cover
Contact Name
Basto Daeng Robo
Contact Email
bastodgr@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
katalisjipm@gmail.com
Editorial Address
Bonewa Estate Blok I No. 16, Pattalassang, Gowa, South Sulawesi, 92172, Indonesia
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
ISSN : 31094031     EISSN : 31089135     DOI : https://doi.org/10.63288/jipm.v1i1
⏺️Sains ⏺️Kependidikan ⏺️Kesehatan ⏺️Sosial ⏺️Agama ⏺️Bahasa ⏺️Bisnis dan Ekonomi ⏺️Keolahragaan ⏺️Farmasi ⏺️Pertanian ⏺️Teknik ⏺️Kesenian ⏺️Vokasi ⏺️Hukum ⏺️Perikanan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Pembelajaran Antar Pulau untuk Penguatan Tata Kelola Laut dan Peningkatan Ekonomi Nelayan: Studi Kunjungan Edukatif Bonetambu ke Langkai dan Lanjukang Zulkarnaen, Adi; Muhammad Fauzi Rafiq; Nirwan; Alief Fachrul Raazy; Muh. Fardan Ngoyo
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.11

Abstract

Program pengabdian masyarakat bertema “Pembelajaran Antar Pulau untuk Penguatan Tata Kelola Laut dan Peningkatan Ekonomi Nelayan” dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas nelayan Pulau Bonetambu dalam memahami pengelolaan sumber daya laut berbasis masyarakat. Topik ini penting karena sebagian besar nelayan di wilayah tersebut menghadapi tantangan dalam tata kelola perikanan, terutama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan peningkatan ekonomi serta degradasi ekosistem. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran lintas pulau dengan perwakilan Masyarakarn Pulau Bonetambu yang melakukan kunjungan edukatif ke Pulau Langkai dan Lanjukang untuk belajar langsung dari praktik sistem buka-tutup yang telah berhasil diterapkan oleh Forum Pasibuntuluki. Metode pelaksanaan meliputi diskusi awal, pre-test, kunjungan lapangan, observasi partisipatif, refleksi, dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman peserta terutama dalam aspek kolaborasi, pengawasan sumber daya laut, dan kesadaran ekologis. Selain itu, nelayan mulai mengidentifikasi potensi penerapan sistem serupa di wilayahnya sendiri sebagai bentuk replikasi model pengelolaan laut berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran antar komunitas nelayan efektif dalam memperkuat kapasitas sosial-ekologis dan menjadi praktik baik untuk mendukung tata kelola laut yang inklusif dan berkelanjutan.
Pelatihan Manajemen Mutu Dan Efisiensi Biaya Untuk Optimalisasi Proses Produksi Di UMKM Dapoer Sani Saleh, Anis; Herdianzah, Yan; Riana, Riska Iva; Fole, Asrul; Rauf, Nurhayati
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.12

Abstract

UMKM Dapoer Sani sebagai produsen roti canai menghadapi permasalahan utama berupa ketidakkonsistenan kualitas produk dan tingginya biaya produksi. Permasalahan tersebut disebabkan oleh belum optimalnya penerapan manajemen mutu, ketidakteraturan dalam standar operasional, serta kurangnya efisiensi penggunaan sumber daya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan efisiensi biaya produksi melalui pelatihan manajemen mutu dan pengendalian biaya. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) produksi, pelatihan teknik pengendalian mutu berbasis kontrol kualitas, pencatatan dan analisis biaya produksi, serta perancangan ulang tata letak dapur untuk memperbaiki alur kerja. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data kinerja produksi sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan konsistensi kualitas produk, efisiensi penggunaan bahan baku, dan penurunan biaya operasional hingga 85%. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM Dapoer Sani, sekaligus menjadi model pengembangan kapasitas bagi UMKM sejenis di wilayah sekitar.
Membangun Kesadaran Hukum Pedagang Terhadap Peredaran Uang Palsu di Pasar Tradisional Gamalama Kota Ternate Anshar; La Ode, Muhamad Taufik; Adhyaksa, Andika; Mufti, Ahmad
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.15

Abstract

Peredaran uang palsu merupakan permasalahan hukum dan sosial yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di pasar tradisional yang masih mengandalkan transaksi tunai. Minimnya pemahaman hukum para pedagang terhadap ciri-ciri uang asli dan konsekuensi hukum dari peredaran uang palsu menjadi faktor utama yang memperbesar potensi kerugian ekonomi dan ketidaktertiban transaksi di lingkungan pasar tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran hukum pedagang di Pasar Tradisional Gamalama, Kota Ternate, agar mampu mengenali, mencegah, dan menindaklanjuti peredaran uang palsu secara tepat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan hukum langsung dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode dialogis dan simulasi deteksi uang asli secara sederhana dengan mendatangi satu demi satu dari 10 (sepuluh) sampel pedagang yang dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap aspek hukum dan teknis identifikasi uang palsu yang secara fisik berbeda dengan uang asli. Para pedagang juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih waspada dan akan bersikap proaktif bilamana menemukan peredaran uang palsu. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran hukum di kalangan pedagang pasar tradisional serta mendukung upaya pencegahan tindak pidana peredaran uang palsu. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini penting sebagai model pemberdayaan hukum berbasis komunitas di lingkungan pedagang pasar tradisional.
Upskilling Pemulung Perempuan Menjadi Tenaga Kerja Terlatih di Sektor Pengelolaan Sampah Berbasis Wirausaha Sosial Indirwan, Dicky; Nurul Ilmi; Yuli Rahayu; Ani Asram; Isnam Junais
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.13

Abstract

TPA Tamangapa di Kota Makassar telah mengalami kelebihan kapasitas sejak tahun 2019, dengan timbulan sampah harian mencapai lebih dari 900 ton. Praktik open dumping menyebabkan pencemaran air tanah melalui lindi dan pelepasan gas beracun yang berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar. Padahal, sekitar 21,62% sampah yang ditimbun merupakan material bernilai yang masih dapat dipulihkan. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan model pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan yang selama ini bergantung pada pengumpulan sampah secara informal. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui program upskilling berbasis wirausaha sosial di Rumah Pemulihan Lestari (RPL), yang menyasar tujuh perempuan pemulung di sekitar TPA Antang. Program dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelatihan teori dan praktik, pelatihan di tempat kerja, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi keberhasilan menggunakan Model Kirkpatrick yang diadaptasi secara kualitatif untuk memahami perubahan pada tingkat reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil secara komprehensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi teknis peserta dalam pemilahan dan kontrol kualitas sampah serta penerapan standar K3. Selain itu, terjadi peningkatan status sosial ekonomi, ditandai dengan peralihan dari sektor informal ke pekerjaan formal dengan peningkatan pendapatan lebih dari 150% per bulan. Program ini juga memberikan dampak lingkungan yang positif melalui pengalihan lebih dari 1 ton/minggu sampah plastik bernilai rendah dari TPA ke proses pengolahan. Dengan demikian, model pemberdayaan ini berpotensi menjadi pendekatan berkelanjutan untuk solusi persampahan perkotaan.
Eco-Cycle: Organic Waste Processing and Sustainable Energy Development through Collaborative Institutional Engagement Setyawati Yani; Rismawati Rasyid; Thahirah Arief; Astuti, Andi Rina Ayu; Muhammad Budi Adiputra Reski; Omar Hassouna
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.14

Abstract

Educational institutions generate substantial organic waste, contributing to environmental challenges such as overflowing landfills and methane emissions. Globally, food waste alone accounts for an estimated 8-10% of greenhouse gas emissions, and in Malaysia, nearly 45% of municipal solid waste is organic material. To address these issues, an international community engagement project was implemented as a collaboration between Universitas Muslim Indonesia (UMI) and a higher education institution in Malaysia. The project aimed to develop a sustainable campus waste-management model by converting organic waste into valuable resources (biogas for energy and compost for agriculture) while fostering cross-border academic cooperation. Due to logistical constraints, the program was conducted via virtual platforms, involving webinars, workshops, and digital campaigns that engaged over 60 participants (students, faculty, and staff) from both institutions. The project combined technical planning—such as proposing an anaerobic digestion system for biogas production—with a virtual community outreach approach to educate and involve stakeholders in organic waste management best practices. It serves as a replicable model for other institutions seeking to integrate community engagement with sustainability initiatives. The international collaboration not only advanced knowledge and awareness of organic waste management but also strengthened bilateral ties, demonstrating how virtual engagement can overcome geographical barriers to promote global sustainability goals. The outcomes suggest that with further support, this initiative can evolve into a fully operational waste-to-energy program, exemplifying how universities can act as living laboratories for circular economy practices.

Page 2 of 2 | Total Record : 15