al-Hidayah di Kampung Cigoce Sugih Pramukti, Nuraeni; Khairunnas, M. Ihsan; Wahyudin, Muhammad
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v2i2.131

Abstract

Penelitian ini membahas praktik istigasah Jamā’ah al-Hidayah di Kampung Cigoce melalui pendekatan dramaturgi Erving Goffman. Dengan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa front stage menampilkan ustaz dan jama’ah dalam peran religius yang khidmat dengan simbol-simbol kesalehan, sedangkan back stage memperlihatkan interaksi santai yang memperkuat kohesi sosial. Istigasah juga membentuk status sosial dan peranan yang beragam, mulai dari ustaz sebagai pemimpin ritual, jama’ah sebagai penguat legitimasi, hingga remaja sebagai pewaris tradisi. Dengan demikian, istigasah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membangun identitas dan solidaritas masyarakat.
The Mantu Bubak Tradition in Javanese Marriage Rituals from the Perspective of Soren Kierkegaard’s Existentialism Muhadiyatiningsih, Siti Nurlaili; Wulan, Utami Cahyaning
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v2i2.174

Abstract

This study aims to examine community perspectives on the mantu bubak tradition in Sumberjo Village, Margomulyo District, Bojonegoro Regency, and to analyze the forms of human existence embodied in this tradition through the lens of Søren Kierkegaard’s existentialist philosophy. The research employs a qualitative approach with a fieldwork-based design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with traditional leaders, religious figures, and families involved in the practice of the tradition, as well as documentation. The data were subsequently analyzed using descriptive, hermeneutic, and interpretative approaches. The findings indicate that the majority of the community continues to perceive mantu bubak as a socially and culturally functional tradition, as it strengthens family ties, social solidarity, and mutual cooperation amid processes of modernization. From a Kierkegaardian perspective, this tradition represents the aesthetic, ethical, and religious stages of existence. Accordingly, mantu bubak can be understood as an existential expression of Javanese society in interpreting marriage not merely as a social event, but also as a moral and spiritual experience.
Dari Tradisi Keagamaan ke Budaya Lokal Pesantren: Konstruksi Moderasi Islam dalam Konteks Keindonesiaan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Ita Fatmawati; Fatimatuz Zahro; Mumtazul Imamah; Novia Andriani
Al Mudzakarah Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v3i1.176

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pembentukan moderasi Islam melalui interaksi antara tradisi keagamaan dan budaya lokal pesantren dalam konteks keindonesiaan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik. Islam dipahami tidak hadir secara ahistoris, melainkan tumbuh melalui dialog berkelanjutan dengan realitas sosial dan budaya masyarakat. Pesantren berperan strategis sebagai ruang pendidikan sekaligus ruang sosial yang memungkinkan nilai-nilai keislaman dikontekstualisasikan secara moderat, inklusif, dan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi Islam tidak diajarkan secara doktrinal, melainkan diinternalisasikan melalui tradisi keilmuan kitab kuning, praktik ritual kolektif, budaya ikhtilaf, serta relasi sosial yang humanis antara kiai, santri, dan masyarakat sekitar. Budaya lokal pesantren berfungsi sebagai medium efektif dalam membentuk habitus keberagamaan yang toleran dan kontekstual. Keteladanan kiai menjadi faktor sentral dalam proses konstruksi nilai moderasi Islam yang berlangsung secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting sebagai agen penguatan Islam moderat yang selaras dengan nilai kebangsaan dan pluralitas masyarakat Indonesia.
Metodologi Istinbāṭ Hadis Dewan Hisbah Persis: Analisis dan Studi Kasus Ba’da Ashar Lani Lasna Ulhaq Lani; Gun Gun Abdul Basith
Al Mudzakarah Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v3i1.177

Abstract

Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis) merupakan lembaga fatwa yang berperan strategis dalam penetapan hukum Islam melalui pendekatan kembali kepada al-Qur’an dan al-Sunnah. Pada fase awal, metodologi istinbāṭ belum dirumuskan secara tertulis dan sistematis, namun praktik pengambilan hukum tetap menekankan prinsip purifikasi ajaran. Seiring perubahan sosial dan kebutuhan umat, metodologi tersebut kemudian dikodifikasi dan diperbarui sejak 1991 setelah forum ilmiah bersama Majelis Tarjih Muhammadiyah dan Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama. Reformulasi metodologis berlanjut melalui sidang Dewan Hisbah tahun 1996, 2007, dan 2018. Pembaruan mencakup penguatan kaidah istidlal dengan hadis, prosedur penyelesaian ta‘āruḍ al-adillah, serta integrasi pendekatan nushūṣ dengan realitas sosial. Dinamika ini menunjukkan sikap terbuka terhadap ijtihad kontemporer sekaligus menjaga otoritas dalil syar‘i. Evolusi metodologi tersebut menegaskan komitmen Dewan Hisbah dalam merespons persoalan keagamaan secara argumentatif, terukur, dan relevan di tengah tantangan modernitas bagi pengembangan fatwa dan panduan hukum Islam di Indonesia masa kini dan masa mendatang secara berkelanjutan dan adaptif.
Dialektika Hadis, Tradisi, Dan Makna Simbolik: Ritual Pengikatan Kaki Kambing Di Desa Pulo Panjang (Studi Living Hadis) Ahmad Farid; Muhammad Alif
Al Mudzakarah Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v3i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dialektika antara hadis, tradisi, dan makna simbolik dalam ritual pengikatan kaki kambing di Desa Pulo Panjang melalui pendekatan Living Hadis. Ritual ini dilakukan sebelum penyembelihan kambing pada kegiatan kurban, aqiqah, dan acara adat tertentu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pengikatan kaki kambing tidak sekadar proses teknis, tetapi juga mengandung nilai religius, sosial, dan simbolik. Masyarakat memaknainya sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan, pengendalian diri, ketundukan kepada Allah, serta harapan memperoleh keselamatan dan keberkahan. Penelitian ini juga menemukan adanya resepsi masyarakat terhadap hadis-hadis tentang ihsan dalam penyembelihan hewan yang kemudian diadaptasi dalam tradisi lokal. Dengan demikian, hadis tidak hanya dipahami sebagai teks, tetapi juga hidup dalam praktik budaya masyarakat Muslim.
Membangun Generasi Berakhlak Sejak Dini: Konstruksi Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlaq Lil Banin Ahmad Fauzan; Winarto Eka wahyudi; Hayyan Ahmad Ulul Albab
Al Mudzakarah Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v3i1.199

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pendidikan kepribadian dan akhlak manusia. Fenomena degradasi moral pada anak mendorong perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pendidikan karakter dalam Kitab Akhlaq Lil Banin karya Syekh Umar Achmad Baradja serta relevansinya terhadap pendidikan karakter anak usia dini di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi terhadap teks kitab dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Akhlaq Lil Banin mengonstruksi pendidikan karakter melalui penanaman adab, sopan santun, tanggung jawab, dan kewajiban yang disajikan secara sistematis, bertahap, dan aplikatif sesuai perkembangan anak. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan karakter kontemporer dan dapat diimplementasikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia sejak dini.

Page 2 of 3 | Total Record : 21