cover
Contact Name
Basto Daeng Robo
Contact Email
bastodgr@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
katalisjipm@gmail.com
Editorial Address
Bonewa Estate Blok I No. 16, Pattalassang, Gowa, South Sulawesi, 92172, Indonesia
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
ISSN : 31094031     EISSN : 31089135     DOI : https://doi.org/10.63288/jipm.v1i1
⏺️Sains ⏺️Kependidikan ⏺️Kesehatan ⏺️Sosial ⏺️Agama ⏺️Bahasa ⏺️Bisnis dan Ekonomi ⏺️Keolahragaan ⏺️Farmasi ⏺️Pertanian ⏺️Teknik ⏺️Kesenian ⏺️Vokasi ⏺️Hukum ⏺️Perikanan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Rahmat II melalui Transfer Teknologi Asap Cair Andi Artiningsih; Syarwan Hamid; Muh Arman
Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i2.21

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Rahmat II di Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal kelapa. Melimpahnya produksi kelapa di wilayah tersebut belum diimbangi dengan pemanfaatan limbah tempurung dan sabut secara optimal, sehingga menimbulkan pemborosan sumber daya dan praktik pembakaran terbuka yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan ini menawarkan solusi berupa pelatihan produksi asap cair menggunakan teknologi pirolisis sederhana serta aplikasinya sebagai pengawet alami pada produk pangan lokal, seperti ikan dan olahan kelapa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, perakitan alat pirolisis skala sederhana, proses produksi dan pemurnian asap cair, serta uji aplikatif pada produk pangan. Selain itu, program ini mendorong pembentukan unit produksi mini berbasis kelompok untuk menjamin keberlanjutan kegiatan. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis anggota kelompok tani, pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah, serta pengurangan ketergantungan pada bahan pengawet kimia. Luaran program berupa produk asap cair, modul pelatihan, publikasi ilmiah, dan model unit produksi berbasis masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan desa inovatif yang mendukung ekonomi sirkular dan kemandirian pangan lokal di Kabupaten Bulukumba.
Pendampingan UMKM Bloomsclooth Florist dalam Meningkatkan Engagement dan Konversi Penjualan Melalui Strategi Konten Promosi Digital Berbasis Branding Visual Yan Herdianzah; Riska Iva Riana; A Dwi Wahyuni P
Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i2.22

Abstract

UMKM Bloomscloth Florist menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya engagement dan belum optimalnya konversi penjualan dari aktivitas promosi digital. Permasalahan ini disebabkan oleh belum terstrukturnya strategi konten, ketidakkonsistenan unggahan, serta keterbatasan dalam memanfaatkan data insight media sosial sebagai dasar evaluasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran digital melalui pendampingan pengelolaan konten promosi berbasis branding visual. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan strategi konten, penyusunan kalender konten, penggunaan template visual, penerapan call to action, serta pendampingan monitoring dan evaluasi kinerja konten. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dengan kenaikan nilai pre-test ke post-test sebesar 34,6%, peningkatan konsistensi dan kualitas konten, serta kenaikan engagement sekitar 40%. Selain itu, terjadi peningkatan respon pelanggan yang berdampak pada potensi konversi penjualan. Program ini berhasil meningkatkan kinerja pemasaran digital dan kemandirian UMKM dalam mengelola promosi secara berkelanjutan.
Peningkatan Pemahaman Hukum Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan Nam Rumkel; Hendra Karianga; Andika Adhyaksa
Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i2.23

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yakni mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan melalui penerapan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat dengan tema Peningkatan Pemahaman Hukum tentang Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dilaksanakan dengan metode penyuluhan hukum langsung melalui ceramah dan diskusi. Dalam rangka pencegahan terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan di lingkungan sekolah, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kemudian dilakukan dengan memberikan gambaran umum serta perubahan dalam mekanisme pencegahan dan penanganan di lingkungan sekolah. Selain itu, hasil dari pelaksanaan PKM juga berupa karya tulis berupa artikel jurnal serta kekayaan intelektual yang terdaftar pada Dirjen HKI berupa poster. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa, guru, staf dan pihak-pihak lainnya yang terlibat untuk lebih mengenali bentuk-bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, peran serta pihak-pihak baik internal maupun eksternal dan langkah-langkah dalam menangani kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada penyelenggara pendidikan dan siswa/i tentang mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dan menjadi bentuk transformasi kebijakan di bidang pendidikan, khususnya dalam mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan sekolah.
Edukasi Pemanfaatan Ampas Sagu menjadi Pupuk Organik Padat di Desa Mamala, Maluku Tengah Alif Nur Laili; Sabrianah Badaruddin; Tamaratritania Citta Trisnantari; Muhammad Ikhsan Taipabu; Geraldi Rahanra; Farida Diyah Hapsari; Esther Mutiara Santallum Ekklesia Tibalia
Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i2.24

Abstract

Pengolahan sagu di Desa Mamala, Kabupaten Maluku Tengah, menghasilkan ampas yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara sekolah memerlukan alternatif pembelajaran berbasis praktik mengenai pengelolaan limbah dan pupuk organik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa serta guru SMA Muhammadiyah Mamala dalam mengolah ampas sagu menjadi pupuk organik padat dengan bahan yang tersedia secara lokal. Kegiatan dilaksanakan pada Januari–Februari 2025 melalui pendekatan learning by doing yang mencakup identifikasi kebutuhan, sosialisasi, diskusi, demonstrasi, praktik berkelompok, pendampingan fermentasi, dan evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 32 responden. Proses pembuatan meliputi persiapan ampas sagu, penambahan gula merah, EM4, dan air, pencampuran, fermentasi, serta pemeriksaan warna, tekstur, dan aroma sebagai indikator kematangan. Hasil evaluasi menunjukkan penerimaan peserta yang tinggi. Sebanyak 17 responden menyatakan sangat setuju dan 15 setuju bahwa mereka memahami mekanisme pembuatan pupuk organik padat. Sebanyak 16 responden sangat setuju dan 14 setuju mengenai fungsi EM4 sebagai bioaktivator. Selain itu, 26 responden kurang setuju dan 4 sangat kurang setuju terhadap pernyataan bahwa bahan dan peralatan sulit diperoleh serta mahal, yang menunjukkan persepsi bahwa proses dapat diterapkan dengan sarana relatif terjangkau. Produk pupuk organik padat yang dihasilkan selanjutnya diaplikasikan pada tanaman di lingkungan sekolah. Program ini penting sebagai model edukasi lingkungan berbasis sumber daya lokal yang mendukung pengurangan limbah, pembelajaran praktis, dan praktik pertanian berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer  Berbasis Lidah Buaya bagi Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindrom Downdi Makassar Rismawati Rasyid; Fitra Jaya; Syarwan Hamid; Andi Rina Ayu Astuti
Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i2.25

Abstract

Hand sanitizer  merupakan produk antibakteri yang dibutuhkan dalam berbagai aktivitas untuk mengurangi perkembangan bakteri yang menempel pada tangan. Produk ini dinilai praktis dan mudah digunakan dibandingkan dengan sabun, terutama ketika akses terhadap air terbatas. Proses pembuatannya yang relatif sederhana juga memungkinkan untuk diterapkan melalui kegiatan pelatihan bagi masyarakat. Anak-anak dengan Down syndrome memiliki semangat belajar dan potensi untuk mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang menghasilkan karya bermanfaat. Namun, mereka masih sering menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pendidikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan hand sanitizer  dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri. Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada anak-anak dengan Down syndrome agar mereka lebih mandiri dan percaya diri. Dalam proses pembuatan hand sanitizer,  peserta dapat belajar mengenali bahan, mengikuti tahapan kerja, menjaga kebersihan, serta memahami pentingnya keselamatan. Kegiatan ini juga mendorong kreativitas dalam memilih bahan yang aman, ekonomis, dan sesuai standar. Selain itu, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal awal untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Dengan demikian, peserta memiliki peluang untuk terlibat dalam kegiatan produktif dan memperoleh akses ekonomi yang lebih luas. Pelatihan juga menjadi sarana interaksi dengan teman sebaya dan pendamping sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dalam lingkungan sosial. Melalui kegiatan ini, anak-anak dengan Down syndrome diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan pengalaman yang mendukung kemandirian mereka.

Page 3 of 3 | Total Record : 25